Kram Betis: Penyebab Dan Cara Mengatasinya

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Pernahkah Anda terbangun tengah malam lantaran betis kram nan terasa sangat sakit dan kaku? Atau mungkin sering mengalami kram betis setelah berolahraga?

Kondisi ini memang sangat mengganggu dan bisa membikin aktivitas terhambat. Mari kita telaah secara komplit tentang kram betis, mulai dari penyebab betis kram, langkah mengatasi kram betis, hingga langkah-langkah pencegahannya.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Banner Zaskia mobile

Apa Itu Kram Betis?

Kram betis adalah kondisi ketika otot betis mendadak mengencang alias berkontraksi tanpa bisa kita kendalikan.

Otot nan biasanya terkena adalah otot gastrocnemius dan otot soleus – keduanya adalah otot besar nan membentuk betis kita. Kontraksi otot involunter ini terjadi begitu saja tanpa kita sadari alias kehendaki.

Saat kram menyerang, betis bakal terasa sangat keras seperti batu, susah digerakkan, dan menimbulkan nyeri betis nan cukup menyiksa. 

Kejang otot alias spasme otot betis ini biasanya berjalan beberapa detik sampai beberapa menit.

Meskipun singkat, rasa sakitnya bisa sangat mengganggu, apalagi jika terjadi pada kram betis saat tidur malam nan membikin kita terbangun.

Penyebab Kram Betis nan Sering Terjadi

Kenapa betis sering kram? Ternyata ada banyak perihal nan bisa menjadi penyebab kram betis. Memahami penyebabnya bakal membantu kita mencegah agar tidak terjadi lagi.

1. Kurang Minum dan Kekurangan Mineral

Dehidrasi dan hidrasi tubuh sangat berpengaruh terhadap kesehatan otot kita. Ketika tubuh kurang cairan, keseimbangan elektrolit tubuh bakal terganggu.

Elektrolit seperti kalsium, kalium, dan magnesium sangat krusial untuk otot bisa berkontraksi dan rileks dengan normal.

Kalau kadar mineral ini rendah, otot jadi lebih mudah kram. Makanya kram betis lantaran kurang mineral adalah penyebab paling umum.

Banyak orang bertanya “kaki kram kurang vitamin apa?” – sebenarnya bukan kurang vitamin, tapi lebih ke kurang mineral dan elektrolit seperti kalsium, magnesium, dan kalium.

2. Kecapekan dan Terlalu Banyak Aktivitas Fisik

Aktivitas bentuk dan kelelahan otot nan berlebihan bisa membikin otot kehabisan tenaga.

Apalagi jika tidak didahului pemanasan alias diakhiri dengan pendinginan nan cukup. Kondisi ini sangat sering menyebabkan kram betis setelah olahraga.

Saat otot sudah lelah, kemampuannya untuk rileks berkurang. Akibatnya, otot lebih mudah mengalami kelelahan otot dan kontraksi nan tidak terkendali, nan akhirnya memicu kram.

3. Posisi Tidur nan Salah

Posisi tidur dan postur tubuh rupanya juga bisa jadi penyebab naik betis. Kalau kita tidur dengan posisi kaki tertekuk alias ujung kaki mengarah ke bawah sepanjang malam, otot betis jadi memendek dan lebih rentan kram.

Inilah nan sering menjadi penyebab kram betis tiba-tiba di malam hari. Banyak orang mengalami naik betis saat tidur dan terbangun lantaran nyeri betis nan sangat sakit. Kondisi ini disebut juga kram betis malam hari.

4. Aliran Darah nan Terganggu

Sirkulasi darah pada tungkai bawah nan tidak lancar bisa mengurangi suplai darah ke otot-otot kaki.

Padahal darah membawa oksigen dan nutrisi nan sangat dibutuhkan otot untuk bekerja dengan baik.

Masalah pembuluh darah kaki seperti penyumbatan arteri, pembuluh darah vena nan bermasalah, alias varises bisa menghalang aliran darah kaki.

Ketika otot kekurangan oksigen dan nutrisi, otot jadi lebih mudah mengalami kram.

5. Gangguan pada Saraf

Hubungan saraf dan otot sangat erat. Sistem saraf perifer bekerja mengirim sinyal dari otak ke otot untuk berkontraksi alias mengendur. Kalau ada gangguan pada saraf perifer, sinyal nan dikirim bisa kacau.

Gangguan ini bisa terjadi pada penderita penyakit saraf alias glukosuria nan menyebabkan kerusakan saraf.

Akibatnya, otot bisa berkontraksi sendiri tanpa terkendali dan menyebabkan kram.

6. Kondisi Kesehatan Tertentu

Ada beberapa kondisi kesehatan nan membikin seseorang lebih rentan mengalami kram betis:

Masa Kehamilan

Kram betis saat mengandung sangat umum terjadi pada masa kehamilan. Ini lantaran ibu mengandung memerlukan lebih banyak elektrolit (kalsium, kalium, magnesium) untuk janin.

Ditambah lagi, berat badan bertambah dan sirkulasi darah berubah, sehingga kaki lebih mudah kram.

Obat-obatan Tertentu

Obat diuretik nan digunakan untuk mengontrol tekanan darah membikin tubuh banyak kehilangan cairan dan elektrolit lewat air kencing. Ini bisa memicu kram.

Usia Lanjut

Spasme otot betis pada lansia lebih sering terjadi lantaran massa otot berkurang seiring bertambahnya usia. Fungsi saraf perifer juga menurun dan peredaran darah tidak selancar dulu.

Penyakit Serius

Kondisi seperti Deep Vein Thrombosis (DVT) alias pembekuan darah di pembuluh darah vena dalam bisa menyebabkan kram disertai indikasi lain nan berbahaya.

Kapan Harus Khawatir?

Banyak nan bertanya “kram betis saat tidur malam indikasi apa?” dan “kram betis apakah berbahaya?”. Pada umumnya, kram betis tidak rawan dan bakal lenyap dengan sendirinya.

Namun dalam beberapa kasus, kram bisa jadi tanda ada masalah kesehatan nan lebih serius.

Gejala kram nan biasa adalah nyeri betis mendadak, otot terasa sangat kencang dan keras, serta kaku otot nan membikin susah menggerakkan kaki.

Kram bisa terjadi di kram betis sebelah kanan / kiri, alias apalagi keduanya sekaligus. Anda perlu waspada dan segera periksa ke master ortopedi jika kram disertai dengan:

  • Kaki bengkak, memerah, alias terasa hangat
  • Nyeri kaki alias nyeri lutut nan tidak lenyap meski kram sudah berhenti
  • Kaki terasa kebas alias lemah dalam waktu lama
  • Kram terjadi sangat sering dan mengganggu aktivitas sehari-hari

Kondisi-kondisi ini bisa jadi pertanda bahwa ada penyakit apa nan lebih serius seperti gangguan muskuloskeletal, diabetes, alias masalah pada pembuluh darah nan perlu ditangani dokter.

Penting untuk memahami bahwa spasme otot betis dan nyeri kaki nan terus-menerus bisa menjadi indikasi adanya kondisi medis nan memerlukan perhatian khusus.

Cara Mengatasi Kram Betis

Ketika kram datang tiba-tiba, ada beberapa langkah mengatasi naik betis nan bisa langsung Anda lakukan:

  • Regangkan Otot Betis: Ini langkah paling ampuh. Segera luruskan kaki dan tarik jari-jari kaki ke arah tubuh alias lutut. Gerakan peregangan otot ini bakal membikin otot gastrocnemius dan otot soleus nan sedang tegang menjadi memanjang. Tahan posisi ini sampai kaku otot berkurang dan nyeri mereda.
  • Pijat Pelan-pelan: Setelah meregangkan, pijat bagian betis nan kram dengan aktivitas memutar menggunakan jari-jari tangan. Pijatan lembut ini membantu melancarkan aliran darah kaki ke area nan kram dan membantu otot menjadi rileks.
  • Berjalan Perlahan: Kalau memungkinkan, coba berdiri dan melangkah pelan-pelan. Gerakan melangkah membikin otot berkontraksi dan rileks bergantian, nan membantu menghilangkan spasme otot.
  • Kompres dengan Air Hangat: Tempelkan botol berisi air hangat alias handuk hangat di betis nan kram. Kehangatan membantu melancarkan sirkulasi darah dan membikin otot lebih rileks.

Untuk obat kram betis alami, Anda bisa memperbanyak makan makanan nan kaya elektrolit.

Misalnya pisang untuk kalium, kacang-kacangan dan sayuran hijau untuk magnesium, serta susu dan produk olahannya untuk kalsium.

Cara Mencegah Kram Betis

Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Berikut langkah mencegah spasme otot betis nan bisa Anda terapkan setiap hari:

  • Minum Air nan Cukup: Pastikan minum air putih cukup sepanjang hari, terutama sebelum, saat, dan sesudah olahraga. Dehidrasi adalah salah satu penyebab utama kram, jadi jaga hidrasi tubuh dengan baik.
  • Lakukan Peregangan Secara Rutin: Biasakan melakukan peregangan otot betis, terutama sebelum tidur dan sebelum berolahraga. Peregangan membikin otot lebih lentur dan tidak mudah kram. Ini sangat efektif mencegah betis sering kram.
  • Penuhi Kebutuhan Mineral: Makan makanan bergizi seimbang nan mengandung cukup kalsium, magnesium, dan kalium. Keseimbangan elektrolit tubuh nan baik sangat krusial agar otot berfaedah normal.
  • Perhatikan Posisi Tidur: Hindari tidur dengan posisi kaki tertekuk alias ujung kaki mengarah ke bawah terlalu lama. Kalau perlu, gunakan bantal untuk menyangga kaki agar posisinya lebih nyaman.
  • Olahraga Teratur: Berolahraga secara rutin dan teratur membantu menjaga kesehatan otot dan sendi kaki. Aktivitas bentuk juga melancarkan sirkulasi darah pada tungkai bawah dan mencegah otot menjadi kaku.
  • Jaga Kesehatan Secara Keseluruhan: Bagi nan punya diabetes, varises, alias kondisi kesehatan lainnya, krusial untuk mengelola penyakit tersebut dengan baik. Ini membantu mencegah spasme otot betis dan nyeri kaki nan berasosiasi dengan kondisi tersebut.

Kalau sudah melakukan beragam langkah pencegahan tapi betis sering kram tetap terjadi, sebaiknya konsultasi ke master ortopedi.

Dokter mungkin bakal menyarankan fisioterapi untuk memperbaiki kekuatan dan kelenturan otot, alias mencari tahu apakah ada gangguan muskuloskeletal nan perlu ditangani.

Kesimpulan tentang Kram Betis

Spasme otot betis memang bisa dialami siapa saja, tapi dengan memahami penyebab dan menerapkan langkah pencegahan nan tepat, kita bisa mengurangi kemungkinan terjadinya spasme.

Kuncinya adalah menjaga keseimbangan elektrolit tubuh dengan minum cukup dan makan bergizi, memperhatikan posisi tidur dan postur tubuh, serta berolahraga secara teratur.

Yang paling penting, dengarkan tubuh Anda. Kalau kram terjadi terlalu sering alias disertai indikasi nan mengkhawatirkan, jangan ragu untuk periksa ke dokter.

Penanganan nan tepat bakal membantu Anda terbebas dari gangguan spasme otot betis dan bisa beraktivitas dengan nyaman.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Kram Betis

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik spasme otot betis.

Apa penyebab kram betis?

Spasme otot betis terjadi ketika otot mengalami kontraksi alias mengencang secara tiba-tiba. Penyebab umumnya meliputi aktivitas bentuk berlebihan, dehidrasi, alias cedera otot.

Selain itu, posisi tidur nan salah, kurangnya peregangan, dan kekurangan nutrisi seperti magnesium dan kalsium juga dapat memicu spasme otot betis.

Apa nan kudu dilakukan saat kaki kram?

Saat kaki kram, Anda bisa melakukan beberapa langkah berikut:

  • Regangkan otot: Lakukan peregangan secara perlahan, misalnya dengan meluruskan kaki ke depan sembari duduk.
  • Pijat lembut: Pijat area nan kram untuk membantu mengendurkan otot.
  • Kompres dingin: Gunakan kompres dingin untuk meredakan nyeri dan peradangan.
  • Minum air: Pastikan tubuh terhidrasi dengan minum air putih nan cukup.

Kaki sering kram, indikasi penyakit apa?

Kaki nan sering kram bisa menjadi indikasi dari beberapa kondisi medis, seperti dehidrasi, kekurangan mineral (kalium, kalsium, magnesium), pengaruh samping obat, alias gangguan saraf.

Selain itu, penyakit seperti diabetes, hipotiroid, alias gangguan ginjal juga dapat menyebabkan kram otot.

Kram betis disebabkan oleh kekurangan vitamin apa?

Spasme otot betis bisa terjadi akibat kekurangan vitamin B, terutama vitamin B12. Untuk mencegahnya, konsumsilah makanan kaya vitamin B12 seperti daging, ikan, dan produk susu.

Selain itu, pastikan asupan mineral seperti magnesium dan kalsium juga tercukupi.

Apakah betis sakit bisa menjadi indikasi masam urat?

Ya, nyeri alias pegal di betis bisa menjadi indikasi masam urat, terutama jika disertai rasa sakit nan intens saat disentuh dan berjalan selama beberapa jam hingga hari.

Namun, nyeri betis juga bisa disebabkan oleh spasme otot, cedera, alias radang tendon. Jika indikasi berlanjut, sebaiknya konsultasikan ke master untuk pemeriksaan nan tepat.

Selengkapnya