Data Ppi Amerika Bikin Pasar Kripto Panik, Btc Tergelincir

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

– Bitcoin (BTC) terkoreksi tajam ke bawah US$ 118.000 setelah sebelumnya mencetak rekor nilai baru di nomor US$ 124.000. Koreksi ini dipicu oleh rilis info Producer Price Index (PPI) nan lebih tinggi dari perkiraan.

Pasar sebelumnya memperkirakan PPI di nomor 2,5, namun info nan keluar menunjukkan 3,3 persen. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa tarif impor mendorong inflasi.

Sebagaimana dilaporkan oleh salah satu trader mata uang digital dengan nama “Bull Theory” di media sosial X, inflasi nan lebih tinggi membikin The Fed kemungkinan enggan memangkas suku bunga, dan berita ini langsung memicu tindakan jual di pasar.

“Saat ini support utama Bitcoin berada di US$ 117.500. Jika level ini jebol, nilai berpotensi menguji area US$ 110.000. Sementara itu, resisten terdekat ada di US$ 124.000, nan juga merupakan rekor nilai terbaru,” ungkap Bull Theory.

Dalam perihal ini, dia menyoroti bahwa tarif impor mulai mempengaruhi sektor manufaktur. Hal ini bisa berakibat pada info Consumer Price Index (CPI) bulan depan. Dengan kondisi lapangan kerja nan lemah dan inflasi nan tinggi, The Fed berada dalam posisi susah untuk mengambil langkah kebijakan.

“Tetap awasi laporan ETF hari ini,” ujarnya.

Bitcoin just fell below $118,000 from its new all-time high of $124,000 after the surprising PPI data.

Expectation was 2.5%, but it came in at 3.3%, which shows that tariffs will increase inflation. Higher inflation means the Fed will hesitate to cut rates, and the market didn’t… pic.twitter.com/WV2I622B0d

— Bull Theory (@BullTheoryio) August 14, 2025

Baca Juga: Sentimen Negatif Mendominasi, Harga Uang Kripto EOS Jatuh 10 Persen

Sementara itu, analis mata uang digital dengan nama akun “Scient” menjelaskan bahwa bias jangka pendek untuk Bitcoin tetap netral hingga bearish. Menurutnya, kesempatan bullish bakal muncul jika BTC bisa melakukan clean flip di area nan dia tandai dalam diagram nan dibagikan.

Jika Monday low bisa memperkuat di time frame 1 jam, Scient memperkirakan BTC bisa bergerak kembali menguji area merah, setidaknya di kisaran US$ 121.000 nan tetap menyisakan Fair Value Gap (FVG) dari penurunan sebelumnya.

Berdasarkan analisa nan dia lakukan, ada beberapa level kunci nan bisa dipantau, yakni:

  • Resisten utama: Zona supply di kisaran US$ 120.000, jika sukses ditembus bersih (clean flip), ini dapat memicu fase price discovery berikutnya.
  • Support awal: Monday Low saat ini menjadi penopang nilai jangka pendek.
  • Target pullback dalam skenario bearish: US$ 114.700 sebagai level minat pertama jika terjadi koreksi lebih dalam.

$BTC — another failed breakout above the supply zone.

Bias remains neutral to bearish short term unless we get a clean flip of the red box to the upside, as shown on the arrowed path.

Right now, price is just chopping inside the Monday range — swept the highs earlier, and now… https://t.co/bJTBsy1LjJ pic.twitter.com/IObX0u1VjI

— Scient (@Crypto_Scient) August 14, 2025

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya