– Perusahaan intelijen upaya Strategy, nan dipimpin oleh Michael Saylor, kembali menegaskan posisinya sebagai pemegang Bitcoin korporat terbesar di dunia. Dalam periode antara 3 hingga 9 November, Strategy membeli 487 BTC senilai US$ 49,9 juta, dengan nilai rata-rata US$ 102.557 per koin.
Dengan pembelian ini, total kepemilikan Strategy sekarang mencapai 641.692 BTC, alias setara dengan lebih dari US$ 67 miliar berasas nilai saat ini. Aksi ini menyoroti strategi jangka panjang perusahaan, ialah akumulasi konsisten, terlepas dari volatilitas jangka pendek pasar kripto.

Pendanaan Lewat Saham Preferen
Berbeda dengan perusahaan lain nan biasanya menerbitkan saham biasa untuk pendanaan, Strategy menggunakan instrumen saham preferen, seperti STRF, STRK, STRC dan STRD. Pendekatan ini menghindari dilusi bagi pemegang saham lama, menjaga struktur kepemilikan sekaligus mendanai ekspansi posisinya di Bitcoin.
Langkah ini pun langsung berdampak, saham MSTR naik 3,2 persen di sesi pre-market setelah pengumuman pembelian BTC terbaru. Kepercayaan penanammodal ritel dan lembaga tampaknya kembali menguat.

Dalam cuitannya nan singkat namun jelas, Michael Saylor menulis:
“Strategy telah membeli 487 BTC senilai US$ 49,9 juta, dengan nilai rata-rata US$ 102.557. Return BTC kami sejak awal 2025 mencapai 26,1 persen,” tulis Saylor dalam laporan nan dia bagikan di media sosial X.
Baca Juga: Bitcoin Meledak Hampir US$ 107.000, Trader Ini Boncos Besar (Lagi)
Bitcoin Jadi Fondasi Utama
Sejak awal, Saylor tak menyembunyikan visinya: Bitcoin sebagai properti digital global, penyeimbang nilai di abad ke-21 nan penuh inflasi. Dan strategi perusahaan tetap konsisten, apalagi ketika sektor mata uang digital mulai melirik Ethereum, Solana, dan sektor DeFi, Strategy tetap setia pada BTC.
Dengan nilai Bitcoin sekarang berada di sekitar US$ 106.000, perusahaan tetap melanjutkan strategi ‘trench warfare’, membeli di setiap kesempatan, termasuk saat pasar ragu.
Meskipun saham MSTR sempat turun 60 persen sepanjang tahun, mereka tetap menyuntikkan biaya dan menambah kepemilikan. Pesannya jelas, ini soal keyakinan, bukan spekulasi.
Lingkungan Makro Mulai Mendukung
Analis pasar memandang adanya angin segar untuk Bitcoin dan aset mata uang digital lainnya. Isyarat pelonggaran kebijakan moneter, ditambah arus masuk ke ETF kripto, mulai menopang kembali sentimen penanammodal institusi.
Tak hanya pendukung setia nan optimis. Bahkan mantan penjual pendek Jim Chanos, nan lama mengkritik MSTR, baru-baru ini menutup posisi short-nya, menunjukkan perubahan persepsi terhadap strategi perusahaan.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
1 bulan yang lalu