Pernahkah Anda memandang seseorang nan kakinya membentuk huruf “O” saat berdiri? Kondisi ini dalam bumi medis disebut kaki O alias Genu Varum.
Bentuk kaki O ini cukup sering dijumpai, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. nan dimaksud dengan kaki berbentuk O adalah keadaan di mana kedua dengkul saling berjauhan meskipun kedua kaki sudah dirapatkan.
Kelainan corak kaki dan tungkai bawah ini memang terlihat jelas dan kadang membikin khawatir, terutama bagi orang tua nan melihatnya pada anaknya.
Jika mau berkonsultasi tentang nyeri lutut dan sendi dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!
Apa Itu Kondisi Kaki O?
Untuk memahami kondisi kelainan kaki seperti ini, bayangkan sebuah garis lurus dari pinggul sampai ke mata kaki. Pada kaki nan normal, garis ini bakal tampak lurus.
Ini nan disebut dengan alignment (keselarasan) tungkai nan baik. Namun pada kaki O alias bow legs, garis tersebut melengkung keluar di bagian lutut, sehingga membentuk lengkungan seperti huruf “O”.
Dalam istilah medis, kelengkungan kaki ini melibatkan dua tulang besar di kaki, ialah tulang femur (tulang paha) dan tulang tibia (tulang kering).
Ada juga tulang fibula nan berkedudukan sebagai pendukung. Ketika perspektif antara kedua tulang ini berubah, terjadilah kelainan tulang kaki nan disebut deformitas tungkai. Sudut ini dikenal sebagai perspektif tibio-femoral, dan perubahan perspektif ini nan menyebabkan deformitas skeletal.
Dokter biasanya mengukur tingkat keparahan kaki O dengan langkah mengukur jarak antar dengkul saat kedua kaki dirapatkan. Pengukuran ini disebut intercondylar distance (jarak antar kondilus).
Selain itu, foto rontgen tungkai alias x-ray kaki juga diperlukan untuk memandang kondisi tulang secara perincian dan membedakan mana nan tetap normal dan mana nan perlu ditangani.


Bagaimana Ciri-Ciri Kaki O?
Ciri utama kaki O sebenarnya mudah dilihat. Coba perhatikan saat seseorang berdiri dengan kedua tumit dan pergelangan kaki rapat. Jika terdapat celah nan cukup lebar di antara kedua lututnya, itu adalah tanda kaki O.
Selain tampilan bentuk nan khas, ada beberapa indikasi lain nan bisa muncul:
- Cara melangkah nan tidak seimbang alias terlihat asing lantaran biomekanikal tubuh nan berubah
- Nyeri dengkul nan muncul lantaran tekanan pada dengkul (knee joint) tidak merata, terutama pada ligamen kolateral medial
- Rasa tidak nyaman di pinggul alias pergelangan kaki
- Sol sepatu nan lebih sigap aus di bagian tepi luar
- Postur tubuh nan kurang baik dan bisa mempengaruhi kesehatan sendi
Gangguan muskuloskeletal pada ekstremitas bawah ini bisa mempengaruhi aktivitas sehari-hari, terutama jika sudah menimbulkan rasa sakit.
Penyebab Kaki O pada Anak
Banyak orang tua nan bertanya, “kaki O pada bayi normal alias tidak?” Jawabannya: tergantung usia dan tingkat keparahannya.
Pada bayi nan baru lahir, kaki nan sedikit melengkung itu wajar. Mengapa? Karena selama 9 bulan di dalam perut ibu, bayi berada dalam posisi meringkuk nan membikin kakinya melengkung.
Kondisi ini nan disebut sebagai alignment fisiologis biasanya bakal membaik dengan sendirinya. Pertumbuhan dan perkembangan tulang pada anak bakal secara alami meluruskan kaki mereka.
Proses pertumbuhan ini dimulai saat usia 18-24 bulan, dan sempurna saat anak berumur 3-4 tahun. Ini adalah bagian normal dari perkembangan motorik anak.
Namun, penyebab kaki O pada anak tidak selalu normal. Ada beberapa kondisi medis nan perlu diwaspadai:
1. Penyakit Rakhitis (Rickets)
Penyakit ini terjadi lantaran tubuh kekurangan vitamin D, kalsium, alias fosfor dalam jumlah besar. Kondisi ini disebut juga defisiensi vitamin D.
Jadi, kaki O akibat kekurangan vitamin apa? Jawabannya adalah terutama Vitamin D. Vitamin ini sangat krusial untuk tulang agar bisa menyerap kalsium dengan baik.
Kalau kekurangan Vitamin D, tulang jadi lembek dan mudah bengkok lantaran tidak kuat menahan berat badan.
2. Penyakit Blount (Blount’s Disease)
Ini adalah kelainan pada bagian tulang nan namanya growth plate alias lempeng pertumbuhan. Lempeng ini ada di ujung atas tulang tibia (tulang kering) dan bekerja membikin tulang memanjang saat anak tumbuh.
Pada Penyakit Blount, pertumbuhan di sisi dalam tulang tibia terhambat, sehingga kaki makin lama makin bengkok ke luar.
3. Achondroplasia
Ini adalah kelainan genetik nan membikin pertumbuhan tulang terganggu sejak lahir. Salah satu cirinya adalah tubuh nan pendek dengan kaki nan berbentuk O.


Penyebab Kaki O pada Orang Dewasa
Pada orang dewasa, penyebabnya berbeda lantaran tulang sudah tidak tumbuh lagi. Penyebab kaki O pada orang dewasa biasanya mengenai dengan kerusakan sendi alias cedera:
1. Pengapuran Lutut (Osteoartritis lutut)
Osteoarthritis dengkul adalah penyebab paling sering. Lapisan pelindung di dalam dengkul nan namanya kartilago mulai aus, terutama di bagian dalam.
Akibatnya, beban tubuh tidak tersebar merata dan dengkul perlahan-lahan bengkok ke luar. Ligamen dengkul dan meniskus (bantalan sendi) juga bisa ikut terpengaruh.
2. Patah Tulang nan Tidak Sembuh dengan Baik
Jika tulang femur alias tulang tibia pernah patah dan tidak menyatu dengan sempurna, bisa menyebabkan kaki menjadi bengkok permanen.
3. Pelunakan Tulang (Osteomalacia)
Mirip dengan rakhitis, tapi terjadi pada orang dewasa. Tulang menjadi lunak lantaran kekurangan mineral penting, sehingga bisa bengkok.
4. Kelebihan Berat Badan
Obesitas memberikan tekanan terus-menerus pada lutut. Tekanan ini bisa memperparah kelengkungan nan sudah ada alias apalagi membikin kaki nan tadinya lurus jadi bengkok.
Perbedaan Kaki O dan Kaki X
Banyak orang nan bingung membedakan kaki O dan kaki X. Sebenarnya keduanya berlawanan:
- Kaki O: Lutut saling menjauh, pergelangan kaki rapat
- Kaki X: Lutut saling menempel alias bertumpukan, pergelangan kaki saling menjauh
Biasanya anak bakal mengalami fase kaki O dulu, baru kemudian kaki X, sebelum akhirnya menjadi lurus sempurna.
Apakah Kaki O Bisa Sembuh?
Pertanyaan penting: “apakah kaki O bisa sembuh?” dan “kaki O bisa diperbaiki alias tidak?” Jawabannya berjuntai pada beberapa hal:
- Pada bayi dan balita dengan kaki O normal: Bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan
- Pada anak dengan penyakit tertentu: Bisa diperbaiki dengan terapi kaki O pada anak nan tepat, asal ditangani sejak dini
- Pada orang dewasa: Tidak bisa sembuh sendiri lantaran tulang sudah tidak tumbuh lagi, tapi bisa diperbaiki dengan support medis
Lalu berapa lama kaki O bisa sembuh? Untuk kaki O normal pada anak, prosesnya terjadi secara alami dalam 1-2 tahun.
Untuk kasus nan perlu pengobatan, bisa menyantap waktu beberapa bulan sampai bertahun-tahun, tergantung langkah pengobatannya.


Cara Mengobati Kaki O
Ada beberapa langkah nan bisa kita lakukan untuk mengobati kondisi kaki O yaitu:
Pengobatan Tanpa Operasi
Cara memperbaiki kaki O secara alami bisa dilakukan untuk kasus nan tetap ringan:
1. Perbaiki Asupan Gizi
Jika penyebabnya lantaran kekurangan vitamin, berikan suplemen Vitamin D, kalsium, dan Vitamin K. Vitamin K membantu tubuh menggunakan kalsium dengan lebih baik untuk kesehatan tulang dan sendi.
2. Fisioterapi dan Olahraga
Ada latihan untuk memperbaiki kaki O nan dirancang unik untuk memperkuat otot-otot di sekitar dengkul dan pinggul. Latihan ini juga membikin otot lebih lentur.
Beberapa aktivitas nan bisa dilakukan termasuk latihan penguatan otot paha, latihan mengangkat kaki ke samping, dan peregangan otot belakang paha. Fisioterapi nan rutin bisa memperbaiki postur tubuh dan dampaknya pada sendi.
3. Alat Bantu
Ada perangkat nan namanya ortosis alias braces (penyangga kaki) nan bisa membantu membimbing pertumbuhan tulang agar kembali lurus, terutama pada anak dengan Penyakit Blount.
Metode bracing ini sangat efektif untuk kasus ortopedi pediatrik. Selain itu, ada juga sepatu untuk kaki O alias sepatu khusus/korektif nan bisa membantu mendistribusikan tekanan pada kaki lebih merata sehingga langkah melangkah lebih baik.
Operasi Kaki O
Jika langkah alami tidak sukses alias kondisinya sudah parah, operasi kaki O mungkin diperlukan. Ada beberapa jenis operasi:
1. Osteotomi korektif
Ini adalah operasi di mana master memotong tulang (biasanya tulang tibia) dan mengatur ulang posisinya agar lurus. Setelah dipotong, tulang dipasang kembali dengan pelat dan sekrup logam agar stabil.
2. Guided growth surgery
Operasi ini unik untuk anak nan tulangnya tetap bisa tumbuh. Dokter bakal memasang pelat mini alias staples di salah satu sisi lempeng pertumbuhan.
Ini bakal memperlambat pertumbuhan di sisi itu, sehingga sisi lainnya bisa “mengejar” dan kaki perlahan-lahan menjadi lurus. Teknik ini disebut juga hemiepiphysiodesis.


Kapan Harus ke Dokter Tulang?
Anda perlu berkonsultasi dengan mahir ortopedi alias master tulang jika:
- Kelainan kaki seperti ini pada anak tidak membaik setelah usia 2-3 tahun
- Kelengkungannya terlihat sangat parah
- Hanya satu kaki nan bengkok (tidak simetris)
- Ada keluhan nyeri dengkul alias susah berjalan
- Kelengkungan makin lama makin parah
- Aktivitas sehari-hari jadi terganggu
Dokter bakal melakukan pemeriksaan bentuk dan foto rontgen tungkai untuk mengetahui penyebab pasti, lampau menentukan langkah mengatasi kaki O nan paling cocok.
Cara Mencegah Kaki O pada Anak
Meskipun tidak semua kasus bisa dicegah, ada langkah-langkah nan bisa dilakukan:
Cara mencegah kelainan kaki seperti ini pada anak nan paling krusial adalah memastikan anak mendapat cukup Vitamin D dan kalsium.
Caranya bisa dengan memberikan makanan bergizi seimbang dan membiarkan anak bermain di luar rumah pada pagi hari untuk mendapat sinar matahari.
Selain itu, jaga agar berat badan anak tetap ideal agar tidak memberikan tekanan berlebihan pada dengkul nan sedang dalam masa pertumbuhan.
Kesimpulan
Kelainan kaki seperti ini adalah kondisi di mana kedua dengkul saling berjauhan saat kaki dirapatkan. Kondisi ini bisa terjadi pada beragam usia dengan penyebab nan berbeda-beda. Pada bayi dan balita, kelainan kaki seperti ini biasanya normal dan bakal membaik sendiri.
Namun pada beberapa kasus, terutama nan disebabkan oleh penyakit tertentu, diperlukan penanganan medis.
Memahami ciri-ciri, penyebab, dan langkah mengobati kelainan kaki seperti ini sangat krusial agar bisa mengambil tindakan nan tepat.
Jika Anda memandang tanda-tanda nan tidak normal alias cemas dengan kondisi kaki Anda alias anak Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.
Penanganan sejak awal bakal membantu mencegah masalah nan lebih serius di kemudian hari dan menjaga kualitas hidup tetap baik.
Jika mau berkonsultasi tentang nyeri dengkul dan sendi dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!


Pertanyaan Seputar Kaki O
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan seputar topik kelainan kaki seperti ini.
Apakah kaki O pada bayi itu normal?
Ya, kelainan kaki seperti ini pada bayi baru lahir adalah kondisi nan normal. Selama 9 bulan di dalam kandungan, bayi berada dalam posisi meringkuk sehingga kakinya melengkung.
Kondisi ini biasanya bakal membaik dengan sendirinya seiring pertumbuhan anak, umumnya antara usia 18-24 bulan, dan menjadi sempurna saat anak berumur 3-4 tahun.
Apa penyebab utama kaki O pada orang dewasa?
Penyebab paling umum untuk kelainan kaki seperti ini pada orang dewasa adalah osteoartritis dengkul (pengapuran lutut).
Kondisi ini menyebabkan lapisan pelindung di dalam dengkul (kartilago) aus, terutama di bagian dalam, sehingga beban tubuh tidak tersebar merata dan dengkul perlahan bengkok ke luar.
Faktor lain termasuk obesitas, patah tulang nan tidak sembuh dengan baik, dan pelunakan tulang (osteomalacia).
Bagaimana langkah memperbaiki kaki O tanpa operasi?
Ada tiga pendekatan utama untuk memperbaiki kelainan kaki seperti ini secara alami:
- Pertama, perbaiki asupan gizi dengan suplemen Vitamin D, kalsium, dan Vitamin K.
- Kedua, lakukan fisioterapi dan latihan unik untuk memperkuat otot di sekitar dengkul dan pinggul.
- Ketiga, gunakan perangkat bantu seperti ortosis, braces (penyangga kaki), alias sepatu unik untuk membantu membimbing pertumbuhan tulang dan memperbaiki langkah berjalan.
Kapan kudu membawa anak ke master tulang lantaran kaki O?
Segera konsultasi ke mahir ortopedi jika:
- Kelainan kaki seperti ini pada anak tidak membaik setelah usia 2-3 tahun
- Kelengkungannya terlihat sangat parah
- Hanya terjadi di satu kaki (tidak simetris)
- Disertai nyeri alias kesulitan berjalan
- Kelengkungan makin lama makin memburuk.
Pemeriksaan dan penanganan awal sangat krusial untuk mencegah komplikasi jangka panjang.

