Penyebab Betis Sakit Dan Cara Mengatasinya

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Rasa nyeri, pegal, alias kaku di betis memang sangat tidak nyaman. Banyak orang bertanya-tanya, “Apa penyebab betis sakit?”, “Betis sakit kenapa?”, alias “Kenapa betis sering pegal?”.

Artikel ini bakal menjelaskan beragam penyebab betis sakit dan langkah mengatasinya.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Banner Zaskia mobile

Mengenal Otot Betis Anda

Sebelum membahas apa penyebab betis sakit, mari kita kenali dulu bagian tubuh ini.

Anatomi otot betis Anda terdiri dari dua otot besar: otot gastrocnemius (otot nan menonjol di belakang betis) dan otot soleus (otot nan ada di bagian dalam).

Kedua otot ini bekerja sama saat Anda berjalan, berlari, melompat, alias naik tangga.

Selain otot, betis kaki juga mempunyai pembuluh darah vena tungkai nan penting. Peredaran darah di kaki sangat berkedudukan dalam kesehatan betis Anda.

Pembuluh darah vena bekerja membawa darah kembali ke jantung, sementara pembuluh arteri membawa darah nan kaya oksigen ke otot-otot betis.

Jika sirkulasi darah kaki ini terganggu alias aliran darah tidak lancar, betis bisa terasa pegal alias nyeri.

Tendon Achilles nan menghubungkan otot betis dengan tumit juga merupakan bagian krusial nan perlu dijaga kesehatannya.

Penyebab Betis Sakit nan Paling Umum

1. Terlalu Banyak Aktivitas Fisik

Penyebab betis pegal nan paling sering adalah aktivitas bentuk berlebihan. Ini biasa terjadi pada orang yang:

  • Baru mulai berolahraga alias tiba-tiba melakukan olahraga intens
  • Berlari alias melangkah jauh tanpa pemanasan nan cukup
  • Melakukan olahraga nan menggunakan betis secara berlebihan

Ketika otot betis bekerja terlalu keras tanpa rehat nan cukup, bisa terjadi overuse injury (cedera lantaran penggunaan berlebihan).

Otot gastrocnemius dan otot soleus bisa mengalami cedera otot tungkai bawah, kelelahan otot, alias apalagi robekan.

  • Penyebab betis sakit pada orang nan sering olahraga biasanya lantaran peningkatan intensitas latihan nan terlalu cepat. Kondisi shin splints juga sering terjadi pada pelari, menyebabkan nyeri di sepanjang tulang kering nan menjalar ke betis.
  • Kenapa betis sakit saat ditekan? Ini biasanya menandakan ada peradangan otot alias kelelahan otot setelah aktivitas fisik. Betis sakit saat naik turun tangga juga sangat umum lantaran otot betis kudu bekerja ekstra keras melawan gravitasi dan menopang berat badan Anda.
  • Penyebab betis sakit saat berjalan bisa lantaran cedera otot nan belum pulih alias teknik melangkah nan salah, apalagi jika Anda melangkah jauh dengan sepatu tidak ergonomis.

2. Gangguan Peredaran Darah

Masalah pada pembuluh darah penyebab betis sakit juga perlu diwaspadai. Beberapa kondisi nan serius:

  • Varises Kaki: Pembuluh darah vena nan membesar dan bengkak. Darah nan menggenang membikin betis kaki pegal, terasa berat, dan nyeri. Ini salah satu kondisi pembuluh darah seperti varises nan sering menyebabkan betis terasa pegal indikasi apa nan beragam.
  • Deep Vein Thrombosis (DVT): Ini kondisi darurat medis di mana ada gumpalan darah di pembuluh darah dalam. Penyebab betis sakit tiba-tiba dengan indikasi bengkak pada satu kaki, kemerahan, dan terasa panas bisa jadi tanda Deep Vein Thrombosis. Jika mengalami indikasi ini, segera ke dokter!
  • Sindrom Kompartemen: Peningkatan tekanan di dalam ruang otot nan menghalang aliran darah. Betis sakit dan kaku penyebabnya apa dalam kasus ini biasanya nyeri nan semakin memburuk dan tidak membaik dengan istirahat.

3. Masalah Saraf

Gangguan saraf di tungkai bisa menyebabkan betis terasa sakit dengan sensasi nan berbeda, seperti:

  • Kesemutan alias meninggal rasa
  • Rasa terbakar
  • Kelemahan otot
  • Nyeri tungkai bawah nan menjalar

Penderita glukosuria perlu lebih waspada lantaran akibat penyakit metabolik tinggi.

Gula darah nan tidak terkontrol bisa merusak saraf dan menyebabkan betis sering sakit alias pegal.

4. Kebiasaan Sehari-hari nan Salah

Kebiasaan postur alias aktivitas bentuk nan tidak tepat juga menjadi penyebab betis pegal:

  • Duduk Terlalu Lama: Penyebab betis sakit setelah duduk lama adalah lantaran aliran darah tidak lancar. Apalagi jika kaki Anda dalam posisi menggantung alias terlipat, darah susah mengalir dengan baik.
  • Berdiri Lama: Sebaliknya, berdiri lama juga membikin tegang otot betis lantaran kudu bekerja tanpa henti untuk menjaga keseimbangan tubuh.
  • Posisi Tidur nan Salah: Penyebab betis sakit saat bangun tidur seringkali lantaran posisi tidur nan membikin otot tegang terlalu lama, dehidrasi, alias kram otot saat tidur.
  • Sepatu nan Tidak Tepat: Memakai sepatu tidak ergonomis alias tidak mendukung kaki dengan baik bisa mengubah langkah Anda melangkah dan memberikan tekanan berlebih pada kentol kaki alias otot betis.

5. Kondisi Kesehatan Tertentu

Beberapa masalah kesehatan juga bisa menjadi penyebab betis sakit:

  • Kekurangan mineral: Kurang kalium, kalsium, alias magnesium bisa menyebabkan kram betis, terutama malam hari. Ini sering menjadi penyebab betis sakit seperti keram nan terjadi tiba-tiba.
  • Diabetes: Gula hipertensi bisa merusak saraf dan pembuluh darah
  • Gangguan tiroid: Bisa mempengaruhi kegunaan otot
  • Efek samping obat: Beberapa obat seperti statin alias obat diuretik bisa menyebabkan nyeri betis

Cara Membedakan Jenis Nyeri Betis

Memahami karakter nyeri bisa membantu Anda mengenali penyebabnya:

  • Sakit betis sebelah kiri alias betis sakit sebelah kanan penyebabnya: Nyeri di satu betis saja (nyeri betis kanan alias kiri) biasanya lantaran cedera, masalah saraf, alias gangguan pembuluh darah di satu sisi. Betis sakit sebelah kiri penyebabnya bisa berbeda dengan nan kanan.
  • Nyeri di kedua betis: Lebih sering disebabkan masalah umum seperti kelelahan otot alias masalah kesehatan menyeluruh
  • Nyeri tumpul dan menetap: Biasanya lantaran kelelahan alias otot tegang
  • Kram mendadak: Sering lantaran dehidrasi, kurang mineral, alias aktivitas bentuk berlebihan
  • Kenapa betis terasa pegal alias sakit saat ditekan: Bisa menandakan ada peradangan, trigger point (titik nyeri), alias cedera
  • Penyebab betis tegang dan nyeri: Sering disertai kekakuan dan keterbatasan gerak

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun kebanyakan kasus kaki betis sakit bisa diatasi sendiri di rumah, Anda kudu segera ke master jika mengalami:

  • Nyeri betis nan sangat dahsyat dan tiba-tiba
  • Betis bengkak hanya pada satu kaki
  • Kulit betis berubah warna (merah, biru, alias pucat)
  • Ada demam
  • Sakit betis tak kunjung sembuh meskipun sudah rehat beberapa minggu
  • Nyeri betis disertai sesak napas alias nyeri dada

Gejala-gejala ini bisa menandakan kondisi serius nan memerlukan penanganan medis segera.

Cara Mengatasi Betis Sakit di Rumah

1. Istirahatkan Betis Anda

Hentikan dulu aktivitas nan membikin betis sakit. Beri waktu otot untuk pulih dan mengurangi peradangan otot.

2. Kompres Dingin alias Hangat

  • Kompres dingin: Gunakan dalam 2-3 hari pertama setelah cedera untuk mengurangi bengkak dan nyeri
  • Kompres hangat: Setelah fase awal, kompres hangat alias berendam air hangat bisa membantu otot rileks dan meningkatkan sirkulasi darah kaki

3. Angkat Kaki

Saat berbaring, letakkan kaki lebih tinggi dari jantung menggunakan bantal. Ini membantu mengurangi bengkak dan meningkatkan peredaran darah di kaki.

4. Peregangan Lembut

Lakukan peregangan otot betis secara perlahan untuk mengurangi tegang otot betis:

  • Berdiri menghadap dinding, letakkan satu kaki di belakang, tekan tumit ke lantai
  • Atau duduk dengan kaki lurus, tarik ujung kaki ke arah tubuh
  • Peregangan juga baik untuk tendon Achilles

5. Pijat Ringan

Pijat betis dengan lembut untuk membantu otot rileks dan meningkatkan aliran darah. Anda juga bisa menggunakan foam roller pada area kentol kaki.

Pencegahan Agar Betis Tidak Sakit Lagi

1. Pilih Sepatu nan Tepat

Gunakan sepatu nan nyaman, memberikan support nan baik, dan mempunyai alas nan cukup.

Hindari sepatu tidak ergonomis, terutama jika Anda banyak melangkah alias berdiri lama.

2. Jangan Duduk alias Berdiri Terlalu Lama

Jika pekerjaan Anda mengharuskan duduk alias berdiri lama, luangkan waktu untuk bergerak setiap 30-60 menit.

Lakukan peregangan ringan alias jalan-jalan sejenak untuk menjaga sirkulasi darah kaki.

3. Minum Air nan Cukup

Dehidrasi bisa menyebabkan kram otot. Pastikan Anda minum air putih nan cukup sepanjang hari untuk mencegah kram betis.

4. Konsumsi Makanan Bergizi

Pastikan asupan mineral cukup, terutama:

  • Kalium: Dari pisang, kentang, bayam
  • Magnesium: Dari kacang-kacangan, sayuran hijau
  • Kalsium: Dari susu, keju, yogurt

5. Olahraga Secara Bertahap

Jangan langsung olahraga intens jika Anda baru mulai. Tingkatkan intensitas secara perlahan agar otot punya waktu beradaptasi dan terhindar dari overuse injury.

Jangan lupa pemanasan sebelum olahraga dan pendinginan setelahnya.

6. Perhatikan Postur dan Gerakan

Teknik melangkah alias berlari nan salah bisa mempengaruhi betis kaki. Jika Anda sering mengalami nyeri lutut, ini juga bisa mempengaruhi betis lantaran kompensasi gerakan.

Penanganan Medis

Jika betis sakit tidak membaik dengan perawatan rumah, master mungkin bakal merekomendasikan:

  • Obat anti-inflamasi: Untuk mengurangi nyeri dan peradangan otot
  • Fisioterapi: Program latihan unik untuk memperkuat otot betis dan memperbaiki langkah mobilitas Anda
  • Stoking kompresi: Khusus untuk masalah varises kaki alias gangguan pembuluh darah vena tungkai
  • Prosedur medis: Untuk kasus nan lebih serius, seperti skleroterapi untuk varises alias obat pengencer darah untuk deep vein thrombosis (DVT)

Kesimpulan tentang Penyebab Betis Sakit

Kenapa betis sakit? Penyebab betis sakit sangat beragam, mulai dari perihal sederhana seperti kelelahan otot hingga kondisi medis nan serius.

Yang krusial adalah Anda mengenali indikasi nan dialami dan mengetahui kapan kudu beristirahat alias kapan kudu ke dokter.

Kebanyakan kasus sakit betis bisa diatasi dengan rehat nan cukup, peregangan, kompres, dan perubahan style hidup.

Namun, jangan abaikan sakit betis tak kunjung sembuh alias disertai indikasi lain nan mengkhawatirkan.

Dengan memahami penyebab betis sakit dan langkah mengatasinya, Anda bisa menjaga kesehatan kaki dan tetap aktif menjalani aktivitas sehari-hari. Ingat, pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan.

Jaga pola hidup sehat, gunakan dasar kaki nan tepat, hindari berdiri lama alias duduk terlalu lama, dan dengarkan sinyal nan diberikan tubuh Anda.

Betis nan sehat adalah kunci mobilitas dan kualitas hidup nan baik. Jadi, rawat betis kaki Anda dengan baik!

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Penyebab Betis Sakit

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik penyebab betis sakit.

Bagaimana langkah menghilangkan nyeri pada betis?

Cara Menghilangkan Pegal di Betis yang Efektif

  • Mengistirahatkan kaki.
  • Mengompres betis dengan es.
  • Berendam di air hangat.
  • Memijat betis nan pegal.
  • Melakukan peregangan.
  • Mengoleskan krim antinyeri.
  • Mengonsumsi obat antinyeri.

Apa nan menyebabkan sakit pada betis?

Kram otot adalah salah satu penyebab utama pegal di betis. Kondisi ini terjadi ketika otot berkontraksi secara tiba-tiba dan tidak dapat rileks.

Kram otot bisa disebabkan oleh dehidrasi, kekurangan elektrolit seperti kalium dan magnesium, alias gangguan peredaran darah.

Betis sakit apakah masam urat?

Nyeri betis tidak selalu disebabkan oleh masam urat. Nyeri betis bisa disebabkan oleh beragam hal, seperti:

  • Kram otot akibat aktivitas berat, olahraga mendadak, alias cedera otot
  • Otot tegang akibat kelalahan alias setelah penggunaan betis secara berlebihan
  • Memar akibat luka alias cedera

Sakit betis kekurangan vitamin apa?

Agar betis Anda tidak pegal, kebutuhan vitamin D kudu tercukupi. Berjemur pagi hari adalah salah satu langkah mendukung produksi vitamin D di dalam tubuh.

Defisiensi alias kekurangan vitamin D adalah salah satu penyebab pegal dan keluhan mengenai otot lainnya nan cukup umum terjadi.

Apakah betis sakit bisa sembuh sendiri?

Betis pegal umumnya dapat sembuh sendiri dan tidak memerlukan pengobatan khusus.

Namun, untuk mengurangi rasa tidak nyaman, ada beberapa langkah nan dapat Anda lakukan. Betis pegal dapat disebabkan oleh berdiri terlalu lama.

Selengkapnya