Penyebab Bentuk Kaki X Pada Anak: Panduan Untuk Orang Tua

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Melihat corak kaki X pada anak memang bisa bikin khawatir. Tapi tenang dulu, tidak semua corak kaki X itu berbahaya.

Artikel ini bakal membantu Anda memahami apa itu corak kaki X, apa penyebabnya, dan kapan Anda perlu waspada.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Banner Zaskia mobile

Apa Itu Bentuk Kaki X?

Bentuk kaki X alias dalam istilah medis disebut genu valgum adalah kondisi di mana kedua dengkul anak berjumpa alias apalagi saling menyentuh saat dia berdiri tegak, tapi kedua pergelangan kakinya tetap terpisah jauh.

Kalau dilihat dari depan, posisi kakinya membentuk huruf “X”.

Kaki corak X merupakan kelainan pada tulang nan disebabkan oleh perubahan arah sumbu kaki di area lutut.

Yang perlu dipahami, kondisi kaki letter X ini tidak selalu berfaedah ada masalah kesehatan serius. Pada usia tertentu, ini justru bagian normal dari perkembangan corak kaki anak.

Bagaimana Kaki Anak Seharusnya Berkembang?

Pertumbuhan tulang pada anak itu seperti perjalanan nan melewati beberapa tahap.

Tulang paha dan tulang kering mereka tetap terus tumbuh dan berubah corak seiring bertambahnya usia. Begini tahapannya:

Usia 0-2 tahun

Bayi baru lahir biasanya punya kaki berbentuk O (melengkung keluar). Ini normal lantaran posisi mereka saat di dalam kandungan.

Usia 2-6 tahun

Saat anak mulai melangkah dan aktif bergerak, corak kakinya berubah. Fase tumbuh kembang balita ini membikin kaki mereka tampak berbentuk X.

Ini terjadi lantaran Tulang Femur (tulang paha) dan Tulang Tibia (tulang kering) sedang tumbuh dan berputar, sehingga dengkul jadi lebih dekat satu sama lain.

Proses pertumbuhan tulang ini sangat bergerak pada masa kanak-kanak.

Usia 7-8 tahun

Di usia ini, corak kaki normal mulai terbentuk sempurna. Sumbu kaki menjadi lurus dan sejajar seperti orang dewasa.

Jadi, jika anak Anda berumur 3-5 tahun dan kakinya berbentuk X, kemungkinan besar itu normal

Tulang mereka sedang dalam proses penyesuaian dengan gravitasi dan berat badan saat belajar melangkah dan berlari.

Kapan Bentuk Kaki X Dianggap Normal, Kapan Tidak?

Ini pertanyaan penting: corak kaki X pada anak apakah normal? Jawabannya tergantung beberapa hal. Perbedaan kaki X normal dan patologis:

Kaki X Normal (Fisiologis)

  • Muncul pada anak usia 2-6 tahun
  • Kelengkungannya tidak terlalu parah
  • Anak tidak mengeluh nyeri lutut
  • Anak bisa bermain, berlari, dan beraktivitas normal
  • Biasanya terjadi pada kedua kaki secara simetris
  • Akan membaik sendiri seiring waktu

Kaki X Tidak Normal (Patologis)

  • Muncul pada anak di bawah 2 tahun alias tetap ada setelah usia 8 tahun
  • Kelengkungannya sangat parah (jarak pergelangan kaki sangat lebar)
  • Hanya terjadi pada satu kaki saja
  • Anak sering mengeluh sakit di lutut
  • Anak kesulitan melangkah alias sering jatuh
  • Tinggi badan anak jauh lebih pendek dari kawan seusianya

Kelainan corak kaki (lower limb deformity) nan patologis memerlukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut dari dokter.

Apa Penyebab Kaki X pada Anak?

Kenapa kaki anak berbentuk X? Ada beberapa kemungkinan penyebabnya.

1. Proses Pertumbuhan nan Normal

Kaki x pada anak usia balita, terutama usia 2-6 tahun, biasanya hanya bagian dari pertumbuhan alami.

Gangguan sumbu tungkai sementara ini bakal lenyap dengan sendirinya saat anak makin besar. Ini bukan penyakit, tapi tahap normal perkembangan.

2. Kekurangan Vitamin D dan Kalsium

Ini salah satu penyebab kaki X nan paling serius. Kaki X pada anak lantaran kekurangan vitamin, khususnya vitamin D dan kalsium, bisa menyebabkan masalah pada tulang.

Kenapa vitamin D dan kalsium penting?

Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dari makanan. Kalsium adalah bahan utama pembentuk tulang nan kuat.

Kalau vitamin D kurang, meskipun anak makan cukup kalsium, tubuhnya tetap tidak bisa menyerap kalsium dengan baik.

Kalau kekurangan vitamin D sangat parah, anak bisa terkena rakitis. Ini kondisi di mana tulang jadi lunak dan mudah bengkok.

Tulang nan lunak tidak kuat menahan berat badan, sehingga corak tulang kaki jadi berubah, bisa jadi kaki O dan X.

Hubungan kaki X dengan dengkul sangat erat dalam kasus ini. Sendi Lutut adalah bagian nan menanggung beban terberat dari tubuh, jadi jika tulangnya lunak, area dengkul ini nan paling sigap bengkok.

Masalah pada sendi dengkul ini bisa berakibat jangka panjang pada keahlian anak bergerak.

Peran nutrisi dalam pertumbuhan tulang memang sangat penting. Anak perlu:

  • Cukup vitamin D (dari sinar mentari pagi dan makanan)
  • Cukup kalsium (dari susu, keju, ikan, sayuran hijau)

3. Berat Badan Berlebih (Obesitas)

Obesitas pada anak juga bisa jadi aspek penyebab kaki X pada anak. Anak nan terlalu gendut memberikan beban ekstra pada dengkul mereka nan tetap dalam masa pertumbuhan.

Bayangkan dengkul sebagai tiang nan menopang bangunan. Kalau bebannya terlalu berat, tiang itu bisa bengkok.

Dampak biomekanik pada sendi dengkul akibat berat badan berlebih ini bisa membikin contoh kaki X makin parah alias apalagi memicu kelengkungan nan tadinya tidak ada.

Tekanan terus-menerus ini tidak hanya memengaruhi corak tulang, tapi juga bisa merusak alas sendi (kartilago) di lutut.

4. Faktor Keturunan

Beberapa kasus penyebab kaki X pada anak memang bawaan keluarga.

Kalau orangtua alias kerabat kandung punya riwayat kelainan kaki anak nan serupa, kemungkinan anak juga mengalaminya lebih besar.

Ada juga kelainan bawaan lahir nan memengaruhi struktur tulang sejak bayi dilahirkan.

5. Cedera alias Infeksi

Cedera serius pada kaki, terutama patah tulang di area dekat lutut, bisa mengganggu pertumbuhan tulang. Setiap tulang panjang punya lempeng pertumbuhan di ujungnya.

Kalau lempeng ini rusak lantaran cedera alias jangkitan tulang, pertumbuhan bisa jadi tidak seimbang, mengakibatkan gangguan postur tubuh termasuk corak kaki X.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Meskipun banyak kasus normal, Anda perlu tahu kapan kaki x pada anak perlu diperiksa dokter.

Deteksi awal kelainan ortopedi anak sangat krusial untuk mencegah masalah jangka panjang.

Segera konsultasi ke Dokter Spesialis Ortopedi Anak kalau:

  • Anak di bawah 2 tahun sudah punya kaki berbentuk X
  • Anak sudah lewat 8 tahun tapi kaki X-nya belum membaik
  • Kelengkungan kakinya sangat parah
  • Hanya satu kaki nan berbentuk X (tidak simetris)
  • Anak sering mengeluh nyeri lutut
  • Anak kesulitan melangkah alias sering jatuh
  • Tinggi badan anak sangat pendek dibanding kawan seusianya
  • Ada tanda-tanda gangguan pada tulang alias sendi lainnya

Cara mengetahui kaki X pada anak rawan adalah dengan pemeriksaan dokter. Dokter akan:

  • Memeriksa langkah anak berjalan
  • Mengukur jarak antara kedua pergelangan kaki saat dengkul dirapatkan
  • Mungkin minta foto rontgen untuk memandang kondisi tulang dan mengukur perspektif sumbu kaki
  • Memeriksa kesehatan tulang dan sendi anak secara menyeluruh

Bagaimana Cara Mengatasi Kaki X?

Pertanyaan nan paling sering ditanyakan: kaki X pada anak bisa sembuh alias tidak? Jawabannya tergantung penyebabnya.

Kalau penyebabnya pertumbuhan normal (fisiologis), jawabannya: ya, bakal sembuh sendiri tanpa perlu diapa-apakan. Anda hanya perlu sabar menunggu sembari memastikan anak tumbuh sehat.

Kalau ada penyebab lain nan mendasari, langkah mengatasi kaki X adalah dengan mengatasi penyebab tersebut:

1. Perbaiki Asupan Nutrisi

Kalau penyebabnya kekurangan vitamin D dan kalsium, langkah utamanya adalah memperbaiki asupan nutrisi.

Dokter mungkin bakal meresepkan suplemen vitamin D dan kalsium sesuai rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan pedoman dari WHO (World Health Organization) untuk kesehatan anak.

Selain itu, pastikan anak:

  • Mendapat sinar mentari pagi (sekitar 10-15 menit) secara rutin
  • Makan makanan kaya kalsium: susu, keju, yogurt, ikan, tahu, tempe, sayuran hijau
  • Mendapat vitamin D dari makanan: ikan, telur, susu nan sudah diperkaya vitamin D

2. Turunkan Berat Badan

Kalau anak kelebihan berat badan, program penurunan berat badan nan sehat bisa membantu.

Dengan berat badan nan ideal, beban pada dengkul berkurang, dan tulang punya kesempatan untuk tumbuh lebih baik.

Program ini kudu dilakukan dengan aman:

  • Jangan diet ketat pada anak
  • Perbanyak aktivitas bentuk nan menyenangkan
  • Atur pola makan seimbang
  • Konsultasi dengan master alias mahir gizi anak

3. Terapi Fisik

Terapi kaki X bisa berupa latihan bentuk unik untuk memperkuat otot-otot di sekitar pinggul, paha, dan betis.

Otot nan kuat bakal membantu menopang sendi dengkul dengan lebih baik dan memperbaiki postur tubuh. Fisioterapis bakal mengajarkan latihan nan tepat dan kondusif untuk usia anak.

4. Alat Bantu

Dalam beberapa kasus, master mungkin menyarankan sepatu unik alias penyangga kaki (brace) untuk membantu mengoreksi posisi kaki secara bertahap.

Alat bantu ortopedi anak ini dirancang unik untuk mendukung pertumbuhan tulang nan lebih baik. Tapi ini tidak selalu diperlukan.

5. Operasi

Ini pilihan terakhir dan hanya untuk kasus nan sangat berat nan tidak membaik dengan langkah lain.

Operasi biasanya dilakukan untuk mengoreksi tulang alias mengatur lempeng pertumbuhan agar tulang tumbuh lebih lurus.

Catatan Penting: Cara meluruskan kaki X dengan sigap bukanlah tujuan nan realistis alias aman. Tulang anak butuh waktu untuk tumbuh dan memperbaiki diri.

Proses perbaikan kudu alami dan mengikuti kecepatan pertumbuhan anak, bukan dipaksakan demi penampilan saja.

Kesimpulan tentang Bentuk Kaki X pada Anak

Memahami tentang corak kaki X bakal membantu Anda lebih tenang dan tahu kapan kudu bertindak. nan perlu diingat:

  1. Kaki X dan O pada anak usia 2-6 tahun biasanya normal dan bakal membaik sendiri
  2. Pastikan anak mendapat nutrisi nan cukup, terutama vitamin D dan kalsium
  3. Jaga berat badan anak tetap ideal
  4. Dorong anak untuk aktif bergerak dan berolahraga
  5. Waspadai tanda-tanda nan tidak normal
  6. Jangan ragu konsultasi ke Dokter Spesialis Ortopedi Anak jika ada nan mengkhawatirkan

Dengan pemahaman nan tepat dan perhatian nan baik terhadap kesehatan tulang dan sendi anak, kelainan kaki anak seperti kaki X dapat dikelola dengan baik.

Ingat, setiap anak tumbuh dengan kecepatannya sendiri, dan kesabaran Anda sebagai orangtua sangat krusial dalam proses ini.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Bentuk Kaki X pada Anak

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik corak kaki X pada anak.

Apakah corak kaki X pada anak bisa sembuh sendiri?

Ya, bisa. Jika corak kaki X muncul pada anak usia 2-6 tahun dan tidak ada keluhan lain seperti nyeri alias kesulitan berjalan, kondisi ini biasanya bakal membaik dengan sendirinya saat anak mencapai usia 7-8 tahun.

Hal ini adalah bagian normal dari pertumbuhan tulang anak. Namun, jika disebabkan oleh kondisi medis seperti kekurangan vitamin D alias obesitas, maka penyebab tersebut perlu diatasi terlebih dahulu.

Apa penyebab utama kaki X pada anak?

Penyebab utama kaki X pada anak bervariasi. nan paling umum adalah proses pertumbuhan normal pada usia 2-6 tahun. Penyebab lain nan perlu diwaspadai termasuk:

  • Kekurangan vitamin D dan kalsium nan menyebabkan rakhitis
  • Obesitas alias berat badan berlebih nan memberi tekanan pada lutut
  • Faktor keturunan
  • Cedera alias jangkitan pada tulang nan melibatkan lempeng pertumbuhan

Kapan kudu membawa anak ke master untuk kaki X?

Anda perlu segera konsultasi ke Dokter Spesialis Ortopedi Anak jika:

  • Anak di bawah 2 tahun alias di atas 8 tahun tetap mempunyai kaki X
  • Kelengkungan sangat parah
  • Bentuk X hanya terjadi pada satu kaki saja
  • Anak mengeluh nyeri dengkul alias kesulitan berjalan
  • Tinggi badan anak jauh lebih pendek dari kawan seusianya
  • Ada tanda-tanda gangguan tulang dan sendi lainnya.

Bagaimana langkah mencegah kaki X pada anak?

Pencegahan terbaik adalah memastikan anak mendapat nutrisi nan cukup, terutama vitamin D dan kalsium.

Berikan anak paparan sinar mentari pagi secara rutin (10-15 menit), makanan bergizi seperti susu, keju, ikan, sayuran hijau, dan telur.

Jaga berat badan anak tetap ideal dengan pola makan seimbang dan aktivitas bentuk nan cukup.

Hindari obesitas pada anak lantaran berat badan berlebih dapat memperparah kelengkungan kaki.

Selengkapnya