Mike Mcglone: Performa Emas Bisa Kalahkan Bitcoin Tahun Ini

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

– Bitcoin (BTC) sekarang mengalami penurunan volatilitas paling ekstrem dalam sejarahnya relatif terhadap emas. Hal ini pun memicu kekhawatiran soal potensi jangka menengah aset mata uang digital terbesar tersebut.

Berdasarkan info dari Bloomberg Intelligence, hingga 1 Agustus, volatilitas tahunan Bitcoin dalam periode 260 hari hanya tercatat 2,2 kali lebih tinggi dari emas, level terendah sepanjang pencatatan data. Biasanya, nomor ini berkisar di atas 3 kali, apalagi menyentuh lebih dari 30x pada puncaknya di 2018-2021.

“Bitcoin terbiasa menawarkan volatilitas tinggi dengan imbal hasil setara emas. Pola ini tidak berkelanjutan,” ungkap Mike McGlone, Senior Strategist Bloomberg.

Resiko Lebih Besar, Imbal Lebih Kecil?

McGlone menilai bahwa penyempitan risk premium ini adalah sinyal negatif, terutama lantaran Bitcoin tetap dianggap sebagai aset beresiko (risk on asset), sementara emas tetap menjadi instrumen lindung nilai klasik (safe haven).

Meskipun BTC sempat mencetak rekor baru di atas US$ 123.000 tahun ini, rasio nilai Bitcoin terhadap emas tetap tertahan di bawah resisten utama pada level 9.0, area nan terakhir disentuh pada akhir 2021 dan awal 2025.

“Jika selera resiko pasar melunak di paruh kedua tahun ini, posisi Bitcoin bisa terpukul lebih berat dibanding emas,” ujarnya.

Baca Juga: Dogecoin Kembali Menggila, Apakah Bisa Melonjak Lagi?

Emas Bisa Lanjut Naik?

Sementara itu, Mike McGlone memandang kesempatan besar bagi emas untuk naik lebih tinggi, terutama jika volatilitas pasar ekuitas (S&P 500) nan sekarang tertekan kembali ke rata-ratanya. Dalam skenario itu, emas sebagai aset defensif, bisa terdorong menembus US$ 3.500, apalagi mendekati US$ 4.000, level nan sudah mulai diuji sejak pertengahan tahun.

Jika kondisi pasar datar hingga akhir 2025, dia memproyeksikan bahwa tahun ini bisa dianggap stabil di bawah pemerintahan Trump nan kedua, dengan satu pengecualian, lonjakan nilai emas ke rekor tertinggi.

Momentum Naik Bitcoin Mulai Luntur

Meski Bitcoin tetap mencatatkan keahlian positif tahun ini, tren penurunan volatilitas dan berkurangnya daya tarik spekulatif bisa membuatnya tertahan secara relatif, terutama jika penanammodal mulai kembali ke aset nan lebih konservatif.

McGlone menegaskan bahwa kesenjangan antara resiko dan imbal hasil mulai tidak seimbang.

“Tanpa volatilitas nan kuat, susah bagi Bitcoin untuk mempertahankan keunggulannya atas aset tradisional,” pungkas McGlone.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya