Otot Kedutan: Penyebab Dan Cara Mengobatinya

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Pernahkah Anda merasakan bagian tubuh bergerak sendiri? Kelopak mata nan berkedip sendiri, alias otot di lengan dan paha nan bergetar. Kondisi ini disebut otot kedutan alias otot berkedut.

Dalam bahasa medis otot kedutan dikenal sebagai fasikulasi. Meski biasanya tidak berbahaya, banyak orang bertanya-tanya: apa itu kedutan sebenarnya, dan otot kedutan rawan alias tidak?

Mari kita telaah secara komplit tentang penyebab otot kedutan dan gimana langkah mengatasinya dengan bahasa nan mudah dipahami.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Banner Zaskia mobile

Apa Itu Kedutan?

Kedutan adalah aktivitas otot nan terjadi secara tiba-tiba dan tidak bisa Anda kontrol. Kedutan adalah kondisi otot nan berkedut tanpa disengaja.

Rasanya seperti ada getaran mini alias debaran di bawah kulit. Dalam istilah medis, ini disebut fasikulasi (fasciculation), ialah kontraksi mini nan terjadi pada sekelompok serabut otot nan dikendalikan oleh satu saraf.

Kenapa otot bisa bergerak sendiri? Ini terjadi lantaran ada gangguan pada sinyal listrik nan dikirim oleh saraf ke otot. Bayangkan saraf seperti kabel listrik nan mengirim perintah dari otak ke otot.

Dalam kondisi normal, otak mengirim sinyal melalui saraf untuk menggerakkan otot sesuai kemauan kita.

Tapi ketika ada gangguan—misalnya lantaran stres, capek, alias kekurangan nutrisi—sinyal ini bisa “salah kirim”, sehingga otot berkontraksi tanpa kita perintah. Inilah nan disebut kontraksi otot involunter.

Bagaimana Otot dan Saraf Bekerja?

Untuk memahami penyebab otot kedutan, kita perlu tahu sedikit tentang hubungan otot, saraf, dan sendi. Otot tidak bisa bergerak dengan sendirinya tanpa perintah dari sistem saraf.

Prosesnya dimulai ketika otak mengirimkan sinyal listrik (disebut impuls saraf) melalui sistem saraf perifer—yaitu jaringan saraf nan tersebar di seluruh tubuh.

Impuls saraf ini sampai ke tempat pertemuan antara saraf dan otot, lampau memicu kontraksi otot. Kalau sistemnya bekerja normal, tubuh kita bisa bergerak sesuai kemauan.

Tapi jika ada masalah—misalnya pada elektrolit (magnesium, kalsium, kalium) nan tidak seimbang—maka sistem saraf dan impuls listrik otot bisa terganggu, dan jadilah otot berkedut.

Penyebab Otot Kedutan nan Sering Terjadi

1. Otot Kedutan Karena Stres

Ini adalah penyebab paling umum. Stres dan kekhawatiran membikin tubuh melepaskan hormon adrenalin nan membikin saraf bekerja lebih aktif. Akibatnya, otot jadi lebih mudah berkedut.

Jadi jika Anda sedang tertekan alias cemas, jangan heran jika tiba-tiba kelopak mata alias tangan sering kedutan.

2. Otot Kedutan Karena Kelelahan

Capek setelah olahraga alias aktivitas bentuk berat? Ini bisa jadi penyebabnya.

Otot kedutan lantaran kelelahan terjadi saat kelelahan otot akibat aktivitas bentuk membikin otot mengalami penumpukan masam laktat.

Kondisi ini nan sering disebut overuse injury—cedera lantaran otot terlalu dipaksakan bekerja.

3. Gangguan Elektrolit Tubuh

Otot kedutan tanda kekurangan apa? Jawabannya sering kali adalah kekurangan magnesium, kalsium, alias kalium.

Ketiga mineral ini sangat krusial untuk kerja otot dan saraf. Kalau tubuh kekurangan salah satunya—misalnya lantaran dehidrasi, diare, alias jarang makan makanan bergizi—otot jadi mudah kedutan.

4. Kurang Tidur dan Terlalu Banyak Kafein

Kurang tidur membikin tubuh capek dan sistem saraf jadi lebih sensitif.

Ditambah lagi jika Anda terlalu banyak minum kopi alias minuman berkafein, saraf jadi semakin aktif dan memicu kedutan. Alkohol juga bisa punya pengaruh serupa.

5. Kondisi Medis nan Memicu Kedutan Otot

Meskipun jarang, otot kedutan terus menerus bisa jadi tanda ada masalah kesehatan nan lebih serius. Misalnya gangguan neuromuskular (gangguan pada saraf dan otot) seperti ALS alias distrofi otot.

Ada juga nan disebut Sindrom Fasikulasi Jinak, ialah kondisi otot berkedut terus-menerus tapi tidak berbahaya.

Kalau kedutan disertai dengan kelemahan otot, kesemutan nan tidak hilang-hilang, alias otot nan mengecil, ini bisa jadi otot kedutan tanda saraf bermasalah. Sebaiknya segera periksakan ke dokter.

Di Mana Saja Otot Bisa Kedutan?

Kedutan bisa terjadi di beragam bagian tubuh:

  • Otot kedutan di tangan biasanya lantaran stres, capek, alias kekurangan nutrisi.
  • Otot kedutan di kaki sering terjadi pada otot quadriceps (otot paha depan) dan otot hamstring (otot paha belakang), terutama setelah olahraga berat.
  • Otot kedutan di paha bisa disebabkan lantaran saraf tertekan, kurang minum air, alias otot nan kecapekan.
  • Otot kedutan di lutut alias dengkul kedutan—sebenarnya sendi dengkul sendiri tidak punya otot, tapi otot-otot di sekitarnya seperti quadriceps bisa kedutan dan terasa seperti dari area sendi lutut.

Ada juga nan mengalami badan sering kedutan beranjak pindah. Artinya, kedutan muncul di satu tempat, lampau pindah ke tempat lain.

Ini biasanya lantaran stres nan berkepanjangan alias kekurangan elektrolit di seluruh tubuh.

Perbedaan Otot Kedutan Normal dan Berbahaya

Bagaimana langkah tahu apakah kedutan nan Anda alami normal alias berbahaya? Berikut panduannya:

Otot kedutan normal:

  • Hanya berjalan sejenak (beberapa detik sampai beberapa menit)
  • Tidak disertai rasa sakit nan dahsyat alias kelemahan otot
  • Hilang sendiri setelah Anda rehat alias minum air
  • Tidak menyebar ke bagian tubuh lain alias semakin parah

Tanda otot berkedut rawan alias tidak:

  • Kedutan berjalan terus-menerus selama berhari-hari alias berminggu-minggu
  • Disertai tegang otot alias spasme otot nan menyakitkan
  • Ada nyeri lutut, otot terasa lemah, kesemutan berkepanjangan, alias susah bergerak
  • Terjadi di banyak otot sekaligus dan mengganggu aktivitas sehari-hari

Kalau Anda mengalami tanda-tanda kedua, sebaiknya segera konsultasi ke dokter, khususnya neurolog (dokter ahli saraf).

Cara Mengatasi Otot Kedutan

1. Cukupi Kebutuhan Air dan Nutrisi

Peran hidrasi dan nutrisi pada kegunaan otot sangat penting. nan perlu Anda lakukan:

  • Minum air putih nan cukup setiap hari untuk mencegah dehidrasi
  • Makan makanan nan kaya magnesium (kacang-kacangan, sayuran hijau), kalsium (susu, ikan teri), dan kalium (pisang, ubi)
  • Kurangi minum kopi dan alkohol

2. Kelola Stres dan Istirahat nan Cukup

Kalau kedutan Anda dipicu stres, cobalah teknik relaksasi seperti meditasi, latihan napas dalam-dalam, alias yoga. Tidur nan cukup (7-9 jam per malam) juga sangat membantu mengurangi kedutan.

3. Pijat dan Peregangan

Memijat bagian nan berkedut bisa membantu mengurangi ketegangan otot dan melancarkan peredaran darah. Peregangan ringan juga bagus untuk mengatasi otot nan tegang dan berkedut.

4. Jangan Memaksakan Otot

Kalau berkedut muncul setelah olahraga, berfaedah otot Anda butuh istirahat. Hindari overuse injury dengan memberikan waktu pemulihan nan cukup.

Jangan lupa lakukan pemanasan sebelum dan pendinginan setelah olahraga.

5. Obat Otot Kedutan

Untuk kasus ringan, obat otot kedutan biasanya tidak diperlukan lantaran bakal lenyap sendiri.

Tapi jika master menemukan Anda kekurangan nutrisi tertentu, mungkin bakal diresepkan suplemen magnesium, kalsium, alias vitamin B kompleks.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke master kalau:

  • Kedutan berjalan lebih dari dua minggu
  • Kedutan menyebar ke banyak bagian tubuh
  • Disertai indikasi lain seperti kelemahan otot, kesemutan, alias kesulitan bergerak
  • Kedutan sangat mengganggu aktivitas harian Anda

Dokter mungkin bakal melakukan pemeriksaan menggunakan EMG (Elektromiografi). Ini adalah perangkat tes nan mengukur aktivitas listrik di otot dan saraf.

Dengan EMG, master neurolog bisa mengetahui apakah ada gangguan neuromuskular, masalah pada sistem saraf perifer, alias penyakit otot lainnya.

Kesimpulan tentang Otot Kedutan

Otot berkedut adalah perihal nan wajar dan biasanya tidak berbahaya. Penyebab paling sering adalah stres, kelelahan fisik, dehidrasi, dan kekurangan magnesium alias elektrolit lainnya.

Dengan memahami penyebab otot berkedut dan menerapkan style hidup sehat, sebagian besar kedutan bisa dicegah alias lenyap dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan khusus.

Tapi jika badan sering kedutan beranjak pindah tanpa argumen nan jelas, alias otot berkedut terus menerus dan sangat mengganggu, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter.

Ingat, otot berkedut rawan alias tidak tergantung pada indikasi nan menyertainya—dan hanya master nan bisa memberikan pemeriksaan nan tepat.

Dengan memperhatikan style hidup dan pengaruhnya terhadap otot, menjaga keseimbangan antara aktivitas, asupan nutrisi, dan rehat nan cukup, Anda bisa menjaga kesehatan otot dan sistem saraf tetap prima.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Otot Kedutan

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik otot berkedut.

Apa nan menyebabkan otot berkedut?

Otot berkedut dapat disebabkan oleh beragam faktor, seperti stres, konsumsi kafein berlebihan, kekurangan nutrisi, dehidrasi, kurang tidur, pengaruh samping obat, alias aktivitas bentuk nan intens.

Dalam kasus nan lebih serius, berkedut juga bisa menjadi tanda gangguan saraf alias otot. Penanganannya disesuaikan dengan penyebab nan mendasarinya.

Mengapa otot tangan bisa bergerak sendiri?

Gerakan otot tangan nan tidak terkendali bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti otot berkedut, tremor, sindrom tangan alien, alias dystonia.

Jika kondisi ini sering terjadi alias mengganggu, sebaiknya konsultasikan dengan master untuk mengetahui penyebab pastinya.

Apa penyebab personil tubuh berkedutan?

Kedutan pada personil tubuh sering kali dipicu oleh stres, kecemasan, alias rasa gugup. Saat tubuh mengalami stres, sistem saraf melepaskan neurotransmitter nan dapat memicu otot berkedut.

Selain itu, konsumsi kafein berlebihan juga bisa memengaruhi keseimbangan daya dalam tubuh dan menyebabkan kedutan.

Mengapa otot dada terasa bergerak sendiri?

Gerakan otot dada nan terasa seperti berdebar biasanya bukan kondisi serius. Hal ini bisa disebabkan oleh otot berkedut biasa, nan sering dipicu oleh stres, kecemasan, kelelahan, kurang tidur, alias konsumsi kafein berlebihan.

Jika indikasi ini sering terjadi alias disertai keluhan lain, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Bagaimana otot bisa bergerak?

Otot bergerak ketika otak mengirim sinyal melalui sistem saraf untuk merangsang otot rangka. Setelah menerima impuls, otot bakal berkontraksi dan menarik tendon serta tulang, sehingga tubuh dapat bergerak.

Proses ini merupakan hasil koordinasi antara otak, saraf, dan otot.

Selengkapnya