Dengkul Adalah Bagian Tubuh Penting: Ini Dia Fungsi Pentingnya!

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Apa itu dengkul? Pernahkah Anda mendengar orang tua alias kawan menyebut kata ini? Dengkul adalah istilah nan sangat familiar di telinga kita untuk menyebut “lutut”.

Jadi, dengkul itu apa? Dengkul adalah nama lain dari lutut, ialah bagian tubuh nan menghubungkan paha dengan kaki bagian bawah alias betis.

Perbedaan dengkul dan dengkul sebenarnya hanya soal bahasa saja. Kata “dengkul” lebih sering kita pakai saat ngobrol santai, sedangkan “lutut” adalah istilah resmi nan digunakan dokter.

Dalam bahasa Latin, dengkul disebut Genu, dan dalam istilah medis lengkapnya adalah Articulatio genus. Ini contoh terminologi medis vs bahasa sehari-hari nan sering kita jumpai.

Banyak orang bertanya, “dengkul adalah tulang apa?” Nah, ini kesalahpahaman nan umum terjadi. Dengkul bukanlah sebuah tulang, melainkan persendian—tempat bertemunya beberapa tulang.

Dengkul adalah bagian tubuh apa nan terdiri dari tiga tulang utama: Femur (tulang paha), Tibia (tulang kering), dan Patella (tempurung dengkul nan ada di depan lutut).

Ada juga istilah “dengkul lancip” nan sering dipakai untuk menggambarkan dengkul nan bentuknya lebih menonjol alias runcing.

Ini sebenarnya normal saja, lantaran corak tempurung dengkul memang berbeda-beda pada setiap orang.

Lalu, dengkul termasuk sendi apa? Dalam anatomi tubuh manusia, dengkul termasuk jenis sendi engsel. Seperti engsel pintu nan bisa membuka dan menutup, dengkul kita juga bisa menekuk dan meluruskan—gerakan nan dalam istilah medis disebut fleksi dan ekstensi.

Lutut merupakan bagian krusial dari sendi dan persendian nan menghubungkan sistem rangka tubuh bagian atas dengan kaki.

Jika mau berkonsultasi tentang nyeri dengkul dan kaki dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Banner Zaskia mobile

Mengenal Struktur Dengkul Manusia: Bagian-bagian Pentingnya

Untuk betul-betul memahami apa itu dengkul dalam tubuh manusia, kita perlu tahu bagian-bagiannya.

Sendi dengkul adalah salah satu sendi terbesar di tubuh kita nan dirancang untuk menopang berat badan sembari tetap bisa bergerak dengan leluasa.

Dalam biomekanika tubuh, dengkul berkedudukan sebagai tumpuan utama nan mengatur pengedaran beban saat kita bergerak.

Anatomi dengkul manusia cukup rumit, tapi mari kita telaah bagian dengkul dan fungsinya:

Tulang-tulang Utama

  • Patella (tempurung lutut): Ini adalah tulang mini berbentuk seperti segitiga nan ada di bagian depan lutut. Fungsinya seperti pelindung agar dengkul tidak cedera saat terbentur. Selain itu, tempurung dengkul juga membantu otot paha bekerja lebih efisien.
  • Femur (tulang paha): Ini tulang terpanjang di tubuh kita. Bagian bawahnya nan melengkung membentuk bagian atas sendi dengkul dan berjumpa dengan tulang kering.
  • Tibia (tulang kering): Tulang besar di bagian bawah kaki nan menahan sebagian besar berat tubuh saat kita berdiri alias jalan.
  • Fibula (tulang betis): Tulang nan lebih mini di samping tulang kering. Meskipun tidak langsung menyusun sendi lutut, tulang ini krusial untuk menjaga kestabilan betis dan pergelangan kaki.

Jaringan Pendukung

1. Meniskus medial dan lateral

Bayangkan alas berbentuk bulan sabit nan terbuat dari kartilago (tulang rawan). Fungsinya seperti peredam kejut pada mobil—menyerap tumbukan saat kita melangkah

Ada dua meniskus di setiap lutut: satu di sisi dalam (medial) dan satu di sisi luar (lateral).

2. Ligamen

Ini seperti tali kuat nan mengikat tulang agar tidak bergeser. Ada empat ligamen utama nan sering disebut Ligamen Cruciatum (ligamen nan bersilang):

  • Ligamen Cruciatum Anterior (ACL) dan Ligamen Cruciatum Posterior (PCL) nan bersilang di tengah lutut
  • Ligamen Collateral Medial (MCL) di sisi dalam dan Ligamen Collateral Lateral (LCL) di sisi luar. Ligamen-ligamen ini mencegah kondisi dengkul bengkok ke samping nan tidak normal.

3. Kartilago artikular

Lapisan licin nan melapisi ujung tulang, membikin aktivitas dengkul menjadi lembut tanpa gesekan.

4. Tendon patella

Jaringan nan menghubungkan otot paha dengan tempurung dengkul dan tulang kering.

5. Otot quadriceps

Kelompok otot paha di bagian depan nan bekerja meluruskan dengkul saat kita berdiri alias menendang.

6. Kapsul sendi dan cairan sinovial

Kapsul sendi seperti kantung nan membungkus lutut, dan di dalamnya ada cairan sinovial nan berfaedah sebagai pelumas agar dengkul bergerak lancar.

7. Bursa

Kantung-kantung mini berisi cairan nan mengurangi gesekan antara tendon dan tulang.

Di belakang dengkul ada bagian nan agak cekung namanya Fossa poplitea—ini adalah jalur krusial untuk pembuluh darah dan saraf nan menuju ke tungkai bawah.

Dengkul Adalah Bagian Tubuh Penting: Ini Fungsinya!

Fungsi dengkul pada tubuh manusia sangat krusial dalam sistem pergerakan kita sehari-hari.

Bayangin jika dengkul kita tidak bisa bergerak—kita tidak bisa jalan, lari, naik tangga, alias apalagi duduk dengan nyaman. Berikut kegunaan utama lutut:

  1. Membengkokkan dan meluruskan kaki: Ini aktivitas paling dasar nan kita lakukan setiap hari—gerakan menekuk saat duduk alias jongkok, dan aktivitas meluruskan saat berdiri.
  2. Sedikit memutar: Saat dengkul tertekuk, ada keahlian rotasi sedikit nan membantu kita berbelok alias mengubah arah.
  3. Menyerap benturan: Setiap kali kaki kita menyentuh tanah saat melangkah alias berlari, dengkul menyerap guncangan itu.
  4. Menopang tubuh: Lutut adalah tumpuan utama saat kita berdiri, sehingga kesehatan tulang dan sendi di dengkul sangat penting.

Penyakit dan Masalah nan Sering Menyerang Dengkul

Karena dengkul sangat sering digunakan, tidak heran jika bagian ini rentan mengalami masalah. Berikut adalah cedera dengkul nan sering terjadi:

1. Pengapuran Lutut (Osteoarthritis Lutut)

Osteoarthritis dengkul alias nan sering disebut pengapuran adalah radang sendi nan paling umum, terutama pada orang lanjut usia.

Kondisi ini terjadi lantaran lapisan tulang rawan (kartilago) nan melapisi ujung tulang kikis seiring waktu. Akibatnya, tulang bersenggolan langsung dan menimbulkan nyeri lutut, kaku, dan bengkak.

Siapa nan berisiko? Orang nan sudah berumur lanjut, mempunyai berat badan berlebih, alias pernah cedera dengkul sebelumnya.

2. Ligamen Robek

Cedera dengkul pada ligamen sering dialami atlet alias orang nan aktif berolahraga.

Ligamen Cruciatum Anterior (ACL) paling sering cedera, terutama saat bermain sepak bola, basket, alias ski—olahraga nan banyak aktivitas berakhir mendadak alias berbelok cepat.

Gejalanya: nyeri hebat, dengkul bengkak, dan terasa tidak stabil alias “goyang”. Dokter biasanya melakukan Tes Lachman alias MRI lutut untuk memastikan diagnosisnya.

3. Meniskus Robek

Ini terjadi saat alas tulang rawan di dengkul sobek, biasanya lantaran aktivitas memutar dengkul dengan kaki nan tertanam kuat di tanah.

Akibatnya, dengkul sakit, bengkak, dan kadang terdengar bunyi “klik” alias terasa terkunci saat digerakkan. Dokter bisa melakukan Tes McMurray untuk memeriksa kondisi ini.

4. Radang Bursa (Bursitis Lutut)

Bursitis dengkul adalah peradangan pada kantung cairan (bursa) di sekitar lutut.

Ini sering terjadi pada orang nan pekerjaannya mengharuskan bertimpuh lama, misalnya tukang kebun alias pekerja konstruksi. Gejalanya adalah dengkul sakit dan bengkak.

5. Radang Tendon Tempurung Lutut (Tendinitis Patella)

Kondisi ini juga disebut “jumper’s knee” lantaran sering dialami atlet nan banyak melompat seperti pemain voli alias basket.

Ini adalah peradangan pada tendon nan menghubungkan tempurung dengkul dengan tulang kering.

6. Tempurung Lutut Bergeser (Dislokasi Patella)

Dislokasi patella terjadi saat tempurung dengkul keluar dari posisi normalnya, biasanya bergeser ke samping. Ini sangat menyakitkan, dengkul bengkak, dan tidak bisa diluruskan.

7. Nyeri Lutut Pelari (Runner’s Knee)

Patellofemoral pain syndrome alias Runner’s knee adalah nyeri di sekitar alias belakang tempurung lutut.

Kondisi ini umum pada orang nan sering berlari, naik-turun tangga, alias duduk lama dengan dengkul tertekuk.

Cara Menjaga Kesehatan Dengkul Agar Tetap Prima

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Berikut langkah menjaga kesehatan dengkul nan bisa Anda lakukan:

1. Jaga Berat Badan Ideal

Ini sangat penting! Setiap kelebihan 1 kg berat badan, dengkul menanggung beban 4 kali lipatnya saat kita berjalan. Jadi jika berat badan berlebih 5 kg, dengkul menanggung tambahan beban 20 kg.

Dengan menjaga berat badan ideal, Anda bisa mengurangi beban dengkul hingga setengahnya dan menghindari cedera olahraga serta pengapuran.

2. Olahraga Teratur dengan Cara nan Benar

Olahraga seperti jalan kaki, berenang, dan bersepeda sangat bagus untuk memperkuat otot di sekitar dengkul tanpa membebaninya secara berlebihan.

Jangan lupa melakukan peregangan untuk otot betis, paha belakang, dan otot paha depan (quadriceps). Otot paha nan kuat adalah kunci dengkul nan stabil dan tidak mudah cedera.

Yang penting: gunakan teknik nan betul saat berolahraga. Banyak cedera dengkul terjadi lantaran teknik nan salah, terutama saat melompat alias berbelok dengan cepat.

3. Pakai Sepatu nan Tepat

Sepatu nan bagus dengan alas nan lembek bisa menyerap guncangan saat kita melangkah alias berlari, sehingga mengurangi tekanan pada lutut. Pilih sepatu nan sesuai dengan aktivitas Anda dan corak kaki.

4. Istirahat dan Kompres Es

Setelah aktivitas berat, beri waktu dengkul untuk istirahat. Jika dengkul terasa nyeri alias bengkak, kompres dengan es selama 15-20 menit beberapa kali sehari. Ini bakal membantu mengurangi peradangan dan nyeri lutut.

5. Perhatikan Asupan Nutrisi

Kesehatan tulang dan sendi memerlukan nutrisi nan cukup. Pastikan Anda mendapat cukup kalsium (dari susu, keju, sayuran hijau), vitamin D (dari sinar mentari dan ikan), dan kolagen (dari kaldu tulang alias suplemen).

Suplemen glucosamine dan chondroitin juga bisa membantu menjaga kesehatan tulang rawan.

6. Periksa ke Dokter Jika Ada Masalah

Jangan abaikan nyeri dengkul nan berjalan lama. Segera konsultasi dengan master ahli ortopedi (dokter tulang).

Dokter bisa melakukan pemeriksaan seperti X-ray dengkul untuk memandang kondisi tulang, MRI dengkul untuk memandang jaringan lunak, alias Endoskopi Richard Wolf untuk memeriksa bagian dalam sendi dengan lebih detail.

Kesimpulan tentang Dengkul Adalah Bagian Tubuh Penting

Dengkul adalah bagian tubuh nan sangat krusial tapi sering kita anggap remeh. Padahal, sendi dengkul ini adalah penopang utama nan memungkinkan kita bergerak bebas setiap hari.

Dengan memahami struktur dengkul manusia dan fungsinya, kita jadi lebih tahu sungguh pentingnya merawat bagian tubuh ini.

Ingat, langkah menjaga kesehatan dengkul sebenarnya tidak sulit: jaga berat badan, olahraga teratur dengan teknik nan benar, pakai sepatu nan nyaman, makan makanan bergizi, dan rehat cukup.

Jika ada masalah, jangan ragu untuk periksa ke dokter—perawatan ortopedi nan tepat waktu bisa mencegah masalah nan lebih serius.

Lutut nan sehat adalah investasi untuk kualitas hidup nan lebih baik di masa depan. Jadi, mulai sekarang, yuk lebih perhatian sama kesehatan dengkul kita!

Jika mau berkonsultasi tentang nyeri dengkul dan kaki dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Dengkul Adalah Bagian Tubuh Penting

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik dengkul adalah bagian tubuh penting:

Apa perbedaan antara dengkul dan lutut?

Sebenarnya tidak ada perbedaan. Dengkul dan dengkul adalah istilah untuk bagian tubuh nan sama.

“Dengkul” adalah bahasa sehari-hari nan lebih sering digunakan dalam percakapan informal, sedangkan “lutut” adalah istilah resmi nan dipakai dalam konteks medis dan formal.

Keduanya merujuk pada sendi nan menghubungkan tulang paha dengan tulang kering.

Apakah dengkul itu sebuah tulang?

Tidak. Dengkul bukanlah tulang tunggal, melainkan sebuah sendi alias persendian nan terbentuk dari pertemuan tiga tulang utama:

  • Femur (tulang paha)
  • Tibia (tulang kering)
  • Patella (tempurung lutut)

Sendi ini juga didukung oleh beragam jaringan seperti ligamen, meniskus, kartilago, dan tendon nan bekerja sama agar dengkul bisa bergerak dengan baik.

Apa saja penyakit alias cedera nan sering menyerang lutut?

Beberapa masalah dengkul nan umum terjadi antara lain:

  • Osteoarthritis dengkul (pengapuran)
  • Robekan ligamen ACL (sering pada atlet)
  • Robekan meniskus
  • Bursitis dengkul (radang bursa)
  • Tendinitis patella (jumper’s knee)
  • Dislokasi patella (tempurung dengkul bergeser)
  • Runner’s knee.

Cedera-cedera ini bisa terjadi lantaran aspek usia, aktivitas olahraga nan berlebihan, obesitas, alias teknik olahraga nan salah.

Bagaimana langkah menjaga kesehatan dengkul agar tidak mudah cedera?

Ada beberapa langkah efektif:

  • Jaga berat badan ideal lantaran kelebihan berat membebani dengkul hingga 4 kali lipat
  • Lakukan olahraga teratur seperti jalan kaki, berenang, alias bersepeda dengan teknik nan benar
  • Gunakan sepatu dengan alas nan baik
  • Istirahat cukup setelah aktivitas berat dan kompres es jika nyeri
  • Konsumsi nutrisi nan cukup (kalsium, vitamin D, kolagen)
  • Periksa ke master jika mengalami nyeri dengkul nan berkepanjangan.

Selengkapnya