– Bagi banyak trader, membeli saat posisi mata uang digital memasuki breakout sering kali menjadi pengalaman pahit. Masuk terlalu cepat, nilai berbalik dan stop-loss tersentuh. Masuk terlalu lambat, justru menjadi exit liquidity bagi trader lain.
Menurut salah satu trader berilmu sekaligus analis teknikal di media sosial X dengan nama akun Ardi, masalahnya bukan terletak pada breakout itu sendiri, melainkan pada langkah masuk nan keliru.

Dalam salah satu pembaruannya, dia membagikan salah satu tips trading, nan kali ini merupakan playbook sederhana dengan membagi strategi entry breakout ke dalam dua pendekatan utama. Cara ini ditujukan agar dapat membantu para trader tetap berada di sisi tren nan betul tanpa terjebak fake-out.
1. Entry Agresif
Pendekatan pertama adalah entry agresif, strategi nan ditujukan untuk kondisi pasar dengan momentum sangat kuat. Pada skenario ini, trader masuk tepat saat nilai menembus resisten krusial secara meyakinkan alias ketika candle ditutup di atas level tersebut.
Strategi ini berangkat dari dugaan bahwa kekuatan beli bakal langsung berlanjut, dan memungkinkan trader ikut sejak awal pergerakan parabola.
Namun, Ardi mengingatkan bahwa entry garang datang dengan resiko lebih tinggi. Breakout tiruan sering terjadi ketika nilai hanya ‘menyentuh’ resisten lampau kembali masuk ke dalam range. Trader nan tidak disiplin bisa langsung terjebak di puncak pergerakan.
Baca Juga: Akumulasi Diam-Diam, Trader Ini Cetak Profit 20 Kali Lipat
2. Retest Entry
Sebagai pengganti nan lebih aman, Ardi menyoroti entry retest, nan dia nilai merupakan pendekatan lebih konservatif namun konsisten untuk jangka panjang. Dalam skenario ini, trader menunggu nilai menembus resisten terlebih dulu, lampau sabar menanti pullback untuk menguji level lama sebagai support baru.
Ketika pembeli sukses mempertahankan area tersebut, breakout dianggap tervalidasi dan resiko entry menjadi lebih terkontrol.
Kelemahan dari strategi retest adalah kemungkinan tertinggal. Pada tren nan sangat kuat, nilai bisa terus melaju tanpa pernah kembali, membikin trader kehilangan kesempatan masuk. Meski begitu, Ardi menilai ini sebagai kompromi sehat demi risk-to-reward nan lebih baik.
3. Pertimbangkan Volume
Terlepas dari jenis entry nan digunakan, Ardi menekankan satu aspek krusial nan sering diabaikan trader ritel, ialah volume. Breakout nan sah nyaris selalu disertai lonjakan volume. Ini menandakan keterlibatan pelaku besar.
Jika nilai menembus resisten dengan volume tipis, besar kemungkinan pergerakan tersebut hanyalah jebakan untuk menarik likuiditas.
Trading Tips #14: How to Buy a Breakout 📚
Most traders struggle with buying breakouts. They either chase the move too late and become the top-tick liquidity, or they get completely faked out by a wick and watch the real move happen without them.
Here is a playbook I made for… https://t.co/rGGt89Rs2H pic.twitter.com/IKfKcxLSaW
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
1 minggu yang lalu