Cedera Engkel: Penyebab Dan Cara Mengatasinya

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Pergelangan kaki adalah bagian tubuh nan sangat krusial untuk menopang badan saat beraktivitas sehari-hari. Sayangnya, bagian ini juga sangat rentan mengalami cedera engkel.

Cedera engkel adalah salah satu masalah nan paling sering terjadi, baik pada orang biasa maupun atlet.

Artikel ini bakal membahas dengan komplit tentang apa itu cedera engkel, apa penyebabnya, gimana gejalanya, dan langkah mengatasinya dengan benar.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Banner Zaskia mobile

Mengenal Struktur Pergelangan Kaki

Ankle Joint (sendi pergelangan kaki) adalah bagian nan cukup rumit. Di dalamnya terdapat tulang, ligamen (jaringan penghubung tulang), otot, dan urat nan bekerja sama untuk menjaga stabilitas sendi pergelangan kaki dan memungkinkan kita bergerak dengan leluasa.

Ligamen pergelangan kaki sangat krusial lantaran berfaedah seperti tali pengikat nan menahan tulang-tulang tetap pada tempatnya.

Ada tiga ligamen utama nan sering mengalami cedera, ialah Ligamen ATFL, CFL, PTFL (ligamen utama nan sering cedera). Ketiga ligamen ini berada di sisi luar pergelangan kaki dan sangat mudah cedera ketika kaki kita terpelintir alias terkilir.

Selain itu, ada juga bagian nan disebut sinus tarsi, ialah celah mini di antara tulang-tulang pergelangan kaki nan berkedudukan krusial untuk menjaga keseimbangan tubuh kita.

Apa Itu Cedera Engkel?

Cedera engkel, nan juga sering disebut ankle sprain, pergelangan kaki terkilir, alias keseleo pergelangan kaki, terjadi ketika ligamen di pergelangan kaki tertarik terlalu kuat alias apalagi robek.

Istilah keseleo dan sprain sebenarnya merujuk pada kondisi nan sama, hanya berbeda dalam penggunaan bahasanya saja.

Tingkat keparahan cedera engkel berbeda-beda. Ada nan tergolong cedera ringan hingga berat.

Pada cedera ringan, ligamen hanya sedikit tertarik dan biasanya tidak robek. Pada cedera sedang, ligamen mengalami robekan sebagian.

Sedangkan pada cedera berat, ligamen robek sepenuhnya sehingga pergelangan kaki menjadi sangat tidak stabil.

Kondisi ini biasanya disertai dengan peradangan jaringan lunak di sekitar area nan cedera.

Penyebab Cedera Engkel nan Sering Terjadi

Cedera engkel bisa terjadi lantaran beragam perihal dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa penyebab nan paling umum:

1. Cedera saat berolahraga

Cedera engkel lantaran aktivitas olahraga adalah penyebab nan paling sering terjadi.

Atlet basket, sepak bola, lari sangat rentan mengalami cedera ini lantaran olahraga mereka melibatkan aktivitas cepat, melompat, dan berubah arah secara tiba-tiba.

Penyebab cedera engkel saat berlari sering kali lantaran langkah kaki menapak nan salah, lari di permukaan nan tidak rata, alias menggunakan sepatu nan tidak tepat.

2. Jatuh alias tersandung

Cedera engkel akibat jatuh saat melangkah juga sangat umum, terutama di tempat nan licin, tidak rata, alias saat naik-turun tangga.

Ketika kaki kita terpelintir ke dalam alias ke luar secara tiba-tiba, ligamen bisa langsung tertarik alias robek.

3. Penggunaan kaki berlebihan

Cedera akibat overuse terjadi ketika kaki kita dipaksa bekerja terlalu keras tanpa rehat nan cukup.

Ini sering dialami oleh orang nan baru mulai berolahraga secara intensif tanpa persiapan nan memadai.

Biomekanik kaki saat melangkah dan berlari nan tidak betul juga bisa memperbesar akibat cedera.

Inilah nan menjelaskan perbedaan cedera engkel pada atlet pemula vs atlet profesional—atlet nan sudah terlatih mempunyai otot dan ligamen nan lebih kuat serta teknik nan lebih baik.

Gejala Cedera Engkel nan Perlu Dikenali

Mengenali indikasi cedera engkel ringan dan berat sangat krusial agar kita tahu langkah penanganan nan tepat.

Gejala cedera ringan:

  • Rasa nyeri pada pergelangan kaki nan tidak terlalu hebat
  • Pembengkakan engkel nan sedikit
  • Masih bisa melangkah meski terasa tidak nyaman
  • Rentang mobilitas pergelangan kaki sedikit terbatas tapi tidak parah
  • Nyeri biasanya terasa saat menekan area nan cedera alias saat bergerak

Gejala cedera berat:

  • Nyeri nan sangat dahsyat dan tidak tertahankan
  • Pembengkakan engkel nan besar dan terjadi dengan cepat
  • Memar nan lebar di sekitar pergelangan kaki
  • Tidak bisa berdiri alias melangkah sama sekali (penyebab kaki susah berdiri)
  • Pergelangan kaki terasa sangat tidak stabil

Pada cedera nan sangat berat dengan ligamen robek, penderita biasanya betul-betul tidak bisa menahan berat badannya sendiri dan memerlukan support untuk bergerak.

Perbedaan Cedera Engkel dan Keseleo

Banyak orang nan bertanya tentang perbedaan cedera engkel dan keseleo. Sebenarnya, keduanya adalah perihal nan sama.

“Cedera engkel” adalah istilah nan biasa digunakan sehari-hari, sedangkan “keseleo” alias “sprain” adalah istilah medis nan lebih formal.

Keduanya sama-sama menjelaskan kondisi ketika ligamen pergelangan kaki mengalami cedera jaringan lunak akibat aktivitas nan tidak wajar.

Yang perlu dibedakan adalah antara sprain (cedera ligamen) dan strain (cedera otot alias urat). Meskipun gejalanya mirip, bagian nan cedera dan langkah penanganannya bisa berbeda.

Cara Mendiagnosis Cedera Engkel

Bagaimana mendiagnosis cedera engkel biasanya dimulai dengan pemeriksaan oleh master alias Fisioterapis.

Pemeriksaan fisik

Mereka bakal bertanya gimana cedera terjadi, dimana titik nyerinya, dan kemudian memeriksa pergelangan kaki untuk memandang seberapa parah cederanya.

Dokter bakal menekan bagian-bagian tertentu untuk mengetahui ligamen mana nan cedera dan menguji stabilitas sendi pergelangan kaki.

Uji pencitraan

Untuk cedera nan lebih serius, master ahli Ortopedi mungkin bakal menyarankan pemeriksaan tambahan seperti X-ray untuk memastikan tidak ada tulang nan patah, alias MRI untuk memandang kondisi ligamen dan jaringan lunak secara lebih detail.

Uji pencitraan ini juga membantu membedakan cedera engkel dengan masalah lain seperti nyeri lutut nan kadang terasa sampai ke pergelangan kaki.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun banyak cedera engkel nan bisa dirawat di rumah, ada kondisi tertentu nan mengharuskan kita segera ke dokter.

Kapan kudu ke master untuk cedera engkel? Segera periksakan diri jika mengalami hal-hal berikut:

  • Nyeri nan sangat dahsyat dan tidak berkurang dengan obat pereda nyeri biasa
  • Sama sekali tidak bisa berdiri alias berjalan
  • Pembengkakan nan sangat parah dan terus membesar
  • Bentuk pergelangan kaki terlihat tidak normal alias bengkok
  • Sudah dirawat di rumah selama 2-3 hari tapi tidak ada perbaikan
  • Pernah mengalami cedera engkel berulang di tempat nan sama
  • Cedera engkel nan tidak kunjung sembuh dalam waktu lebih dari dua minggu

Mengabaikan gejala-gejala ini bisa berbahaya. Bahaya cedera engkel berulang nan tidak ditangani dengan baik bisa menyebabkan kerusakan permanen dan apalagi Osteoarthritis pergelangan kaki (komplikasi jangka panjang) di kemudian hari.

Cara Mengobati Cedera Engkel di Rumah

Untuk cedera ringan sampai sedang, pengobatan cedera engkel di rumah bisa dilakukan dengan efektif menggunakan metode nan sudah terbukti.

Metode nan paling terkenal adalah metode RICE, nan merupakan singkatan dari:

  • R – Rest (Istirahat): Hindari aktivitas nan membebani kaki nan cedera. Biarkan ligamen dan jaringan nan cedera beristirahat.
  • I – Ice (Es): Cara mengatasi cedera engkel nan bengkak nan paling efektif adalah dengan terapi kompres dingin. Kompres dengan es selama 15-20 menit setiap 2-3 jam. Es membantu mengurangi pembengkakan dan rasa nyeri.
  • C – Compression (Kompresi): Balut pergelangan kaki dengan perban elastis untuk mengurangi pembengkakan. Jangan membalut terlalu kencang lantaran bisa mengganggu aliran darah.
  • E – Elevation (Pengangkatan): Angkat kaki nan cedera lebih tinggi dari jantung saat berebahan alias duduk. Ini membantu mengurangi pembengkakan dengan langkah memperlancar aliran darah balik.

Ada juga pengembangan dari metode RICE, ialah metode PRICE. Bedanya, ada tambahan huruf P nan berfaedah Protection (Perlindungan).

Ini berfaedah kita perlu melindungi area nan cedera dengan menggunakan Ankle brace (penyangga engkel) alias perangkat pelindung lainnya agar tidak cedera lebih parah.

Program Pemulihan dan Latihan

Setelah fase akut (3-5 hari pertama) lewat, saatnya memulai rehabilitasi dan pemulihan sendi. Fisioterapi engkel sangat krusial untuk mengembalikan kegunaan pergelangan kaki seperti semula.

Fisioterapis bakal merancang latihan pemulihan cedera engkel nan disesuaikan dengan tingkat keparahan cedera.

  • Tahap 1 – Latihan gerakan: Dimulai dengan gerakan-gerakan ringan untuk mengembalikan rentang mobilitas pergelangan kaki secara bertahap.
  • Tahap 2 – Latihan kekuatan: Setelah aktivitas mulai lancar, dilanjutkan dengan latihan untuk menguatkan otot-otot di sekitar pergelangan kaki.
  • Tahap 3 – Latihan keseimbangan: Tahap terakhir adalah latihan keseimbangan untuk mengembalikan stabilitas sendi pergelangan kaki dan mencegah cedera berulang.

Proses pemulihan ini memerlukan waktu nan berbeda-beda tergantung tingkat keparahan cedera. Bisa beberapa minggu untuk cedera ringan, alias apalagi beberapa bulan untuk cedera berat.

Yang krusial adalah konsisten dan tidak terburu-buru untuk kembali beraktivitas penuh.

Mencegah Cedera Engkel Berulang

Bahaya cedera ankle berulang sangat nyata. Setiap kali engkel cedera, ligamen menjadi lebih lemah dan akibat cedera lagi di masa depan semakin besar.

Ini bisa menyebabkan ketidakstabilan kronis dan meningkatkan akibat cedera sports injury lainnya. Untuk mencegah cedera berulang, ada beberapa perihal nan bisa dilakukan:

  • Selesaikan program rehabilitasi sampai tuntas, jangan setengah-setengah
  • Gunakan ankle brace saat kembali berolahraga alias beraktivitas berat
  • Lakukan latihan penguatan otot pergelangan kaki secara rutin
  • Perbaiki biomekanik kaki saat melangkah dan berlari jika ada nan salah
  • Gunakan sepatu nan tepat dan memberikan support nan baik
  • Lakukan pemanasan sebelum berolahraga

Kesimpulan tentang Cedera Engkel

Cedera ankle memang terdengar seperti masalah sepele, tapi jika tidak ditangani dengan betul bisa menimbulkan masalah serius dalam jangka panjang.

Memahami apa itu cedera ankle, mengenali gejalanya, dan tahu langkah mengatasinya dengan tepat adalah kunci untuk pemulihan nan optimal.

Dengan penanganan awal nan betul menggunakan metode RICE alias PRICE, program rehabilitasi nan teratur melalui fisioterapi, dan pencegahan cedera berulang nan baik, sebagian besar cedera ankle bisa sembuh dengan sempurna.

Namun, jangan ragu untuk segera konsultasi dengan master ahli Ortopedi jika indikasi tidak membaik alias jika mengalami cedera ankle nan tidak kunjung sembuh.

Penanganan nan tepat waktu bisa mencegah komplikasi serius di masa depan dan memastikan pergelangan kaki Anda tetap sehat dan kuat untuk menopang aktivitas sehari-hari.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Cedera Engkel

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik cedera ankle.

Apa perbedaan cedera engkel ringan dan berat?

Cedera ankle ringan ditandai dengan nyeri nan tidak terlalu hebat, pembengkakan sedikit, dan tetap bisa melangkah meskipun tidak nyaman.

Sedangkan cedera berat menimbulkan nyeri sangat hebat, pembengkakan besar, memar luas, dan penderita sama sekali tidak bisa berdiri alias melangkah lantaran ligamen mengalami robekan serius.

Bagaimana langkah mengobati cedera engkel di rumah?

Gunakan metode RICE: Rest (istirahatkan kaki), Ice (kompres es 15-20 menit setiap 2-3 jam), Compression (balut dengan perban elastis), dan Elevation (angkat kaki lebih tinggi dari jantung).

Untuk perlindungan ekstra, bisa menggunakan metode PRICE dengan tambahan Protection menggunakan ankle brace.

Kapan kudu segera ke master saat mengalami cedera engkel?

Segera ke master jika mengalami nyeri sangat dahsyat nan tidak berkurang, tidak bisa berdiri sama sekali, pembengkakan nan sangat parah, corak pergelangan kaki terlihat tidak normal, alias cedera tidak membaik setelah dirawat di rumah selama 2-3 hari.

Apa nan menyebabkan cedera engkel paling sering terjadi?

Penyebab paling umum adalah:

  • Cedera saat berolahraga (basket, sepak bola, lari) lantaran aktivitas sigap dan perubahan arah mendadak
  • Jatuh alias tersandung di permukaan tidak rata alias licin
  • Penggunaan berlebihan (overuse) pada orang nan baru mulai berolahraga intensif tanpa persiapan nan memadai.

Selengkapnya