– Pasar mata uang digital mengalami tekanan signifikan hari ini setelah aset utama seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH) dan XRP melemah secara bersamaan. Bitcoin turun ke kisaran US$ 85.700, mencatat penurunan lebih dari 3 persen, sementara Ethereum jatuh ke bawah US$ 3.000 dan XRP merosot ke sekitar US$ 1,89. Pelemahan ini menyeret total kapitalisasi pasar mata uang digital ke level nan lebih rendah.
Tekanan jual terjadi nyaris di seluruh aset berkapitalisasi besar. Data dari CoinGecko menunjukkan Ethereum terkoreksi nyaris 5 persen dalam 24 jam terakhir, dengan XRP dan BNB mengalami penurunan serupa. Penurunan serentak ini memicu pengaruh berantai di pasar derivatif, di mana posisi leverage mulai runtuh dengan sigap seiring nilai nan terus melemah.

Lonjakan aktivitas nan bertepatan dengan agenda jatuh tempo opsi memperburuk kondisi. Banyak trader terpaksa menutup posisi, memicu gelombang likuidasi paksa. Data menunjukkan lebih dari US$ 600 juta posisi mata uang digital terlikuidasi dalam 24 jam terakhir, dengan posisi long menyumbang lebih dari US$ 514 juta dari total kerugian tersebut.
Di kembali gejolak tersebut, ketidakpastian makroekonomi kembali menjadi aspek utama. Pasar tengah bersiap menghadapi potensi kenaikan suku kembang oleh Bank of Japan (BoJ) nan diperkirakan bakal diumumkan dalam waktu dekat. Meski belum ada keputusan resmi, spekulasi saja sudah cukup menekan aset beresiko, termasuk kripto.
Baca Juga: Bear Market Tak Terjadi dalam Sekejap, Berikut Struktur Lengkapnya
Sejumlah analis menyoroti bahwa pola ini bukan perihal baru. Laporan dari Milk Road mencatat bahwa tiga kenaikan suku kembang BoJ sebelumnya selalu diiringi penurunan tajam nilai Bitcoin. Dalam beberapa kasus, BTC apalagi terkoreksi lebih dari 30 persen. Meski sejarah tidak selalu berulang secara persis, pola tersebut membikin pelaku pasar sangat sensitif terhadap sinyal perubahan kebijakan moneter Jepang.
Analis mata uang digital Lark Davis juga mencatat bahwa penurunan kali ini tidak hanya terjadi di kripto. Pasar saham global, termasuk Nasdaq dan saham berkapitalisasi kecil, bergerak turun bersamaan. Korelasi ini menunjukkan terjadinya risk-off trade nan terkoordinasi, di mana penanammodal mengurangi eksposur sebelum keputusan krusial BoJ diumumkan.
Meski demikian, tidak semua pelaku pasar bersikap defensif. Perusahaan Strategy nan dipimpin Michael Saylor justru kembali menambah kepemilikan Bitcoin di tengah meningkatnya ketidakpastian makro, menunjukkan kepercayaan jangka panjang nan tetap kuat dari sebagian lembaga besar.
Beberapa analis menilai bahwa akibat keputusan BoJ kali ini mungkin tidak sedramatis sebelumnya. Berbeda dengan kenaikan suku kembang terdahulu nan condong mengejutkan pasar, langkah BoJ kali ini sudah lebih banyak diantisipasi. Namun, resiko tetap ada jika bank sentral Jepang mengambil kebijakan nan lebih garang dari perkiraan alias memberi sinyal percepatan pengetatan pada 2026.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
2 minggu yang lalu