Ekonom: Bitcoin Terlalu Mahal, Crash Besar Bisa Terjadi!

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

– Pasar mata duit mata uang digital pada tahun 2025 kali ini nampaknya menjadi salah satu instrumen investasi nan mendapat banyak sorotan. Hal ini dapat dilihat dari ramainya pembahasan aset digital di media sosial, media mainstream dan melonjaknya nilai token secara keseluruhan.

Ekonom makro terkemuka Henrik Zeberg memberikan peringatan bahwa pasar kripto, khususnya Bitcoin (BTC) sekarang merupakan contoh paling jelas dari gelembung finansial di era ekonomi modern.

Dalam sebuah unggahan di platform X pada Selasa, Zeberg menyamakan kegilaan spekulatif di sekitar aset mata uang digital dengan manias sejarah nan didorong oleh teknologi revolusioner, seperti mesin uap di abad ke-18 dan ledakan Dot-com pada awal 200-an.

Zeberg mengutip parameter makro utama, ialah rasio kapitalisasi pasar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), nan saat ini berada di 213 persen alias 226 persen jika termasuk pasar kripto. Angka ini dianggap sebagai sinyal kuat overvaluasi pasar.

“Seperti semua gelembung, teknologi baru jadi pemicu spekulasi. Tapi kali ini, kebijakan duit mudah sejak 2008 memperparahnya,” ungkap Zeberg.

Baca Juga: 2 Koin Potensial Versi ChatGPT untuk Agustus

Meski mengakui potensi teknologi blockchain dan aset digital, Zeberg menegaskan bahwa nan mendorong lonjakan saat ini bukan teknologi itu sendiri, melainkan euforia pasar nan tidak rasional.

Zeberg sebelumnya menyatakan bahwa puncak nilai Bitcoin sudah tercapai, namun memperingatkan bahwa secara teknikal BTC tampak rentan di level saat ini. Bitcoin saat ini diperdagangkan sedikit di bawah US$ 120.000, setelah mundur dari rekor tertingginya di atas US$ 123.000.

Analisis diagram nan dia bagikan menunjukkan pola broadening diagonal, nan biasanya menandakan puncak lokal diikuti oleh penurunan tajam. Ia juga mencatat, parameter momentum seperti RSI menunjukkan pelemahan tren baik di diagram mingguan maupun bulanan. Hal ini mengindikasikan potensi pembentukan puncak multi-tahunan.

“Reli mungkin tetap punya ruang jangka pendek, tapi prospek jangka panjangnya terlihat suram,” ujarnya.

Zeberg sebelumnya juga telah menyuarakan pandangan bahwa pasar saham dan mata uang digital kemungkinan bakal mencetak nilai tertinggi baru. Kenaikan ini bakal terjadi, sebelum akhirnya jatuh dalam pola blow-off top, ialah puncak nilai nan diikuti oleh kejatuhan cepat.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya