Kerusakan tulang rawan dengkul adalah masalah kesehatan nan bisa membikin seseorang susah bergerak dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman.
Banyak nan mengira kondisi ini hanya dialami oleh orang tua, padahal orang muda nan aktif berolahraga juga bisa mengalaminya.
Mari kita telaah lebih dalam tentang kondisi ini agar Anda bisa memahami dan menanganinya dengan tepat.
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!
Struktur dan Fungsi Sendi Lutut
Sendi dengkul (knee joint) adalah salah satu sendi terbesar di tubuh kita. Sendi ini terbentuk dari tiga tulang utama:
- Tulang paha bagian bawah (femur)
- Tulang kering (tibia)
- Tempurung dengkul (patella)
Agar dengkul bisa bergerak dengan lancar tanpa rasa sakit, ada beberapa bagian krusial nan bekerja bersama-sama.
Tulang rawan
Tulang rawan (cartilage) adalah lapisan tipis nan licin dan kenyal, melapisi ujung-ujung tulang.
Fungsi kartilago dengkul ini seperti alas nan menyerap tumbukan dan mencegah tulang saling bersenggolan langsung. Bayangkan seperti alas pada sepatu lari nan membikin nyaman saat berlari.
Peran tulang rawan dalam pergerakan dengkul sangat penting. Tanpa lapisan ini, setiap kali kita berjalan, melompat, alias memutar lutut, tulang bakal bersenggolan langsung.
Akibatnya, timbul nyeri lutut, kerusakan bertambah parah, dan terjadi peradangan lutut.
Meniskus
Selain itu, ada meniskus dengkul nan berbentuk seperti baji tebal, berkedudukan sebagai peredam kejutan tambahan. Meniskus ini sangat krusial untuk menjaga stabilitas sendi.
Ligamen
Ada juga ligamen dengkul (ACL, PCL) nan seperti tali kuat pengikat antar tulang agar dengkul tetap stabil.
Cairan sinovial
Terakhir, ada cairan sinovial nan membikin sendi tetap licin seperti oli pada mesin, sekaligus memberi nutrisi pada tulang rawan sendi.
Apa Itu Kerusakan Tulang Rawan Lutut?
Kerusakan tulang rawan dengkul adalah kondisi ketika lapisan pelindung tulang di sendi dengkul mengalami keretakan, robek, alias terkikis.
Kerusakan ini bisa terjadi secara tiba-tiba lantaran cedera, alias perlahan-lahan lantaran proses pengikisan seiring waktu.


Apa Penyebab Kerusakan Tulang Rawan Lutut?
Penyebab kerusakan tulang rawan dengkul ada dua jenis utama.
1. Cedera tulang rawan lutut
Ini sering dialami oleh atlet alias orang nan mengalami tumbukan keras.
Cedera olahraga dan dampaknya pada dengkul memang cukup besar, terutama pada olahraga nan melibatkan aktivitas tiba-tiba seperti berbelok cepat, melompat tinggi, alias terkena benturan.
Misalnya saat bermain sepak bola alias basket, jika mendarat dengan posisi nan salah alias dengkul terputar saat kaki menahan berat badan, tulang rawan bisa rusak.
2. Proses degenerasi sendi
Ini adalah proses pengikisan nan terjadi seiring bertambahnya usia. Setelah usia tertentu, tubuh tidak lagi bisa memperbaiki tulang rawan sebaik saat muda. Kondisi ini disebut tulang rawan dengkul aus.
Beberapa perihal bisa mempercepat proses ini, seperti berat badan berlebih nan memberi tekanan ekstra pada lutut, postur tubuh nan kurang baik, dan aspek keturunan.
Yang menarik, kerusakan tulang rawan dengkul pada usia muda sekarang makin sering terjadi.
Biasanya dialami oleh atlet muda nan sering cedera berulang alias berlatih terlalu keras tanpa rehat nan cukup.
Gejala nan Perlu Diwaspadai
Gejala kerusakan tulang rawan dengkul bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung seberapa parah kerusakannya dan di bagian mana kerusakan terjadi.
Namun, ada beberapa tanda umum nan perlu Anda perhatikan.
Nyeri lutut
Nyeri lutut akibat tulang rawan rusak adalah keluhan paling sering. Rasa sakit ini bisa muncul saat berjalan, naik tangga, jongkok, apalagi kadang saat sedang rehat sekalipun.
Mekanisme nyeri dengkul ini terjadi lantaran lapisan pelindung sudah rusak. Akibatnya, tulang bersenggolan langsung, menyentuh saraf-saraf di dalam sendi, dan memicu peradangan nan menimbulkan rasa sakit.
Lutut kaku
Lutut juga terasa kaku, terutama setelah lama tidak bergerak, misalnya saat bangun tidur di pagi hari. Anda mungkin susah meluruskan alias menekuk dengkul sepenuhnya.
Bunyi ketika dengkul digerakkan
Tanda lain nan cukup unik adalah dengkul berbunyi. Saat menggerakkan lutut, terdengar bunyi seperti “krek-krek” alias gemeretak. Kadang dengkul juga terasa seperti ada nan meletup di dalamnya.
Bengkak di lutut
Pembengkakan di sekitar dengkul bisa terjadi lantaran ada proses peradangan pada sendi dengkul akibat kerusakan.
Gerakan dengkul menjadi terbatas
Selain itu, aktivitas dengkul menjadi terbatas. Anda mungkin merasa susah untuk menekuk alias meluruskan dengkul dengan sempurna.


Hubungan Kerusakan Tulang Rawan dengan Osteoarthritis
Banyak orang bertanya tentang perbedaan osteoarthritis dan kerusakan tulang rawan. Sebenarnya, hubungan kerusakan tulang rawan dengan osteoarthritis sangat erat.
Osteoarthritis adalah penyakit peradangan sendi nan berjalan lama, terjadi lantaran kerusakan tulang rawan nan terus bertambah parah.
Pada osteoarthritis lutut, proses pengikisan tulang rawan berjalan bertahap. Lama-kelamaan, lapisan pelindung makin menipis, sehingga gesekan tulang makin parah.
Hal ini kemudian memicu lebih banyak peradangan dengkul dan nyeri sendi. Jadi bisa dibilang, kerusakan tulang rawan dengkul adalah penyebab utama terjadinya osteoarthritis.
Apakah Bisa Sembuh Sendiri?
Pertanyaan tentang apakah tulang rawan dengkul bisa sembuh memang sering ditanyakan.
Sayangnya, jawaban sederhananya adalah tulang rawan sangat susah sembuh dengan sendirinya.
Hal inii lantaran tulang rawan nyaris tidak mempunyai pembuluh darah, sehingga kemampuannya untuk memperbaiki diri sangat terbatas.
Tidak seperti luka di kulit nan bisa menutup sendiri, robekan alias kikisan pada tulang rawan tidak bakal tumbuh kembali.
Tapi jangan khawatir, bukan berfaedah tidak ada harapan. Tujuan pengobatan kerusakan tulang rawan dengkul adalah:
- Untuk menghentikan alias memperlambat kerusakan nan terjadi
- Mengurangi keluhan nan dirasakan
- Memperbaiki kegunaan lutut
- Mencegah kondisi berkembang menjadi osteoarthritis nan lebih parah.


Cara Mengobati Kerusakan Tulang Rawan Lutut
Pilihan terapi kerusakan tulang rawan dengkul cukup beragam. Dokter bakal menyesuaikan dengan usia, tingkat keparahan, aktivitas sehari-hari, dan kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan.
1. Pengobatan Tanpa Operasi
Kebanyakan kasus, terutama nan tetap ringan alias sedang, bisa ditangani tanpa operasi. Beberapa langkah nan bisa dilakukan:
Fisioterapi
Fisioterapi adalah langkah krusial dalam pengobatan. Latihan untuk tulang rawan dengkul rusak dirancang unik untuk memperkuat otot-otot di sekitar lutut, terutama otot paha depan dan belakang.
Otot nan kuat bakal membantu menopang dengkul sehingga mengurangi beban pada tulang rawan nan rusak.
Pemberian obat-obatan
Obat-obatan nan biasanya diberikan master ortopedi adalah obat anti-radang untuk mengurangi nyeri dengkul dan peradangan.
Terapi PRP dan Injeksi Viskosuplemen
Ada juga pilihan injeksi, seperti injeksi masam hialuronat nan membikin sendi lebih licin, mirip seperti menambah “pelumas” pada sendi.
Ada pula Platelet Rich Plasma (PRP), ialah terapi nan menggunakan plasma dari darah Anda sendiri untuk membantu penyembuhan.
Mengubah Gaya Hidup
Mengubah style hidup juga sangat membantu. Jika berat badan berlebih, menurunkan berat badan bakal sangat mengurangi tekanan pada lutut.
Hindari juga aktivitas nan terlalu keras seperti lari di jalan aspal alias beton.
2. Tindakan Operasi
Jika cara-cara di atas tidak berhasil, mungkin perlu dilakukan operasi tulang rawan lutut. Ada beberapa jenis operasi nan bisa dilakukan:
Endoskopi Richard Wolf
Endoskopi Richard Wolf dengkul adalah operasi mini nan menggunakan kamera mini untuk memandang kondisi di dalam sendi dan membersihkan bagian tulang rawan nan rusak.
Teknik mikrofraktur
Ada juga teknik mikrofraktur nan merangsang sumsum tulang untuk membentuk jaringan baru di area nan rusak.
Pencangkokan tulang rawan
Untuk kasus nan lebih parah, bisa dilakukan pencangkokan tulang rawan dari bagian dengkul lain nan tetap sehat, alias apalagi dari donor.
Saat ini juga sedang dikembangkan terapi menggunakan sel punca untuk membantu menumbuhkan kembali jaringan tulang rawan nan rusak.


Pencegahan dan Pemulihan
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Pencegahan kerusakan sendi sejak awal sangat krusial untuk menjaga kesehatan dengkul Anda seumur hidup. Cara mencegahnya dengan:
- Menjaga berat badan ideal
- Selalu melakukan pemanasan sebelum olahraga
- Rajin melatih otot-otot penyangga lutut
Bagi nan sudah mengalami cedera, rehabilitasi dan pemulihan kegunaan dengkul adalah proses nan perlu dilakukan terus-menerus.
Kunci suksesnya adalah konsisten menjalani fisioterapi dan mengikuti program latihan nan diberikan oleh terapis.
Diagnosis Kerusakan Tulang Rawan Lutut
Untuk mendapatkan pengobatan nan tepat, pemeriksaan nan jeli sangat penting.
- Pemeriksaan fisik. Dokter ortopedi biasanya bakal melakukan pemeriksaan bentuk lengkap.
- Uji pencitraan. Mungkin juga bakal diminta untuk melakukan uji pencitraan tambahan seperti X-ray dengkul untuk memandang kondisi celah sendi dan tanda-tanda osteoarthritis, alias MRI dengkul untuk memandang lebih perincian kondisi meniskus lutut, ligamen lutut, dan tulang rawan.
Kesimpulan tentang Kerusakan Tulang Rawan Lutut
Memahami tentang kerusakan tulang rawan dengkul adalah langkah awal nan penting.
Dengan pengetahuan nan tepat dan penanganan nan sesuai, mulai dari pencegahan hingga pengobatan modern nan ada sekarang, Anda tetap bisa menjalani hidup nan aktif dan nyaman meskipun mengalami kondisi ini.
Yang terpenting, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan master ortopedi agar mendapatkan penanganan nan sesuai dengan kondisi Anda.
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!


Pertanyaan Seputar Kerusakan Tulang Rawan Lutut
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik kerusakan tulang rawan lutut.
Apa itu kerusakan tulang rawan lutut?
Kerusakan tulang rawan dengkul adalah kondisi ketika lapisan pelindung tulang di sendi dengkul mengalami keretakan, robek, alias terkikis.
Kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba lantaran cedera alias perlahan-lahan lantaran proses pengikisan seiring waktu.
Apa penyebab utama kerusakan tulang rawan lutut?
Ada dua penyebab utama yaitu:
- Cedera akibat olahraga alias tumbukan keras nan melibatkan aktivitas tiba-tiba seperti berbelok sigap alias melompat
- Proses degenerasi sendi akibat pertambahan usia, berat badan berlebih, postur tubuh nan kurang baik, dan aspek keturunan.
Apakah tulang rawan dengkul bisa sembuh dengan sendirinya?
Sayangnya, tulang rawan sangat susah sembuh sendiri lantaran nyaris tidak mempunyai pembuluh darah.
Namun, dengan pengobatan nan tepat seperti fisioterapi, obat-obatan, alias operasi, kerusakan bisa dihentikan alias diperlambat agar tidak bertambah parah.
Apa saja indikasi kerusakan tulang rawan dengkul nan perlu diwaspadai?
Gejala utamanya meliputi:
- Nyeri dengkul saat bergerak alias beristirahat
- Lutut terasa kaku terutama saat bangun tidur
- Lutut bersuara “krek-krek” saat digerakkan
- Pembengkakan di sekitar lutut
- Keterbatasan mobilitas sehingga susah menekuk alias meluruskan dengkul sepenuhnya.

