– Bitcoin (BTC) tetap tertahan di bawah level US$ 92.000 sejak Kamis. Hal ini pun memperpanjang koreksi 30 hari terakhir nan telah menyeret nilai turun sebesar 22 persen. Namun, meski sentimen jangka pendek tampak lemah, sejumlah katalis besar mulai terbentuk, dan berpotensi menjadi fondasi bagi reli baru nan lebih kuat.
Melansir dari cointelegraph.com, para bull berambisi gelombang pelonggaran moneter di beragam negara sebagai respon terhadap perlambatan pertumbuhan dan defisit fiskal nan melebar.

Sementara itu, kubu bear menyoroti parameter tenaga kerja nan melemah serta kegelisahan penanammodal terhadap tren penurunan investasi di sektor kepintaran buatan. Kedua sisi memilki argumen valid, dan kombinasi ketidakpastian makro ini bisa menjadi pemicu untuk pergerakan besar Bitcoin beberapa bulan ke depan.
Saat ini, pasar menilai kesempatan Bitcoin kembali menguji level US$ 112.000, nan terakhir terlihat empat minggu lalu, bakal sangat berjuntai pada tiga aspek utama. Faktor tersebut mulai dari ekspektasi inflasi hingga perubahan kebijakan The Fed.
Ekspektasi Inflasi Meningkat, Bitcoin Diuntungkan

Salah satu sinyal awal datang dari Ishares TIPS Bond ETF, nan melacak obligasi lindung inflasi Amerika dan kembali naik setelah menyentuh support di 110,50. Biasanya, ETF ini menguat ketika penanammodal bersiap menghadapi inflasi nan lebih tinggi.
Sementara itu, info futures suku bunga dari CME FedWatch menunjukkan bahwa pasar sekarang memberi kesempatan 78 persen The Fed bakal mempertahankan suku kembang pada level 3,50 persen alias lebih hingga akhir Januari. Angka ini meningkat tajam dari 47 persen dalam bulan sebelumnya.
Suku kembang lebih rendah dinilai condong mendukung upaya nan berjuntai pada angsuran dan memicu peningkatan aktivitas ekonomi.
Kebuntuan pemerintahan Amerika nan berjalan hingga 12 November juga mendorong dugaan bahwa The Fed bakal memilih tidak mengubah kebijakan pada Pertemuan Desember. Kini konsentrasi pasar mengarah pada dua info penting, ialah laporan tenaga kerja Amerika pada 16 Desember dan info inflasi PCE inti pada 26 Desember.
Baca Juga: Apakah Bitcoin Kembali Pulih? Melihat Pergerakan BTC
Perubahan Kepemimpinan The Fed Bisa Jadi Pemicu Besar
Katalis makro terbesar kemungkinan terjadi pada paruh pertama 2026. Masa kedudukan Jerome Powell berhujung pada Mei, dan Presiden Donald Trump sudah beberapa kali menyatakan preferensi terhadap ketua Fed nan lebih dovish.
Proses nominasi biasanya melibatkan bulan-bulan sidang dan persetujuan Senat, sehingga volatilitas pasar bisa meningkat menjelang transisi tersebut.
Selain itu, regulator Amerika dikabarkan telah menyesuaikan patokan nan menurunkan persyaratan modal bank besar mulai 1 Januari 2026, seperti diberitakan Bloomberg. Langkah ini dipandang sebagai pendorong kuat bagi likuiditas, dan umumnya mendukung aset beresiko.
Pemerintahan Trump juga telah memberi isyarat bakal memperbesar shopping pemerintah melalui program seperti “One Big Beautiful Bill Act”, nan diperkenalkan pada Juli. Ekspansi fiskal garang seperti itu biasanya memperlemah dolar dan membuka ruang bagi reli Bitcoin.
Keputusan MSCI dan Tekanan Derivatif
Di luar katalis makro, dua aspek dari dalam ekosistem Bitcoin juga berpotensi memengaruhi harga.
Pertama, MSCI Index sedang mempertimbangkan apakah perusahaan seperti Strategy (MSTR) nan menimbun Bitcoin dalam neracanya tetap layak masuk indeks. Keputusan final dijadwalkan pada 15 Januari. Jika dikeluarkan, biaya pasif nan mempunyai eksposur nyaris US$ 9 miliar melalui MSTR kudu menyesuaikan portofolio mereka.
Pendiri Strategy, Michael Saylor, menegaskan bahwa perusahaannya bukan biaya investasi, melainkan perusahaan teknologi nan menggunakan Bitcoin sebagai strategi treasury, dan keputusan MSCI, apapun hasilnya tidak mengubah pondasi upaya mereka.
Kedua, pasar derivatif Bitcoin tetap berada dalam tekanan. Premiun put 10 persen di atas call menunjukkan bias bearish nan memperkuat selama beberapa minggu.
Dengan mendekatnya kedaluwarsa opsi BTC sebesar US$ 22,6 miliar pada 26 Desember, banyak trader kemungkinan menunggu kemiringan opsi kembali netral sebelum mengambil akibat lebih besar lagi.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
1 bulan yang lalu