Radang Sendi Tidak Boleh Makan Apa? Cek Pantangannya Di Sini!

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Kalau Anda alias family mengalami radang sendi, pasti sering bertanya: “radang sendi tidak boleh makan apa ya?” alias “apa saja nan tidak boleh dimakan saat radang sendi?”

Pertanyaan ini memang penting, lantaran rupanya makanan nan kita konsumsi sehari-hari bisa mempengaruhi kondisi persendian, lho!

Memahami makanan larangan radang sendi dan daftar makanan nan tidak baik untuk radang sendi adalah langkah awal nan krusial untuk mengendalikan indikasi arthritis.

Mari kita telaah dengan bahasa nan sederhana agar mudah dipahami dan dipraktikkan.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Banner Zaskia mobile

Radang Sendi Tidak Boleh Makan Apa? Kenapa?

Sebelum membahas makanan untuk penderita arthritis nan kudu dihindari, ada baiknya kita pahami dulu konsep peradangan (inflamasi) dan kenapa makanan bisa berpengaruh terhadap radang sendi.

Inflamasi tubuh alias peradangan adalah respons alami tubuh terhadap cedera alias infeksi. Namun pada kasus arthritis, peradangan ini berjalan terus-menerus dan bisa merusak sendi.

Hubungan makanan dan peradangan tubuh sangat erat. Beberapa makanan inflamasi nan kudu dihindari penderita radang sendi rupanya bisa membikin peradangan ini tambah parah, sementara makanan lain justru bisa membantu meredakannya.

Bayangkan seperti ini: jika sendi kita sedang mengalami pembengkakan sendi dan kekakuan sendi, lampau kita makan makanan nan memicu peradangan sendi, tentu kondisinya bakal makin buruk.

Sebaliknya, jika kita pilih makanan nan “menenangkan peradangan”, gejalanya bisa lebih ringan.

Jenis-Jenis Radang Sendi nan Umum

Ada beberapa jenis-jenis radang sendi nan sering ditemui. Memahami jenis arthritis nan Anda alami krusial lantaran makanan penyebab radang sendi kambuh bisa berbeda untuk setiap jenisnya:

  • Pengapuran Sendi (Osteoarthritis). Osteoarthritis adalah jenis nan paling umum, biasanya terjadi lantaran usia alias sendi nan terlalu sering dipakai. Tulang rawan nan melindungi sendi jadi menipis dan aus, menyebabkan kekakuan sendi dan nyeri.
  • Rematik (Rheumatoid Arthritis). Rheumatoid arthritis terjadi lantaran sistem kekebalan tubuh kita “salah sasaran” dan menyerang sendi sendiri. Biasanya menimbulkan inflamasi tubuh dan pembengkakan sendi nan cukup parah.
  • Asam Urat (Gout). Arthritis gout alias gout adalah nan paling dipengaruhi oleh makanan. Terjadi ketika masam urat tinggi dalam darah sampai membentuk kristal tajam di sendi. Hubungan purin dan masam urat sangat erat—purin dari makanan diubah jadi masam urat dalam tubuh. Rasanya sangat nyeri!
  • Pseudogout. Pseudogout mirip masam urat, tapi disebabkan oleh kristal kalsium.

Penting untuk tahu jenis arthritis nan Anda alami, lantaran makanan nan memperburuk radang sendi bisa sedikit berbeda untuk setiap tipe.

Penderita Radang Sendi Tidak Boleh Makan Apa Saja?

Sekarang, mari kita telaah inti pertanyaan: radang sendi tidak boleh makan apa saja?

1. Makanan Tinggi Purin (Terutama untuk Asam Urat)

Ini larangan nomor satu, terutama buat penderita masam urat. Makanan tinggi purin pemicu radang sendi adalah makanan penyebab gout dan radang sendi nan utama.

Purin adalah unsur nan jika masuk tubuh bakal diubah jadi masam urat. Semakin banyak makanan tinggi purin nan masuk, semakin tinggi masam urat kita.

Makanan tinggi purin nan kudu dihindari:

  • Daging merah: Sapi, kambing, babi sebaiknya dibatasi alias dihindari sama sekali lantaran tinggi purin
  • Jeroan: Hati, ginjal, usus, otak, rempela – semua jeroan tinggi purin dan merupakan makanan penyebab radang sendi kambuh
  • Seafood tertentu: Sarden, kerang, udang, kepiting, cumi, ikan teri
  • Kaldu daging: Apalagi nan dimasak lama-lama, purinnya makin terkonsentrasi

Tips: Kalau Anda penderita gout dan sangat mau makan daging, pilih daging ayam tanpa kulit dalam porsi kecil. Tapi tetap jangan sering-sering ya!

2. Makanan dan Minuman Manis

Gula tambahan dan makanan tinggi gula rupanya bisa memicu inflamasi tubuh. Gula rafinasi adalah salah satu pemicu flare-up radang sendi nan sering diabaikan. Makanan dan minuman nan kudu dibatasi:

  • Minuman bersoda dan minuman bungkusan manis
  • Kue-kue manis, donat, pastry
  • Permen dan cokelat manis
  • Es krim
  • Sirup dan pemanis buatan

Makanan tinggi gula tidak hanya membikin peradangan lebih parah dan menjadi pemicu flare-up radang sendi, tapi juga bisa bikin berat badan naik.

Padahal berat badan berlebih bisa menambah beban pada sendi dengkul dan pinggul, terutama untuk penderita osteoarthritis.

3. Gorengan dan Makanan Berminyak

Lemak trans dan lemak jenuh nan banyak ada di gorengan bisa memicu peradangan dan termasuk makanan inflamasi nan kudu dihindari penderita radang sendi. Hindari:

  • Gorengan pinggir jalan (tempe goreng, tahu goreng, pisang goreng, dll)
  • Makanan sigap saji (ayam goreng sigap saji, burger, kentang goreng)
  • Keripik dan camilan goreng
  • Margarin dan mentega berlebihan

Lemak trans tidak hanya memicu pembengkakan sendi, tetapi juga dapat menyebabkan kolesterol tinggi dan radang sendi secara bersamaan.

Minyak dengan kandungan omega-6 tinggi seperti minyak jagung jika dikonsumsi berlebihan juga dapat meningkatkan inflamasi tubuh.

Alternatif: Kalau mau makan tempe alias tahu, lebih baik dikukus, direbus, alias dipanggang.

4. Makanan Olahan dan Kalengan

Makanan olahan nan diproses dan dikemas biasanya mengandung banyak bahan pengawet, garam, dan unsur tambahan lain nan termasuk makanan nan memperburuk radang sendi:

  • Sosis, nugget, bakso kemasan
  • Kornet, dendeng kemasan
  • Mie instan
  • Makanan kaleng (sarden kaleng, kornet kaleng)
  • Keripik bungkusan dengan MSG tinggi

Jenis makanan olahan ini adalah salah satu makanan penyebab radang sendi kambuh nan sering dikonsumsi tanpa disadari.

5. Alkohol, Terutama Bir

Alkohol, khususnya bir, bisa meningkatkan kadar masam urat dan memperparah peradangan. Bir mengandung purin nan cukup tinggi. Selain itu, alkohol juga bisa mengganggu kerja obat-obatan untuk radang sendi.

6. Minyak Goreng Tertentu

Minyak jagung dan minyak kedelai nan dipakai berlebihan bisa meningkatkan inflamasi tubuh lantaran kandungan omega-6 nan tinggi.

Ini termasuk dalam kategori makanan nan memperburuk radang sendi jika tidak diimbangi dengan omega-3.

Pilihan lebih baik: Gunakan minyak oliva alias minyak kelapa untuk memasak.

7. Makanan nan Mungkin Memicu pada Sebagian Orang

Beberapa penderita arthritis mungkin sensitif terhadap makanan tertentu nan bisa menjadi pemicu flare-up radang sendi:

  • Produk susu: Beberapa penderita rheumatoid arthritis merasa gejalanya memburuk setelah minum susu alias makan keju
  • Sayuran nightshade: Tomat, terong, paprika, kentang (tapi ini tidak bertindak untuk semua orang)
  • Makanan mengandung gluten: Roti, pasta, mie (untuk nan sensitif gluten)

Catatan penting: Sensitivitas ini berbeda-beda tiap orang. Coba perhatikan apakah indikasi Anda memburuk setelah makan makanan tertentu.

Makanan nan memicu peradangan sendi pada satu orang belum tentu sama efeknya pada orang lain.

Makanan nan Baik untuk Radang Sendi

Setelah tahu apa saja nan tidak boleh dimakan saat radang sendi, sekarang mari kita telaah makanan nan justru bagus untuk radang sendi.

Memahami perbedaan makanan antiinflamasi vs pro-inflamasi sangat krusial dalam menerapkan diet antiradang.

Makanan nan Membantu Meredakan Peradangan:

  • Ikan laut: Salmon, tuna, makarel (kaya omega-3 nan antiradang)
  • Sayuran hijau: Bayam, brokoli, kangkung, sawi
  • Buah-buahan beri: Stroberi, blueberry (banyak antioksidan)
  • Kacang-kacangan: Almond, kenari (dalam jumlah wajar)
  • Biji-bijian utuh: Oatmeal, beras merah
  • Minyak zaitun: Terutama nan extra virgin
  • Rempah-rempah: Kunyit, jahe, lengkuas

Makanan-makanan ini termasuk dalam kategori antiinflamasi dalam konsep makanan antiinflamasi vs pro-inflamasi, nan membantu meredakan pembengkakan sendi dan kekakuan sendi.

Menu harian nan bisa dicoba:

  • Pagi: Oatmeal dengan buah stroberi
  • Siang: Nasi merah, ikan salmon panggang, tumis bayam
  • Malam: Sup sayuran dengan tahu kukus
  • Camilan: Buah-buahan segar alias kacang almond

Cara Pencegahan Lain Selain Mengatur Makanan

Menghindari makanan larangan radang sendi saja tidak cukup. Gaya hidup nan membantu mengurangi radang sendi juga sangat penting. Ada beberapa langkah lain nan perlu dilakukan:

1. Olahraga Teratur nan Ringan

Jangan takut bergerak lantaran takut nyeri! Justru olahraga ringan sangat membantu mengurangi kekakuan sendi dan merupakan bagian dari style hidup nan membantu mengurangi radang sendi:

  • Jalan kaki: 20-30 menit sehari sudah bagus
  • Berenang: Ini olahraga terbaik lantaran tidak membebani sendi
  • Senam ringan alias yoga: Membantu menjaga kelenturan sendi dan mengurangi pembengkakan sendi
  • Bersepeda santai: Baik untuk sendi lutut

Yang penting, hindari olahraga nan terlalu berat alias menghentak seperti lari maraton alias angkat beban berat, terutama jika Anda menderita osteoarthritis alias pengapuran sendi.

2. Jaga Berat Badan Ideal

Ini sangat krusial sebagai bagian dari style hidup nan membantu mengurangi radang sendi! Setiap kilogram berat badan berlebih memberikan beban ekstra pada sendi, terutama dengkul dan pinggul.

Bayangkan jika Anda kelebihan 10 kg, sendi dengkul Anda kudu menahan beban ekstra 10 kg setiap kali Anda berjalan!

Berat badan berlebih juga bisa memperparah kondisi osteoarthritis dan pengapuran sendi, serta meningkatkan akibat kolesterol tinggi dan radang sendi secara bersamaan.

3. Istirahat Cukup

Sendi nan mengalami pembengkakan sendi dan peradangan butuh waktu untuk pulih. Pastikan tidur 7-8 jam per malam.

Kalau sendi terasa sangat nyeri alias mengalami kekakuan sendi, jangan dipaksakan untuk beraktivitas berat.

4. Kelola Stres

Stres rupanya bisa memperparah inflamasi tubuh dan menjadi pemicu flare-up radang sendi. Cara mengelola stres sebagai bagian dari style hidup nan membantu mengurangi radang sendi:

  • Meditasi alias relaksasi
  • Melakukan kegemaran nan menyenangkan
  • Mengobrol dengan kawan alias keluarga
  • Mendengarkan musik
  • Jalan-jalan santuy di taman

5. Kompres Hangat alias Dingin

  • Kompres hangat: Membantu meredakan kekakuan sendi, terutama di pagi hari
  • Kompres dingin: Membantu mengurangi pembengkakan sendi dan nyeri setelah aktivitas

6. Periksa Kesehatan Rutin

Jangan lupa cek kesehatan secara berkala. Pemeriksaan laboratorium sangat krusial untuk memantau kondisi:

  • Untuk masam urat: Cek kadar masam urat darah setiap 3-6 bulan untuk memastikan tidak terjadi masam urat tinggi
  • Untuk rematik: Cek darah untuk pantau aktivitas penyakit rheumatoid arthritis

Konsultasi dengan master tentang perkembangan kondisi arthritis Anda.

Pemeriksaan laboratorium rutin membantu mendeteksi awal kemungkinan pemicu flare-up radang sendi dan mencegah makanan penyebab radang sendi kambuh nan mungkin terlewat.

7. Minum Obat Sesuai Anjuran Dokter

Jangan hentikan obat tanpa sepengetahuan dokter. Beberapa jenis arthritis, seperti rheumatoid arthritis, memerlukan obat jangka panjang untuk mencegah kerusakan sendi nan permanen.

Konsistensi pengobatan adalah bagian krusial dari style hidup nan membantu mengurangi radang sendi.

8. Terapi Tambahan

Beberapa terapi nan bisa membantu:

  • Fisioterapi: Dipandu oleh mahir fisioterapi untuk melatih sendi dengan benar
  • Akupunktur: Membantu meredakan nyeri pada sebagian orang
  • Pijat ringan: Membantu relaksasi otot di sekitar sendi (tapi jangan pijat keras!)

Tips Praktis Sehari-hari

Berikut beberapa tips nan mudah dipraktikkan:

Di Dapur:

  • Ganti minyak goreng dengan minyak zaitun
  • Kurangi garam dan penyedap rasa
  • Tambahkan kunyit dan jahe dalam masakan
  • Lebih banyak kukus alias rebus, kurangi goreng

Saat Belanja:

  • Baca label makanan kemasan
  • Pilih makanan segar daripada nan olahan
  • Perbanyak beli sayur dan buah
  • Hindari produk dengan gula tambahan tinggi

Saat Makan:

  • Makan dalam porsi mini tapi sering
  • Perbanyak minum air putih (minimal 8 gelas sehari)
  • Hindari makan larut malam
  • Kunyah makanan dengan baik

Aktivitas Sehari-hari:

  • Gunakan perangkat bantu jika perlu (tongkat, pegangan)
  • Hindari posisi duduk alias berdiri terlalu lama
  • Jaga postur tubuh nan baik
  • Gunakan dasar kaki nan nyaman dan empuk

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasi ke master jika:

  • Nyeri sendi sangat dahsyat dan tidak membaik dengan obat biasa
  • Sendi bengkak, merah, dan terasa panas
  • Tidak bisa menggerakkan sendi sama sekali
  • Demam disertai nyeri sendi
  • Gejala tidak membaik setelah 2 minggu mengubah pola makan

Kesimpulan tentang Radang Sendi Tidak Boleh Makan Apa

Jadi, radang sendi tidak boleh makan apa? Intinya, hindari makanan tinggi purin (jeroan, seafood seperti sarden dan kerang, daging merah), makanan tinggi gula dan gula rafinasi, gorengan nan mengandung lemak trans, makanan olahan, dan alkohol.

Semua ini adalah daftar makanan nan tidak baik untuk radang sendi dan termasuk makanan penyebab radang sendi kambuh.

Memahami apa saja nan tidak boleh dimakan saat radang sendi dan makanan larangan radang sendi sangat penting.

Makanan inflamasi nan kudu dihindari penderita radang sendi ini dapat memicu pembengkakan sendi, kekakuan sendi, dan flare-up radang sendi.

Sebaliknya, perbanyak makan ikan, sayuran hijau, buah-buahan, dan gunakan rempah-rempah seperti kunyit dan jahe.

Terapkan diet antiradang dengan memahami perbedaan makanan antiinflamasi vs pro-inflamasi.

Untuk penderita gout alias arthritis gout, sangat krusial menghindari makanan tinggi purin pemicu radang sendi dan makanan penyebab gout dan radang sendi serta melakukan pemeriksaan laboratorium rutin untuk memantau kadar masam urat agar tidak terjadi masam urat tinggi.

Untuk penderita osteoarthritis alias pengapuran sendi dan rheumatoid arthritis, konsentrasi pada menghindari pemicu flare-up radang sendi dan menerapkan diet antiradang nan konsisten.

Setiap orang berbeda-beda. Makanan untuk penderita arthritis nan kudu dihindari pada satu orang belum tentu sama efeknya untuk orang lain.

Jadi, perhatikan reaksi tubuh Anda dan jangan ragu berkonsultasi dengan master alias mahir gizi untuk mendapatkan pedoman nan sesuai dengan kondisi Anda.

Tinggalkan juga Gaya Hidup Tidak Sehat

Ingat, pengelolaan arthritis bukan hanya soal menghindari makanan nan memperburuk radang sendi alias makanan nan memicu peradangan sendi.

Gaya hidup nan membantu mengurangi radang sendi seperti olahraga teratur, jaga berat badan, rehat cukup, kelola stres, dan alim minum obat juga sama pentingnya.

Yang terpenting adalah konsisten dan sabar. Perubahan positif tidak terjadi dalam semalam, tapi dengan komitmen dan pola hidup nan tepat, Anda bisa menjalani hidup nan lebih nyaman meskipun dengan radang sendi.

Semoga info tentang radang sendi tidak boleh makan apa dan apa saja nan tidak boleh dimakan saat radang sendi ini berfaedah dan membantu Anda mengelola arthritis dengan lebih baik!

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Pertanyaan tentang Radang Sendi Tidak Boleh Makan Apa

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik radang sendi tidak boleh makan apa.

Makanan apa saja nan sebaiknya dihindari oleh penderita radang sendi lutut?

Penderita radang sendi dengkul sebaiknya menghindari makanan tinggi gula, lemak jenuh, serta makanan olahan nan dapat memperburuk peradangan.

Selain itu, konsumsi makanan nan mengandung gluten dan alkohol juga perlu dibatasi lantaran dapat memicu indikasi lebih lanjut dan memperparah kondisi sendi.

Apakah ada tanaman herbal nan bisa membantu meredakan nyeri lutut?

Beberapa tanaman herbal mempunyai kandungan antioksidan dan antiinflamasi nan dapat membantu mengurangi peradangan pada lutut.

Salah satunya adalah daun sirsak, nan diketahui mengandung senyawa aktif nan dapat membantu meredakan nyeri sendi akibat radang sendi.

Apa saja vitamin nan baik untuk nyeri sendi lutut?

Beberapa vitamin dan suplemen nan dapat mendukung kesehatan sendi dan membantu meredakan nyeri dengkul antara lain:

  • Vitamin B kompleks (B1, B6, dan B12) nan dapat membantu mengurangi peradangan dan mendukung kesehatan saraf.
  • Vitamin D, nan berkedudukan dalam menjaga kesehatan tulang dan sendi.
  • Kurkumin, senyawa aktif dalam kunyit nan mempunyai pengaruh antiinflamasi alami.
  • Glukosamin dan kondroitin, nan berfaedah untuk membantu menjaga kesehatan tulang rawan dan meredakan indikasi osteoarthritis.

Buah apa nan dapat membantu mengurangi radang sendi?

Buah nan diketahui mempunyai faedah dalam mengurangi peradangan sendi adalah buah ceri.

Berdasarkan beberapa penelitian, buah ceri segar alias dalam corak saribuah mempunyai kandungan antioksidan tinggi nan dapat membantu meredakan nyeri dan peradangan akibat arthritis serta encok.

Minuman apa nan baik untuk penderita radang sendi?

Salah satu minuman terbaik untuk penderita radang sendi adalah teh hijau dan teh putih, nan kaya bakal polifenol—senyawa alami nan mempunyai sifat antiinflamasi.

Konsumsi teh hijau secara rutin dapat membantu mengurangi peradangan pada sendi serta mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Selengkapnya