Apa itu patah tulang kaki? Patah tulang kaki adalah kondisi ketika tulang di area kaki mengalami keretakan alias apalagi patah total.
Cedera kaki ini bisa terjadi lantaran tumbukan keras, jatuh, kecelakaan, alias apalagi lantaran tulang nan sudah rapuh.
Siapa saja bisa mengalaminya – dari patah tulang kaki pada anak nan sedang bermain, atlet nan berolahraga, hingga lansia nan terpeleset di bilik mandi.
Sistem rangka dan kegunaan tulang bawah tubuh sangat krusial untuk menopang berat badan dan membantu kita bergerak.
Tulang kaki kita terdiri dari beberapa komponen penting: tulang tibia (tulang kering nan besar), tulang fibula (tulang betis nan lebih kecil), pergelangan kaki (ankle), metatarsal (tulang telapak kaki), dan falang jari kaki.
Semua tulang ini didukung oleh ligamen dan tendon pendukung nan bekerja sama menciptakan struktur kuat.
Ketika terjadi trauma musculoskeletal alias fraktur kaki pada salah satu tulang ini, tentunya aktivitas sehari-hari kita bakal sangat terganggu.
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!
Jenis-Jenis Patah Tulang Kaki nan Perlu Kamu Tahu
1. Patah Tulang Kering (Tibia)
Ini adalah jenis patah tulang kaki nan paling sering terjadi lantaran tulang kering menahan sebagian besar berat tubuh kita. Patah tulang tibia biasanya disebabkan oleh:
- Kecelakaan lampau lintas
- Tulang retak akibat jatuh dari ketinggian
- Benturan keras saat olahraga
Gejalanya cukup berat: nyeri kaki parah, tidak bisa menapak sama sekali, dan pembengkakan kaki nan sigap membesar.
2. Patah Tulang Betis (Fibula)
Tulang betis memang lebih kecil, tapi tetap penting. Patah tulang fibula sering terjadi berbarengan dengan cedera tulang kering alias pergelangan kaki.
Ini termasuk fraktur ekstremitas bawah nan memerlukan penanganan medis. Meskipun lebih kecil, tetap terasa sangat sakit dan butuh penanganan nan tepat.
3. Patah Tulang Pergelangan Kaki (Ankle)
Ini termasuk nan paling umum terjadi, terutama saat:
- Terpeleset alias terkilir parah
- Main basket alias sepak bola
- Turun tangga dengan terburu-buru
Banyak orang mengira ini hanya keseleo biasa, padahal bisa jadi ada tulang nan retak alias patah. Makanya krusial banget untuk periksa ke master jika sakitnya tidak kunjung membaik.
4. Patah Tulang Telapak Kaki (Metatarsal)
Sering dialami oleh:
- Atlet alias orang nan sering olahraga berat
- Penari alias atlet lari jarak jauh
- Pekerja nan banyak berdiri
Biasanya dimulai dengan rasa nyeri nan ringan tapi makin lama makin sakit, terutama saat berjalan.
5. Patah Tulang Jari Kaki
Mungkin terdengar sepele, tapi patah jari kaki juga sangat mengganggu. Biasanya terjadi karena:
- Tertimpa barang berat
- Membentur perspektif furnitur
- Terinjak saat bermain olahraga
Meski ukurannya kecil, rasa sakitnya bisa luar biasa!
6. Retak Tulang (Stress Fracture)
Ini adalah jenis tulang kaki retak alias stress fracture nan terjadi perlahan-lahan lantaran penggunaan berulang. Berbeda dengan kaki patah biasa nan terjadi mendadak, retak tulang berkembang dari waktu ke waktu.
Sering dialami oleh pelari maraton alias tentara nan sering berbanjar jarak jauh. Kondisi ini juga termasuk cedera olahraga nan umum pada atlet.


Bedanya Keseleo dengan Patah Tulang Kaki
Banyak orang bingung membedakan keseleo dan patah tulang lantaran gejalanya mirip. Ini perbedaan keseleo dan patah tulang kaki:
Keseleo:
- Yang rusak adalah ligamen (jaringan penghubung)
- Masih bisa digerakkan sedikit meski sakit
- Bengkaknya tidak terlalu cepat
Patah Tulang:
- Yang rusak adalah tulangnya sendiri
- Hampir tidak bisa digerakkan
- Bengkak dengan sigap dan sangat sakit
- Kadang terlihat corak kakinya berubah
Kalau ragu, lebih baik langsung ke master untuk di-rontgen!
Penyebab Patah Tulang Kaki
Penyebab patah tulang kaki bervariasi tergantung usia dan aktivitas. Mekanisme cedera (trauma langsung/trauma tidak langsung) juga mempengaruhi jenis patah tulang nan terjadi:
Anak-anak:
- Jatuh saat bermain
- Kecelakaan sepeda alias skateboard
- Olahraga seperti sepak bola
Pada Orang Dewasa:
- Kecelakaan kendaraan bermotor
- Trauma kaki akibat cedera olahraga
- Kecelakaan kerja
- Jatuh dari ketinggian
Pada Lansia:
- Jatuh di bilik mandi nan licin
- Tersandung di rumah
- Penyebab patah tulang kaki pada orang tua seringkali berangkaian dengan osteoporosis nan membikin tulang rentan – apalagi jatuh ringan bisa menyebabkan kaki retak


Tanda-Tanda Kaki Kamu Patah
Waspadai karakter ciri patah tulang kaki dan indikasi patah tulang kaki berikut:
- Nyeri dahsyat nan muncul tiba-tiba setelah cedera
- Tidak bisa berdiri alias melangkah sama sekali
- Bengkak nan sigap membesar di area nan sakit
- Perubahan warna kulit menjadi kebiruan alias kemerahan
- Bentuk kaki terlihat asing alias tidak normal
- Terdengar bunyi “krek” saat cedera terjadi
- Mati rasa alias kesemutan di area kaki
- Kadang muncul nyeri lutut sebagai akibat sekunder
Kalau mengalami gejala-gejala ini, jangan tunda lagi – segera ke rumah sakit!
Pertolongan Pertama Saat Patah Tulang Kaki
Inilah langkah pertolongan pertama patah tulang kaki dan apa nan kudu dilakukan saat patah tulang kaki sebelum sampai di rumah sakit:
1. STOP Semua Aktivitas
- Jangan coba-coba berdiri alias berjalan
- Duduk alias berebahan dengan tenang
2. Kompres dengan Es untuk Penanganan Nyeri Akut
- Bungkus es dengan kain
- Kompres area nan sakit selama 15-20 menit
- Ini membantu mengurangi bengkak dan nyeri
3. Imobilisasi – Jangan Gerakkan Kaki nan Cedera
- Kalau ada papan alias barang keras, bisa digunakan sebagai penyangga sementara
- Ikat dengan kain tapi jangan terlalu kencang
4. Posisikan Kaki Lebih Tinggi
- Ganjal dengan bantal
- Ini membantu mengurangi bengkak
5. Hubungi Ambulans alias Ke IGD Segera
- Jangan ditunda apalagi jika tulangnya terlihat keluar alias corak kakinya sangat aneh
JANGAN:
- Mencoba meluruskan kaki nan bengkok
- Mengoleskan minyak urut alias balsem
- Memijat area nan sakit
- Menunda pergi ke master dengan berambisi sembuh sendiri


Cara Dokter Mengobati Patah Tulang Kaki
Pemeriksaan Awal
Pemeriksaan ortopedi bakal melakukan:
- Prosedur medis pemeriksaan bentuk – memandang dan meraba area nan sakit
- Pemeriksaan rontgen alias rontgen kaki – untuk memandang letak dan tingkat keparahan patah tulang
- Imaging: rontgen, CT scan – jika kasusnya rumit dan butuh gambaran lebih detail
Pengobatan Tanpa Operasi
Cara mengobati patah tulang kaki untuk kasus ringan, pengobatan patah tulang kaki tanpa operasi meliputi:
1. Memasang Gips
- Gips kaki alias gips / cast bakal dipasang selama 6-8 minggu (tergantung tingkat keparahan)
- Fungsinya untuk menjaga tulang tetap di posisi nan betul sembari sembuh
- Kamu kudu pakai kruk untuk jalan agar kaki tidak dibebani
2. Boot Khusus (Walking Boot)
- Untuk kasus nan lebih ringan
- Bisa dilepas saat mandi
- Lebih nyaman dibanding gips
3. Obat Pereda Nyeri
- Dokter bakal memberikan obat untuk mengurangi rasa sakit
- Diminum sesuai resep dokter
Pengobatan dengan Operasi
Untuk kasus nan lebih serius seperti:
- Tulang patah sampai bergeser jauh
- Patah tulang terbuka (tulang menembus kulit)
- Tulang pecah menjadi beberapa bagian
Dokter ortopedi bakal melakukan operasi nan disebut ORIF (Open Reduction Internal Fixation):
- Tulang nan patah bakal dikembalikan ke posisi nan benar
- Dipasang pen, plat, alias sekrup untuk menyatukan tulang
- Alat-alat ini bakal membantu tulang tetap stabil sembari sembuh
- Kadang perlu diangkat setelah tulang sembuh total, kadang dibiarkan selamanya (tergantung kondisi)


Proses Penyembuhan dan Pemulihan
Berapa Lama Sembuhnya?
Waktu pengobatan patah tulang kaki dan proses pengobatan patah tulang kaki berbeda-beda tergantung:
- Anak-anak: 4-6 minggu (lebih sigap lantaran tulangnya tetap aktif tumbuh)
- Dewasa: 6-12 minggu
- Lansia: Bisa lebih lama, 3-6 bulan
Faktor nan mempengaruhi:
- Usia (makin muda makin cepat)
- Lokasi patah tulang
- Tingkat keparahan
- Kondisi kesehatan umum
- Apakah merokok (perokok lebih lambat sembuh)
Tahap-Tahap Penyembuhan
Minggu 1-2: Fase Peradangan
- Bengkak tetap ada
- Nyeri tetap terasa
- Tubuh mulai membentuk jaringan baru
Minggu 3-8: Fase Pembentukan Tulang
- Tulang lunak mulai terbentuk
- Nyeri mulai berkurang
- Masih kudu pakai gips
Pekan 8-12: Fase Pengerasan
- Tulang lunak mengeras jadi tulang normal
- Gips bisa dibuka
- Mulai fisioterapi
Fisioterapi: Kunci Pemulihan Total
Setelah gips dibuka, jangan kira sudah selesai! Rehabilitasi dan fisioterapi alias fisioterapi rehabilitasi sangat krusial untuk:
1 Mengembalikan Kekuatan Otot
- Otot nan lama tidak dipakai bakal mengecil dan lemah
- Fisioterapis bakal melatihnya perlahan
2. Meningkatkan Fleksibilitas
- Sendi nan kaku perlu dilatih agar bisa mobilitas normal lagi
- Latihan peregangan bertahap
3. Melatih Keseimbangan
- Agar tidak mudah jatuh lagi
- Melatih koordinasi tubuh
4. Kembali Beraktivitas Normal
- Bertahap mulai dari jalan pelan, naik tangga, sampai bisa olahraga lagi
Program fisioterapi biasanya 4-8 minggu, tergantung kondisi. Jangan skip sesi fisioterapi lantaran ini krusial banget untuk pemulihan total!


Komplikasi nan Bisa Terjadi
Walaupun jarang, akibat komplikasi patah tulang kaki perlu diwaspadai:
- Infeksi – terutama jika ada luka terbuka
- Tulang Tidak Menyatu – tulang kandas sembuh dengan benar
- Tulang Menyatu Miring – posisi tulang tidak sempurna saat sembuh
- Kaki Panjangnya Beda – salah satu kaki jadi lebih pendek
- Sendi Kaku – susah digerakkan setelah gips dibuka
- Nyeri Kronis – rasa sakit nan tidak hilang-hilang
Makanya krusial banget untuk:
- Kontrol rutin ke dokter
- Ikuti semua rekomendasi medis
- Jangan lepas gips sendiri sebelum waktunya
- Rajin fisioterapi
Cara Mencegah Patah Tulang Kaki
Pencegahan cedera ekstremitas bawah dimulai dari kebiasaan sehari-hari:
Anak-anak:
- Awasi saat bermain
- Pakaikan pelindung saat olahraga (knee pad, shin guard)
- Ajarkan langkah jatuh nan aman
- Pilih area bermain nan aman
Dewasa:
- Pakai sepatu nan tepat saat olahraga
- Lakukan pemanasan sebelum aktivitas fisik
- Jangan memaksakan diri saat lelah
- Hati-hati saat berkendara
- Gunakan APD (Alat Pelindung Diri) saat bekerja
Untuk Lansia:
- Pasang pegangan di bilik mandi
- Gunakan dasar anti slip
- Pastikan rumah cukup terang
- Pakai tongkat jika perlu
- Rutin cek kesehatan tulang
- Konsumsi makanan tinggi kalsium


Tips Menjaga Kesehatan Tulang
Gaya hidup dan kesehatan tulang saling berangkaian erat:
1. Konsumsi Makanan Bergizi
- Susu, keju, yogurt (kalsium)
- Ikan salmon, telur (vitamin D)
- Sayuran hijau
2. Olahraga Teratur
- Jalan kaki
- Jogging ringan
- Bersepeda
- Senam
3. Jemur Matahari Pagi
- 10-15 menit setiap hari
- Membantu tubuh membikin vitamin D
4. Hindari Rokok dan Alkohol
- Keduanya membikin tulang lebih rapuh
5. Jaga Berat Badan Ideal
- Kelebihan berat badan membebani kaki
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Kapan kudu ke master untuk patah kaki? Jangan tunda ke master jika mengalami:
- Nyeri dahsyat setelah jatuh alias kecelakaan
- Tidak bisa berdiri sama sekali
- Bengkak nan sigap membesar
- Bentuk kaki terlihat aneh
- Ada luka dan tulang terlihat
- Kaki meninggal rasa alias kesemutan terus-menerus
- Jari kaki berubah warna jadi pucat alias kebiruan
Ingat: Makin sigap ditangani, makin sigap dan baik pemulihannya!
Kesimpulan tentang Patah Tulang Kaki
Patah tulang kaki memang kondisi nan cukup serius dan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Tapi dengan penanganan patah tulang kaki nan tepat dan cepat, sebagian besar kasus bisa sembuh total.
Yang penting:
- Kenali gejalanya sejak awal
- Lakukan pertolongan pertama nan benar
- Segera ke master jangan ditunda
- Ikuti semua rekomendasi pengobatan
- Rajin fisioterapi sampai tuntas
- Jaga kesehatan tulang dengan pola hidup sehat
Dengan pemahaman nan baik tentang jenis-jenis patah kaki dan langkah pengobatannya, Anda bisa lebih siap menghadapi situasi darurat dan membantu diri sendiri alias orang lain nan mengalaminya.
Lebih baik lagi, terapkan langkah-langkah pencegahan agar tidak sampai mengalami patah tulang kaki.
Jaga selalu kesehatan tulangmu, lantaran kaki nan sehat adalah modal krusial untuk hidup aktif dan produktif!
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!


Pertanyaan Seputar Patah Tulang Kaki
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan sering muncul seputar topik tulang nan patah.
Bagaimana langkah membedakan patah tulang kaki dengan keseleo biasa?
Tulang nan patah biasanya menimbulkan nyeri nan sangat hebat, bengkak nan sigap membesar, dan nyaris tidak bisa digerakkan sama sekali.
Sering terdengar bunyi “krek” saat cedera terjadi, dan kadang corak kaki terlihat berubah alias tidak normal.
Sementara keseleo biasanya tetap bisa digerakkan sedikit meski sakit, bengkaknya tidak terlalu cepat, dan nan rusak adalah ligamen (jaringan penghubung), bukan tulangnya.
Jika ragu, sebaiknya langsung periksa ke master untuk dilakukan rontgen.
Berapa lama waktu pengobatan patah tulang kaki?
Waktu pengobatan tulang nan patah bervariasi tergantung usia dan tingkat keparahan.
Anak-anak biasanya lebih sigap sembuh dalam 4-6 minggu lantaran tulangnya tetap aktif tumbuh.
Orang dewasa memerlukan waktu 6-12 minggu untuk sembuh. Sementara lansia bisa menyantap waktu lebih lama, sekitar 3-6 bulan.
Faktor lain nan mempengaruhi adalah letak patah tulang, tingkat keparahan cedera, kondisi kesehatan umum, dan kebiasaan seperti merokok nan bisa memperlambat penyembuhan.
Apakah semua tulang nan patah kudu dioperasi?
Tidak semua tulang nan patah memerlukan operasi. Patah tulang sederhana nan tidak bergeser alias stress fracture biasanya bisa sembuh dengan pengobatan tanpa operasi, ialah menggunakan gips selama 6-8 minggu.
Namun, operasi diperlukan untuk kasus nan lebih serius seperti tulang patah sampai bergeser jauh, patah tulang terbuka (tulang menembus kulit), alias tulang pecah menjadi beberapa bagian.
Dokter ortopedi bakal menentukan metode pengobatan terbaik berasas hasil rontgen dan kondisi pasien.
Apa nan kudu dilakukan sebagai pertolongan pertama saat mengalami patah tulang kaki?
Langkah pertama adalah menghentikan semua aktivitas dan jangan mencoba berdiri alias berjalan.
Kompres area nan sakit dengan es nan dibungkus kain selama 15-20 menit untuk mengurangi bengkak dan nyeri.
Jangan gerakkan kaki nan cedera, jika ada papan alias barang keras bisa digunakan sebagai penyangga sementara.
Posisikan kaki lebih tinggi dengan mengganjal bantal. nan paling penting, segera hubungi ambulans alias pergi ke IGD.
Jangan mencoba meluruskan kaki nan bengkok, mengoleskan minyak urut, alias memijat area nan sakit lantaran bisa memperparah cedera.

