Penyebab Lutut Lemas Dan Gemetar: Apa Saja?

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Ternyata, sebagian besar kasus penyebab dengkul lemas dan gemetar bisa dicegah alias diatasi dengan baik jika kita tahu sejak dini. Mari kita telaah secara komplit di tulisan ini.

Pernahkah Anda merasakan dengkul lemas alias dengkul gemetar tiba-tiba? Kondisi ini memang cukup mengganggu dan bisa membikin aktivitas sehari-hari jadi tidak nyaman.

Mulai dari susah berdiri lama, naik tangga terasa berat, sampai kaki terasa tidak kuat menopang tubuh.

Jika mau berkonsultasi tentang nyeri dengkul dan kaki dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Banner Zaskia mobile

Apa nan Terjadi Saat Dengkul Gemetar dan Lemas?

Lutut bergetar dan terasa lemas bisa terjadi di satu kaki alias kedua kaki sekaligus.

Gejalanya bervariasi – ada nan ringan seperti sedikit kaki gemetaran saat berdiri, ada juga nan parah sampai disertai dengkul lemas dan gemetar disertai nyeri dan susah jalan.

Kondisi ketidakstabilan dengkul ini bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari masalah otot dan tulang, gangguan neurologis, defisiensi nutrisi, sampai aspek psikologis.

Penyebab Lutut Lemas dan Gemetar

Berikut ini adalah beberapa penyebab dengkul lemas dan gemetar nan sebaiknya Anda ketahui.

1. Masalah Otot dan Tulang

Otot Paha Lemah dan Kelemahan Muscular

Ini adalah penyebab kaki gemetar dan lemas nan paling sering terjadi. Kelemahan otot quadriceps (otot paha depan alias quadriceps femoris) dan otot hamstring (otot paha belakang) punya peran krusial menjaga stabilitas sendi lutut.

Kalau otot-otot ini mengalami atrofi otot (mengecil) alias lemah dan tidak seimbang kekuatannya, sendi dengkul (knee joint) jadi mudah gemetar dan terasa tidak kuat.

Otot gastrocnemius (otot betis) nan lemah juga bisa menyebabkan ketidakstabilan dengkul secara keseluruhan.

Bayangkan dengkul seperti pintu nan ditopang oleh engsel. Kalau engselnya kuat, pintu bakal stabil.

Tapi jika engselnya lemah, pintu bakal goyang-goyang. Begitu juga dengan dengkul dan otot paha.

Cedera Ligamen dan Tendon

Ligamen adalah seperti tali nan mengikat tulang-tulang di dengkul agar tidak bergeser. Ada 4 ligamen utama nan menjaga stabilitas:

  • Ligamen cruciatum anterior alias ACL (anterior cruciate ligament)
  • Ligamen cruciatum posterior (PCL)
  • Ligamen kolateral medial (MCL)
  • Ligamen kolateral lateral (LCL)

Kalau ligamen dengkul kendur, robek alias mengalami cedera ligamen dan tendon, dengkul jadi sendi dengkul tidak stabil dan mudah gemetar, terutama saat beraktivitas.

Kondisi Degeneratif Sendi (Pengapuran)

Ini adalah penyebab dengkul lemas dan gemetar pada lansia nan sangat umum.

Osteoarthritis dengkul terjadi ketika kartilago (tulang rawan) nan melindungi sendi dengkul lama-kelamaan menipis dan produksi synovial fluid (cairan sendi) berkurang. 

Akibatnya timbul inflamasi sendi, nyeri lutut, dan dengkul terasa lemas. Kondisi degeneratif sendi serupa juga bisa terjadi pada Rheumatoid arthritis, meskipun mekanismenya berbeda.

Cedera Bantalan Lutut (Meniskus)

Meniskus medial dan lateral adalah alas berbentuk seperti cakram di dalam dengkul nan menghubungkan femur (tulang paha) dan tibia (tulang kering).

Bantalan ini berfaedah meredam benturan. Kalau meniskus rusak alias sobek, dengkul jadi tidak stabil dan muncul indikasi dengkul gemetar dan lemas saat jongkok alias naik tangga.

Masalah Patella (Tempurung Lutut)

Gangguan pada patella (tempurung lutut) juga bisa menyebabkan ketidakstabilan dan tremor pada kaki.

2. Gangguan Neurologis dan Sistem Saraf

Penyakit Parkinson’s Disease

Penyakit Parkinson menyebabkan tremor karakter nan tidak bisa dikontrol, termasuk di kaki. Kenapa kaki gemetar sendiri pada kondisi ini lantaran gangguan pada sistem saraf nan mengatur aktivitas otot.

Gangguan Saraf Tepi (Neuropati Perifer)

Terutama neuropati diabetik pada penderita diabetes, saraf-saraf di kaki bisa rusak sehingga menyebabkan penyebab kaki gemetar sendiri dan lemas.

Biasanya memburuk di malam hari dan menjadi penyebab kaki lemas dan gemetar dari dengkul hingga ke bawah.

Multiple Sclerosis

Penyakit autoimun nan menyerang lapisan pelindung saraf. Akibatnya, sinyal dari otak ke otot kaki terganggu, menyebabkan kenapa kaki gemetaran dan kehilangan koordinasi.

Masalah Tiroid (Hipotiroidisme)

Kelenjar tiroid nan kurang aktif bisa membikin otot dan saraf tidak berfaedah dengan baik, sehingga kaki terasa lemas. Tes kegunaan tiroid krusial untuk mendeteksi kondisi ini.

Kondisi Autoimun Lainnya

Sindrom Guillain-Barré dan Myasthenia gravis adalah penyakit autoimun nan menyerang sistem neuromuskular, menyebabkan kelemahan otot progresif dari kaki.

Fibromyalgia juga bisa menyebabkan kelelahan otot dan sensasi gemetar.

3. Defisiensi Nutrisi dan Ketidakseimbangan Elektrolit

Kekurangan Vitamin B12

Vitamin B12 sangat krusial untuk kesehatan saraf. Kekurangan vitamin B12 dapat merusak saraf dan menyebabkan kaki lemas serta gemetar.

Kekurangan Vitamin D

Vitamin D dibutuhkan untuk kekuatan dan daya tahan otot. Kekurangan vitamin D membikin otot lemah dan sigap lelah, termasuk otot di sekitar lutut.

Ketidakseimbangan Elektrolit

Elektrolit seperti kalium (potassium), magnesium, kalsium, dan natrium (sodium) krusial untuk kontraksi otot

Hipokalemia (kekurangan kalium) khususnya dapat mengganggu kegunaan otot normal dan menyebabkan kaki bergetar saat ditekuk alias menahan posisi tertentu.

Defisiensi magnesium dan kalsium juga berkontribusi pada gangguan kegunaan neuromuskular.

Kondisi Metabolik: Hipoglikemia (Gula Darah Rendah)

Saat kadar gula darah turun drastis, otot kekurangan daya untuk bekerja. Ini menjadi penyebab kenapa dengkul tiba-tiba lemas dan gemetar, disertai keringat dingin dan pusing. Kondisi metabolik ini perlu penanganan segera.

Kurang Darah (Anemia)

Kalau darah kurang, oksigen nan sampai ke otot juga berkurang akibat gangguan sirkulasi darah. Otot jadi sigap capek dan lemas.

Kurang Minum (Dehidrasi)

Dehidrasi mengganggu keseimbangan elektrolit dan gangguan sirkulasi darah ke otot, sehingga menjadi penyebab dengkul lemas tidak bertenaga.

4. Faktor Psikologis Penyebab Lutut Lemas dan Gemetar

Faktor psikologis seperti stres berat alias kekhawatiran bisa membikin otot tegang dan gemetar. Ini adalah respons alami tubuh saat merasa terancam.

Meskipun penyebabnya psikologis, efeknya nyata secara bentuk dan bisa menyebabkan dengkul lemas dan gemetar disertai nyeri.

5. Penyebab Berdasarkan Situasi Tertentu

Penyebab Lutut Lemas dan Gemetar Saat Berdiri

Dengkul lemas kenapa saat berdiri lama? Ini biasanya lantaran kelelahan otot postural nan kudu menopang tubuh dalam lama lama, terutama jika berat badan berlebih alias kondisi otot lemah.

Penyebab Lutut Gemetar Saat Naik Tangga

Naik tangga butuh kekuatan otot paha nan lebih besar untuk melawan gravitasi. Kalau otot lemah, dengkul jadi gemetar saat naik tangga.

Lutut Lemas dan Gemetar Setelah Olahraga

Kondisi ini biasanya lantaran kelelahan otot akibat deplesi energi, akumulasi masam laktat, alias ketidakseimbangan elektrolit dari kehilangan cairan lewat keringat.

Penyebab Lutut Terasa Lemas dan Gemetar Tiba-Tiba

Kalau kenapa dengkul tiba-tiba lemas dan gemetar tanpa argumen nan jelas, segera periksa ke master lantaran bisa jadi tanda gangguan neurologis akut alias kondisi metabolik nan serius.

Diagnosis Penyebab Lutut Lemas dan Gemetar

Untuk mengetahui penyebab dengkul lemas dan gemetar, master biasanya bakal melakukan beberapa pemeriksaan komprehensif:

Uji Pencitraan

  • Rontgen lutut: Untuk memandang kondisi tulang dan mendeteksi pengapuran
  • MRI (Magnetic Resonance Imaging): Untuk memandang jaringan lunak seperti ligamen, meniskus, kartilago, dan otot secara detail
  • CT Scan: Untuk pertimbangan struktur tulang nan lebih detail

Uji Laboratorium

  • Tes darah lengkap: Memeriksa kadar vitamin B12, vitamin D, kalium (potassium), magnesium, kalsium, natrium (sodium)
  • Tes kegunaan tiroid: Untuk mendeteksi hipotiroidisme
  • Tes gula darah: Untuk mendeteksi hipoglikemia alias diabetes

Pemeriksaan Neurologis

  • Pemeriksaan neurologis: Menyeluruh untuk mengidentifikasi gangguan kegunaan saraf
  • Elektromiografi (EMG): Mengevaluasi aktivitas listrik otot dan konduksi saraf

Cara Mencegah Lutut Lemas dan Gemetar

1. Program Latihan Penguatan Otot Terstruktur

Ini adalah langkah mengatasi kaki lemas dan gemetar nan paling efektif. Latihan penguatan otot nan konsentrasi pada quadriceps, hamstring, dan otot stabilisator sekitar dengkul sangat penting. Program latihan kudu mencakup:

  • Leg extension: Duduk di kursi, luruskan kaki bergantian
  • Wall sit: Berdiri menyandar di tembok dengan posisi seperti duduk
  • Jalan kaki: Minimal 30 menit sehari
  • Bersepeda: Baik untuk menguatkan otot tanpa membebani sendi
  • Latihan propriosepsi: Untuk meningkatkan kesadaran posisi tubuh dan keseimbangan tubuh

Fisioterapi dan Terapi Okupasi

Fisioterapi dengan supervisi ahli memastikan teknik latihan nan betul dan progres nan kondusif untuk meningkatkan mobilitas sendi.

Terapi okupasi dapat membantu penyesuaian aktivitas harian untuk mengurangi beban pada lutut.

2. Optimalisasi Nutrisi

Memastikan asupan adekuat untuk mencegah defisiensi nutrisi:

  • Vitamin B12: Daging, ikan, telur, susu
  • Vitamin D: Ikan salmon, kuning telur, jamur, alias berjemur pagi
  • Kalium: Pisang, alpukat, kentang, kacang-kacangan
  • Magnesium: Bayam, kacang almond, cokelat hitam
  • Kalsium: Susu, keju, yogurt, tahu
  • Natrium: Secukupnya untuk keseimbangan elektrolit

Minum air putih nan cukup (minimal 8 gelas sehari) untuk mencegah dehidrasi dan menjaga keseimbangan elektrolit.

3. Manajemen Berat Badan

Mempertahankan berat badan ideal mengurangi beban mekanis pada sendi dengkul secara signifikan, menurunkan akibat osteoarthritis dan kondisi degeneratif sendi, serta meningkatkan stabilitas sendi dengkul secara keseluruhan.

4. Modifikasi Aktivitas

  • Lakukan pemanasan adekuat sebelum aktivitas bentuk untuk meningkatkan gangguan sirkulasi darah ke otot
  • Hindari posisi tetap berkepanjangan
  • Gunakan dasar kaki dengan support nan baik
  • Istirahat cukup untuk mencegah kelelahan otot

5. Pemeriksaan Kesehatan Berkala

Skrining rutin terutama untuk populasi berisiko seperti lansia alias perseorangan dengan riwayat gangguan dengkul memungkinkan penemuan awal kondisi degeneratif sendi dan gangguan neurologis.

Cara Mengatasi Kaki Gemetar Saat Berdiri dan Kondisi Terkait

Cara mengatasi dengkul lemas dan gemetar berjuntai pada penyebab spesifik:

Untuk Kondisi Inflamasi

  • Obat dengkul lemas dan gemetar: Antiinflamasi nonsteroid untuk mengurangi inflamasi sendi
  • Injeksi kortikosteroid: Untuk peradangan nan lebih parah
  • Injeksi masam hialuronat: Membantu melumasi sendi dan menggantikan synovial fluid

Karena Kerusakan Struktural

  • Arthroscopy: Prosedur minimal invasif untuk memperbaiki kerusakan ligamen, meniskus, alias struktur internal lutut
  • Perbaikan cedera ligamen dan tendon: Untuk mengatasi ligamen dengkul kendur

Untuk Kelemahan Otot

  • Fisioterapi intensif: Program latihan penguatan nan terstruktur
  • Latihan propriosepsi: Meningkatkan kesadaran posisi tubuh dan keseimbangan tubuh

Untuk Defisiensi Nutrisi

  • Suplementasi vitamin B12, vitamin D, kalium, magnesium, kalsium sesuai kebutuhan
  • Perbaikan pola makan untuk mencegah ketidakseimbangan elektrolit

Gangguan Neurologis

  • Pengobatan sesuai kondisi nan mendasari (Parkinson’s disease, multiple sclerosis, neuropati perifer, dll)
  • Pemeriksaan neurologis dan elektromiografi (EMG) untuk monitoring

Untuk Kondisi Metabolik

  • Kontrol gula darah untuk mencegah hipoglikemia
  • Manajemen glukosuria untuk menghindari neuropati diabetik
  • Pengobatan anemia dan gangguan sirkulasi darah

Cara Mengatasi Kaki Gemetar Saat Berdiri Khusus

  • Berganti posisi secara berkala
  • Gunakan stocking kompresi untuk melancarkan sirkulasi
  • Lakukan peregangan ringan pada otot quadriceps dan hamstring
  • Istirahat sejenak dengan duduk
  • Perkuat otot-otot penyangga dengan latihan teratur

Manajemen Faktor Psikologis

Cara mengatasi kaki lemas dan gemetar akibat aspek psikologis mencakup:

  • Teknik relaksasi dan meditasi
  • Pola tidur nan cukup (7-8 jam per malam)
  • Dukungan psikologis alias konseling
  • Olahraga teratur untuk mengurangi stres

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasi jika mengalami:

  • Gejala persisten lebih dari beberapa hari
  • Nyeri dahsyat alias pembengkakan
  • Kesulitan mobilisasi alias berjalan
  • Perburukan indikasi nan progresif
  • Penyebab dengkul terasa lemas dan gemetar tiba-tiba tanpa karena jelas
  • Lutut terasa tidak stabil dan seperti mau lepas
  • Disertai demam alias kemerahan
  • Kaki gemetar sendiri tanpa kontrol (tremor)

Kesimpulan tentang Penyebab Lutut Lemas dan Gemetar

Penyebab dengkul lemas dan gemetar sangat beragam, melibatkan:

  • Sistem muskuloskeletal (kelemahan otot quadriceps, cedera ligamen dan tendon, kondisi degeneratif sendi)
  • Gangguan neurologis (Parkinson’s disease, multiple sclerosis, neuropati perifer)
  • Defisiensi nutrisi dan ketidakseimbangan elektrolit (kekurangan vitamin B12, hipokalemia, hipoglikemia)
  • Gangguan sirkulasi darah
  • Faktor psikologis

Identifikasi penyebab spesifik melalui pemeriksaan komprehensif (rontgen lutut, MRI, CT scan, tes darah lengkap, pemeriksaan neurologis, elektromiografi, tes kegunaan tiroid) menjadi kunci penanganan efektif.

Dengan pendekatan pencegahan nan tepat mencakup latihan penguatan otot terstruktur (fisioterapi, latihan propriosepsi), nutrisi optimal, manajemen berat badan, dan pemeriksaan berkala, sebagian besar kasus dapat dicegah alias dikontrol dengan baik.

Kesehatan patella (tempurung lutut), meniskus, ligamen (ACL, PCL, MCL, LCL), kartilago, synovial fluid, dan otot penyangga (quadriceps femoris, hamstring, gastrocnemius) merupakan investasi jangka panjang untuk mempertahankan stabilitas sendi lutut, mobilitas sendi, dan kualitas hidup optimal.

Ingat, dengkul lemas kenapa bisa dijawab dengan pemeriksaan nan tepat. Jangan abaikan indikasi ketidakstabilan lutut, tremor pada kaki, alias kelemahan muscular nan muncul.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan master untuk mendapatkan pemeriksaan dan langkah mengatasi dengkul lemas dan gemetar nan tepat.

Jika mau berkonsultasi tentang nyeri dengkul dan kaki dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Penyebab Lutut Lemas dan Gemetar

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan seputar topik penyebab dengkul lemas dan gemetar.

Apa penyebab dengkul lemas dan gemetar nan paling sering terjadi?

Penyebab paling umum adalah kelemahan otot quadriceps (otot paha depan) dan otot hamstring (otot paha belakang).

Otot-otot ini berfaedah menjaga stabilitas lutut, jadi jika lemah, dengkul bakal mudah gemetar dan terasa tidak kuat.

Penyebab lain nan sering adalah kelelahan otot, kekurangan elektrolit (terutama kalium dan magnesium), dehidrasi, dan pada lansia biasanya lantaran pengapuran sendi (osteoarthritis).

Kenapa dengkul tiba-tiba lemas dan gemetar saat naik tangga?

Naik tangga memerlukan kekuatan otot paha nan jauh lebih besar dibanding melangkah di permukaan datar lantaran kudu melawan gravitasi.

Kalau otot quadriceps dan hamstring lemah, mereka tidak bisa menopang beban tubuh dengan baik saat naik tangga, sehingga dengkul jadi gemetar. Kondisi ini juga bisa diperparah oleh kerusakan meniskus (bantalan lutut) alias ligamen nan kendur.

Bagaimana langkah mengatasi kaki gemetar saat berdiri lama?

Cara terbaik adalah dengan memperkuat otot-otot kaki melalui latihan rutin seperti wall sit, leg extension, alias jalan kaki 30 menit sehari.

Saat berdiri lama, usahakan berganti posisi secara berkala, gunakan dasar kaki nan nyaman, dan lakukan peregangan ringan.

Pastikan juga Anda cukup minum air putih dan tidak kekurangan nutrisi seperti vitamin B12, vitamin D, dan elektrolit (kalium, magnesium, kalsium).

Kapan kudu ke master untuk masalah dengkul lemas dan gemetar?

Segera konsultasi ke master jika indikasi berjalan lebih dari beberapa hari, disertai nyeri dahsyat alias bengkak, kesulitan berjalan, alias indikasi semakin memburuk.

Khususnya jika dengkul tiba-tiba lemas tanpa karena jelas, disertai demam, alias kaki gemetar sendiri tanpa kontrol (tremor) – ini bisa jadi tanda gangguan saraf alias metabolik nan serius dan memerlukan pemeriksaan medis segera.

Selengkapnya