Pakai High Heels Saat Hamil: Kenapa Berbahaya?

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Banyak ibu mengandung nan bertanya-tanya, “Bolehkah pakai high heels saat hamil?” Memang wajar jika mau tampil elok selama kehamilan. Tapi kenapa malah berbahaya?

Ternyata, pakai high heels saat mengandung rupanya bisa membahayakan kesehatan Anda dan janin.

Yuk, kita telaah lebih lanjut apa saja ancaman high heels untuk ibu mengandung dan gimana langkah mengatasinya.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Banner Zaskia mobile

Kenapa Pakai High Heels Saat Hamil Berbahaya?

1. Perubahan Tubuh dan Pusat Gravitasi Saat Hamil

Saat hamil, tubuh mengalami perubahan besar-besaran. Perut nan membesar membikin pusat keseimbangan tubuh bergeser ke depan.

Bayangkan seperti membawa tas ransel berat di depan perut—pasti lebih susah menjaga keseimbangan, kan? Perubahan ini mempengaruhi postur tubuh ibu mengandung secara keseluruhan.

Belum lagi, tubuh memproduksi hormon relaksin nan membikin persendian menjadi lebih longgar. Hormon relaksin dan dampaknya pada sendi sangat luas—tidak hanya di panggul, tapi juga pergelangan kaki, lutut, dan pinggul.

Kondisi sendi lenggang selama kehamilan ini membikin stabilitas dan keseimbangan ibu mengandung berkurang drastis. Nah, jika ditambah pakai high heels, akibat kehilangan keseimbangan jadi makin tinggi.

2. Risiko Jatuh Ibu Hamil nan Mengkhawatirkan

Ini pengaruh memakai high heels saat mengandung nan paling serius. Biomekanik saat menggunakan high heels mengubah langkah melangkah normal lantaran hanya sebagian mini telapak kaki nan menyentuh tanah.

Posisi kaki ibu mengandung saat memakai high heels menjadi sangat tidak stabil. Kombinasi antara:

  • Perut nan membesar
  • Sendi nan longgar
  • Sepatu kewenangan tinggi nan tidak stabil

Membuat akibat jatuh ibu mengandung meningkat drastis. Jatuh saat mengandung bisa berakibat fatal, baik untuk ibu maupun janin. Cedera nan terjadi bisa menimbulkan komplikasi serius pada kehamilan.

3. Nyeri Punggung dan Panggul Makin Parah

Kebanyakan ibu mengandung memang sudah mengalami nyeri punggung bawah pada kehamilan alias nan sering disebut low back pain.

Ini normal lantaran perut nan membesar membikin tulang belakang (lumbar) kudu bekerja lebih keras. Tapi jika ditambah pakai high heels saat hamil, tekanan pada tumit dan punggung jadi berlipat ganda.

High heels memaksa tubuh condong ke depan dengan posisi nan tidak alami. Akibatnya, tulang belakang dan otot punggung kudu bekerja ekstra keras untuk menjaga keseimbangan tubuh.

Hasilnya? Nyeri punggung dan panggul nan lebih parah, terutama di trimester ketiga. Bahkan bisa muncul nyeri lutut lantaran tekanan nan tidak merata pada persendian.

4. Pembengkakan Kaki (Edema) dan Nyeri Kaki Saat Hamil Bertambah

Pembengkakan kaki (edema) adalah keluhan umum ibu hamil. Pakai high heels saat mengandung justru memperburuk edema kaki karena:

  • Aliran darah ke kaki terhambat
  • Posisi kaki nan tidak natural menekan pembuluh darah
  • Berat badan tidak tersebar merata di telapak kaki

Hasilnya, kaki makin bengkak, pegal, dan nyeri kaki saat mengandung bertambah parah. Bahkan bisa menyebabkan kesemutan alias nyeri nan menjalar dari punggung hingga kaki akibat tertekannya saraf sciatic dari rahim nan membesar.

Penyebab nyeri kaki saat mengandung memang beragam, tapi high heels pasti memperburuk kondisinya dan merusak kesehatan kaki ibu hamil.

5. Dampak High Heels untuk Janin

Meskipun high heels tidak langsung berakibat pada janin, tapi akibat high heels untuk janin bisa terjadi secara tidak langsung.

Kondisi ibu nan tidak nyaman, stres lantaran nyeri, alias akibat jatuh bisa mempengaruhi kesehatan janin. Ini salah satu akibat high heels untuk kehamilan nan perlu dipertimbangkan serius.

Perubahan Risiko High Heels Saat Hamil di Setiap Trimester

Trimester Pertama

Di trimester pertama, meski perubahan bentuk belum terlalu terlihat, hormon relaksin sudah mulai aktif. Sebaiknya mulai kurangi penggunaan high heels dari fase ini.

Trimester Kedua

Memasuki trimester kedua, pusat gravitasi sudah bergeser cukup signifikan. Stabilitas dan keseimbangan ibu mengandung semakin menurun seiring pembesaran perut.

Trimester Ketiga

Di trimester ketiga, master kandungan dan fisioterapis sangat menyarankan untuk menghindari high heels sepenuhnya. Ini fase paling berisiko lantaran keseimbangan tubuh sangat terganggu dan akibat jatuh mencapai puncaknya.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Pilihlah sepatu nan kondusif untuk ibu hamil. Solusi terbaik adalah mengganti high heels dengan dasar kaki terbaik untuk ibu hamil:

1. Sepatu datar (flat shoes) adalah rekomendasi dasar kaki untuk ibu mengandung dari podiatrist. Pilih yang:

  • Punya alas lembek di sol
  • Ada lengkungan untuk menopang telapak kaki
  • Bahan nan elastis tapi tetap kuat
  • Ada tali alias pengencang nan bisa disesuaikan (karena kaki bisa bengkak)

2. Wedges rendah bisa jadi pengganti jika tetap mau sedikit tinggi. Tapi pilih yang:

  • Tingginya maksimal 3 cm
  • Alasnya lebar dan stabil
  • Tidak licin

3. Platform dengan dasar lebar juga bisa dipertimbangkan untuk lama singkat.

4. Kitten heels dengan tinggi maksimal 2-3 cm bisa dipilih untuk aktivitas tertentu, dengan catatan mempunyai dasar lebar.

5. Sepatu olahraga juga sangat direkomendasikan lantaran dirancang untuk kenyamanan dan support kaki nan optimal.

Tips Memakai Sepatu untuk Ibu Hamil

Berikut tips memakai sepatu untuk ibu mengandung nan perlu diperhatikan:

  1. Belanja sepatu sore hari – Kaki biasanya lebih bengkak di sore hari, jadi ukurannya lebih akurat
  2. Pilih ukuran sedikit lebih besar – Kaki bisa membengkak seiring kehamilan berlanjut
  3. Pastikan ada support lengkung kaki – Ini krusial untuk mencegah nyeri dan menjaga kesehatan kaki ibu hamil
  4. Pilih nan anti-selip – Untuk mencegah terpeleset dan menjaga keseimbangan tubuh

Cara Mengurangi Nyeri Kaki Saat Hamil

Kalau kaki sudah terlanjur sakit alias bengkak, coba langkah mengurangi nyeri kaki saat mengandung berikut ini:

  • Angkat kaki saat duduk alias berebahan dengan meletakkan bantal di bawah kaki
  • Lakukan peregangan ringan pada kaki dan betis setiap hari
  • Pijat lembut untuk melancarkan peredaran darah
  • Kompres dingin jika kaki bengkak alias nyeri
  • Minum air nan cukup untuk mengurangi penumpukan cairan di kaki
  • Hindari berdiri terlalu lama dan rehat secara teratur

Kapan Harus ke Dokter Kandungan?

Segera konsultasi ke master kandungan alias fisioterapis jika mengalami:

  • Nyeri kaki nan sangat parah
  • Pembengkakan mendadak nan tidak biasa
  • Kaki terasa panas alias kemerahan
  • Nyeri nan tidak lenyap meski sudah istirahat

Gejala ini bisa menandakan masalah serius nan perlu penanganan medis segera.

Kesimpulan tentang High Heels Saat Hamil

Meski high heels saat mengandung membikin penampilan terlihat lebih menarik, keselamatan Anda dan bayi jauh lebih penting.

Risiko jatuh, nyeri punggung nan parah, kaki bengkak, dan beragam masalah lainnya jauh lebih merugikan dibanding faedah estetikanya.

Kehamilan hanya berjalan 9 bulan. Masa ini adalah waktu untuk lebih memperhatikan kesehatan dan keselamatan.

Dengan memilih sepatu nan tepat dan nyaman, Anda tetap bisa tampil elok sekaligus menjaga kesehatan optimal untuk Anda dan si kecil.

Ingat, ibu nan sehat dan nyaman bakal membawa kebahagiaan untuk bayi nan dikandungnya. Jadi, simpan dulu high heels favorit Anda dan pilih sepatu nan lebih ramah untuk kehamilan.

Setelah melahirkan nanti, Anda bisa pakai high heels lagi dengan lebih aman!

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar High Heels Saat Hamil

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik high heels saat hamil.

Apakah ibu mengandung boleh pakai high heels?

Sebaiknya hindari high heels selama kehamilan, terutama di trimester kedua dan ketiga. Jika terpaksa untuk aktivitas khusus, pilih kitten heels dengan tinggi maksimal 2-3 cm dan gunakan hanya untuk lama singkat. Prioritaskan keselamatan Anda dan janin.

Apa ancaman paling serius dari pakai high heels saat hamil?

Bahaya paling serius adalah akibat jatuh nan meningkat drastis. Kombinasi perut nan membesar, sendi nan lenggang akibat hormon relaksin, dan high heels nan tidak stabil membikin ibu mengandung sangat rentan jatuh. Jatuh bisa menyebabkan cedera serius pada ibu dan janin.

Sepatu apa nan paling kondusif untuk ibu hamil?

Sepatu datar (flat shoes) dengan sol lembek dan support lengkung kaki adalah pilihan terbaik. Pastikan sepatu mempunyai dasar anti-selip, bahan elastis namun suportif, dan bisa disesuaikan ukurannya lantaran kaki bisa bengkak. Sepatu olahraga juga sangat direkomendasikan.

Bagaimana langkah mengatasi kaki bengkak dan nyeri akibat salah pakai sepatu?

Cara mengatasinya adalah:

  • Angkat kaki saat duduk alias berbaring
  • Lakukan peregangan ringan pada kaki dan betis secara rutin
  • Pijat lembut untuk melancarkan sirkulasi darah
  • Kompres dingin pada area nan bengkak
  • Minum air nan cukup

Jika nyeri sangat parah alias bengkak mendadak, segera konsultasi ke dokter.

Selengkapnya