Saat di sekitar kita terjadi kasus patah tulang pada orang lain, krusial untuk kita tahu langkah memberikan pertolongan pertama patah tulang dengan benar. Penanganan nan tepat di menit-menit awal sangat menentukan pemulihan korban nantinya.
Patah tulang alias fraktur tulang bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja. Entah lantaran sistem cedera seperti trauma fisik, kecelakaan, alias tumbukan keras.
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!
Bagaimana Mengenali Patah Tulang?
Sebelum memberikan pertolongan, kita perlu tahu dulu apakah seseorang betul-betul patah tulang. Berikut tanda seseorang mengalami patah tulang nan cukup jelas:
- Nyeri dahsyat pada tulang di bagian nan cedera, tidak lenyap meski sudah istirahat
- Pembengkakan dan memar nan muncul dengan sigap di area cedera
- Deformitas tulang alias corak tubuh nan terlihat tidak normal alias bengkok di bagian nan cedera
- Tidak bisa menggerakkan bagian tubuh nan cedera
- Kadang terdengar bunyi “krek” saat cedera terjadi
Jika memandang tanda-tanda ini, segera berikan pertolongan pertama.


Jenis-Jenis Patah Tulang nan Perlu Anda Ketahui
Ada beberapa jenis-jenis patah tulang nan krusial untuk dipahami:
- Patah Tulang Tertutup: Tulang patah tapi tidak menembus kulit. Tidak ada luka terbuka nan terlihat.
- Patah Tulang Terbuka: Tulang nan patah menembus kulit dan terlihat keluar. Ini lebih rawan lantaran bisa terjadi perdarahan pada patah tulang dan infeksi.
- Patah Tulang Kominutif: Kondisi di mana tulang pecah menjadi tiga bagian alias lebih. Ini termasuk jenis cedera nan cukup serius.
- Greenstick Fracture: Jenis patah tulang nan sering terjadi pada anak-anak, di mana tulang retak tapi tidak patah sempurna lantaran tulang anak tetap lentur.
Perbedaan Dislokasi dan Patah Tulang
Penting juga memahami perbedaan dislokasi dan patah tulang. Dislokasi adalah kondisi sendi nan keluar dari posisi normalnya, sedangkan patah tulang adalah kerusakan pada struktur tulang itu sendiri. Keduanya memerlukan perawatan darurat nan tepat.
Bagian Tubuh nan Sering Mengalami Cedera
Cedera ekstremitas alias personil mobilitas adalah nan paling umum terjadi, terutama pada:
- Tulang kaki
- Tulang tangan
- Tulang lengan bawah
- Tulang paha
- Tulang pergelangan tangan
- Tulang selangka
Bisa juga terjadi nyeri lutut nan rupanya merupakan patah tulang di area dengkul alias sekitarnya.
Pertolongan Pertama Patah Tulang: Tetap Tenang
Ini adalah kunci utama dalam memberikan pertolongan pertama patah tulang. Saat Anda panik, Anda tidak bisa berpikir bening dan malah bisa memperburuk keadaan.
Berikut nan kudu dilakukan:
- Tarik napas dalam-dalam dan tenangkan diri
- Tenangkan korban dengan berbincang pelan dan meyakinkan
- Hubungi ambulans alias minta support orang lain untuk menghubungi 118 alias 119
- Jangan memindahkan korban sebelum melakukan pertolongan pertama
Pertolongan Pertama Patah Tulang: Langkah Demi Langkah
Berikut langkah mengatasi patah tulang sebelum ke master dengan langkah nan tepat:
1. Jangan Gerakkan Bagian nan Cedera
Ini patokan paling krusial dalam apa nan kudu dilakukan saat patah tulang. Pentingnya imobilisasi tidak bisa diabaikan lantaran aktivitas bisa membuat:
- Tulang nan patah melukai otot dan jaringan di sekitarnya
- Risiko kerusakan jaringan sekitar seperti saraf nan cedera menyebabkan kelumpuhan
- Risiko kerusakan pembuluh darah nan robek dan terjadi perdarahan internal nan membahayakan
Yang kudu dilakukan: Minta korban untuk tidak menggerakkan bagian nan cedera. Jika korban mencoba bergerak, hentikan dengan lembut.
2. Pasang Bidai untuk Menstabilkan Area Cedera
Cara imobilisasi saat patah tulang nan tepat adalah dengan pemasangan bidai alias splint. Bidai adalah perangkat untuk stabilisasi area cedera agar bagian nan patah tidak bergerak. Anda bisa membikin bidai darurat menggunakan barang-barang di sekitar:
- Papan kayu
- Kardus tebal
- Majalah alias surat kabar nan digulung
- Tongkat alias ranting pohon nan cukup kuat
- Bahkan payung bisa digunakan
Cara memasang bidai nan benar:
- Siapkan bidai nan panjangnya melewati sendi di atas dan di bawah letak patah tulang
- Contoh: Jika lengan bawah patah, bidai kudu dari siku sampai pergelangan tangan
- Letakkan bidai di bagian nan cedera dengan lembut – ini adalah posisi nan betul untuk patah tulang
- Ikat bidai dengan perban alias kain, tapi jangan terlalu kencang lantaran dapat menghalang aliran darah
- Pastikan jari-jari tangan alias kaki tetap bisa digerakkan sedikit dan warnanya normal (tidak pucat alias biru)
Untuk cedera lengan alias tangan: Setelah dipasang bidai, gunakan kain segitiga sebagai penyangga dengan mengikatnya di sekitar leher. Ini mengurangi aktivitas dan nyeri.
3. Kompres dengan Es untuk Mengurangi Bengkak
Setelah area cedera sudah diimobilisasi dengan imobilisasi nan tepat, Anda bisa memberikan kompres untuk patah tulang.
Cara mengompres nan benar:
- Bungkus es batu dengan kain alias handuk
- Jangan menempelkan es langsung ke kulit (bisa melukai kulit)
- Tempelkan kompres selama 15-20 menit
- Istirahat 1 jam, lampau kompres lagi jika perlu
- Kompres membantu mengurangi pembengkakan dan memar nan terjadi
4. Pertolongan Khusus untuk Patah Tulang Terbuka dan Tertutup
Pertolongan Pertama Patah Tulang Terbuka:
Jika tulang terlihat menembus kulit, ini nan kudu dilakukan:
JANGAN:
- Mencoba mendorong tulang kembali ke dalam
- Membersihkan luka dengan air alias cairan apapun
- Menyentuh tulang nan keluar
LAKUKAN:
- Tutup luka dengan kain bersih alias perban steril
- Tekan area di sekitar luka (bukan tulangnya) untuk menghentikan perdarahan
- Pasang bidai dengan sangat hati-hati
- Segera bawa ke IGD rumah sakit
Pertolongan Pertama Patah Tulang Tertutup:
Untuk patah tulang tertutup, konsentrasi pada:
- Imobilisasi dengan bidai
- Kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan
- Jaga agar korban tetap nyaman sembari menunggu support medis
5. Penanganan Patah Tulang Kaki dan Cedera Khusus
Penanganan Patah Tulang Kaki:
Untuk cedera pada tulang kaki alias tulang paha, perhatikan hal-hal berikut:
- Jangan mencoba meluruskan alias mengubah posisi tungkai
- Pertahankan posisi semula
- Lakukan imobilisasi dengan bidai panjang dari paha hingga pergelangan kaki
- Jangan membebani kaki nan cedera
Untuk Nyeri Lutut:
- Jika ada nyeri dengkul nan disertai kecurigaan patah tulang, hindari menekuk alias meluruskan lutut
- Biarkan dalam posisi nan paling nyaman
- Pasang bidai dengan hati-hati
6. Jaga Kondisi Korban Sambil Menunggu Bantuan
Saat menunggu ambulans alias dalam perjalanan ke rumah sakit:
- Jangan beri makan alias minum kepada korban, lantaran mungkin perlu operasi
- Selimuti korban jika kedinginan
- Pantau kesadaran dan pastikan korban tetap sadar
- Periksa warna jari tangan alias kaki setiap 10-15 menit
- Longgarkan ikatan jika jari-jari terlihat pucat alias kebiruan


Kesalahan nan Harus Dihindari
Beberapa kesalahan saat memberikan pertolongan patah tulang ini justru bisa memperparah kondisi korban:
- Mencoba melakukan reposisi tulang alias membetulkan posisi tulang sendiri – Ini sangat berbahaya! Biarkan master ortopedi nan melakukannya.
- Menggerakkan korban sebelum dipasang bidai – Bisa mengubah patah tulang tertutup menjadi patah tulang terbuka.
- Mengikat bidai alias perban terlalu kencang – Menghambat aliran darah dan bisa menyebabkan kerusakan permanen.
- Memberikan obat pereda nyeri tanpa konsultasi – Beberapa obat bisa menyebabkan komplikasi, terutama jika bakal operasi.
- Mengabaikan tanda-tanda syok seperti kulit pucat, keringat dingin, alias penurunan kesadaran.
Pertolongan Pertama Patah Tulang pada Anak
Menangani pertolongan pertama cedera tulang pada anak perlu pendekatan khusus:
- Tetap tenang agar anak tidak semakin takut
- Bicara dengan lembut dan jelaskan apa nan Anda lakukan dengan bahasa sederhana
- Jangan tunjukkan kepanikan di depan anak
- Berikan rasa aman dengan memeluk alias memegang tangannya (pada bagian nan tidak cedera)
- Pahami anatomi tulang anak nan berbeda: tulang anak lebih lentur tapi juga lebih mudah cedera
- Segera bawa ke master anak alias master ortopedi
Tulang anak lebih lentur tapi juga lebih mudah cedera. Mereka juga lebih sigap sembuh dibanding orang dewasa jika ditangani dengan benar.
Kapan Harus Segera ke IGD?
Semua kasus patah tulang sebaiknya diperiksa dokter. Tapi beberapa kondisi memerlukan kapan kudu ke IGD dengan penanganan darurat segera:
Segera ke IGD rumah sakit jika:
- Patah tulang terbuka (tulang terlihat keluar)
- Perdarahan nan tidak bisa dihentikan
- Bagian tubuh nan cedera terlihat sangat bengkok alias tidak normal (deformitas tulang parah)
- Korban mengalami kesulitan bernapas
- Korban kehilangan kesadaran
- Cedera di leher alias punggung
- Jari-jari tangan alias kaki terlihat pucat, biru, alias sangat dingin
Hubungi ambulans segera agar paramedis dan petugas ambulans nan terlatih bisa memberikan perawatan darurat dalam perjalanan ke rumah sakit.


Perawatan di Rumah Sakit
Perawatan lanjutan setelah pertolongan pertama di rumah sakit bakal dilakukan oleh master ortopedi meliputi:
- Melakukan pemeriksaan fisik untuk menilai tingkat keparahan
- Pemeriksaan X-ray alias foto rontgen untuk memandang kondisi tulang nan patah secara detail
- Menentukan perawatan nan tepat: Pemasangan gips untuk patah tulang ringan, operasi untuk patah tulang nan parah, pemasangan pen alias plat untuk menyatukan tulang.
- Memberikan obat pereda nyeri dan antibiotik jika perlu
- Merencanakan terapi rehabilitasi untuk pemulihan
Tips Mencegah Komplikasi
Penanganan pertolongan pertama patah tulang nan betul bakal mencegah komplikasi patah tulang seperti:
- Kerusakan saraf permanen nan bisa menyebabkan kelumpuhan
- Perdarahan internal nan rawan akibat kerusakan pembuluh darah
- Infeksi pada patah tulang terbuka
- Patah tulang nan tidak menyatu dengan baik (malunion)
- Waktu pemulihan nan lebih lama
- Gangguan kegunaan permanen pada bagian tubuh nan cedera
Dengan langkah pertolongan pertama patah tulang nan tepat, akibat komplikasi ini dapat diminimalkan.
Kesimpulan tentang Pertolongan Pertama Patah Tulang
Pertolongan pertama patah tulang nan tepat bisa menyelamatkan korban dari komplikasi serius. Ingat prinsip dasarnya:
- Tetap tenang dan jangan panik
- Jangan gerakkan bagian nan cedera
- Pasang bidai untuk stabilisasi
- Hubungi support medis segera
- Kompres dengan es untuk mengurangi bengkak
- Jangan coba betulkan posisi tulang sendiri
Dengan memahami cara-cara ini, Anda bisa memberikan pertolongan nan efektif saat ada orang di sekitar Anda mengalami patah tulang.
Yang terpenting adalah bertindak sigap tapi tetap hati-hati, dan segera membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan profesional.
Semoga info ini berfaedah dan tidak ada nan mengalami patah tulang. Namun jika terjadi, Anda sudah tahu apa nan kudu dilakukan!
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!


Pertanyaan Seputar Pertolongan Pertama Patah Tulang
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik pertolongan pertama patah tulang.
Apa nan kudu dilakukan pertama kali saat seseorang patah tulang?
Hal pertama nan kudu dilakukan adalah tetap tenang dan jangan panik. Segera hubungi ambulans alias minta support medis.
Jangan gerakkan bagian tubuh nan cedera dan lakukan imobilisasi dengan memasang bidai darurat menggunakan bahan nan ada di sekitar seperti papan kayu, kardus tebal, alias majalah nan digulung.
Pastikan korban tidak menggerakkan area nan cedera untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Bagaimana langkah membedakan patah tulang terbuka dan tertutup?
Patah tulang tertutup adalah kondisi di mana tulang patah tetapi tidak menembus kulit, sehingga tidak ada luka terbuka nan terlihat.
Sementara patah tulang terbuka terjadi ketika tulang nan patah menembus kulit dan terlihat keluar, sering disertai perdarahan.
Patah tulang terbuka lebih rawan lantaran berisiko tinggi mengalami jangkitan dan memerlukan penanganan medis segera di IGD.
Bolehkah memberikan kompres es langsung pada patah tulang?
Boleh memberikan kompres untuk patah tulang, tetapi jangan menempelkan es langsung ke kulit lantaran bisa melukai kulit.
Bungkus es batu dengan kain alias handuk terlebih dahulu, lampau tempelkan pada area nan bengkak selama 15-20 menit. Kompres dingin membantu mengurangi pembengkakan dan memar. Ulangi setiap 1 jam jika diperlukan.
Kapan kudu segera membawa korban patah tulang ke IGD?
Semua kasus patah tulang sebaiknya diperiksa dokter, tetapi beberapa kondisi memerlukan penanganan darurat segera di IGD:
- Patah tulang terbuka dengan tulang terlihat keluar
- Perdarahan nan tidak terkontrol
- Deformitas tulang nan parah
- Kesulitan bernapas
- Kehilangan kesadaran
- Cedera di leher alias punggung
- Jari-jari tangan/kaki terlihat pucat dan kebiruan
Hubungi ambulans segera untuk mendapatkan support dari paramedis nan terlatih.

