Mengapa Altcoins Tetap Tangguh Saat Bitcoin Ambruk?

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

– Ketika Bitcoin (BTC) akhirnya menembus US$ 90.000 untuk pertama kalinya dalam nyaris tujuh bulan, banyak nan mengira pasar mata uang digital bakal kembali memasuki mode kepanikan total. Biasanya, dalam skenario ini, altcoin-lah nan menjadi korban pertama nan rontok, runtuh dan menyusul BTC dengan penurunan nan lebih brutal.

Namun kali ini situasinya berbeda.

Alih-alih roboh, altcoin justru tetap berdiri. Tidak banyak nan jatuh, sebagian apalagi bergerak lebih kuat dari BTC. Menurut salah satu analis mata duit mata uang digital di media sosial X dengan nama samaran ‘Bull Theory’, kejadian ini bukanlah sesuatu nan random. Ada pola jelas nan muncul, dan semuanya menunjukkan satu hal, ialah pasar kemungkinan lebih dekat ke bottom daripada nan disadari banyak orang.

Bagaimana BTC bisa Dump Seperti Ini?

Bull Theory menjelaskan bahwa penurunan BTC nan terjadi bukanlah tindakan jual normal. Polanya menunjukkan penjualan terstruktur dari institusi.

Tanda-tandanya yakni:

  • Arus negatif dari Coinbase, tempat lembaga biasanya keluar-masuk posisi.
  • Candle bearish nan rapi, bukan random seperti penjualan ritel.

Setelah lembaga melepas posisi, layar kedua mulai muncul, ialah panic selling dari trader ritel nan panik lantaran posisi mereka sudah terlalu merah.

Namun, ada salah satu nan unik. Meskipun panic selling memperparah penurunan BTC, altcoin nyaris tidak bergerak.

Menurut Bull Theory, perihal ini tidaklah normal namun justru disitulah pentingnya.

Altcoin Berdiri Karena Sudah Jatuh Duluan

Altcoin tampaknya sudah mencapai fase seller exhaustion jauh sebelum BTC crash. Dengan kata lain, tekanan jual di altcoin sudah lenyap duluan.

Jadi ketika BTC anjlok:

  • Altcoin tidak punya lagi pelaku pasar nan mau menjual.
  • Reaksi altcoin terhadap penurunan BTC menjadi minim.
  • Tidak ada kepanikan lanjutan di luar BTC.

Ini membikin sell-off BTC terlihat terisolasi, sesuatu nan berbeda dari crash besar sebelumnya.

Baca Juga: Inggris Perintahkan Peretas Twitter Kembalikan $5,4 Juta dalam Bitcoin

Dominasi BTC Turun Saat BTC Jatuh

Secara historikal, ketika BTC jatuh maka kekuasaan BTC naik lantaran penanammodal berlari ke BTC untuk mengamankan modal.

Namun sekarang nan terjadi justru sebaliknya:

  • Dominasi BTC berada di bawah 50W EMA.
  • Candle minggu lampau merah.
  • Candle minggu ini lebih merah lagi.

Dalam perihal ini, Bull Theory beranggapan ini merupakan sinyal bahwa kapital tidak lari ke BTC, tidak keluar dari altcoin dan hanya keluar dari BTC itu sendiri.

Fenomena seperti ini sangat jarang, dan nyaris selalu muncul mendekati market bottom.

ETH/BTC Mulai Bangkit Cepat

Dalam banyak siklus kripto, performa ETH/BTC adalah parameter awal kekuatan altcoin. Untuk diketahui, saat ini ETH/BTC memang sempat kehilangan EMA 50W. Namun, ETH dengan sigap mencoba merebutnya kembali. Pemulihan ETH lebih sigap dibanding BTC bulan ini.

Ketika ETH menahan tekanan lebih baik daripada BTC, maka secara historis altcoin biasanya ikut menunjukkan kekuatan.

Menurut Bull Theory, sebagian besar chart ALT/BTC telah kembali ke level sebelum crash 10 Oktober. Bahkan, beberapa sudah lebih tinggi.

Artinya, altcoin dinilai secara performa telah mengalahkan BTC. Tekanan jual BTC tidak menyebar dan pasar altcoin sudah melewati fase kapitulasi.

Dugaan Bottom nan Makin Dekat

Analis tersebut menyimpulkan bahwa kombinasi kondisi nan ada saat ini nyaris selalu datang di akhir sebuah koreksi besar.

Tiga tandanya ialah BTC dumping, kekuasaan Bitcoin jatuh dan pergerakan altcoin terhadap Bitcoin juga naik.

Ketika tiga perihal ini terjadi bersama, sejarah menunjukkan:

– altcoin sudah mencapai dasar.

– tekanan jual tersisa hanya di BTC.

– pasar sedang memasuki fase akhir koreksi, bukan awal.

BTC breaking below $90,000 for the first time in ~7 months should have destroyed altcoins.

But this time, alts are not collapsing with $BTC.

This isn’t random.
There are clear reasons why alts are holding better, and the info supports it.

Let’s break it down. 👇🧵 pic.twitter.com/usNrH1Wk3S

— Bull Theory (@BullTheoryio) November 18, 2025

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya