– Ethereum (ETH) akhirnya sukses menembus area likuiditas tinggi di atas US$ 3.800. Namun, alih-alih langsung mengejar level psikologis US$ 4.000, seorang trader terkenal di media sosial X berjulukan Mayne justru mengincar potensi koreksi sehat bagi kesempatan entry.
Dalam diagram mingguannya, ETH tampak keluar dari area konsolidasi dan sekarang berada di wilayah tertinggi sejak Maret 2024.
“Kita baru saja mengambil likuiditas besar di sisi atas. Idealnya, saya mau memandang koreksi untuk mencari long berbasis leverage,” ungkap Maynet.
Zona Entry Ideal
Mayne menyoroti area permintaan (demand zone) antara US$ 3.200 – US$ 3.400 sebagai “no-brainer bid zone”, area di mana pembeli condong masuk garang jika nilai koreksi.
“Zona ini cocok untuk entry jika terjadi replacement. Tapi saya tetap terbuka bahwa ETH bisa lanjut naik ke atas US$ 4.000 tanpa koreksi,” ujarnya.
Dalam perihal ini, Mayne dengan tegas menyebut bahwa dia tidak bearish. Ia menjelaskan bahwa analisnya bukan soal bearish alias bullish ekstrem, melainkan soal disiplin dan eksekusi rencana jika skenario koreksi betul-betul terjadi.
$ETH
Now that we've taken out a pretty big liquidity level to the upside I'd love a bit of a pullback to look for leverage longs.
We have a nice demand zone around $3200-$3400 that I think is a no brainer bid if we get some kind of correction.
To front-run the idiots in the… pic.twitter.com/wFKG1Rf4FP
Baca Juga: Analisa Bitcoin Menurut Crypto Twitter
Sementara itu, analis dengan nama akun BitBull menyatakan bahwa Ethereum (ETH) sedang mendekati salah satu titik paling kritis dalam siklus harganya, level US$ 4.000.
Menurut analis BitBull, ini bukan sekedar psikologis, melainkan gerbang menuju potensi reli parabolik besar berikutnya, apalagi melampaui lonjakan pasca-ATH nan dialami Bitcoin pada 2020 dan 2024.
Sejak mencapai puncaknya di atas US$ 4.800 pada akhir 2021, Ethereum sukses merebut kembali wilayah US$ 4.000 secara meyakinkan. Namun kini, dengan nilai bergerak mendekati US$ 3.800 dan tren pasar nan mendukung, level tersebut kembali menjadi konsentrasi utama.
“Untuk token lain, reclaim ATH adalah rintangan terberat. Tapi untuk ETH, rintangan terbesarnya adalah justru US$ 4.000,” kata BitBull.
Polanya Mirip 2017 dan 2021
Melihat dari diagram historikal nan dibagikan, ETH condong memasuki fase percepatan vertikal begitu sukses menembus level resisten makro. Hal ini terjadi pada 2017 dan kembali terulang pada 2021. JIka pola ini terulang di 2025, maka ETH berpotensi meroket jauh di atas ATH sebelunya.
BitBull menyebut bahwa lonjakan nan dialami BTC setelah menembus ATH di 2020 dan 2024, menjadi referensi bahwa ETH bisa mengalami reaksi serupa, alias apalagi lebih ekstrem, lantaran struktur pasar dan esensial Ethereum nan sekarang lebih matang.
Di luar aspek teknikal, Ethereum saat ini juga didorong oleh esensial kuat:
- Antisipasi terhadap ETF spot Ethereum
- Yield stabil dari staking ETH
- Pertumbuhan ekosistem Layer-2 seperti Arbitrum, Base dan zkSync
Semua ini berkontribusi pada narasi bullish jangka menengah nan dapat memperkuat breakout potensial di atas US$ 4.000.
$ETH is approaching its most crucial level.
For other tokens, reclaiming ATH is the hardest part.
For ETH, reclaiming $4K will be the hardest part.
But after that, ETH will pump violently.
Remember BTC pumped after 2020 and 2024 ATH?
ETH pump will be even bigger. pic.twitter.com/NM1b4fKWsJ

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
5 bulan yang lalu