Salah satu solusi medis nan sering digunakan master untuk mengatasi masalah nyeri lutut, nyeri di bahu, siku, pergelangan tangan, alias pinggul adalah kortikosteroid. Apa itu dan gimana manfaatnya?
Pernahkah Anda merasakan nyeri lutut, nyeri di bahu, siku, pergelangan tangan, alias pinggul nan mengganggu aktivitas sehari-hari?
Rasa nyeri ini bisa membikin Anda kesulitan berjalan, mengangkat barang, alias apalagi sekadar naik tangga.
Nah, ada baiknya kita kenali lebih dalam apa itu kortikosteroid dan gimana obat ini bekerja meredakan nyeri sendi Anda.
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!
Apa Itu Kortikosteroid?
Kortikosteroid adalah obat buatan nan meniru langkah kerja hormon alami tubuh kita nan berjulukan kortisol. Hormon ini diproduksi oleh kelenjar adrenal dan bekerja mengontrol peradangan serta mengatur sistem kekebalan tubuh.
Bayangkan kortisol sebagai “pemadam kebakaran” alami dalam tubuh kita. Ketika ada peradangan sendi (seperti kebakaran kecil), kortisol bakal datang memadamkannya.
Nah, kortikosteroid alias corticosteroid adalah jenis buatan nan lebih kuat untuk membantu meredakan peradangan nan terjadi di sendi-sendi kita. Sebagai obat anti-inflamasi, kortikosteroid termasuk dalam kategori antiinflamasi steroid nan sangat efektif.
Dalam perawatan ortopedi modern, kortikosteroid biasanya diberikan langsung melalui steroid injection alias injeksi intra-artikular ke area sendi nan bermasalah.
Ini berbeda dengan pengobatan konservatif seperti obat minum biasa, lantaran obat langsung bekerja di tempat nan sakit tanpa kudu menyebar ke seluruh tubuh terlebih dahulu.


Bagaimana Mekanisme Kerja Kortikosteroid Meredakan Nyeri?
Mungkin Anda bertanya-tanya, gimana sih langkah kortikosteroid menghilangkan rasa nyeri dan pembengkakan sendi? Mari kita telaah sistem kerja kortikosteroid dengan bahasa nan sederhana.
1. Menghentikan Zat Pemicu Peradangan
Ketika kortison alias jenis kortikosteroid lainnya disuntikkan ke sendi nan mengalami radang, obat ini bakal menghentikan produksi zat-zat kimia nan menyebabkan peradangan.
Zat-zat ini namanya prostaglandin, leukotrien, dan sitokin. Anggap saja zat-zat ini seperti “bahan bakar” nan membikin api peradangan terus menyala.
Kortikosteroid bakal mematikan “pasokan bahan bakar” ini, sehingga terjadi reduksi inflamasi nan signifikan.
2. Mengurangi Bengkak
Kortikosteroid juga bekerja pada tembok pembuluh darah di sekitar sendi. Obat ini mencegah cairan dan sel darah keluar terlalu banyak dari pembuluh darah ke jaringan sekitarnya.
Akibatnya, bengkak nan membikin sendi terasa kaku bakal berkurang secara bertahap.
3. Menenangkan Sistem Kekebalan Tubuh
Kadang, sistem kekebalan tubuh kita bereaksi berlebihan dan justru menyerang sendi sendiri, menyebabkan peradangan.
Kortikosteroid bakal menenangkan sel-sel kekebalan tubuh ini agar tidak terlalu agresif. Hasilnya, nyeri dan kaku pada sendi bakal berkurang.
Cara kerja ini sangat efektif untuk beragam masalah sendi seperti osteoarthritis (pengapuran), bursitis (radang kantung sendi), tendinitis (radang tendon), rheumatoid arthritis (rematik), dan beragam cedera muskuloskeletal lainnya nan melibatkan joint inflammation alias inflamasi kronis.
Apa Saja Manfaat Injeksi Kortikosteroid?
Manfaat injeksi kortikosteroid mempunyai banyak untung nan sudah terbukti secara medis. Berikut beberapa faedah nan bisa Anda rasakan:
1. Mengurangi Nyeri dengan Cepat
Ini adalah faedah utama dari injeksi kortikosteroid untuk nyeri sendi nan paling dirasakan pasien. Suntikan kortikosteroid bisa mulai bekerja dalam hitungan jam hingga beberapa hari setelah disuntikkan.
Jadi, Anda tidak perlu menunggu lama untuk merasakan berkurangnya rasa sakit. Ini sangat efektif sebagai terapi jangka pendek nyeri untuk kondisi akut.
2. Mengatasi Bengkak dan Kaku Sendi
Selain menghilangkan nyeri, kortikosteroid juga efektif mengurangi bengkak dan rasa kaku di sendi.
Setelah disuntik, Anda bakal merasa sendi lebih ringan dan mudah digerakkan. Ini membikin aktivitas sehari-hari seperti berjalan, naik tangga, alias mengangkat peralatan menjadi lebih nyaman.
3. Membantu Proses Terapi Fisik (Fisioterapi)
Jika Anda sedang menjalani fisioterapi, injeksi kortikosteroid untuk radang sendi bisa sangat membantu.
Dengan berkurangnya nyeri dan peradangan, Anda bisa melakukan latihan rehabilitasi dengan lebih maksimal tanpa tersendat rasa sakit.
Ini sangat krusial dalam manajemen nyeri nan komprehensif, terutama untuk kasus degenerasi sendi.
4. Alternatif Sebelum Operasi
Bagi pasien nan sudah mencoba beragam obat minum alias terapi lain tetapi tidak berhasil, suntikan kortikosteroid bisa menjadi pilihan terakhir sebelum mempertimbangkan operasi.
Ini bisa menghemat waktu, biaya, dan akibat nan mengenai dengan prosedur bedah.
5. Efek Samping Lebih Minimal
Karena disuntikkan langsung ke sendi nan bermasalah, pengaruh samping ke tubuh secara keseluruhan lebih mini dibandingkan jika Anda kudu minum kortikosteroid dalam dosis tinggi setiap hari.


Bagaimana Prosedur Injeksi Kortikosteroid Lutut dan Area Sendi Lainnya?
Mungkin Anda bertanya, apakah prosedur injeksi kortikosteroid dengkul alias injeksi kortikosteroid bahu itu menyakitkan? Bagaimana master menyuntikkannya? Mari kita telaah tahap demi tahap.
Persiapan
Dokter ortopedi alias master rehabilitasi medik bakal memeriksa kondisi Anda terlebih dulu untuk memastikan suntikan kortikosteroid adalah pilihan nan tepat.
Kadang master menggunakan perangkat USG untuk melakukan pemeriksaan USG-guided injection, terutama untuk area nan susah dijangkau seperti bahu alias pinggul.
Proses Penyuntikan
Prosesnya sebenarnya cukup cepat, hanya sekitar 10-15 menit. Berikut langkah-langkahnya:
- Dokter bakal membersihkan kulit di sekitar sendi dengan cairan antiseptik
- Area nan bakal disuntik diberi anestesi lokal agar tidak terlalu sakit
- Jarum suntik dimasukkan ke dalam rongga sendi dengan support pedoman visual alias USG
- Obat corticosteroid (dicampur dengan obat bius) disuntikkan
- Jarum dicabut dan area suntikan ditutup dengan perban kecil
Setelah Penyuntikan
Setelah prosedur selesai, Anda mungkin diminta untuk beristirahat sejenak. Biasanya master menyarankan untuk melakukan imobilisasi sendi setelah injeksi dengan:
- Mengistirahatkan sendi nan disuntik selama 24-48 jam
- Menghindari aktivitas berat dulu
- Tidak langsung berolahraga alias mengangkat beban berat
Dokter bakal memberikan pedoman unik tentang kapan Anda boleh kembali beraktivitas normal.
Jenis Kortikosteroid nan Digunakan
Dalam praktik medis, ada beberapa jenis kortikosteroid nan umum digunakan, seperti:
- Triamcinolone – Sering digunakan untuk beragam kondisi sendi
- Methylprednisolone – Efektif untuk peradangan akut
- Dexamethasone – Memiliki lama kerja nan berbeda
Dokter bakal memilih jenis nan paling sesuai dengan kondisi dan letak sendi Anda.


Kapan Sebaiknya Melakukan Injeksi Kortikosteroid?
Pertanyaan krusial nan sering muncul adalah: kapan sebaiknya melakukan injeksi kortikosteroid? Terapi ini direkomendasikan untuk kondisi seperti:
- Osteoarthritis (pengapuran) nan menyebabkan nyeri hebat
- Bursitis (radang kantung sendi) akut nan tidak membaik dengan obat biasa
- Tendinitis (radang tendon) nan terus-menerus
- Rheumatoid arthritis (rematik) nan sedang kambuh parah
- Cedera muskuloskeletal nan disertai peradangan berat
Berapa Lama Efek Injeksi Kortikosteroid Bertahan?
Pertanyaan nan paling sering ditanyakan adalah: berapa lama pengaruh injeksi kortikosteroid bertahan?
Jawabannya bervariasi tergantung beberapa aspek seperti jenis corticosteroid nan digunakan, seberapa parah kondisi sendi Anda, dan gimana respons tubuh Anda terhadap obat.
Secara umum:
- Efek bisa memperkuat beberapa minggu hingga beberapa bulan
- Untuk kasus pengapuran (osteoarthritis), biasanya memperkuat 1-3 bulan
- Untuk peradangan akut, bisa memperkuat lebih lama
Perlu diingat, corticosteroid bukan obat nan menyembuhkan masalah sendi secara permanen.
Obat ini membantu mengurangi peradangan dan nyeri sementara, sehingga Anda bisa menjalani terapi lain seperti fisioterapi alias mengubah style hidup untuk perbaikan jangka panjang.
Apa Saja Efek Samping Injeksi Kortikosteroid?
Seperti obat lainnya, akibat injeksi kortikosteroid perlu dipahami dengan baik. Jenis pengaruh samping injeksi kortikosteroid dapat dibagi menjadi dua kategori:
Efek Samping Lokal (di Area Suntikan)
- Nyeri sementara di tempat suntikan selama 1-2 hari
- Kemerahan pada kulit
- Kadang terjadi pengecilan jaringan lemak di bawah kulit
Efek Samping Sistemik (Jarang Terjadi)
- Peningkatan gula darah sementara (penting bagi penderita diabetes)
- Perubahan suasana hati
- Kesulitan tidur sementara
Jenis pengaruh samping sistemik jarang terjadi pada suntikan tunggal, tetapi bisa muncul jika suntikan dilakukan terlalu sering. Oleh lantaran itu, master biasanya membatasi gelombang penyuntikan untuk meminimalkan risiko.


Perbedaan Injeksi Kortikosteroid dan Hyaluronic Acid
Perbedaan injeksi kortikosteroid dan hyaluronic acid sering menjadi topik obrolan dalam perawatan ortopedi. Mari kita bandingkan:
Kortikosteroid:
- Bekerja sigap (dalam hitungan jam hingga hari)
- Fokus mengurangi peradangan dan nyeri
- Efek memperkuat beberapa minggu hingga bulan
Asam Hialuronat:
- Bekerja lebih lambat (butuh beberapa minggu)
- Fokus sebagai pelumas sendi
- Efek memperkuat lebih lama (bisa hingga 6 bulan alias lebih)
Dokter bakal memilih jenis suntikan nan paling sesuai dengan kondisi Anda. Corticosteroid lebih cocok untuk kondisi dengan peradangan aktif, sedangkan hyaluronic acid lebih ideal untuk degenerasi sendi jangka panjang.
Berapa Harga Injeksi Kortikosteroid di Klinik?
Harga injeksi corticosteroid di klinik bervariasi tergantung:
- Jenis obat nan digunakan
- Lokasi klinik alias rumah sakit
- Apakah menggunakan support USG alias tidak
- Cakupan asuransi kesehatan Anda
Sebaiknya tanyakan langsung ke master alias rumah sakit untuk info biaya nan akurat.
Kesimpulan tentang Kortikosteroid
Corticosteroid adalah solusi medis nan efektif untuk mengatasi nyeri dan peradangan pada dengkul dan sendi lainnya.
Obat ini bekerja dengan langkah menghentikan unsur pemicu peradangan, mengurangi bengkak, dan menenangkan sistem kekebalan tubuh nan terlalu aktif.
Manfaat utamanya adalah keahlian mengurangi nyeri dengan cepat, mengatasi bengkak dan kaku sendi, serta membantu proses fisioterapi melangkah lebih lancar.
Meskipun efeknya tidak permanen, corticosteroid memberikan jarak nan sangat dibutuhkan untuk menjalani terapi jangka panjang lainnya.
Jika Anda mengalami nyeri sendi nan mengganggu aktivitas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan master ortopedi alias master rehabilitasi medik.
Mereka bakal mengevaluasi kondisi Anda dan menentukan apakah suntikan corticosteroid adalah pilihan nan tepat untuk Anda.
Ingat, setiap orang mempunyai kondisi nan berbeda, jadi penanganan nan efektif untuk satu orang belum tentu sama untuk orang lain
Konsultasi dengan master adalah langkah terbaik untuk mendapatkan pengobatan nan sesuai dengan kebutuhan Anda.
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!


Pertanyaan Seputar Kortikosteroid
Berikut 4 pasang pertanyaan dan jawaban singkat untuk tulisan tersebut:
Apa itu kortikosteroid dan gimana langkah kerjanya?
Kortikosteroid adalah obat buatan nan meniru hormon kortisol alami tubuh. Obat ini bekerja dengan:
- Menghentikan produksi unsur pemicu peradangan (prostaglandin, leukotrien, sitokin)
- Mengurangi bengkak pada pembuluh darah
- Menenangkan sistem kekebalan tubuh nan bereaksi berlebihan.
Berapa lama pengaruh injeksi kortikosteroid bertahan?
Efek injeksi kortikosteroid bervariasi tergantung jenis obat dan kondisi pasien. Secara umum, efeknya memperkuat beberapa minggu hingga beberapa bulan.
Untuk kasus osteoarthritis (pengapuran), biasanya memperkuat 1-3 bulan, sementara untuk peradangan akut bisa memperkuat lebih lama.
Apa saja kondisi nan memerlukan injeksi kortikosteroid?
Injeksi kortikosteroid direkomendasikan untuk osteoarthritis nan menyebabkan nyeri hebat, bursitis akut, tendinitis nan terus-menerus, rheumatoid arthritis nan sedang kambuh parah, dan cedera muskuloskeletal dengan peradangan berat.
Apa perbedaan antara injeksi kortikosteroid dan hyaluronic acid?
Kortikosteroid bekerja sigap (dalam hitungan jam hingga hari) untuk mengurangi peradangan dan nyeri, dengan pengaruh memperkuat beberapa minggu hingga bulan.
Sementara hyaluronic acid bekerja lebih lambat (butuh beberapa minggu) sebagai pelumas sendi, namun efeknya memperkuat lebih lama hingga 6 bulan alias lebih.

