Ini Yang Bikin Investor Jangka Panjang Tetap Tenang Meski Btc Gagal Kembali Ke Us$ 90.000

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

– Bitcoin (BTC) kembali memperpanjang pelemahannya pada Kamis setelah kembali ditolak di garis tren turun multi-bulan. Harga BTC turun ke area US$ 85.000, nan mengindikasikan tekanan teknikal jangka pendek tetap mendominasi pergerakan pasar.

Meski begitu, info on-chain terbaru justru menunjukkan cerita nan lebih kompleks. Analisis dari CryptoQuant mengindikasikan bahwa di tengah penurunan harga, Bitcoin terus keluar dari bursa.

Penolakan Berulang di Downtrend, Momentum Masih Rapuh

Pada diagram 12 jam, Bitcoin terlihat beberapa kali menguji descending trendline sepanjang bulan ini, namun selalu kandas menembusnya. Penurunan terbaru di dekat level US$ 90.000 memicu gelombang jual baru, mendorong nilai kembali ke area konsolidasi bawah.

Struktur nilai juga menunjukkan rangkaian breakout bearish dari pola rising wedge, nan memperkuat bias turun secara teknikal. Indikator momentum tetap lemah dan belum menunjukkan tanda pembalikan nan meyakinkan, menempatkan kendali pasar jangka pendek sepenuhnya di tangan penjual.

Dalam kondisi ini, area US$ 84.000 – US$ 86.000 menjadi area support terdekat nan krusial. Selama level ini bertahan, pasar tetap mempunyai ruang untuk konsolidasi. Namun, kegagalan mempertahankannya bisa membuka tekanan lanjutan.

Baca Juga: Bitcoin Kehilangan US$ 100.000, Tapi AI Lihat Peluang Rebound 2026

BTC Terus Keluar dari Binance Meski Harga Turun

Berbeda dengan sinyal teknikal, info on-chain justru memberikan nuansa nan lebih konstruktif. Grafik exchange netflow Binance dari CryptoQuant menunjukkan arus keluar BTC nan konsisten sepanjang Desember. Artinya, lebih banyak Bitcoin nan ditarik keluar dari bursa dibandingkan nan disetor, apalagi saat nilai terus menurun.

Beberapa lonjakan netflow negatif besar, berkisar antara -2.000 hingga -4.000 BTC, muncul berulang kali selama fase penurunan. Pola ini sering terlihat pada periode ketika pemegang jangka panjang mulai memindahkan koin ke cold storage, alih-alih menyiapkannya untuk dijual.

Fenomena tersebut mengisyaratkan bahwa tekanan jual saat ini kemungkinan lebih banyak dipicu oleh leverage derivatif dan tindakan jual berbasis tren, bukan pengedaran spot besar-besaran dari penanammodal jangka panjang.

Tekanan Jangka Pendek vs Akumulasi Menengah

Kombinasi antara kegagalan teknikal dan arus keluar bursa menciptakan lingkungan sinyal ganda. Dalam jangka pendek, Bitcoin tetap rentan selama nilai berada di bawah trendline turun dan kandas merebut kembali area US$ 90.000. Volatilitas ke bawah tetap mungkin terjadi ketika sentimen pasar memburuk.

Namun dari perspektif menengah, arus keluar BTC nan berkepanjangan menunjukkan bahwa suplai likuid perlahan menyusut. Secara historis, kondisi seperti ini sering menjadi fondasi terbentuknya base akumulasi sebelum pasar akhirnya berbalik arah, tentu dengan catatan sentimen makro dan resiko eksternal mulai stabil.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya