Penyebab Kaki Bengkak Pada Ibu Hamil Dan Cara Mengatasinya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Banyak ibu mengandung mengalami pembengkakan kaki. Kaki bengkak memang tidak nyaman dan memunculkan pertanyaan: apa penyebab kaki bengkak pada ibu hamil?

Artikel ini bakal menjelaskan penyebab kaki ibu mengandung bengkak, sehingga Anda bisa menjalani kehamilan dengan lebih tenang.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Banner Zaskia mobile

Apakah Kaki Bengkak Saat Hamil Itu Normal?

Kaki bengkak saat mengandung apakah normal? Jawabannya: ya, ini sangat normal.

Edema pada kehamilan alias pembengkakan tungkai saat mengandung dialami nyaris sebagian besar ibu hamil, terutama saat usia kandungan sudah lewat dari 3 bulan.

Kenapa bisa begitu? Karena tubuh ibu mengandung menyimpan lebih banyak cairan daripada biasanya.

Ini adalah langkah alami tubuh untuk mendukung pertumbuhan bayi dalam kandungan.

Retensi cairan pada ibu mengandung terjadi lantaran tubuh perlu mendukung pertumbuhan janin dan plasenta. Darah ibu mengandung bisa bertambah sampai 50 persen dari biasanya.

Nah, cairan ekstra ini kadang menumpuk di bagian tubuh tertentu, terutama di kaki dan pergelangan kaki. Jadi, ibu mengandung kaki bengkak sebenarnya adalah bagian dari perubahan bentuk ibu mengandung nan wajar dan tidak berbahaya.

Penyebab Kaki Bengkak Pada Ibu Hamil

Berikut ini adalah penjelasan penyebab kaki bengkak pada ibu mengandung berasas usia kehamilan.

Penyebab Kaki Bengkak Saat Hamil Trimester 1 (0-3 Bulan)

Pada Trimester 1, pembengkakan kaki tetap jarang terjadi. Tapi beberapa ibu mengandung sudah mulai merasakan kakinya sedikit bengkak lantaran perubahan hormon saat kehamilan.

Hormon progesteron naik sangat tinggi di awal kehamilan, dan ini membikin pembuluh darah vena jadi lebih lemas.

Akibatnya, darah tidak mengalir lancar dan terjadilah sirkulasi darah tersendat nan menyebabkan retensi air tubuh.

Tubuh juga mulai memproduksi darah lebih banyak sejak trimester pertama.

Meski penyebab kaki bengkak saat mengandung trimester 1 biasanya belum parah, tetap perlu diperhatikan lantaran bisa jadi tanda awal ada masalah jika disertai indikasi lain nan tidak wajar.

Penyebab Kaki Bengkak Saat Hamil Trimester 2 (4-6 Bulan)

Saat masuk Trimester 2, penyebab kaki bengkak saat mengandung trimester 2 mulai lebih jelas terlihat.

Rahim (uterus) mulai membesar cukup banyak dan menekan pembuluh darah vena di sekitar panggul.

Tekanan ini membikin darah dari kaki susah naik kembali ke jantung. Akibatnya, cairan menumpuk di kaki dan menyebabkan kaki bumil bengkak.

Kesehatan pembuluh darah sangat berkedudukan di fase ini. Pembuluh darah vena kudu bekerja ekstra keras lantaran peredaran darah dan pembesaran rahim.

Kalau kondisi pembuluh darah kurang baik, akibat terkena varises saat mengandung dan edema kaki pada kehamilan bakal lebih tinggi.

Varises juga bisa muncul sebagai pengaruh samping dari tekanan berlebih pada pembuluh darah. Inilah argumen kenapa kaki tiba-tiba bengkak saat mengandung pada trimester kedua.

Penyebab Kaki Bengkak Saat Hamil Trimester 3 (7-9 Bulan)

Trimester 3 adalah waktu ketika kaki bengkak paling sering terjadi dan biasanya paling parah.

Pada fase ini, rahim sudah sangat besar dan menekan pembuluh darah besar di panggul dengan sangat kuat.

Tekanan darah selama kehamilan juga perlu dipantau lantaran bisa memengaruhi seberapa parah bengkaknya.

Beberapa penyebab kaki bengkak saat mengandung trimester 3 antara lain:

  • Rahim sangat besar dan menekan vena cava inferior (pembuluh darah besar nan bawa darah kembali ke jantung)
  • Darah dalam tubuh mencapai jumlah paling banyak
  • Perubahan hormon nan terus terjadi
  • Ibu mengandung jadi lebih jarang bergerak lantaran perut sudah sangat besar
  • Nutrisi dan keseimbangan elektrolit dalam tubuh nan kadang tidak seimbang sehingga cairan makin menumpuk.

Membedakan Bengkak Biasa dan Bengkak nan Berbahaya

Kaki bengkak sebelah saat mengandung rawan alias tidak? Pertanyaan ini krusial lantaran tidak semua bengkak itu sama.

Memahami perbedaan bengkak normal dan bengkak rawan pada ibu mengandung sangat krusial untuk menghindari komplikasi kehamilan nan serius.

Bengkak nan tetap tergolong normal biasanya punya ciri-ciri seperti ini:

  • Bengkak di kedua kaki (kanan dan kiri sama)
  • Bengkak berkurang setelah tidur alias istirahat
  • Tidak sakit sekali
  • Warna kulit tetap normal
  • Tekanan darah tetap bagus
  • Tidak ada protein dalam air kencing

Tapi ada juga bengkak nan perlu diwaspadai. Preeklamsia adalah salah satu kondisi rawan nan ditandai dengan tekanan hipertensi pada ibu hamil, ada protein dalam urine, dan bengkak nan sangat parah terutama di wajah dan tangan.

Deep Vein Thrombosis (DVT) adalah kondisi di mana hanya satu kaki nan bengkak dan disertai nyeri, merah, serta terasa panas. Kalau bengkak disertai demam dan kemerahan, bisa jadi ada infeksi.

Jadi, jika bengkak hanya di satu kaki saja dan terasa sakit, sebaiknya langsung periksa ke master kandungan / obstetri alias bidan.

Cara Mengatasi Kaki Bengkak pada Ibu Hamil

Mengatasi kaki bengkak pada ibu mengandung bisa dilakukan dengan beragam langkah sederhana.

Berikut adalah cara-cara efektif nan bisa Anda coba di rumah untuk mengurangi bengkak dan membikin lebih nyaman.

1. Atur Posisi Tidur nan Benar

Posisi tidur untuk mengurangi kaki bengkak saat mengandung sangat membantu.

Cara terbaik adalah tidur miring ke kiri sembari meletakkan bantal di bawah perut dan kaki.

Posisi ini membikin tekanan di pembuluh darah besar berkurang dan darah dari kaki bisa mengalir lebih lancar.

Angkat kaki dengan bantal saat tidur juga bisa membantu cairan nan tertahan mengalir kembali ke tubuh bagian atas.

2. Pilih Makanan nan Tepat

Nutrisi dan keseimbangan elektrolit sangat berpengaruh untuk mengatasi bengkak.

Makanan untuk mengurangi kaki bengkak pada ibu mengandung nan dianjurkan adalah makanan nan banyak mengandung kalium seperti pisang, alpukat, dan bayam.

Kalium membantu menyeimbangkan elektrolit (natrium, kalium) dalam tubuh. Makanan tinggi protein juga krusial untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Buah dan sayur nan banyak mengandung air membantu tubuh mengeluarkan cairan berlebih lewat kencing.

Kurangi juga makanan nan terlalu asin lantaran garam bisa membikin bengkak makin parah.

3. Tetap Aktif Bergerak

Aktivitas bentuk dan style hidup ibu mengandung sangat memengaruhi seberapa parah bengkaknya.

Olahraga ringan seperti jalan santai, berenang, alias yoga untuk ibu mengandung bisa membantu darah mengalir lebih lancar dan mengurangi bengkak.

Jangan berdiri alias duduk terlalu lama tanpa bergerak. Sering-sering putar pergelangan kaki agar darah terus mengalir dan bengkak tidak makin parah.

4. Rawat Kaki dengan Baik

Rendam kaki di air hangat nan dicampur garam bisa membikin kaki lebih rileks dan bengkaknya berkurang.

Pijat kaki dan betis dengan lembut juga bagus untuk melancarkan darah. Pakai sepatu nan lembek dan nyaman.

Hindari sepatu kewenangan tinggi lantaran bisa bikin nyeri lutut dan memperparah bengkak di kaki.

5. Jaga Kesehatan Secara Keseluruhan

Tekanan darah selama kehamilan kudu dipantau secara rutin lantaran tekanan hipertensi bisa membikin bengkak makin parah dan jadi tanda awal preeklamsia.

Tekanan darah nan tidak terkontrol juga dapat memperburuk kondisi pembuluh darah dan meningkatkan akibat komplikasi.

Periksa rutin ke master kandungan / obstetri alias perawat sangat krusial untuk memastikan kehamilan tetap sehat dan tidak ada masalah nan muncul.

Kapan Harus ke Dokter Jika Kaki Bengkak Saat Hamil?

Meskipun bengkak kaki biasanya tidak bahaya, ada beberapa kondisi nan kudu segera diperiksakan ke dokter. Kapan kudu ke master jika kaki bengkak saat hamil? Segera ke master jika mengalami hal-hal berikut:

  • Bengkak muncul tiba-tiba dan sangat parah di wajah, tangan, alias kaki
  • Tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg
  • Sakit kepala dahsyat nan tidak hilang-hilang
  • Penglihatan jadi kabur alias berbayang
  • Nyeri perut bagian atas nan sangat sakit
  • Sesak napas
  • Bengkak hanya di satu kaki saja dan terasa sakit serta merah
  • Bayi dalam kandungan jadi jarang bergerak

Kondisi-kondisi ini bisa jadi tanda komplikasi kehamilan nan serius seperti preeklamsia alias Deep Vein Thrombosis (DVT) nan butuh penanganan master segera untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi.

Tips Mencegah Kaki Bengkak Selama Kehamilan

Ada beberapa langkah untuk mencegah alias mengurangi kaki bengkak selama hamil:

  • Jaga berat badan agar tidak naik terlalu banyak, lantaran berat badan berlebih bakal membikin kaki makin terbebani
  • Jangan berdiri terlalu lama dan sering-sering istirahat.
  • Pakai stoking kompresi unik untuk ibu mengandung nan bisa membantu darah dari kaki naik ke jantung lebih lancar.
  • Minum air putih nan cukup sekitar 8 sampai 10 gelas sehari agar ginjal bisa mengatur cairan tubuh dengan baik. 
  • Periksa rutin ke master kandungan / obstetri alias perawat juga krusial untuk memantau perkembangan kehamilan dan mendeteksi masalah sejak awal.

Kesimpulan tentang Penyebab Kaki Bengkak Pada Ibu Hamil

Kaki bengkak saat mengandung adalah perihal nan sangat wajar dialami nyaris semua ibu hamil. Penyebab kaki bengkak saat mengandung bisa bermacam-macam:

  • Perubahan hormon saat kehamilan
  • Retensi cairan pada ibu hamil
  • Tekanan dari peredaran darah dan pembesaran rahim

Meskipun umumnya tidak berbahaya, tetap krusial untuk tahu perbedaan bengkak normal dan bengkak rawan pada ibu hamil.

Bengkak bisa dikurangi dan Anda jadi lebih nyaman dengan melakukan langkah mengatasi kaki bengkak pada ibu mengandung seperti:

  • Mengatur posisi tidur untuk mengurangi kaki bengkak saat hamil
  • Makan makanan untuk mengurangi kaki bengkak pada ibu mengandung nan tepat
  • Menjaga aktivitas bentuk dan style hidup ibu mengandung nan sehat 

Jangan lupa untuk selalu konsultasi ke master kandungan / obstetri alias perawat jika ada indikasi nan membikin khawatir.

Setiap kehamilan itu unik dan berbeda-beda. nan normal bagi satu ibu mengandung belum tentu sama dengan ibu mengandung lainnya.

Karena itu, nan paling krusial adalah selalu jaga kesehatan diri dan bayi dengan rutin periksa ke tenaga kesehatan nan berpengalaman.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Penyebab Kaki Bengkak Pada Ibu Hamil

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik penyebab kaki bengkak pada ibu hami.

Apa nan sebaiknya dilakukan untuk mengatasi kaki bengkak selama kehamilan?

Untuk mengurangi pembengkakan kaki selama kehamilan, upayakan untuk:

  • Meningkatkan konsumsi air putih
  • Istirahatkan kaki dengan posisi lebih tinggi
  • Batasi asupan garam dan kafein
  • Jalan kaki dengan teratur
  • Pakailah sepatu nan nyaman
  • Lakukan pijatan lembut
  • Pertahankan berat badan ideal
  • Tidur dengan posisi miring ke kiri juga dapat membantu mengurangi pembengkakan.

Bagaimana langkah sigap mengurangi kaki bengkak?

Melakukan aktivitas bentuk ringan seperti melangkah kaki, bersepeda, alias berenang bisa membantu meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi pembengkakan.

Gerakan ringan ini efektif untuk melancarkan aliran darah ke kaki dan secara berjenjang mengurangi pembengkakan.

Apakah kelelahan bisa menyebabkan kaki bengkak pada ibu hamil?

Ya, kelelahan bisa berkontribusi pada pembengkakan kaki pada ibu hamil. Kondisi ini juga dapat diperparah oleh berdiri terlalu lama, memakai sepatu nan tidak nyaman, alias aktivitas nan terlalu berat, sehingga krusial untuk mengatur aktivitas dan rehat dengan baik.

Apa saja makanan nan baik untuk mengurangi kaki bengkak pada ibu hamil?

Konsumsi makanan nan kaya bakal kalium seperti pisang, alpukat, kentang, saribuah jeruk, dan bayam dapat membantu mengurangi pembengkakan.

Makanan-makanan ini dapat diintegrasikan ke dalam diet harian untuk mendukung pengurangan gejala.

Makanan apa nan kudu dihindari saat mengalami kaki bengkak?

Hindari konsumsi makanan nan dapat memperburuk edema seperti kombinasi buah-buahan dengan sayuran dan biji-bijian, gula, tepung putih, minyak berlebih, daging berlemak, dan alkohol, lantaran dapat mempengaruhi retensi cairan dan pembengkakan.

Selengkapnya