– Harga Bitcoin (BTC) kembali berada di bawah tekanan ekstrem setelah sempat turun di bawah US$ 90.000 pada Selasa (18/11/2025). Melansir dari finbold.com, ini merupakan level terendah sejak 22 April, ketika BTC menyentuh US$ 75.000. Penurunan ini membikin Bitcoin kehilangan seluruh untung nan sempat dikumpulkan sepanjang tahun, sekaligus mempertegas kondisi risk-off nan sekarang melanda pasar global.
BTC sekarang berada nyaris 30 persen di bawah puncaknya di Oktober ketika sempat menembus US$ 126.000. Dalam tujuh hari terakhir saja, sekitar US$ 266 miliar telah lenyap dari kapitalisasi pasar Bitcoin, turun dari US$ 2,08 triliun menjadi US$ 1,82 triliun.

Meski pada waktu penulisan nilai kembali naik tipis ke US$ 91.302, BTC tetap turun 12,53 persen dalam sepekan.
Pasar Kripto Terjun Bebas
Altcoin kembali mengikuti arah Bitcoin, sebagian besar mencatat penurunan signifikan dalam 24 jam terakhir.

- Ethereum (ETH) turun 5,6 persen.
- XRP turun 3,8 persen.
- Solana (SOL) turun 3,2 persen.
Secara keseluruhan, pasar mata uang digital telah kehilangan:
- US$ 470 miliar dalam satu minggu.
- Lebih dari US$ 1 triliun dalam 1,5 bulan terakhir.
Pergerakan turun ini mencerminkan tindakan penghindaran resiko nan meluas, tidak hanya di kripto, tetapi juga di seluruh pasar aset beresiko.
Baca Juga: Harga Bitcoin Jatuh 20 Persen dalam Sebulan, Ini Level nan Menentukan Nasib Pasar
ETF Bitcoin Alami Outflow Besar-Besaran
Gelombang penurunan ini juga terlihat pada produk institusional. ETF Bitcoin, nan sebelumnya menjadi mesin pertumbuhan pasar, sekarang mencatat outflow besar dalam sejarah singkatnya.
Hanya di bulan ini, BlackRock melepas sebesar US$ 1,26 miliar dalam outflow bersih.
Arus keluar besar ini menghapus sebagian besar untung berskala institusional nan menopang reli BTC sepanjang tahun.
AI Juga Tertekan
Menariknya, tekanan pasar tidak hanya terjadi pada kripto. Saham-saham nan mengenai AI mengalami koreksi keras. CEO Alphabet Sundar Pichai apalagi memperingatkan bahwa lonjakan minat AI belakangan ini dipenuhi ‘ketidakwajaran’.
“Saya rasa tidak ada perusahaan nan bakal kebal, termasuk kami. AI bakal berevolusi dan mengubah banyak pekerjaan. Orang-orang kudu beradaptasi,” ungkap Pichai.
Satu Titik Cerah
Di tengah tekanan pasar ini, sebagian penanammodal institusional mulai memanfaatkan koreksi. nan paling menonjol adalah MicroStrategy, nan kembali membeli Bitcoin senilai US$ 835 juta.
Pembelian besar ini dapat menjadi penahan psikologis untuk pasar kripto, mengingat sejarah MicroStrategy sebagai akumulator BTC paling garang dalam satu dasawarsa terakhir.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
1 bulan yang lalu