Degenerasi Kartilago Lutut: Bagaimana Cara Menanganinya?

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Degenerasi kartilago dengkul adalah masalah nan sering dialami banyak orang, terutama saat usia mulai bertambah.

Kondisi ini, nan juga dikenal dengan istilah medis cartilaginous degeneration, terjadi ketika lapisan pelindung di dalam sendi dengkul kita mulai rusak dan menipis.

Akibatnya, terjadi kerusakan sendi nan membikin dengkul jadi sakit, kaku, dan susah digerakkan seperti biasa.

Bayangkan saja, setiap hari kita berjalan, naik turun tangga, alias sekadar berdiri dari kursi. Semua aktivitas ini melibatkan sendi dengkul nan bekerja keras. Ketika lapisan pelindung di dalamnya rusak, tentu saja aktivitas sehari-hari jadi terganggu.

Artikel ini bakal menjelaskan secara sederhana tentang degenerasi kartilago lutut, mulai dari penyebabnya hingga langkah mengatasinya.

Dengan memahami kondisi ini, kita bisa mengambil langkah nan tepat untuk menjaga kesehatan lutut.

Jika mau berkonsultasi tentang nyeri dengkul dan sendi dengan master ahli di Klinik Patella, Anda dapat reservasi melalui chat WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi nyeri dengkul dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Banner Zaskia mobile

Mengenal Anatomi Lutut dan Fungsi Kartilago

Anatomi dengkul dan kegunaan kartilago sebenarnya cukup sederhana untuk dipahami.

Sendi dengkul kita terdiri dari tiga tulang utama: tulang paha bagian bawah, tulang kering bagian atas, dan tempurung dengkul di depan. Ketiga tulang ini berjumpa di satu titik untuk membentuk sendi lutut.

Di ujung setiap tulang, ada lapisan licin dan kenyal nan disebut tulang rawan alias kartilago.

Jaringan tulang rawan ini berfaedah seperti alas pada sepatu – melindungi tulang dari tumbukan dan gesekan saat kita bergerak. Tanpa kartilago nan sehat, tulang bakal saling bersenggolan dan menimbulkan rasa sakit.

Selain itu, di dalam sendi dengkul juga ada cairan unik nan disebut cairan sinovial. Cairan ini bekerja seperti oli pada mesin motor – membikin aktivitas dengkul jadi lembut dan tidak bergesekan.

Ketika kartilago rusak, cairan ini juga ikut terganggu, sehingga dengkul jadi kaku dan nyeri.

Apa Penyebab Degenerasi Kartilago Lutut?

Penyebab degenerasi kartilago dengkul ada beberapa macam.

  • Yang paling umum adalah aspek usia. Seiring bertambahnya umur, keahlian tubuh untuk memperbaiki kartilago semakin menurun. Itulah kenapa degenerasi kartilago dengkul pada usia lanjut lebih sering terjadi.
  • Faktor lainnya adalah berat badan berlebih. Semakin berat tubuh kita, semakin besar beban nan kudu ditanggung lutut. Bayangkan jika setiap hari dengkul kudu menopang beban lebih dari nan semestinya – lama-lama pasti bakal rusak.
  • Aktivitas bentuk nan mempercepat kerusakan kartilago juga perlu diwaspadai. Misalnya olahraga nan terlalu berat seperti lari maraton di jalan aspal, alias pekerjaan nan mengharuskan kita berjongkok alias bertimpuh terus-menerus. Gerakan ini memberikan tekanan berlebihan pada kartilago lutut.
  • Cedera dengkul nan pernah dialami di masa lampau juga bisa menjadi penyebab. Jika dulu pernah terjatuh alias kecelakaan nan melukai lutut, area nan cedera bisa jadi lebih mudah mengalami kerusakan di kemudian hari.
  • Terakhir, aspek keturunan juga berperan. Jika orangtua alias kakek nenek pernah mengalami masalah sendi lutut, kemungkinan kita juga mengalami perihal serupa lebih besar.

Gejala Awal Degenerasi Kartilago Lutut

Gejala awal degenerasi tulang rawan dengkul biasanya muncul secara perlahan.

  • Tanda pertama nan paling sering dirasakan adalah nyeri dengkul setelah beraktivitas. Misalnya, setelah melangkah jauh alias naik turun tangga, dengkul terasa sakit. Tapi jika rehat sebentar, sakitnya biasanya mereda.
  • Kekakuan dengkul juga menjadi karakter unik kondisi ini. Biasanya paling terasa di pagi hari saat bangun tidur alias setelah duduk lama. Lutut terasa kaku dan susah digerakkan selama beberapa menit, baru kemudian berangsur-angsur normal kembali.
  • Pembatasan mobilitas adalah indikasi lain nan perlu diwaspadai. Mungkin kita mulai kesulitan menekuk dengkul sepenuhnya alias meluruskannya dengan sempurna. Gerakan nan dulu mudah dilakukan, sekarang terasa terbatas.
  • Ada kalanya juga terdengar bunyi “krek-krek” alias seperti ada pasir nan bergesekan saat menggerakkan lutut. Bunyi ini terjadi lantaran permukaan kartilago nan sudah tidak lembut lagi saling bergesekan.
  • Lutut juga bisa sedikit bengkak, terutama setelah aktivitas nan cukup berat. Bengkak ini adalah respon tubuh terhadap kerusakan nan terjadi di dalam sendi.

Peran Penting Cairan Sinovial

Peran cairan sinovial dalam melindungi sendi sangat vital untuk kesehatan lutut. Cairan ini bekerja seperti pelumas nan membikin aktivitas sendi jadi lembut dan tidak sakit.

Cairan sinovial mengandung unsur unik nan membuatnya kenyal dan licin, sehingga tulang bisa bergerak tanpa bergesekan.

Saat terjadi degenerasi kartilago, kualitas dan jumlah cairan sinovial ini menurun. Cairan jadi lebih encer dan tidak bisa melumasi sendi dengan baik.

Akibatnya, gesekan antara tulang meningkat dan menimbulkan nyeri serta kerusakan nan semakin parah.

Cara Diagnosis Degenerasi Kartilago Lutut

Berikut ini adalah beberapa langkah pemeriksaan degenerasi kartilago dengkul nan bisa dipilih dokter:

  • Teknik pencitraan seperti MRI untuk pemeriksaan menjadi perangkat bantu master untuk memandang kondisi kartilago secara detail. MRI bisa menunjukkan seberapa tebal kartilago nan tersisa, area mana saja nan rusak, dan seberapa parah kerusakannya.
  • Selain MRI, master juga sering menggunakan foto rontgen (X-ray) untuk memandang kondisi tulang. Meskipun rontgen tidak bisa menampilkan kartilago dengan jelas, tapi bisa menunjukkan apakah ada perubahan pada tulang di bawah kartilago.
  • Dalam kasus tertentu, master ortopedi mungkin bakal menyarankan Endoskopi Richard Wolf – ialah prosedur dengan menggunakan kamera mini untuk memandang langsung ke dalam sendi lutut. Prosedur ini tidak hanya untuk diagnosis, tapi juga bisa sekaligus untuk pengobatan.

Perbedaan dengan Peradangan Sendi Lainnya

Perbandingan antara degenerasi kartilago dan peradangan sendi perlu dipahami lantaran gejalanya bisa mirip.

1. Perbedaan penyebab

Degenerasi kartilago adalah proses keausan akibat pemakaian bertahun-tahun, seperti halnya ban mobil nan aus lantaran sering dipakai.

Sementara peradangan sendi (seperti rematik) disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh nan menyerang sendi sendiri.

2. Perbedaan indikasi nyeri

Pada degenerasi kartilago, nyeri biasanya memburuk saat beraktivitas dan membaik saat istirahat.

Sedangkan pada peradangan sendi, nyeri dan kaku justru lebih parah di pagi hari dan membaik setelah bergerak.

Hubungan dengan Osteoartritis

Osteoartritis sebagai akibat degenerasi kartilago adalah tahap lanjut dari kerusakan kartilago.

Saat kartilago sudah sangat tipis alias apalagi habis, tulang di bawahnya mulai mengalami perubahan.

Tulang jadi lebih keras dan kadang tumbuh tonjolan-tonjolan mini di pinggirnya. Proses degeneratif ini juga bisa menyebabkan chondromalacia, ialah pelunakan tulang rawan nan membikin permukaan sendi tidak rata.

Kondisi nan disebut eburnation pada sendi lutut terjadi ketika tulang di bawah kartilago mengalami pengerasan dan pemolesan akibat gesekan langsung. Ini membikin nyeri semakin dahsyat dan aktivitas dengkul semakin terbatas.

Pengobatan Degenerasi Kartilago Lutut

Pengobatan untuk degenerasi kartilago dengkul bisa dibagi menjadi dua kategori besar: pengobatan tanpa operasi dan pengobatan dengan operasi.

Intervensi bedah alias non-bedah dipilih berasas seberapa parah kerusakannya.

1. Pengobatan Tanpa Operasi

Pengobatan tanpa operasi biasanya menjadi pilihan pertama.

  • Obat pereda nyeri seperti NSAID (ibuprofen, naproxen) bisa membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan. Obat ini bekerja dengan mengurangi peradangan di sekitar sendi.
  • Suplemen sendi seperti glukosamin dan kondroitin juga sering direkomendasikan. Meskipun tetap diperdebatkan efektivitasnya, banyak orang merasa terbantu setelah mengonsumsinya secara rutin.
  • Injeksi viskosuplemen berisi cairan hyaluronic acid adalah pilihan lain nan cukup populer. Prosedur ini melibatkan penyuntikan cairan unik ke dalam sendi untuk menggantikan cairan sinovial nan sudah rusak. Efeknya bisa memperkuat 6-12 bulan dan bisa diulang jika diperlukan.

2. Fisioterapi dan Latihan

Fisioterapi untuk degenerasi dengkul sangat krusial dalam proses penyembuhan. Fisioterapis bakal mengajarkan latihan-latihan unik untuk memperkuat otot-otot di sekitar lutut, terutama otot paha depan.

Otot nan kuat bakal membantu menopang dengkul dan mengurangi beban pada kartilago.

Latihan peregangan juga krusial untuk menjaga kelenturan sendi. Terapi dengan es alias kompres hangat bisa membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan.

3. Alat Bantu

Penggunaan perangkat bantu seperti knee brace bisa membantu menstabilkan dengkul dan mengurangi nyeri saat beraktivitas.

Tongkat bantu alias perangkat bantu melangkah seperti walker juga berfaedah untuk mengurangi beban pada lutut, terutama saat melangkah jauh alias pada kondisi kerusakan sendi nan cukup parah.

4. Tindakan Medis

Jika pengobatan tanpa operasi tidak memberikan hasil nan memuaskan, master mungkin bakal menyarankan tindakan medis.

  • Endoskopi Richard Wolf adalah prosedur operasi mini dengan sayatan minimal untuk membersihkan serpihan kartilago nan rusak alias memperbaiki kerusakan ringan.
  • Operasi Penggantian Lutut. Untuk kasus nan lebih parah, operasi penggantian sendi dengkul mungkin diperlukan. Dalam prosedur ini, bagian sendi nan rusak diganti dengan implan buatan nan terbuat dari logam dan plastik khusus.

Apakah Bisa Sembuh Total?

Pertanyaan apakah degenerasi kartilago bisa sembuh sering ditanyakan pasien. Sayangnya, kartilago nan sudah rusak tidak bisa kembali normal seperti semula. Ini berbeda dengan kulit alias tulang nan bisa sembuh total setelah luka.

Namun, jangan berkecil hati. Cara mengatasi kerusakan kartilago dengkul nan tepat bisa memperlambat kerusakan lebih lanjut dan mengurangi indikasi secara signifikan.

Dengan pengobatan nan konsisten dan perubahan style hidup, banyak orang tetap bisa menjalani aktivitas normal.

Tips Pencegahan dan Perawatan Jangka Panjang

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Berikut ini adalah beberapa tips pencegahan degenerasi kartilago dengkul nan bisa Anda terapkan.

  • Menjaga berat badan ideal adalah langkah paling penting. Setiap kilogram berat badan berlebih bakal memberikan beban tambahan pada dengkul berlipat ganda, mempercepat proses degeneratif pada sendi.
  • Pilih olahraga nan ramah untuk lutut seperti berenang, bersepeda, alias jalan santai. Hindari olahraga nan memberikan tumbukan keras pada dengkul seperti lari di aspal alias bermain sepak bola.
  • Gunakan dasar kaki nan nyaman dengan alas nan baik. Hindari sepatu kewenangan tinggi alias sepatu nan terlalu rata tanpa bantalan.
  • Saat bekerja, hindari posisi berjongkok alias bertimpuh terlalu lama. Jika terpaksa, gunakan alas dengkul dan sering-sering tukar posisi.

Kapan Harus ke Dokter?

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan master ortopedi jika mengalami nyeri dengkul nan tidak kunjung membaik setelah beberapa hari istirahat.

Apalagi jika disertai dengan pembengkakan, kekakuan nan parah, alias kesulitan berjalan.

Deteksi awal dan penanganan nan tepat bakal memberikan hasil nan lebih baik. Dokter bakal melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menyarankan terapi sendi nan paling sesuai dengan kondisi masing-masing.

Kesimpulan tentang Degenerasi Kartilago Lutut

Degenerasi kartilago dengkul memang tidak bisa disembuhkan total, tapi bukan berfaedah tidak ada harapan.

Dengan pemahaman nan baik tentang kondisi ini dan penanganan nan tepat, kita tetap bisa menjalani hidup dengan nyaman.

Yang terpenting adalah tidak mengabaikan gejala-gejala awal dan segera mencari support medis nan tepat.

Kombinasi pengobatan medis, fisioterapi, perubahan style hidup, dan sikap positif bakal membantu kita mengatasi masalah ini dengan lebih baik.

Ingat, setiap orang mempunyai kondisi nan berbeda, jadi konsultasi dengan master ortopedi dan fisioterapis nan berilmu sangat krusial untuk mendapatkan penanganan nan paling sesuai.

Jika mau berkonsultasi tentang nyeri dengkul dan sendi dengan master ahli di Klinik Patella, Anda dapat reservasi melalui chat WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi nyeri dengkul dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Degenerasi Kartilago Lutut

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan tentang degenerasi kartilago lutut.

Apa penyebab utama degenerasi kartilago lutut?

Penyebab utama degenerasi kartilago dengkul adalah aspek usia (proses penuaan alami), berat badan berlebih nan memberikan beban ekstra pada lutut, aktivitas bentuk nan terlalu berat seperti lari di permukaan keras, cedera dengkul di masa lalu, dan aspek keturunan.

Seiring bertambahnya usia, keahlian tubuh untuk memperbaiki kartilago semakin menurun, sehingga kerusakan lebih mudah terjadi.

Bagaimana langkah mengatasi nyeri dengkul akibat degenerasi kartilago?

Cara mengatasi nyeri dengkul dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan:

  • Mengonsumsi obat pereda nyeri seperti NSAID (ibuprofen)
  • Melakukan fisioterapi untuk memperkuat otot sekitar lutut
  • Menggunakan kompres es alias hangat
  • Injeksi hyaluronic acid untuk melumasi sendi
  • Menggunakan perangkat bantu seperti knee brace.

Kombinasi pengobatan ini biasanya efektif mengurangi nyeri dan memperbaiki kegunaan lutut.

Apakah degenerasi kartilago dengkul bisa sembuh total?

Sayangnya, degenerasi kartilago dengkul tidak bisa sembuh total lantaran tulang rawan tidak mempunyai pembuluh darah nan memadai untuk regenerasi.

Namun, dengan pengobatan nan tepat seperti fisioterapi, obat-obatan, perubahan style hidup, dan terapi sendi nan konsisten, kerusakan dapat diperlambat dan indikasi dapat dikurangi secara signifikan sehingga kualitas hidup tetap baik.

Kapan kudu operasi untuk mengatasi degenerasi kartilago lutut?

Operasi dipertimbangkan ketika pengobatan non-bedah seperti obat-obatan, fisioterapi, dan injeksi sudah tidak memberikan hasil nan memuaskan.

Artroskopi dapat dilakukan untuk membersihkan serpihan kartilago, sedangkan operasi penggantian sendi dengkul diperlukan jika kerusakan sudah sangat parah (eburnation) dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Keputusan ini kudu didiskusikan dengan master ortopedi.

Selengkapnya