Pasar mata uang digital kembali menunjukkan pergerakan menarik setelah The Federal Reserve resmi menghentikan program quantitative tightening pada 1 Desember.
Keputusan ini langsung memicu perubahan sentimen, karena langkah tersebut dianggap sebagai penghentian pengetatan likuiditas nan selama ini menekan pasar aset berisiko.

Di sisi lain, kondisi makro dunia tetap penuh ketidakpastian, sehingga setiap keputusan bank sentral memengaruhi arah pasar dengan cukup cepat.
Bitcoin nan sebelumnya mengalami koreksi nilai tajam sekarang mencoba memulihkan diri berkah sentimen positif dari kebijakan terbaru The Fed. Pertanyaannya, apakah momentum ini cukup kuat untuk mendorong Bitcoin kembali naik?
Kebijakan The Fed Terbaru
Keputusan The Federal Reserve untuk menghentikan quantitative tightening (QT) menjadi salah satu perubahan kebijakan paling krusial dalam beberapa tahun terakhir.

QT, nan mulai diberlakukan sejak 2022, merupakan proses pengurangan neraca bank sentral dengan langkah membiarkan obligasi pemerintah jatuh tempo tanpa dibeli kembali. Tujuan awalnya sederhana, ialah menarik kelebihan likuiditas nan tercipta selama pandemi.
Namun setelah lebih dari tiga tahun berjalan, akibat sampingannya mulai terlihat jelas, terutama pada stabilitas pendanaan jangka pendek di pasar finansial Amerika Serikat.
Selama masa QT, The Fed telah mengurangi neraca hingga lebih dari $2.4 triliun. Di saat nan sama, akomodasi reverse repo nan sebelumnya berfaedah sebagai penampung likuiditas juga ikut terkuras.
Dari puncaknya sekitar $2.5 triliun pada tahun 2022, sekarang akomodasi itu hanya menyisakan $20 sampai $30 miliar. Artinya, persediaan likuiditas sistem finansial Amerika berada di posisi nan sangat tipis.
Ketika persediaan terlalu rendah, potensi kekacauan pasar pendanaan bisa meningkat, seperti nan pernah terjadi pada 2019 ketika biaya pendanaan melonjak drastis dalam hitungan hari.
Inilah argumen inti kenapa The Fed menghentikan QT lebih awal. Bukan lantaran kondisi ekonomi membaik, tetapi lantaran persediaan bank mulai turun hingga mendekati pemisah berbahaya.
Fasilitas darurat seperti permanent repo facility juga tercatat mulai digunakan secara rutin, bukan lagi hanya di momen tertentu. Ketika akomodasi darurat dipakai setiap minggu, itu berfaedah ada sesuatu dalam sistem nan tidak melangkah normal.
Dengan berhentinya QT, The Fed mulai menyeimbangkan kembali kondisi likuiditas. Obligasi nan jatuh tempo tidak lagi dilepas begitu saja, melainkan bakal dibeli kembali sehingga neraca The Fed berakhir menyusut.
Pasar membaca keputusan ini sebagai pertanda bahwa The Fed sedang mencoba menstabilkan pipa likuiditas agar tidak terjadi kejutan pendanaan nan dapat mengguncang pasar saham, obligasi, hingga pasar kripto.
Dalam konteks pasar kripto, keputusan menghentikan QT sering dianggap mirip dengan langkah “melepas rem”.
Memang bukan berfaedah The Fed mulai memberikan stimulus, tetapi tekanan likuiditas nan sebelumnya menjadi halangan utama sekarang mulai berkurang.
Aset berisiko seperti Bitcoin biasanya merespon sigap ketika tersedia lebih banyak ruang bagi likuiditas untuk bergerak. Tidak mengherankan jika Bitcoin langsung mengalami peningkatan minat beli begitu keputusan ini diumumkan.
Selain itu, penanammodal lembaga sekarang mulai menyesuaikan portofolio menjelang akhir tahun, sementara info on-chain menunjukkan pemegang jangka panjang Bitcoin mulai kembali menambah kepemilikan sejak akhir November.
Kombinasi aspek makro dan perilaku penanammodal jangka panjang ini menjadi dasar kenapa banyak analis memandang keputusan The Fed sebagai pemicu pemulihan nilai Bitcoin dalam beberapa pekan ke depan.
Analisis Harga Bitcoin
Saat tulisan ini disusun, Bitcoin sedang berupaya kembali menembus wilayah nilai sekitar $92,000 setelah beberapa hari sebelumnya sempat mengalami koreksi nilai hingga menyentuh kisaran $84,000.
Grafik Harian BTCUSD

Pergerakan nilai ini menunjukkan bahwa pembeli mulai kembali menunjukkan aktivitas, terutama setelah sentimen makro membaik akibat keputusan The Fed untuk menghentikan QT.
Meskipun pemulihan ini tetap berkarakter awal, Bitcoin mulai menunjukkan struktur pergerakan nilai nan mengindikasikan potensi lanjutan kenaikan.
Jika Bitcoin bisa menutup perdagangan hari ini di atas $92,000, kesempatan untuk melanjutkan apresiasi nilai menuju $106,000 menjadi lebih besar. Daerah nilai tersebut merupakan sasaran psikologis berikutnya nan banyak diamati oleh trader jangka menengah.
Namun pergerakan menuju titik tersebut tidak bakal mudah, lantaran pasar mata uang digital saat ini tetap berada dalam kondisi sensitif terhadap buletin makro dan perubahan likuiditas global.
Kenaikan nilai nan terjadi belakangan ini sangat dipengaruhi oleh sentimen positif, dan sentimen tersebut bisa berubah kapan saja andaikan muncul tekanan baru dari aspek eksternal.
Di sisi lain, jika Bitcoin kandas mempertahankan penutupan harian di atas $92,000 dan kembali mengalami penurunan, maka potensi untuk kembali melemah menuju kisaran $84,000 tetap terbuka.
Daerah tersebut sebelumnya menjadi pemisah bawah pergerakan nilai dan menjadi area nan cukup kuat menahan tekanan jual.
Jika sentimen pasar kembali melemah alias penanammodal kembali menunjukkan ketidakpastian, Bitcoin bisa saja kembali menguji area itu sebelum menentukan arah selanjutnya.
Indikator teknikal saat ini menunjukkan adanya pemulihan. Pergerakan rata-rata jangka pendek mulai melandai dan membentuk struktur nan lebih stabil dibandingkan pekan sebelumnya.
Selain itu, volume pembelian meningkat saat Bitcoin mencoba menembus $92,000, sebuah pertanda bahwa minat beli mulai kembali datang di pasar.
Namun, semua parameter tetap mengarah pada konklusi nan sama: arah Bitcoin saat ini sangat ditentukan oleh sentimen pasar dan reaksi penanammodal terhadap kebijakan The Fed.
Jika pasar tetap merespon kebijakan The Fed secara positif dan tidak ada tekanan mendadak dari sisi pendanaan global, kesempatan untuk Bitcoin melanjutkan apresiasi nilai cukup terbuka.
Namun trader tetap perlu berhati-hati, karena pasar mata uang digital selalu bergerak sigap dan rawan perubahan arah mendadak.
Mengamati penutupan harian menjadi kunci untuk menentukan apakah Bitcoin bakal memilih jalur pemulihan menuju $106,000 alias kembali menguji $84,000 dalam waktu dekat.
Kesimpulan
Keputusan The Fed menghentikan quantitative tightening menjadi katalis utama nan memicu pemulihan pasar kripto, terutama Bitcoin. Dengan berkurangnya tekanan likuiditas, sentimen pasar mulai membaik dan pembeli kembali menunjukkan minat.
Namun pergerakan nilai Bitcoin tetap sangat berjuntai pada respons pasar terhadap kebijakan ini dalam beberapa hari ke depan. Jika Bitcoin bisa memperkuat di atas $92,000, potensi menuju $106,000 semakin besar.
Sebaliknya, kegagalan mempertahankan penutupan harian dapat membuka kesempatan koreksi menuju $84,000. Dalam kondisi pasar nan tetap sensitif, manajemen akibat menjadi kunci untuk menghadapi potensi perubahan arah secara mendadak.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
4 minggu yang lalu