– Lonjakan nilai Ethereum (ETH) dalam lima pekan terakhir memicu perdebatan panas di kalangan pelaku pasar kripto. Pionir Bitcoin, Samson Mow memperkirakan para penanammodal Ethereum bakal kembali memindahkan modalnya ke Bitcoin begitu nilai ETH mencapai titik tertentu, dan berpotensi membalik tren kenaikan terbaru.
“Sebagian besar pemegang Ethereum punya banyak BTC, entah dari ICO alias status sebagai insider dan mereka memutar BTC itu ke Ethereum untuk memompa nilai lewat narasi baru seperti Ethereum Treasury co’s,” ungkap Mow.

Mow nan dikenal sebagai Bitcoin maximalist dan kerap mengkritik altcoin menjelaskan, nilai ETH bakal susah menembus nilai tertinggi sepanjang masa (ATH).
“Semakin dekat dengan level psikologis itu, maka semakin besar dorongan untuk menjual. Ini adalah kejadian ‘Bagholder’s Dilemma’,” ujarnya.
ETH/BTC Pecah Tren Turun
Meski rasio ETH/BTC baru-baru ini memutus tren penurunan, Mow menilai Bitcoiner’s tak perlu khawatir.
“Ethereum selalu menjadi kendaraan bagi orang-orang itu untuk mendapatkan lebih banyak Bitcoin. Dulu saat ICO begitu, dan sekarang pun sama,” kata Mow.
Baca Juga: Mengenal Cold Wallet Dengan XRP Dan Ethereum
Rasio ETH/BTC saat ini berada di level 0,036 menurut TradingView, melonjak dua kali lipat dari titik terendah lima separuh tahun di US$ 0,018 pada April lalu. Lonjakan ini terjadi ketika ETH menguat sementara BTC bergerak relatif datar.
Ethereum advocate Anthony Sassano merespons komentar Mow dengan menyebutnya “kritikan old school Bitcoin maxis” dan justru menilai perihal itu sebagai sinyal bullish bagi ETH.
Prediksi Altseason Mini
Pandangan berbeda disampaikan penanammodal dan enterpreuner Ted Pillows. Ia memprediksi ETH bakal mencapai rekor nilai baru dan memicu ‘mini altseason’ sebelum modal kembali mengalir ke Bitcoin hingga menembus US$ 140.000, lampau berbalik lagi ke ETH dan altcoin.
“Ini pola rotasi mata uang digital nan sudah biasa terjadi di tahun-tahun bull market sebelumnya,” kata Pillows.
Data juga menunjukkan kekuasaan Bitcoin telah turun 10 persen sejak akhir Juni seiring rotasi modal ke altcoin. Nick Ruck, kepala di LVRG Research menambahkan bahwa lonjakan ETH ke US$ 4.300, didorong oleh minat institusional dalam strategi cadangan, nan ikut mendongkrak TVL DeFi dan menarik pengguna kembali lewat penemuan yield farming dan lending.
Sementara itu, ETH mencatat penutupan candle mingguan tertinggi sejak November 2021 setelah menembus US$ 4.300 pada akhir perdagangan Minggu, membukukan kenaikan mingguan 21 persen. Saat ini ETH hanya berjarak 12 persen dari ATH US$ 4.878 nan dicapai pada 2021, dan momentum kenaikan tetap kuat meski kritik dari kubu Bitcoin maksimalis terus berdatangan.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
4 bulan yang lalu