Injeksi Steroid Untuk Nyeri Lutut: Apa Itu?

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Lutut nan nyeri dan terasa kaku bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika obat minum dan kompres tidak cukup membantu, master mungkin bakal menyarankan injeksi steroid.

Mari kita telaah apa sebenarnya injeksi steroid ini, gimana langkah kerjanya, apa saja kelebihan dan kekurangannya.

Jika mau berkonsultasi tentang nyeri dengkul dan sendi dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Banner Zaskia mobile

Apa Itu Injeksi Steroid?

Injeksi steroid adalah suntikan obat anti-radang nan diberikan langsung ke dalam sendi dengkul nan bermasalah.

Obat nan digunakan namanya kortikosteroid, nan berbeda dengan steroid untuk membentuk otot seperti nan digunakan atlet binaraga.

Kortikosteroid sebenarnya adalah unsur nan sudah ada di tubuh kita secara alami, diproduksi oleh kelenjar adrenal.

Obat ini bekerja melawan peradangan nan menyebabkan nyeri dan pembengkakan pada sendi. Peran kortikosteroid dalam pengobatan inflamasi sudah terbukti sangat efektif untuk beragam kondisi reumatologi.

Beberapa jenis obat steroid nan sering digunakan antara lain:

  • Triamcinolone acetonide
  • Methylprednisolone acetate
  • Betamethasone
  • Dexamethasone
  • Hydrocortisone
  • Prednisolone

Masing-masing punya kekuatan dan lama kerja nan berbeda-beda.

Perbedaan Injeksi Steroid dan Kortison

Kadang Anda mendengar istilah “injeksi kortison” alias “suntik kortison”. Sebenarnya perbedaan injeksi steroid dan kortison hanya pada istilah saja.

Kortison adalah salah satu jenis kortikosteroid, jadi keduanya merujuk pada golongan obat nan sama. Dalam praktik medis modern, istilah “injeksi steroid” alias “injeksi kortikosteroid” lebih sering digunakan.

Bagaimana Cara Kerja Injeksi Steroid?

Ketika sendi dengkul mengalami peradangan (misalnya lantaran pengapuran alias rematik), lapisan dalam sendi nan disebut jaringan sinovial membengkak dan menghasilkan cairan berlebih. Inilah nan membikin dengkul terasa nyeri, bengkak, dan susah digerakkan.

Saat obat steroid disuntikkan langsung ke dalam sendi melalui prosedur injeksi intra-artikular, dia bekerja dengan cara:

  • Menghentikan produksi zat-zat pemicu peradangan
  • Mengurangi pembengkakan pada jaringan sinovial
  • Meredakan rasa nyeri pada sendi, tendon, dan bursa (kantong pelumas sendi)
  • Mengurangi kekakuan dan meningkatkan keahlian gerak

Namun perlu diingat, injeksi steroid hanya meredakan gejala, bukan menyembuhkan penyakit dasarnya. Jadi ini lebih ke arah “mengontrol” masalah dalam manajemen nyeri kronis pada persendian, bukan “menyembuhkan total”.

Kapan Injeksi Steroid Diperlukan?

Kapan kudu injeksi steroid? Prosedur ini biasanya direkomendasikan ketika:

  • Obat anti-nyeri nan diminum tidak cukup ampuh
  • Nyeri lutut sudah mengganggu aktivitas sehari-hari
  • Ada peradangan akibat pengapuran (osteoarthritis)
  • Mengalami rematik (rheumatoid arthritis)
  • Ada peradangan pada bursa alias kantong cairan (bursitis)
  • Mengalami peradangan pada tendon alias urat (tendinitis)
  • Mencari pengganti pengobatan non-bedah untuk nyeri sendi

Terapi injeksi intra-artikular untuk osteoarthritis sering menjadi pilihan bagi pasien nan belum mau operasi alias mau menghindari minum obat dalam jangka waktu lama. Ini juga merupakan bagian krusial dari pengobatan kondisi reumatologi dan ortopedi modern.

Kondisi Lain nan Bisa Ditangani

Selain untuk lutut, terapi anti-inflamasi untuk gangguan muskuloskeletal dengan injeksi steroid juga bisa digunakan untuk:

  • Sendi bahu (misalnya frozen shoulder)
  • Sendi siku (tennis elbow alias golfer’s elbow)
  • Sendi pergelangan tangan (carpal tunnel syndrome)
  • Sendi pergelangan kaki
  • Sendi panggul
  • Tulang belakang lumbar (menggunakan injeksi steroid epidural)
  • Telapak kaki (plantar fasciitis)

Bagaimana Prosedur Injeksi Dilakukan?

Prosedur medis minimal invasif untuk peradangan ini cukup sederhana dan tidak menyantap waktu lama. Berikut tahapannya:

1. Persiapan

Pasien diminta berebahan alias duduk dalam posisi nan nyaman agar master mudah mengakses lutut. Area nan bakal disuntik dibersihkan dengan cairan antiseptik untuk mencegah infeksi.

2. Anestesi Lokal (Opsional)

Dokter mungkin memberikan anestesi lokal alias bius lokal terlebih dulu agar pasien tidak terlalu merasakan sakit saat disuntik.

3. Penyuntikan

Dokter menyuntikkan obat steroid langsung ke dalam rongga sendi lutut. Untuk hasil nan lebih akurat, master mungkin menggunakan:

  • Ultrasound-guided injection (panduan USG) – menggunakan gelombang bunyi untuk memandang struktur sendi
  • Fluoroscopy-guided injection (panduan rontgen) – menggunakan sinar-X real-time untuk memastikan posisi jarum tepat

Kadang master juga melakukan aspirasi sendi, ialah mengambil sedikit cairan dari sendi sebelum menyuntikkan obat, terutama jika ada pembengkakan berlebihan.

4. Observasi

Setelah disuntik, pasien diminta rehat sekitar 15-30 menit untuk memastikan tidak ada reaksi alergi. Seluruh proses biasanya hanya menyantap waktu 10-15 menit saja.

Kelebihan Injeksi Steroid

1. Efek Cepat

Berbeda dengan obat minum nan butuh waktu, injeksi steroid bekerja lebih cepat. Biasanya dalam hitungan jam sampai beberapa hari, rasa nyeri sudah berkurang. Ini sangat membantu untuk manajemen nyeri akut vs kronis.

2. Dosis Lebih Rendah

Karena obat langsung masuk ke area nan bermasalah, dosisnya lebih sedikit dibanding jika diminum. Ini artinya pengaruh samping ke organ tubuh lain juga lebih kecil.

3. Tidak Perlu Operasi

Prosedurnya sederhana, tidak perlu sayatan, tidak perlu rawat inap, dan tidak perlu waktu pemulihan nan lama. Pasien bisa pulang pada hari nan sama.

4. Meningkatkan Kemampuan Gerak

Dengan berkurangnya nyeri dan pembengkakan pada sendi, tendon, dan ligamen, dengkul jadi lebih mudah digerakkan. Ini memudahkan pasien untuk melakukan fisioterapi alias latihan penguatan otot.

5. Penanganan Peradangan Jaringan Lunak

Injeksi steroid sangat efektif untuk mengatasi peradangan tidak hanya pada sendi artikular (tulang rawan), tapi juga pada jaringan lunak di sekitarnya seperti bursa dan tendon sheath (selubung tendon).

Kekurangan dan Risiko Injeksi Steroid

1. Efeknya Sementara

Ini adalah kelemahan terbesar. Efek injeksi steroid tidak permanen. Berapa lama pengaruh injeksi steroid bertahan? Biasanya 4-12 minggu saja, tergantung jenis obat dan tingkat keparahan masalah.

Artinya, jika peradangan kambuh lagi, mungkin perlu suntikan ulang.

2. Risiko Infeksi

Meski jarang terjadi (asal dilakukan dengan steril), ada kemungkinan mini terjadi jangkitan di tempat suntikan.

3. Kerusakan Sendi Jika Terlalu Sering

Kalau terlalu sering disuntik steroid, tulang rawan artikular, urat (tendon), ligamen, dan struktur sendi lainnya bisa rusak. Karena itu, master biasanya membatasi maksimal 3-4 kali suntikan dalam setahun.

4. Steroid Flare (Nyeri Sementara Setelah Suntik)

Beberapa pasien mengalami nan namanya “steroid flare”, ialah nyeri nan justru meningkat dalam 24-48 jam pertama setelah disuntik. Tapi ini biasanya sigap hilang.

5. Efek Samping Injeksi Steroid Lainnya

Meski jarang, steroid bisa masuk ke aliran darah dan menyebabkan:

  • Gula darah naik (berbahaya bagi penderita diabetes)
  • Perubahan mood alias emosi
  • Sulit tidur
  • Wajah memerah
  • Penipisan kulit di area suntikan
  • Perubahan pigmentasi kulit

Apakah Injeksi Steroid Aman?

Apakah injeksi steroid aman? Secara umum, injeksi steroid tergolong kondusif jika dilakukan oleh master nan berilmu dan pada pasien nan tepat. Namun, ada beberapa kondisi nan membikin seseorang tidak boleh menjalani prosedur ini:

  • Ada jangkitan di area nan bakal disuntik
  • Punya masalah pembekuan darah
  • Alergi terhadap obat steroid
  • Baru saja divaksin alias bakal divaksin
  • Sedang mengandung alias menyusui (konsultasikan dulu dengan dokter)

Karena itu, sangat krusial untuk memberi tahu master tentang riwayat kesehatan komplit Anda sebelum menjalani prosedur ini.

Protokol Rehabilitasi Pasca Injeksi

Protokol rehabilitasi pasca injeksi memegang peranan krusial untuk memaksimalkan hasil terapi. Berikut panduannya:

48 Jam Pertama

  • Istirahatkan lutut, hindari aktivitas berat
  • Jangan angkat beban alias olahraga keras
  • Kalau bengkak alias nyeri ringan, kompres dengan es
  • Minum obat pereda nyeri jika perlu (sesuai rekomendasi dokter)
  • Hindari membasahi area suntikan selama 24 jam pertama

Setelah 48 Jam

  • Mulai lakukan peregangan ringan sesuai rekomendasi fisioterapis
  • Tingkatkan aktivitas secara bertahap
  • Ikuti program fisioterapi jika direkomendasikan dokter
  • Lakukan latihan penguatan otot paha untuk mendukung sendi lutut

Pemantauan Jangka Panjang

  • Catat berapa lama pengaruh suntikan bertahan
  • Perhatikan tanda-tanda jangkitan (bengkak berlebihan, kemerahan, demam)
  • Laporkan ke master jika nyeri tidak membaik setelah 2 minggu

Berapa Biaya Injeksi Steroid?

Harga terapi steroid bervariasi tergantung:

  • Jenis obat steroid nan digunakan (Triamcinolone, Methylprednisolone, dll)
  • Rumah sakit alias klinik tempat prosedur
  • Apakah menggunakan pedoman USG (ultrasound-guided) alias fluoroscopy
  • Lokasi sendi nan disuntik

Untuk injeksi steroid epidural di tulang belakang, biayanya bisa lebih tinggi lantaran prosedurnya lebih kompleks.

Karena efeknya sementara dan mungkin perlu beberapa kali suntikan dalam setahun, aspek biaya ini perlu dipertimbangkan dengan matang dalam manajemen jangka panjang.

Perbandingan dengan Pengobatan Lain

Injeksi Steroid vs Obat Minum

  • Injeksi Steroid: Efek lebih cepat, dosis lebih rendah, langsung ke target
  • Obat minum: Lebih praktis, tapi dosis lebih tinggi dan pengaruh samping ke seluruh tubuh

Injeksi Steroid vs Operasi

  • Injeksi Steroid: Minimal invasif, tidak perlu rawat inap, pemulihan cepat
  • Operasi: Solusi lebih permanen, tapi akibat lebih tinggi dan waktu pemulihan lebih lama

Steroid vs Asam Hialuronat

  • Steroid: Untuk peradangan akut, pengaruh lebih sigap tapi lebih singkat
  • Asam hialuronat: Untuk lubrikasi sendi, pengaruh lebih lambat tapi bisa lebih lama

Injeksi Steroid vs Radiofrekuensi Ablasi (RFA)

  • Injeksi Steroid: Mengurangi peradangan dengan obat anti-inflamasi, pengaruh 4-12 minggu, bisa diulang 3-4 kali/tahun
  • RFA: Mematikan saraf nan mengirim sinyal nyeri dengan daya panas, pengaruh bisa 6-12 bulan alias lebih, prosedur lebih kompleks dan mahal

Kesimpulan

Injeksi steroid untuk nyeri sendi, khususnya terapi steroid lutut, adalah pilihan pengobatan nan efektif untuk mengatasi nyeri akibat peradangan.

Sebagai prosedur medis minimal invasif untuk peradangan, dia menawarkan solusi sigap dengan akibat relatif rendah dibanding operasi. Namun, krusial untuk diingat bahwa:

  • Efeknya hanya sementara (beberapa minggu hingga bulan)
  • Bukan solusi untuk menyembuhkan penyakit dasar
  • Tidak boleh dilakukan terlalu sering
  • Harus dilakukan oleh master nan berpengalaman
  • Perlu diikuti dengan protokol rehabilitasi nan tepat

Keputusan untuk menjalani injeksi kortikosteroid sebaiknya dibuat setelah konsultasi mendalam dengan master ahli ortopedi alias reumatologi.

Dokter bakal mengevaluasi kondisi Anda, mempertimbangkan faedah dan risiko, serta menyarankan apakah ini pilihan terbaik untuk Anda.

Ingat, terapi steroid sebaiknya menjadi bagian dari program pengobatan nan lebih lengkap, termasuk:

  • Menjaga berat badan ideal
  • Olahraga teratur nan tidak membebani lutut
  • Fisioterapi dan latihan penguatan
  • Perubahan style hidup sehat
  • Manajemen nyeri kronis pada persendian secara holistik

Dengan pendekatan menyeluruh seperti ini, Anda bisa mendapatkan hasil nan lebih optimal dan tahan lama dalam mengelola nyeri dengkul Anda.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan master ahli untuk mendapatkan terapi anti-inflamasi untuk gangguan muskuloskeletal nan paling sesuai dengan kondisi Anda.

Jika mau berkonsultasi tentang nyeri dengkul dan sendi dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Injeksi Steroid

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan seputar topik terapi steroid:

Apakah injeksi steroid bisa menyembuhkan pengapuran dengkul secara permanen?

Tidak. Injeksi steroid hanya meredakan indikasi nyeri dan peradangan, bukan menyembuhkan penyebab dasarnya.

Efeknya berkarakter sementara, biasanya memperkuat 4-12 minggu. Ini lebih merupakan langkah untuk mengontrol nyeri agar Anda bisa menjalani aktivitas dan fisioterapi dengan lebih nyaman.

Berapa kali maksimal bisa melakukan injeksi steroid dalam setahun?

Dokter biasanya membatasi maksimal 3-4 kali suntikan steroid dalam setahun. Alasannya, terlalu sering disuntik steroid bisa merusak tulang rawan, tendon, ligamen, dan struktur sendi lainnya. Jarak antar suntikan biasanya minimal 6-8 minggu.

Apakah injeksi steroid terasa sakit saat disuntikkan?

Kebanyakan pasien merasakan sedikit tidak nyaman alias tekanan saat jarum masuk, tapi tidak terlalu sakit.

Dokter biasanya memberikan bius lokal terlebih dulu untuk mengurangi rasa sakit. Prosesnya sangat cepat, hanya beberapa detik untuk penyuntikan aktualnya.

Kapan bisa kembali beraktivitas normal setelah injeksi steroid?

Anda disarankan rehat dan menghindari aktivitas berat selama 48 jam pertama. Setelah itu, bisa mulai beraktivitas ringan secara bertahap.

Namun, olahraga berat alias aktivitas nan membebani dengkul sebaiknya ditunda hingga 3-5 hari pasca injeksi, alias sesuai rekomendasi dokter.

Selengkapnya