Celecoxib Obat Untuk Apa? Cek Infonya Disini!

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Ketika master meresepkan obat berjulukan celecoxib, banyak pasien bertanya-tanya “celecoxib obat untuk apa sebenarnya?” Pertanyaan ini wajar muncul lantaran nama obat ini mungkin tetap terdengar asing bagi sebagian besar masyarakat.

Celecoxib adalah salah satu jenis obat pereda nyeri nan termasuk dalam golongan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) nan lebih kondusif untuk lambung dibanding obat pereda nyeri lainnya.

Jika mau berkonsultasi tentang nyeri dengkul dan sendi dengan master ahli di Klinik Patella, Anda dapat reservasi melalui chat WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi nyeri dengkul dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Banner Zaskia mobile

Celecoxib Obat Untuk Apa dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Celecoxib adalah obat pereda nyeri nan bekerja dengan langkah khusus. Obat ini termasuk dalam golongan nan disebut COX-2 inhibitor, nan artinya obat ini hanya bekerja pada satu bagian tertentu dalam tubuh nan menyebabkan nyeri dan pembengkakan.

Berbeda dengan obat pereda nyeri umum seperti meloxicam alias diclofenac nan bisa mengganggu lambung, celecoxib dibuat unik untuk mengurangi akibat tersebut.

Obat ini diproduksi oleh perusahaan farmasi terkenal Pfizer dengan nama jual beli Celebrex.

Di Indonesia, celecoxib sudah mendapat izin resmi dari BPOM RI dan tersedia dalam corak kapsul dengan dosis 100 mg dan 200 mg. Karena termasuk obat keras, celecoxib hanya bisa dibeli dengan resep master di apotek.

Mekanisme Kerja Celecoxib

Mekanisme kerja celecoxib cukup sederhana untuk dipahami. Di dalam tubuh kita ada dua jenis enzim nan berjulukan COX-1 dan COX-2.

COX-1 berfaedah untuk melindungi lambung, sedangkan COX-2 adalah nan menyebabkan nyeri dan peradangan.

Celecoxib hanya menghalang COX-2 saja, sehingga nyeri lenyap tapi lambung tetap terlindungi. Dalam bumi kedokteran, celecoxib juga dikenal sebagai NSAID (Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drug) nan lebih modern.

Celecoxib Digunakan untuk Mengatasi Penyakit Apa Saja?

Celecoxib mempunyai banyak kegunaan untuk mengatasi beragam masalah kesehatan nan berasosiasi dengan nyeri dan peradangan.

  • Nyeri dengkul dan sendi. Obat ini paling sering diresepkan untuk mengatasi nyeri dengkul dan sendi nan disebabkan oleh penyakit seperti osteoarthritis (pengapuran sendi) dan rheumatoid arthritis (rematik). Kedua penyakit ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari lantaran membikin sendi terasa kaku dan nyeri.
  • Sakit pinggang. Selain untuk masalah sendi, celecoxib juga bisa digunakan untuk mengatasi sakit pinggang, terutama nan disebabkan oleh peradangan pada tulang belakang.
  • Nyeri pasca operasi alias cedera. Obat ini juga efektif untuk meredakan nyeri setelah operasi alias cedera, serta nyeri menstruasi nan parah pada wanita.
  • Nyeri otot. Celecoxib apalagi bisa membantu mengatasi nyeri otot nan disebabkan oleh peradangan.
  • Nyeri masam urat. nan menarik, celecoxib juga bisa membantu mengurangi nyeri akibat masam urat, meskipun perlu diingat bahwa obat ini tidak bisa menurunkan kadar masam urat dalam darah. Celecoxib hanya membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan saat serangan masam urat terjadi.

Manfaat Celecoxib untuk Nyeri Sendi

Manfaat celecoxib untuk nyeri sendi sangat dirasakan oleh penderita arthritis. Obat ini bekerja dengan mengurangi zat-zat dalam tubuh nan menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan peradangan di area sendi nan bermasalah.

Hasilnya, penderita dapat merasakan perbaikan dalam perihal kemudahan bergerak dan berkurangnya kekakuan sendi.

Bagi penderita osteoarthritis, celecoxib membantu mereka tetap bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.

Sedangkan untuk penderita rheumatoid arthritis, obat ini membantu mengontrol peradangan nan terjadi secara terus-menerus.

Sebagai bagian dari terapi nyeri nan komprehensif, celecoxib memungkinkan pasien untuk menjalani terapi bentuk dan olahraga ringan nan krusial untuk kesehatan sendi.

Celecoxib untuk Sakit Pinggang

Celecoxib untuk sakit pinggang menjadi pilihan nan baik ketika nyeri punggung disebabkan oleh peradangan.

Tidak semua sakit pinggang memerlukan celecoxib, tapi obat ini khususnya berfaedah untuk jenis sakit pinggang nan berasosiasi dengan peradangan pada sendi alias jaringan di sekitar tulang belakang.

Ketika peradangan di punggung berkurang berkah celecoxib, pasien biasanya merasa lebih mudah bergerak dan dapat mengikuti program latihan bentuk nan dianjurkan dokter.

Ini krusial lantaran aktivitas dan latihan nan tepat membantu mempercepat pengobatan dan mencegah sakit pinggang kambuh lagi.

Celecoxib untuk Asam Urat

Celecoxib untuk masam urat berkedudukan sebagai obat untuk meredakan gejala, bukan untuk menyembuhkan penyakit masam uratnya.

Ketika seseorang mengalami serangan masam urat dengan nyeri sendi nan dahsyat dan pembengkakan, celecoxib dapat membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan tersebut.

Penting untuk dipahami bahwa celecoxib tidak bisa menurunkan kadar masam urat dalam darah. Untuk menurunkan masam urat, tetap diperlukan obat unik seperti allopurinol.

Jadi celecoxib hanya membantu membikin pasien lebih nyaman selama serangan masam urat berlangsung.

Dosis Celecoxib untuk Orang Dewasa

Dosis celecoxib untuk orang dewasa berbeda-beda tergantung pada jenis penyakit nan diobati. Dokter bakal menentukan dosis nan tepat berasas kondisi pasien.

  • Untuk pengapuran sendi (osteoarthritis), dosis nan biasa diberikan adalah 200 mg sekali sehari alias 100 mg dua kali sehari setelah makan.
  • Untuk rematik (rheumatoid arthritis), dosisnya biasanya 100-200 mg diminum dua kali sehari.
  • Sedangkan untuk nyeri akut seperti setelah operasi alias nyeri haid, master mungkin bakal memberikan dosis awal 400 mg, lampau dilanjutkan dengan 200 mg sesuai kebutuhan.

Yang krusial diingat adalah jangan pernah mengubah dosis tanpa berkonsultasi dengan master terlebih dahulu. Pasien dengan gangguan ginjal alias hati mungkin perlu dosis nan lebih mini untuk keamanan.

Efek Samping Obat Celecoxib

Seperti obat lainnya, pengaruh samping obat celecoxib juga perlu diperhatikan meskipun tidak semua orang mengalaminya.

  • Efek samping nan paling sering terjadi dan relatif ringan adalah sakit kepala, pusing, mual, dan nyeri perut. Beberapa orang juga bisa mengalami sembelit, diare, alias kembung.
  • Efek samping nan lebih serius tapi jarang terjadi termasuk masalah jantung dan pembuluh darah, terutama jika digunakan dalam jangka waktu lama.
  • Celecoxib juga bisa mempengaruhi kegunaan ginjal pada beberapa orang, khususnya nan sudah mempunyai masalah ginjal sebelumnya.

Jika mengalami indikasi seperti nyeri dada, sesak napas, bengkak nan tidak biasa, alias tanda-tanda reaksi alergi seperti ruam kulit, segera hentikan penggunaan obat dan konsultasikan dengan dokter.

Apakah Celecoxib Aman untuk Lambung?

Pertanyaan “apakah celecoxib kondusif untuk lambung” sering ditanyakan lantaran banyak obat pereda nyeri nan bisa menyebabkan masalah lambung seperti maag alias luka lambung.

Kabar baiknya, celecoxib memang dirancang unik untuk lebih kondusif bagi lambung dibandingkan obat pereda nyeri lainnya.

Hal ini lantaran celecoxib tidak mengganggu perlindungan alami lambung seperti nan dilakukan obat pereda nyeri biasa.

Meskipun begitu, celecoxib tetap bisa menyebabkan gangguan pencernaan ringan pada beberapa orang. Untuk mengurangi akibat ini, sebaiknya minum celecoxib setelah makan.

Bagi orang nan punya riwayat sakit maag alias luka lambung, celecoxib biasanya menjadi pilihan nan lebih kondusif dibanding ibuprofen alias diclofenac.

Tapi tetap saja, tidak ada obat nan betul-betul bebas risiko, jadi penggunaan jangka panjang tetap perlu pengawasan dokter.

Harga Celecoxib di Apotik

Harga celecoxib di apotik cukup bervariasi tergantung merek, dosis, dan kebijakan masing-masing apotek.

Karena celecoxib termasuk obat keras, pasien kudu membawa resep master untuk bisa membelinya. Pastikan membeli di toko obat resmi nan sudah terdaftar di BPOM RI untuk menjamin keaslian obat.

Celecoxib vs Ibuprofen: Mana nan Lebih Baik?

Perbandingan celecoxib vs ibuprofen sering menjadi pertanyaan pasien. Keduanya adalah obat pereda nyeri, tapi mempunyai karakter nan berbeda.

  • Celecoxib lebih kondusif untuk lambung lantaran tidak mengganggu perlindungan alami lambung, sedangkan ibuprofen bisa menyebabkan iritasi lambung jika digunakan terus-menerus.
  • Ibuprofen bisa dibeli bebas di toko obat untuk nyeri ringan, sementara celecoxib kudu dengan resep dokter.
  • Untuk penggunaan jangka panjang, celecoxib biasanya lebih direkomendasikan daripada ibuprofen lantaran akibat masalah lambung nan lebih kecil.

Dari segi efektivitas mengatasi nyeri dan peradangan, keduanya nyaris sama baiknya. Pilihan antara keduanya biasanya tergantung pada kondisi kesehatan pasien, terutama riwayat masalah lambung.

Namun, keputusan akhir tetap kudu diserahkan kepada master nan memahami kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

Perbandingan Celecoxib dengan Obat Anti Nyeri Lain

Perbandingan celecoxib dengan obat anti nyeri lain menunjukkan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

  • Dibandingkan dengan meloxicam, celecoxib mempunyai keamanan lambung nan lebih baik.
  • Terhadap diclofenac, celecoxib juga unggul dari segi keamanan lambung meski keduanya sama-sama efektif mengatasi peradangan.
  • Jika dibandingkan dengan paracetamol, celecoxib lebih kuat dalam mengatasi peradangan, tapi paracetamol lebih kondusif secara keseluruhan.

Dalam kategori obat radang sendi di apotik, celecoxib menempati posisi spesial lantaran memberikan efektivitas tinggi dengan akibat lambung nan minimal.

Penggunaan Celecoxib dalam Pengobatan Jangka Panjang

Penggunaan celecoxib dalam pengobatan jangka panjang memerlukan pengawasan medis nan ketat.

Untuk penyakit kronis seperti osteoarthritis dan rheumatoid arthritis, celecoxib mungkin perlu diminum dalam waktu lama untuk mengontrol gejala.

Selama penggunaan jangka panjang, master bakal melakukan pemeriksaan rutin untuk memastikan obat tetap aman.

Pemeriksaan nan biasanya dilakukan meliputi pengecekan tekanan darah, kegunaan ginjal, dan kegunaan hati. Ini krusial lantaran penggunaan jangka panjang bisa mempengaruhi organ-organ tersebut.

Dokter juga bakal mengevaluasi apakah dosis tetap tepat alias perlu disesuaikan.

Risiko Penggunaan Obat OAINS pada Pasien Tertentu

Risiko penggunaan obat OAINS pada pasien tertentu perlu mendapat perhatian khusus.

  • Pasien nan mempunyai riwayat penyakit jantung alias stroke mempunyai akibat lebih tinggi mengalami komplikasi jika menggunakan celecoxib dalam jangka panjang.
  • Orang lanjut usia juga perlu pengawasan ekstra lantaran kegunaan ginjal mereka mungkin sudah menurun.
  • Pasien nan sudah mempunyai gangguan ginjal alias hati mungkin memerlukan dosis nan lebih mini alias apalagi tidak boleh menggunakan celecoxib sama sekali.
  • Bagi nan sedang mengonsumsi obat pengencer darah, penggunaan celecoxib bisa meningkatkan akibat perdarahan.

Kesimpulan tentang Celecoxib Obat Untuk Apa

Celecoxib adalah obat antiinflamasi nonsteroid modern nan menawarkan langkah nan lebih kondusif untuk mengatasi nyeri dan peradangan, terutama pada sendi.

Sebagai COX-2 inhibitor, obat ini memberikan efektivitas nan baik dalam meredakan nyeri sembari mengurangi akibat masalah lambung nan sering terjadi dengan obat pereda nyeri lainnya.

Meskipun celecoxib relatif lebih aman, penggunaannya tetap kudu sesuai dengan petunjuk master dan disertai dengan pemantauan rutin, terutama untuk penggunaan jangka panjang.

Yang terpenting, jangan ragu untuk bertanya kepada master alias apoteker jika ada perihal nan kurang dipahami tentang penggunaan obat ini.

Jika mau berkonsultasi tentang nyeri dengkul dan sendi dengan master ahli di Klinik Patella, Anda dapat reservasi melalui chat WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi nyeri dengkul dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Celecoxib Obat Untuk Apa

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan seputar topik Celecoxib obat untuk apa.

Apakah celecoxib bisa dibeli bebas di apotek?

Tidak, celecoxib tidak bisa dibeli bebas di apotek. Obat ini termasuk obat keras nan hanya bisa diperoleh dengan resep dokter.

Anda kudu berkonsultasi dengan master terlebih dulu untuk mendapatkan resep sebelum bisa membeli celecoxib di toko obat resmi nan terdaftar BPOM RI.

Berapa lama celecoxib boleh diminum secara terus-menerus?

Durasi penggunaan celecoxib kudu ditentukan oleh master berasas kondisi kesehatan masing-masing pasien.

Untuk kondisi kronis seperti osteoarthritis alias rheumatoid arthritis, celecoxib mungkin perlu diminum dalam jangka panjang dengan pengawasan medis rutin. Dokter bakal melakukan pemeriksaan berkala untuk memastikan keamanan penggunaan jangka panjang.

Apakah celecoxib kondusif untuk penderita maag?

Celecoxib relatif lebih kondusif untuk penderita maag dibandingkan obat pereda nyeri lainnya seperti ibuprofen alias diclofenac. Hal ini lantaran celecoxib tidak mengganggu perlindungan alami lambung.

Namun, tetap disarankan untuk minum celecoxib setelah makan dan berkonsultasi dengan master jika mempunyai riwayat masalah lambung.

Bisakah celecoxib diminum berbarengan dengan obat lain?

Penggunaan celecoxib berbarengan dengan obat lain kudu dikonsultasikan dengan master alias apoteker.

Celecoxib dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat, terutama obat pengencer darah (antikoagulan), obat tekanan darah tinggi, dan beberapa obat lainnya.

Selalu beri tahu master tentang semua obat nan sedang Anda konsumsi sebelum memulai terapi celecoxib.

Selengkapnya