Btc Gagal Menguasai Us$ 100.000, Analis Peringatkan Titik Balik Pasar

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

– Bitcoin (BTC) kembali menghadapi tekanan besar di kisaran level psikologis US$ 100.000. Sebagaimana diyakini oleh para pelaku industri pasar kripto, level tersebut merupakan titik nan sekarang menjadi medan pertempuran antara angan rebound dan tanda-tanda kelemahan struktural nan jelas.

Dalam perihal ini, para analis menilai bahwa hasil dari pertarungan di area ini kemungkinan besar bakal menentukan arah pasar selama beberapa bulan ke depan.

Salah satu analis tersebut adalah ‘GugaOnChain’ nan berbasis di Rio de Janeiro Brazil. Dalam salah satu updatenya, dia menyebut bahwa level US$ 100.000 adalah titik kembali nan sarat berat psikologis dan historis. Ia menilai bahwa pasar saat ini terpecah antara mereka nan berambisi Bitcoin bisa melesat kembali sebelum keputusan suku kembang The Fed pada 10 Desember mendatang, dan mereka nan memandang pergerakan terbaru sebagai sekedar pantulan lemah nan beresiko berubah menjadi koreksi lanjutan.

Berdasarkan kajian terbarunya, dia menyoroti parameter Growth Rate Difference, metric turunan MVRV nan membandingkan Market Cap dan Realized Cap.

“Nilainya sekarang turun ke -0,00095. Data ini menunjukkan kapitalisasi pasar Bitcoin turun lebih sigap daripada realized cap,” ungkap GugaOnChain.

Kondisi ini menempatkan BTC di bawah jalur pertumbuhan fundamentalnya dan biasanya muncul menjelang periode pelemahan struktur pasar nan lebih dalam.

Baca Juga: Siapa nan Bakal Jadi Pemenang Jika Bitcoin Diadu dengan Perak?

Pada saat kajian dibuat, Bitcoin berada di sekitar US$ 92.000, jauh dari area nan dia anggap diperlukan untuk memicu percobaan breakout nan kuat. Kegagalan mempertahankan area support terdekat membuka resiko perjalanan menuju US$ 90.000, sementara area alas nan lebih rendah berada di kisaran US$ 85.000 – US$ 87.000.

Kendati demikian, ada juga tanda-tanda nan membikin gambaran pasar tidak sepenuhnya bearish. Pengujian berulang terhadap resisten US$ 93.500 menghasilkan pullback nan makin kecil, biasanya sinyal melemahnya tekanan jual. Laporan Bitfinex Alpha baru-baru ini juga menyoroti bahwa deleveraging besar-besaran dan kapitulasi holder holder jangka pendek mungkin telah membawa Bitcoin mendekati dasar siklus.

Saat tulisan ini ditulis, BTC diperdagangkan di kisaran US$ 93.500, turun nyaris 2 persen dalam 24 jam terakhir. Harga hanya melemah tipis secara mingguan, namun gambaran bulanan tetap menunjukkan penurunan sekitar 10 persen.

Meski begitu, pemulihan dari titik rendah pertengahan November di US$ 84.000 telah membikin Bitcoin tetap naik sekitar 11 persen dalam dua minggu terakhir. Ini menandakan bahwa volatilitas ekstrem tetap menjadi tema utama menjelang akhir tahun.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya