Gejala Osteoarthritis Lutut: Kenali Tandanya Di Sini!

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Lutut bersuara “krek-krek” saat jongkok? Atau mungkin dengkul terasa kaku dan sakit, terutama di pagi hari? Bisa jadi itu adalah indikasi osteoarthritis lutut.

Mari kita telaah apa saja indikasi osteoarthritis lutut, siapa saja nan berisiko, dan gimana langkah mengatasinya di tulisan ini.

Jika mau berkonsultasi tentang nyeri dengkul alias nyeri tulang dan sendi dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Banner Zaskia mobile

Apa Itu Osteoarthritis Lutut?

Untuk memahami indikasi osteoarthritis lutut, kita perlu mengenal sedikit tentang anatomi sendi lutut. Bayangkan dengkul Anda seperti engsel pintu nan dilengkapi dengan alas lembut. 

Sendi dengkul tersusun dari tulang paha (femur), tulang kering (tibia), dan patella (tempurung lutut). Ketiga tulang ini dilapisi oleh tulang rawan (cartilage) nan berfaedah membikin aktivitas dengkul jadi mulus tanpa gesekan.

Di sekitar sendi juga ada sinovium (cairan sendi) nan bekerja sebagai pelumas alami.

Nah, osteoarthritis dengkul terjadi ketika proses degeneratif pada tulang rawan dimulai. Bantalan tulang rawan ini makin lama makin tipis dan rusak.

Ketika tulang rawan dengkul menipis, tulang-tulang di dengkul bersenggolan langsung satu sama lain. Gesekan ini memicu sistem peradangan pada sendi, menimbulkan rasa sakit dan beragam indikasi tidak nyaman lainnya.

Gejala Osteoarthritis Lutut nan Perlu Anda Waspadai

Gejala Osteoarthritis Lutut Ringan (Tahap Awal)

Bagaimana mengenali osteoarthritis dengkul sejak dini? Berikut adalah tanda awal osteoarthritis dengkul nan sering muncul:

  • Nyeri dengkul saat naik turun tangga lantaran osteoarthritis Ini adalah salah satu ciri-ciri osteoarthritis dengkul nan paling umum di tahap awal. Saat Anda naik alias turun tangga, dengkul kudu menahan beban tubuh nan lebih besar, sehingga nyeri dengkul lebih terasa.
  • Sendi dengkul terasa kaku pagi hari Baru bangun tidur, dengkul rasanya kaku dan susah digerakkan? Ini adalah indikasi klasik osteoarthritis. Biasanya kekakuan ini berjalan sekitar 15-30 menit, lampau berangsur lenyap setelah Anda mulai beraktivitas.
  • Kekakuan setelah duduk lama Setelah duduk dalam waktu lama, misalnya menonton TV alias kerja di depan komputer, dengkul jadi terasa kaku dan agak susah untuk diluruskan. Ini juga termasuk indikasi osteoarthritis dengkul ringan nan perlu diwaspadai.
  • Bunyi “krek” saat menekuk lutut Dalam istilah medis disebut krepitasi. Bunyi ini muncul lantaran permukaan sendi sudah tidak mulus lagi akibat kerusakan tulang rawan.

Gejala Nyeri Sendi Lutut Akibat Osteoarthritis (Tahap Lanjut)

Pada tahap nan lebih parah, indikasi osteoarthritis dengkul bakal makin mengganggu:

  • Sendi kaku dan nyeri nan terus-menerus Kalau awalnya nyeri hanya muncul saat aktivitas tertentu, di tahap lanjut nyeri dengkul kronis bisa terjadi sepanjang hari, apalagi saat istirahat.
  • Peradangan sendi lutut: sendi terasa panas dan bengkak Peradangan di dalam sendi menyebabkan penumpukan cairan, membikin dengkul terlihat bengkak dan terasa hangat saat disentuh.
  • Lutut terasa tidak stabil. Lutut mungkin terasa “goyang” alias tidak kuat menopang berat badan, sehingga Anda jadi takut jatuh.
  • Pembentukan tulang taji (bone spur) Ini adalah pertumbuhan tulang nan tidak normal di tepi sendi sebagai respons terhadap kerusakan tulang rawan. Tulang taji bisa membikin nyeri makin parah dan membatasi aktivitas lutut.
  • Sulit melakukan aktivitas sehari-hari Aktivitas sederhana seperti berjalan, jongkok, alias apalagi tidur bisa terganggu lantaran rasa sakit nan mengganggu.

Gejala Osteoarthritis pada Lansia

Gejala osteoarthritis pada lansia condong lebih kompleks lantaran seringkali disertai kondisi kesehatan lain.

Pada orang berumur lanjut, degenerasi sendi berjalan lebih sigap dan nyeri dengkul tidak hanya mengganggu mobilitas tetapi juga meningkatkan akibat jatuh.

Siapa Saja nan Berisiko Mengalami Osteoarthritis Lutut?

1. Faktor Usia dan Berat Badan Terhadap Kesehatan Lutut

Faktor usia dan berat badan terhadap kesehatan dengkul merupakan dua perihal utama nan memengaruhi akibat osteoarthritis:

  • Usia: Seiring bertambahnya usia, keahlian tubuh untuk memperbaiki tulang rawan menurun. Osteoarthritis primer (yang mengenai dengan penuaan alami) biasanya muncul pada orang berumur di atas 50 tahun.
  • Berat badan: Setiap kelebihan 1 kg berat badan, dengkul Anda kudu menanggung tekanan ekstra hingga 4 kali lipat saat berjalan. Bayangkan sungguh beratnya beban nan ditanggung dengkul pada orang dengan obesitas!

2. Gaya Hidup nan Memengaruhi Kesehatan Sendi

Gaya hidup nan memengaruhi kesehatan sendi mempunyai peran krusial dalam perkembangan osteoarthritis:

Hubungan antara aktivitas bentuk dan degenerasi sendi:

  • Olahraga teratur membantu menjaga kesehatan sendi
  • Namun, aktivitas berlebihan alias cedera bisa mempercepat kerusakan
  • Cedera dengkul dapat memicu osteoarthritis sekunder (osteoarthritis nan terjadi akibat cedera alias aspek lain, bukan lantaran penuaan)

Pekerjaan alias aktivitas berisiko:

  • Pekerjaan nan mengharuskan berdiri lama
  • Pekerjaan nan sering mengangkat beban berat
  • Atlet olahraga kontak seperti sepak bola alias basket

3. Wanita, Terutama Setelah Menopause

Wanita mempunyai akibat lebih tinggi dibanding pria, terutama setelah menopause. Perubahan hormon diduga berkedudukan dalam perihal ini.

4. Faktor Keturunan

Jika ada personil family nan punya osteoarthritis, Anda mungkin juga punya akibat lebih tinggi lantaran aspek genetik.

Perbedaan Osteoarthritis Lutut dan Radang Sendi Lainnya

Memahami perbedaan osteoarthritis dengkul dan radang sendi sangat krusial lantaran penanganannya berbeda. Berikut perbedaan antara osteoarthritis, rheumatoid arthritis, dan gout:

Osteoarthritis:

  • Nyeri berjenjang dan makin parah seiring waktu
  • Biasanya hanya mengenai satu sisi dengkul (asimetris)
  • Disebabkan oleh keausan tulang rawan dan proses penuaan
  • Dapat berupa osteoarthritis primer (karena penuaan) alias osteoarthritis sekunder (karena cedera)

Rheumatoid Arthritis:

  • Nyeri muncul di kedua dengkul secara berbarengan (simetris)
  • Disertai indikasi lain seperti demam dan kelelahan
  • Disebabkan oleh sistem imun nan menyerang sendi sendiri (penyakit autoimun)

Asam Urat (Gout):

  • Nyeri muncul tiba-tiba dan sangat hebat
  • Lutut sangat bengkak dan merah
  • Disebabkan oleh penumpukan kristal masam urat

Cara Mengatasi Gejala Osteoarthritis Lutut

1. Pemeriksaan dan Diagnosis

Sebelum menentukan langkah mengatasi, master bakal melakukan pemeriksaan untuk memastikan diagnosis:

  • Rontgen lutut: Untuk memandang penyempitan ruang sendi dan keberadaan tulang taji
  • MRI lutut: MRI memberikan gambaran lebih perincian tentang kondisi tulang rawan, ligamen, dan jaringan lunak di sekitar sendi lutut

2. Turunkan Berat Badan

Ini adalah langkah paling efektif! Menurunkan berat badan hanya 5% saja sudah bisa mengurangi nyeri dengkul secara signifikan. Kurangi porsi makan dan perbanyak buah serta sayur.

3. Olahraga nan Tepat

Jangan takut bergerak! Olahraga justru krusial untuk menjaga kesehatan sendi. Pilihlah olahraga nan tidak memberatkan lutut:

  • Berenang
  • Bersepeda
  • Jalan santai
  • Senam air

Hindari olahraga nan memberikan tumbukan keras pada dengkul seperti lari jarak jauh alias loncat tali.

4. Fisioterapi Lutut

Fisioterapi dengkul merupakan komponen krusial dalam mengatasi osteoarthritis. Fisioterapis bakal mengajarkan latihan unik untuk:

  • Memperkuat otot-otot di sekitar lutut
  • Meningkatkan kelenturan sendi
  • Mengurangi nyeri dan kekakuan

5. Kompres Dingin alias Hangat

  • Kompres dingin: Untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri akut
  • Kompres hangat: Untuk meredakan kekakuan, terutama di pagi hari

6. Gunakan Alat Bantu

  • Tongkat untuk mengurangi beban pada lutut
  • Sepatu nan nyaman dengan alas nan baik
  • Knee brace alias penyangga dengkul jika diperlukan

7. Obat-obatan

Dokter mungkin bakal meresepkan:

  • Obat pereda nyeri seperti paracetamol
  • Obat antiinflamasi untuk mengurangi peradangan sendi lutut
  • Krim alias salep oles untuk nyeri lutut
  • Dalam kasus tertentu, suntikan ke dalam sendi dengkul (knee joint)

8. Ubah Kebiasaan Sehari-hari

  • Hindari duduk alias berdiri terlalu lama
  • Gunakan bangku dengan sandaran nan baik
  • Hindari aktivitas jongkok alias berlutut
  • Naik-turun tangga dengan perlahan
  • Istirahatlah jika dengkul terasa lelah

9. Operasi (untuk Kasus Berat)

Jika semua langkah di atas tidak membantu dan indikasi osteoarthritis dengkul sangat mengganggu, master mungkin bakal merekomendasikan operasi, seperti penggantian sendi lutut.

Tapi ini adalah pilihan terakhir setelah semua langkah lain dicoba.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke master jika Anda mengalami:

  • Nyeri lutut nan tidak membaik setelah beberapa hari
  • Lutut bengkak dan merah
  • Tidak bisa menekuk alias meluruskan lutut
  • Lutut terasa sangat tidak stabil
  • Demam disertai nyeri lutut
  • Nyeri sangat mengganggu aktivitas dan tidur

Tips Mencegah Osteoarthritis Lutut

Lebih baik mencegah daripada mengobati! Berikut tipsnya:

  1. Jaga berat badan ideal – Ini nan paling penting!
  2. Olahraga teratur – Pilih olahraga nan kondusif untuk lutut
  3. Lindungi dengkul saat olahraga – Gunakan pelindung dengkul jika perlu
  4. Hindari cedera – Hati-hati saat beraktivitas
  5. Perkuat otot paha – Otot paha nan kuat membantu menopang lutut
  6. Makan makanan bergizi – Terutama nan baik untuk tulang dan sendi
  7. Hindari posisi nan membebani lutut – Seperti jongkok terlalu lama

Kesimpulan tentang Gejala Osteoarthritis Lutut

Gejala osteoarthritis dengkul seperti nyeri dengkul saat naik turun tangga lantaran osteoarthritis, sendi dengkul terasa kaku pagi hari, dan bunyi “krek” saat menekuk dengkul memang mengganggu, tapi bukan berfaedah tidak bisa diatasi.

Yang krusial adalah mengenali ciri-ciri osteoarthritis dengkul dan tanda awal osteoarthritis dengkul sejak dini, lampau segera mengambil tindakan.

Ingat, siapa pun bisa mengalami osteoarthritis lutut, terutama orang berumur lanjut, nan kelebihan berat badan, alias nan pernah cedera lutut.

Dengan kombinasi penurunan berat badan, olahraga nan tepat, fisioterapi lutut, dan perawatan medis nan sesuai, Anda tetap bisa hidup aktif dan nyaman meski mempunyai osteoarthritis lutut.

Jangan biarkan nyeri dengkul menghalangi aktivitas Anda. Konsultasikan dengan master untuk mendapatkan penanganan nan tepat sesuai kondisi Anda!

Jika mau berkonsultasi tentang nyeri dengkul alias nyeri tulang dan sendi dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Gejala Osteoarthritis Lutut

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik indikasi osteoarthritis lutut.

Apa indikasi awal osteoarthritis dengkul nan paling sering muncul?

Gejala awal nan paling umum adalah:

  • Nyeri dengkul saat naik turun tangga
  • Sendi dengkul terasa kaku di pagi hari (biasanya 15-30 menit setelah bangun)
  • Kekakuan setelah duduk lama
  • Bunyi “krek” saat menekuk lutut

Gejala-gejala ini muncul secara berjenjang dan sering diabaikan lantaran dianggap wajar.

Apakah osteoarthritis dengkul sama dengan rheumatoid arthritis?

Tidak sama. Osteoarthritis disebabkan oleh keausan tulang rawan akibat penuaan dan penggunaan sendi berlebihan, biasanya hanya mengenai satu sisi lutut.

Sedangkan rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun nan menyerang kedua dengkul secara berbarengan dan disertai indikasi sistemik seperti demam dan kelelahan.

Siapa saja nan berisiko tinggi terkena osteoarthritis lutut?

Kelompok berisiko tinggi meliputi:

  • Orang berumur di atas 50 tahun
  • Orang dengan berat badan berlebih alias obesitas
  • Wanita terutama setelah menopause
  • Orang dengan riwayat cedera lutut
  • Orang dengan pekerjaan nan mengharuskan berdiri lama alias mengangkat beban berat
  • Orang nan mempunyai riwayat family dengan osteoarthritis.

Bagaimana langkah mengatasi indikasi osteoarthritis dengkul tanpa operasi?

Cara mengatasi tanpa operasi meliputi:

  • Menurunkan berat badan (penurunan 5% saja sudah efektif)
  • Olahraga ringan seperti berenang dan bersepeda
  • Fisioterapi dengkul untuk memperkuat otot sekitar sendi
  • Kompres dingin/hangat untuk meredakan nyeri dan kekakuan
  • Menggunakan obat pereda nyeri sesuai resep dokter
  • Mengubah kebiasaan sehari-hari untuk mengurangi beban pada lutut.

Selengkapnya