Siapa sih nan belum pernah merasakan dengkul sakit? Keluhan ini memang sangat umum dialami oleh nyaris semua orang, baik muda maupun tua.
Di Indonesia, kita lebih sering menggunakan kata “dengkul” daripada “lutut” dalam percakapan sehari-hari.
Dengkul adalah bagian tubuh nan sangat krusial lantaran mendukung nyaris semua aktivitas kita, mulai dari berjalan, berlari, jongkok, sampai naik tangga.
Perlu diketahui bahwa sendi dengkul merupakan sendi paling besar dan paling rumit di tubuh kita. Kenapa rumit? Karena struktur anatomi dengkul tersusun dari banyak bagian seperti ligamen (tali pengikat tulang), tendon (penghubung otot ke tulang), tulang, dan meniskus (bantalan sendi).
Semua bagian ini kudu bekerja sama dengan baik agar dengkul bisa bergerak lancar dan stabil. Kalau salah satu bagiannya bermasalah, maka dengkul bakal terasa sakit dan mengganggu aktivitas kita.
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!
Mengenal Bagian-Bagian Dengkul
Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya kita pahami dulu struktur anatomi lutut.
Tulang
Sendi dengkul terbentuk dari tiga tulang utama:
- Tulang paha (femur)
- Tulang kering (tibia)
- Patella (tempurung lutut). Tempurung dengkul ini seperti perisai nan melindungi sendi sekaligus membantu otot paha bekerja lebih efektif.
Ligamen
Di sekitar lutut, ada empat ligamen utama nan bekerja seperti tali pengikat. Keempat ligamen ini adalah:
- ACL (ligamen di bagian depan tengah)
- PCL (ligamen di bagian belakang tengah)
- MCL (ligamen di bagian dalam)
- LCL (ligamen di bagian luar)
Fungsi ligamen-ligamen ini adalah mengikat tulang dan mencegah dengkul bergerak terlalu jauh nan bisa menyebabkan cedera.
Meniskus
Meniskus adalah alas berbentuk seperti huruf C nan terletak di antara tulang paha dan tulang kering.
Bayangkan meniskus ini seperti bantal nan menyerap tumbukan saat kita melangkah alias melompat.
Tendon
Tendon patella berfaedah menghubungkan tempurung dengkul ke tulang kering, sedangkan otot quadriceps (otot paha depan) dan hamstring (otot paha belakang) mengatur semua aktivitas lutut.
Bursa
Ada juga bursa suprapatellar & infrapatellar, ialah kantung mini berisi cairan nan mengurangi gesekan saat dengkul bergerak.
Kartilago dengkul melapisi ujung tulang agar aktivitas menjadi lembut dan tidak kasar.
Biomekanik dengkul saat melangkah / naik tangga sebenarnya sangat kompleks lantaran semua bagian ini kudu bekerja berbareng secara terkoordinasi. Kalau ada satu bagian saja nan bermasalah, bakal timbul rasa sakit.


Apa Saja Penyebab Dengkul Sakit?
Penyebab dengkul sakit bermacam-macam, tapi secara garis besar bisa dibagi menjadi beberapa kelompok.
1. Cedera lutut
Cedera pada sendi seperti keseleo dengkul alias sprain & strain dengkul nan biasanya terjadi lantaran aktivitas tiba-tiba alias terbentur.
Dengkul sakit tiba-tiba biasanya disebabkan oleh cedera mendadak seperti meniskus robek alias cedera ligamen lutut.
Dengkul sakit lantaran jatuh bisa menimbulkan beragam masalah, mulai dari memar biasa sampai tulang retak alias patah.
2. Radang sendi
Radang sendi alias osteoarthritis nan sering menyerang orang-orang berumur lanjut lantaran alas kartilago di dengkul sudah mulai menipis.
Peradangan dengkul seperti bursitis dengkul alias bursa dengkul meradang (peradangan kantung cairan) dan tendinitis patella (peradangan tendon tempurung lutut) juga sering menjadi biang keladi.
3. Overuse injury
Overuse injury (cedera penggunaan berlebihan), ialah cedera lantaran terlalu banyak melakukan aktivitas nan sama secara terus-menerus.
Kalau dengkul sakit setelah olahraga, kemungkinan besar lantaran overuse injury alias ketidakseimbangan pada keseimbangan otot quadriceps & hamstring.
4. Penyakit khusus
Ada juga kondisi unik seperti patellofemoral pain syndrome nan menimbulkan nyeri di sekitar tempurung lutut, chondromalacia patella nan membikin tulang rawan di bawah tempurung menjadi lunak, dan Osgood-Schlatter nan sering dialami remaja dalam masa pertumbuhan.
Gangguan pencarian tempurung dengkul dan ketidakstabilan sendi dengkul juga bisa bikin dengkul sakit terus-menerus jika tidak segera ditangani.


Gejala nan Sering Muncul
Nyeri pada dengkul bisa muncul dalam beragam kondisi:
- Dengkul sakit saat ditekuk biasanya berangkaian dengan masalah pada meniskus alias patellofemoral pain syndrome.
- Dengkul sakit saat berjalan, kemungkinan ada osteoarthritis dengkul alias otot penopang dengkul tidak seimbang.
- Dengkul sakit saat naik turun tangga adalah karakter unik dari patellofemoral pain syndrome lantaran tempurung dengkul mendapat tekanan ekstra saat naik alias turun tangga.
- Dengkul sakit sebelah kiri alias dengkul sakit sebelah kanan saja. Ini bisa terjadi lantaran salah satu sisi tubuh lebih sering digunakan alias memang ada cedera di satu sisi.
- Dengkul sakit tapi tidak bengkak biasanya menandakan masalah pada jaringan lunak seperti tendon alias ligamen nan cederanya tetap ringan.
- Dengkul sakit saat beragama sholat (posisi duduk dalam sholat), sering dialami oleh orang nan punya masalah chondromalacia patella alias peradangan dengkul lantaran saat duduk lama dalam posisi tertekuk, sendi dengkul mendapat tekanan terus-menerus.
- Dengkul bagian dalam sakit biasanya mengenai dengan MCL alias meniskus medial, sedangkan dengkul bagian luar sakit biasanya ada hubungannya dengan LCL alias meniskus lateral.
- utut ngilu dan dengkul kaku, ini sering menjadi tanda osteoarthritis dengkul alias peradangan dengkul nan sudah berjalan lama.
Siapa nan Berisiko Mengalami Dengkul Sakit?
Ada beberapa aspek akibat nyeri lutut nan perlu kita waspadai.
- Usia lanjut. Semakin tua usia, semakin tinggi akibat terkena osteoarthritis dengkul lantaran alas sendi sudah mulai aus.
- Berat badan berlebih, dapat membikin dengkul bekerja lebih keras menopang tubuh, sehingga lebih sigap rusak.
- Jarang olahraga, bisa bikin otot-otot di sekitar dengkul jadi lemah dan menyebabkan ketidakstabilan sendi lutut. Sebaliknya, olahraga terlalu berat tanpa rehat nan cukup juga bisa menyebabkan overuse injury.
- Tidak seimbangnya otot-otot. Keseimbangan otot quadriceps & hamstring sangat krusial untuk menjaga dengkul tetap sehat. Kalau salah satu otot lebih kuat dari nan lain, dengkul jadi tidak stabil dan mudah cedera.
- Hobi berolahraga. Olahraga seperti sepak bola, basket, dan lari punya akibat tinggi untuk cedera ligamen lutut, terutama ACL.
- Aktivitas bentuk pekerjaan. Pekerjaan nan mengharuskan berdiri lama alias sering angkat peralatan berat juga bisa membikin dengkul sigap sakit.
- Faktor keturunan juga berperan—kalau orang tua punya masalah osteoarthritis dengkul alias gangguan pencarian tempurung lutut, kemungkinan anaknya juga bisa mengalami perihal serupa.


Pertolongan Pertama Saat Dengkul Sakit
Kalau tiba-tiba dengkul sakit, perihal pertama nan kudu dilakukan adalah istirahat. Berhenti dulu dari aktivitas nan bikin sakit dan kasih waktu dengkul untuk pulih.
1. Metode RICE
Ada metode sederhana nan namanya Metode RICE—singkatan dari Rest, Ice, Compression, dan Elevation. Metode ini sangat efektif untuk pertolongan pertama.
- Rest (Istirahat): Hindari dulu aktivitas nan membebani dengkul seperti lari, lompat, alias naik turun tangga. Kalau perlu, pakai tongkat untuk mengurangi beban di dengkul nan sakit.
- Ice (Kompres Es): Kompres dingin bisa mengurangi peradangan dengkul dan nyeri. Bungkus es pakai handuk (jangan langsung tempel ke kulit), lampau tempelkan di area nan sakit selama 15-20 menit. Ulangi setiap 2-3 jam dalam 2 hari pertama setelah cedera.
- Compression (Balut Tekan): Pakai perban elastis untuk membalut dengkul agar bengkaknya berkurang. Tapi ingat, jangan terlalu kencang ya lantaran bisa menghalang aliran darah.
- Elevation (Angkat Tinggi): Saat berbaring, angkat dengkul lebih tinggi dari posisi jantung. Misalnya dengan mengganjal bantal di bawah kaki. Ini membantu mengurangi bengkak lantaran cairan tidak mengumpul di lutut.
Selain dengan Metode RICE, ada lagi beberapa langkah pertolongan pertama untuk dengkul sakit nan bisa dilakukan di rumah.
2. Menggunakan bahan alami
Dalam Pakistan Journal of Biological Sciences, menyebut ada beberapa bahan alami nan berfaedah untuk meredakan nyeri secara alami.
Bahan tersebut bisa berupa:
- Kayu manis
- Jahe
- Minyak wijen
- Damar wangi
Bahan-bahan alami ini mempunyai faedah nan sama seperti salep ataupun krim pereda nyeri.
Dalam penelitian New England Journal of Medicine juga mengungkapkan kebenaran jika kandungan bahan-bahan alami nan dikombinasikan dengan obat buatan master dapat mempercepat proses pengobatan dengkul sakit.
Anda juga bisa memanfaatkan minyak esensial seperti jahe ataupun jeruk nan sebagai minyak untuk memijat area pada area sakit.
Aktivitas ini berfaedah untuk meningkatkan kegunaan dengkul ataupun dengkul akibat osteoarthritis.
3. Mengatur berat badan
Kelebihan berat badan bisa menimbulkan dengkul terasa nyeri. Hal ini terjadi akibat terlalu berat menyangga tubuh sehingga akibat mengalami nyeri ataupun sakit bisa lebih besar daripada mereka nan mempunyai tubuh ideal.
Jika Anda sudah merasakan nyeri pada dengkul sejak lama maka keluhan tersebut bisa meningkat secara drastis dan bisa memperparah kondisi.
Hal inilah nan menjadi argumen pentingnya mengatur berat badan agar tetap ideal.
Kamu bisa menurunkan berat badan dengan berolahraga secara rutin, mengatur pola makan, dan juga rehat serta mengendalikan stres.
Penurunan berat badan, walaupun sedikit, bisa membantu meringankan rasa nyeri pada dengkul nan sering muncul.
4. Melakukan pijatan ringan
Dalam jurnal Self-Massage for Knee Pain Retrieved (2020), mengungkapkan jika melakukan pijatan ringan bisa mengurangi rasa nyeri pada kondisi lutut sakit.
American Massage Therapy Association (AMTA) merekomendasikan pijatan untuk mengobati dengkul sakit secara tepat:
- Duduk sembari meluruskan kedua dengkul dan juga kaki,
- Kepalkan kedua tangan dan ketuk secara perlahan pada bagian paha atas, bawah dan juga tengah. Kamu bisa mengulanginya sebanyak 10 kali.
- Kemudian, gunakan empat jari selain ibu jari untuk menepuk dengkul secara perlahan ke bagian atas dan juga bawah. Kamu bisa melakukannya sebanyak 5-8 kali ke seluruh bagian lutut.
- Kamu bisa meletakkan telapak tangan tepat pada bagian atas paha, lampau pijat bagian paha, dengkul dan kembali ke paha secara perlahan sembari memberikan sedikit penekanan.
- Secara keseluruhan Anda juga bisa melakukan pemijatan pada bagian paha dengan tekanan sedang untuk memberikan pengaruh positif pada area lutut.
Cara Mengatasi Dengkul Sakit untuk Jangka Panjang
Untuk langkah mengatasi dengkul sakit dalam jangka panjang, olahraga ringan sangat membantu. Berenang alias bersepeda tetap bagus untuk memperkuat otot di sekitar dengkul tanpa membebani sendi.
Peregangan otot paha depan (quadriceps) dan paha belakang (hamstring) juga krusial dilakukan rutin untuk menjaga keseimbangan otot quadriceps & hamstring.
Latihan penguatan otot paha depan sangat krusial agar patella (tempurung lutut) tetap stabil.
Obat pereda nyeri seperti ibuprofen bisa membantu mengurangi sakit dan peradangan, tapi kudu diminum sesuai patokan dokter. Jangan sembarangan minum obat dalam jangka panjang tanpa pengawasan dokter.
Pakai bantal alias penyangga dengkul saat tidur juga bisa membantu mengurangi tekanan pada sendi dan membikin tidur lebih nyaman.


Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun banyak kasus dengkul sakit bisa ditangani sendiri di rumah, ada kondisi tertentu nan kudu segera dibawa ke dokter. Jangan tunda ke master jika mengalami hal-hal berikut:
- Nyeri sangat dahsyat sampai tidak tertahankan
- Dengkul sakit disertai bengkak nan besar dan sigap membesar
- Tidak bisa berdiri alias menopang berat badan sama sekali
- Lutut rasanya terkunci alias tidak bisa diluruskan
- Dengkul sakit disertai demam nan bisa jadi tanda ada infeksi.
Diagnosis Dengkul Sakit
Dokter bakal memeriksa dengkul secara menyeluruh dan mungkin melakukan beberapa tes.
Tes McMurray
Jenis tes ini dilakukan untuk mendeteksi meniskus robek—dokter bakal memutar dan menekuk dengkul dalam posisi tertentu untuk memandang apakah ada bunyi “klik” alias nyeri.
Tes Lachman
Ini adalah jenis tes unik untuk memeriksa ACL, apakah ligamen ini tetap utuh alias sudah robek.
Tes pencitraan
Kalau diperlukan pemeriksaan lebih detail, master bakal menyarankan tes pencitraan.
- X-ray lutut bisa menunjukkan masalah pada tulang seperti patah tulang alias tanda-tanda osteoarthritis lutut.
- MRI lutut memberikan gambaran lebih jelas tentang jaringan lunak seperti ligamen, tendon, dan meniskus.
- Dalam kasus tertentu, Endoskopi Richard Wolf lutut mungkin diperlukan—ini adalah prosedur mini di mana master memasukkan kamera mini ke dalam dengkul untuk memandang langsung kondisi di dalamnya.
Perawatan untuk Dengkul Sakit
Tergantung pada hasil pemeriksaan, perawatan nan diberikan master bisa berbeda-beda.
Fisioterapi lutut
Untuk kasus ringan sampai sedang, biasanya master bakal merekomendasikan fisioterapi lutut.
Di fisioterapi, pasien bakal dibimbing melakukan latihan unik untuk memperkuat otot di sekitar lutut, meningkatkan kelenturan, dan mengembalikan kegunaan dengkul seperti semula.
Injeksi
Untuk kasus nan lebih berat, master mungkin memberikan suntikan. Suntikan kortikosteroid bisa sigap mengurangi peradangan lutut.
Ada juga suntikan masam hialuronat nan membantu melumasi sendi pada pasien dengan osteoarthritis lutut.
Tindakan minimal invasif
Endoskopi Richard Wolf adalah prosedur nan umum dilakukan untuk memperbaiki meniskus robek alias cedera ligamen lutut.
Prosedur ini menggunakan perangkat mini nan dimasukkan lewat sayatan mini di lutut. Untuk atlet nan mengalami cedera ACL parah, biasanya perlu rekonstruksi ACL.
Tindakan operasi
Kalau cedera ligamen dengkul alias meniskus robek sudah parah dan tidak membaik dengan terapi biasa, mungkin perlu operasi. Setelah operasi, fisioterapi dengkul intensif sangat krusial agar dengkul bisa berfaedah normal kembali.
Kesimpulan tentang Dengkul Sakit
Mencegah dengkul sakit jauh lebih baik daripada mengobatinya. Caranya cukup sederhana:
- Jaga berat badan ideal agar dengkul tidak bekerja terlalu keras
- Olahraga teratur dengan teknik nan benar
- Hindari aktivitas berlebihan tanpa rehat nan cukup.
Kalau kita sudah mengerti tentang struktur anatomi dengkul dan tahu apa saja aspek risikonya, kita bisa lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan sendi lutut.
Perlu diingat bahwa info dalam tulisan ini hanya gambaran umum tentang penyebab dengkul sakit dan pertolongan pertamanya.
Untuk pemeriksaan nan tepat dan pengobatan nan sesuai, tetap kudu konsultasi dengan master alias tenaga kesehatan profesional.
Kondisi setiap orang berbeda-beda, jadi penanganan nan cocok untuk satu orang belum tentu cocok untuk orang lain.
Mengobati sendiri tanpa tahu pasti masalahnya bisa membikin kondisi makin parah alias malah menunda perawatan nan semestinya segera dilakukan.
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!


Pertanyaan Seputar Dengkul Sakit
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik dengkul sakit.
Apa nan bisa dilakukan jika dengkul terasa sakit?
Beberapa langkah sederhana nan bisa membantu meredakan nyeri dengkul antara lain:
- Mengistirahatkan kaki dari aktivitas berat.
- Mengompres dengkul dengan es untuk mengurangi pembengkakan.
- Menggunakan perban elastis untuk menjaga stabilitas lutut.
- Meninggikan kaki dengan bantal saat tidur untuk mengurangi tekanan pada lutut.
- Mengonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen alias paracetamol sesuai rekomendasi dokter.
- Melakukan fisioterapi jika diperlukan.
- Menghindari aktivitas berat seperti lari alias melompat nan bisa memperburuk kondisi lutut.
Nyeri dengkul bisa menjadi indikasi penyakit apa saja?
Selain akibat cedera, nyeri dengkul juga bisa menjadi tanda adanya kondisi medis tertentu, seperti:
- Osteoarthritis, ialah pengapuran sendi akibat penuaan alias penggunaan berlebihan.
- Rheumatoid arthritis, peradangan sendi akibat gangguan autoimun.
- Asam urat (gout), nan terjadi lantaran penumpukan kristal masam urat di persendian.
Jika nyeri dengkul berjalan lama alias semakin parah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan master untuk mendapatkan pemeriksaan nan tepat.
Apakah nyeri di dengkul bisa disebabkan oleh masam urat?
Ya, nyeri di dengkul bisa menjadi salah satu indikasi masam urat. Biasanya, penderita masam urat bakal merasakan:
- Nyeri tiba-tiba dan intens di area lutut, terutama saat bangun tidur.
- Sensasi panas alias terbakar di dengkul akibat peradangan.
- Pembengkakan dan kemerahan di sekitar sendi lutut.
Jika Anda mengalami indikasi tersebut, krusial untuk segera berkonsultasi dengan master untuk mengetahui apakah nyeri dengkul nan Anda rasakan disebabkan oleh masam urat alias kondisi lainnya.
Apa obat nan bisa membantu mengatasi nyeri lutut?
Beberapa jenis obat nan bisa membantu mengurangi nyeri dengkul meliputi:
- Obat pereda nyeri nan dijual bebas, seperti ibuprofen dan naproxen sodium.
- Krim alias gel pereda nyeri, nan bisa dioleskan langsung pada area lutut.
- Obat herbal, seperti kunyit alias jahe, nan dikenal mempunyai sifat antiinflamasi alami.
Makanan apa nan sebaiknya dihindari jika mengalami nyeri lutut?
Beberapa jenis makanan bisa memperburuk peradangan dan nyeri pada sendi, antara lain:
- Makanan tinggi gula, seperti permen dan minuman bersoda.
- Makanan olahan dan sigap saji, nan mengandung lemak trans dan natrium tinggi.
- Daging merah, nan bisa meningkatkan akibat peradangan.
- Produk susu tinggi lemak, nan bisa memicu peradangan pada beberapa orang.
- Gorengan dan makanan tinggi lemak jenuh.
- Makanan tinggi gluten dan karbohidrat olahan, seperti roti putih dan pasta.
- Minuman beralkohol dan berkafein nan bisa meningkatkan dehidrasi dan memperburuk peradangan.

