Breakdown Dominasi Btc Picu Sinyal Altseason, Ini Target Turun Selanjutnya

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

– Dominasi Bitcoin (BTC) menunjukkan tanda-tanda bakal terus melemah. Melansir dari finbold.com, ini membuka kesempatan besar bagi altcoin untuk kembali mencuri perhatian. Beberapa sinyal teknikal sekarang mengindikasikan bahwa pasar mungkin sedang memasuki fase awal rotasi dari Bitcoin ke altcoin, pola nan pernah terjadi pada awal bull run sebelumnya.

Salah satu analis mata uang digital dengan nama samaran ‘Master Ananda’ mencatat bahwa Bitcoin baru saja keluar dari tren naik jangka panjang, disertai lonjakan volume mingguan tertinggi sejak Februari 2021, momen nan sebelumnya menandai dimulainya reli besar altcoin.

Indeks Dominasi Bitcoin sekarang berada di level 61,42 persen, setelah ditolak keras di level 64,35 persen nan sekarang terbukti menjadi resisten kuat pada diagram mingguan. Gagalnya breakout di area tersebut membentuk candle engulfing bearish, menandakan melemahnya kekuatan relatif Bitcoin terhadap pasar mata uang digital secara keseluruhan.

Saat ini, BTC Dominance berada sedikit di atas level Fibonacci penting, ialah 61,65 dan 60,30 persen. Jika tidak bisa menembus kembali level tersebut, skenario bearish semakin menguat. Penurunan tegas di bawah 58,94 persen bisa membuka jalan menuju 57,01 persen, apalagi berpotensi ke 47,44 persen, ruang nan lebar untuk altcoin berkembang.

Ananda juga membandingkan kondisi ini dengan Februari 2021, saat breakdown kekuasaan BTC menjadi pemicu awal altseason besar-besaran.

Baca Juga: XRP Turun 15 Persen, Awas Risiko Likuidasi

Secara teknikal, Bitcoin sekarang condong bergerak sideways, sementara altcoin perlahan menguat. Meski penurunan jangka pendek mungkin terjadi, para analis melihatnya sebagai kesempatan reposisi, bukan sinyal bahaya.

Analis lain, Michael van de Poppe, juga menyuarakan pandangan serupa pada 28 Juli. Ia menilai bahwa diagram kekuasaan BTC menunjukkan divergensi bearish nan kuat. Menurutnya, perihal ini menandakan tekanan penurunan nan berkelanjutan.

“Setiap kali muncul divergensi seperti ini, kekuasaan BTC condong lokasi, dan altcoin biasanya mulai rally,” ungkap Poppe.

Divergensi bearish nan mulai terbentuk sejak awal Juni sekarang sudah terkonfirmasi dengan penurunan di bawah 52,50 persen, memperkuat skenario turunnya kekuasaan BTC. Meski rebound mini tetap mungkin, struktur diagram dan RSI nan melemah menunjukkan momentum telah bergeser ke tangan altcoin.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Iqbal Maulana

Penulis nan senang mengawasi pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari perihal baru dan berjumpa dengan orang baru.

Selengkapnya