– Michael Nadeau, seorang pengamat pasar mata uang digital dan pengamat makro terkemuka, mengungkap dua argumen utama kenapa dia belum bisa mengambil posisi bullish terhadap Bitcoin dan pasar secara terbuka secara terbuka.
Pandangannya ini didukung oleh info on-chain, kondisi makroekonomi dan realita penanammodal institusi.

1. Ekonomi Sedang Beralih Arah
Menurut Nadeau, ekonomi saat ini tengah berada dalam fase transisi dari kekuasaan fiskal ke kekuasaan sektor swasta. Artinya, support kebijakan pemerintah lewat stimulus (yang sebelumnya mendorong likuiditas tinggi di pasar aset resiko) sekarang mulai mengendur.
Sementara itu, imbal hasil obligasi 10 tahun mengindikasikan bahwa suku kembang ideal (Fed Funds Rate) semestinya kembali ke kisaran 3 persen, jauh di bawah saat level ini. Ini menandakan bahwa pasar belum sepenuhnya menyeleraskan ekspektasi suku kembang dengan realita.

“Pasar obligasi sudah menunjukkan bahwa ekonomi sedang melambat, dan The Fed kudu merespon. Tapi untuk aset seperti Bitcoin, ini bukan berita bullish dalam jangka pendek,” ungkap Nadeau.
Baca Juga: Sinyal Teknis Makin Bearish, BTC Terancam ke US$ 80.000
2. Siapa Marginal Buyer Saat Ini? Tidak Ada
Dalam perihal ini, Nadeau menegaskan salah satu pertanyaan, ialah jika makro membaik pun, siapa nan bakal jadi pembeli berikutnya?
Ia menyoroti tiga aspek utama:
a) Long-Term Holder (LTH) Telah Take Profit
Grafik kedua nan menyertai kajian ini menunjukkan bahwa pedoman pemegang jangka panjang Bitcoin telah mulai keluar pasar sejak tahun lalu, terutama saat nilai naik dan mereka merealisasikan keuntungan. Biasanya, LTH hanya bakal kembali ketika nilai menyentuh kembali level nan jauh lebih rendah.
b) Aliran Masuk ETF Mulai Mandek
Grafik pertama menunjukkan bahwa ETF spot Bitcoin Amerika mengalami perlambatan drastis dalam inflow selama sebulan terakhir. Bahkan, sekarang mulai terlihat outflows (penarikan dana).
Catatan penting: rata-rata nilai pembelian ETF diperkirakan sektiar US$ 70.000. Jika nilai kembali ke level itu, baru ada kemungkinan arus masuk kembali meningkat.
“ETF flow nan dulunya jadi pendorong utama nilai sekarang justru stagnan. Dan ketika inflow berhenti, dorongan beli dari lembaga ikut hilang,” ujarnya.
c) Saylor (MicroStrategy) Sudah Hampir Maksimal
Perusahaan Strategy, lewat Michael Saylor, telah membeli 476.000 BTC antara Oktober 2023 hingga Juli 2025. Ia membeli apalagi lebih banyak dari jumlah Bitcoin nan ditambang Bitcoin nan ditambah selama periode tersebut.
Namun sejak itu, hanya 12.000 BTC nan ditambahkan. Artinya, pembelian garang dari lembaga besar sekarang melambat drastis.
Two main reasons I struggle to develop a bullish view right now:
1. The economy is in transition (from fiscal dominance to private sector dominance). The 10-year is telling you the Fed Funds rate should be 3%.
2. Even if macro improves, who is the marginal buyer?
– Bitcoin's… pic.twitter.com/HrIpxfCTN1

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
1 bulan yang lalu