Kenapa Harga Bitcoin Turun Lagi Pada Pekan Ini?

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

– Pasar finansial Amerika ambruk pada Jumat (1/8/2025) setelah laporan info tenaga kerja menunjukkan pelemahan ekonomi nan signifikan. Namun nan membikin situasi semakin kacau bukan hanya nomor nan buruk, melainkan reaksi Presiden Donald Trump malah emosional.

Berdasarkan laporan dari akun pengamat pasar di media sosial dengan nama ‘Real World Asset Watchlist’, Trump diketahui memecat pejabat nan merilis info tersebut. Ia juga menyatakan bahwa info nan terlanjur dilaporkan tersebut merupakan info palsu.

Tidak sedikit nan menyayangkan tindakan presiden Amerika ini. Pasalnya, info tersebut bisa saja menjadi amunisi utama Trump untuk menekan The Fed agar menurunkan suku bunga, sebagaimana tujuan nan sudah lama dia sorong secara publik.

Laporan Data Pekerjaan Juli

Laporan tenaga kerja Amerika Serikat untuk Juli sangat jauh dari ekspektasi, dengan rincian:

  • Hanya 73.000 pekerjaan baru tercipta (ekspektasi: 100.000 lebih).
  • Data Mei dan Juni direvisi turun sebesar 258.000.
  • Pasar saham dan kripto langsung merah merona.

Namun alih-alih memanfaatkan momentum ini untuk menekan The Fed, Trump justru memecat Komisaris BLS (Bureau of Labor Statistics) dan menyebut angkanya dibuat-buat untuk merugikan Partai Republik.

Peluang Emas Pemotongan Suku Bunga Hangus?

Pengamat tersebut juga menyampaikan, The Fed hanya bakal menurunkna suku kembang jika inflasi turun ke 2 persen secara konsisten, alias jika pasar tenaga kerja melemah tajam. Laporan ini, secara tidak langsung memberikan argumen nan kuat untuk pemotongan suku bunga.

Pasar pun langsung bereaksi:

  • Probabilitas pemotongan suku kembang September naik dari 40 persen ke 80 persen.
  • Dolar Amerika melemah lebih dari 1 persen.
  • Beberapa analis mulai menyarankan pemangkasan 50 pedoman poin, bukan hanya 25.

Baca Juga: Berapa Bulan Lagi Hingga Bear Market Untuk Bitcoin?

Trump Blunder?

Namun, salah satu pernyataan Trump adalah nomor ini “direkayasa” untuk membantu kandidat Demokrat Kamala Harris. Padahal, seperti dicatat analis, logikanya bertabrakan.

“Kalau nomor itu betul-betul dibuat untuk merugikan Partai Republik, kenapa datanya justru membantu Trump menekan The Fed agar pangkas suku bunga?,” kata salah seorang analis.

Tak hanya itu, presiden Amerika tersebut juga menyerang Ketua The Fed Jerome Powell. Ia menyebut Powell sebagai sosok nan terlalu lambat dan menyarankan agar dia dipensiunkan. Ini membikin posisinya makin sulit, ialah menyerang orang nan kudu dia rayu untuk memangkas suku bunga.

Dampak Lebih Luas

Kejadian ini pun menimbulkan pertanyaan besar tentang keabsahan info nan dirilis oleh Pemerintah Amerika dalam beberapa waktu mendatang. Pasalnya:

  • Apakah BLS bisa dipercaya ke depan?
  • Akankan Trump menunjuk pejabat baru nan menghasilkan ‘data nan lebih bagus?’
  • Bagaimana nasib independensi Fed jika tekanan politik seperti ini bisa berlanjut.

Pasar sekarang bukan hanya mencoba membaca info ekonomi, tapi juga mengantisipasi tekanan politik terhadap info itu sendiri.

Powell di Tepi Jurang

Ketua The Fed Jerome Powell sekarang berada dalam situasi ‘tepi jurang’ nan nyaris mustahil. Pertama, info ekonomi menunjukkan bahwa dirinya kudu melakukan pemangkasan. Kedua, Presiden menyerang info dan personalnya secara langsung.

Ia juga didesak oleh pasar nan berambisi penuh bakal adanya pemangkasan agesif. Terakhir, integritas datanya pun dipertanyakan secara terbuka.

“Ini bukan situasi normal. Kita sedang memasuki wilayah kebijakan ekonomi nan belum pernah terjadi sebelumnya,” pungkas Real World Asset Watchlist.

🚨 Why market's DUMPED today:

Trump just FIRED the person who gave him EXACTLY what he needed to pressure Powell into rate cuts.

The level of self-sabotage here is actually insane.

Let me explain 👇🧵 pic.twitter.com/qyFJJIeXtA

— Real World Asset Watchlist (@RWAwatchlist_) August 1, 2025

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya