Pernahkah Anda merasakan nyeri dengkul nan berkepanjangan dan master menyarankan untuk melakukan rontgen? Rontgen adalah salah satu pemeriksaan penunjang medis.
Mungkin Anda bertanya-tanya, sebenarnya apa itu rontgen dan gimana langkah kerjanya? Mari kita telaah agar Anda lebih memahami pemeriksaan medis nan satu ini.
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!
Apa Itu Rontgen?
Rontgen adalah pemeriksaan medis nan menggunakan sinar unik untuk memandang kondisi bagian dalam tubuh, terutama tulang dan sendi, tanpa perlu operasi alias sayatan.
Bayangkan seperti memotret bagian dalam tubuh Anda, sehingga master bisa memandang apa nan terjadi di kembali kulit dan otot.
Jadi, rontgen adalah pemeriksaan apa? Ini adalah bagian dari pengetahuan radiologi, ialah bagian kedokteran nan menggunakan teknologi pencitraan untuk mendiagnosis penyakit.
Prosedur ini juga disebut radiografi, ialah teknik menghasilkan gambar menggunakan radiasi.
Pemeriksaan ini dinamakan rontgen lantaran ditemukan oleh intelektual berjulukan Wilhelm Conrad Röntgen pada tahun 1895.
Penemuan ini mengubah bumi kedokteran lantaran untuk pertama kalinya, master bisa “melihat” tulang dan organ tubuh tanpa kudu membedah pasien.


Cara Kerja Rontgen Adalah Ini?
Cara kerja rontgen sebenarnya cukup sederhana. Alat rontgen bakal memancarkan sinar-X (sejenis radiasi nan tidak terlihat mata) ke bagian tubuh nan mau diperiksa. Sinar ini bakal menembus tubuh Anda dan menciptakan gambar dari organ tubuh bagian dalam.
Yang menarik adalah, setiap bagian tubuh menyerap sinar-X dengan langkah berbeda:
- Tulang nan padat bakal menyerap banyak sinar, sehingga tampak berwarna putih pada hasil foto
- Otot dan lemak menyerap lebih sedikit, sehingga tampak abu-abu
- Udara nyaris tidak menyerap sinar sama sekali, jadi terlihat hitam
Hasilnya, Anda bakal mendapatkan gambar hitam-putih nan menunjukkan struktur tulang dengan jelas. Di masa lalu, gambar ini dicetak pada movie rontgen fisik, tetapi sekarang sebagian besar rumah sakit sudah menggunakan sistem digital.
Proses pengambilan gambarnya sendiri sangat cepat, hanya beberapa detik saja, dengan paparan radiasi nan sangat minimal dan aman.
Rontgen Digunakan untuk Apa Saja?
Rontgen mempunyai banyak kegunaan dalam bumi medis, antara lain:
- Mendeteksi tulang nan patah alias retak
- Memeriksa kondisi sendi nan bermasalah
- Melihat adanya jangkitan pada tulang
- Mendeteksi kelainan pada pemeriksaan dada untuk memandang paru-paru dan jantung
- Memeriksa kondisi gigi dan rahang
- Mengevaluasi pertumbuhan tulang pada anak
Untuk keluhan nyeri lutut khususnya, rontgen sangat membantu master memandang apa nan sebenarnya terjadi pada sendi dengkul Anda.
Peran Penting Rontgen untuk Nyeri Lutut
Jika Anda mengalami nyeri lutut, rontgen biasanya menjadi pemeriksaan pertama nan direkomendasikan dokter. Mengapa? Karena pemeriksaan ini bisa menunjukkan:
- Kondisi Tulang Lutut Rontgen dapat mendeteksi apakah ada tulang nan patah, retak, alias mengalami kelainan bentuk.
- Celah Sendi nan Menyempit Pada dengkul nan sehat, ada jarak alias celah antara tulang paha dan tulang kering. Jika celah ini menyempit, bisa jadi tulang rawan (bantalan sendi) Anda sudah aus. Ini sering terjadi pada kasus pengapuran alias osteoarthritis.
- Taji Tulang (Osteofit) Taji tulang adalah tonjolan mini nan tumbuh di tepi tulang akibat kerusakan sendi. Ini adalah tanda bahwa sendi Anda sudah mengalami kerusakan dalam waktu lama. Rontgen patella (tulang tempurung lutut) dapat menunjukkan pembentukan taji tulang ini dengan jelas.
- Posisi Tulang nan Bergeser Rontgen bisa menunjukkan apakah tulang dengkul Anda tetap dalam posisi nan betul alias sudah bergeser.
- Penumpukan Kalsium Abnormal Kadang ada deposit kalsium nan tidak normal di sekitar sendi, nan bisa menyebabkan rasa sakit.


Jenis Pemeriksaan Rontgen Adalah Ini
Ada beberapa jenis pemeriksaan rontgen, tergantung bagian tubuh nan diperiksa:
- Rontgen Kaki dan Tulang Untuk memeriksa tulang kaki, pergelangan kaki, alias tungkai. Hasil rontgen kaki normal bakal menunjukkan tulang nan utuh, posisi nan baik, dan celah sendi nan cukup.
- Rontgen Lutut Khusus untuk memeriksa sendi dengkul dari beragam sudut. Rontgen dengkul normal menampilkan celah sendi nan seimbang di kedua sisi, permukaan tulang nan halus, dan tidak ada tonjolan tulang tambahan.
- Rontgen Dada Untuk memandang kondisi paru-paru, jantung, dan tulang rusuk.
- Rontgen Gigi Membantu master gigi memandang kondisi akar gigi dan tulang rahang.
Catatan: Istilah “foto rongsen” alias “foto rongseng” nan sering didengar di masyarakat sebenarnya sama dengan foto rontgen.
Bagaimana Proses Pemeriksaan Rontgen?
Tidak perlu khawatir, prosedur pemeriksaan rontgen sangat mudah dan tidak menyakitkan. Berikut tahapannya:
- Persiapan Anda bakal diminta melepaskan perhiasan, jam tangan, alias barang logam lainnya nan bisa mengganggu hasil foto. Untuk rontgen lutut, biasanya Anda tidak perlu tukar baju.
- Posisi Petugas radiologi bakal membantu Anda mengatur posisi tubuh. Untuk rontgen lutut, Anda mungkin diminta berebahan alias berdiri, tergantung perspektif pengambilan gambar nan dibutuhkan.
- Pengambilan Gambar Anda kudu tak bersuara dan tidak bergerak selama beberapa detik saat foto diambil. Ini krusial agar hasilnya tidak blur.
- Selesai Seluruh proses biasanya hanya menyantap waktu 10-15 menit.
Berapa Lama Hasil Rontgen Keluar?
Di rumah sakit modern nan menggunakan sistem digital, hasil foto rontgen bisa langsung dilihat dalam 15-30 menit setelah pemeriksaan.
Namun, untuk mendapatkan laporan komplit dari master radiologi alias master radiolog, biasanya memerlukan waktu 24-48 jam.
Radiografer (teknisi rontgen) bakal mengambil gambar, lampau master radiologi bakal menganalisis gambar secara perincian dan memberikan konklusi tentang kondisi tulang alias sendi Anda.


Apakah Rontgen Aman?
Pertanyaan nan paling sering ditanyakan adalah: “Apakah radiasi rontgen berbahaya?”
Kabar baiknya, rontgen untuk pemeriksaan medis menggunakan dosis radiasi nan sangat rendah dan dianggap aman. Efek samping dari pemeriksaan rontgen sangat jarang terjadi.
Rumah sakit dan klinik radiologi mengikuti prinsip ALARA (As Low As Reasonably Achievable), nan artinya menggunakan radiasi serendah mungkin sembari tetap menghasilkan gambar nan berbobot untuk diagnosis.
Untuk keamanan ekstra:
- Area tubuh nan tidak perlu difoto bakal dilindungi dengan apron timbal (semacam celemek pelindung)
- Dosis radiasi disesuaikan dengan ukuran dan kondisi tubuh pasien
- Pemeriksaan hanya dilakukan jika memang betul-betul diperlukan
Catatan Khusus:
- Ibu mengandung sebaiknya menginformasikan kondisinya kepada dokter, lantaran rontgen hanya dilakukan jika manfaatnya jauh lebih besar dari risikonya
- Untuk anak-anak, dosis radiasi bakal disesuaikan lebih rendah
Kapan Anda Perlu Melakukan Rontgen Lutut?
Dokter biasanya bakal merekomendasikan rontgen dengkul jika:
- Anda mengalami cedera dengkul akibat jatuh, kecelakaan, alias olahraga
- Nyeri dengkul tidak membaik setelah rehat dan pengobatan sederhana
- Lutut bengkak, kaku, alias susah digerakkan
- Ada bunyi “krek-krek” saat menggerakkan dengkul disertai rasa sakit
- Dokter mau memastikan pemeriksaan sebelum merencanakan operasi
- Perlu memantau perkembangan penyakit sendi seperti osteoarthritis
Perbedaan Rontgen dengan MRI
Mungkin Anda pernah mendengar tentang MRI dan bertanya-tanya apa bedanya dengan rontgen?
Rontgen:
- Menggunakan sinar-X
- Lebih baik untuk memandang tulang
- Lebih sigap (hanya beberapa menit)
- Biaya lebih terjangkau
- Tersedia di nyaris semua rumah sakit dan klinik
MRI:
- Menggunakan medan magnet dan gelombang radio
- Lebih baik untuk memandang jaringan lunak seperti ligamen, otot, dan tulang rawan
- Pemeriksaan lebih lama (30-60 menit)
- Biaya lebih mahal
- Tidak semua akomodasi kesehatan memilikinya
Untuk keluhan nyeri lutut, master biasanya bakal mulai dengan rontgen terlebih dulu lantaran lebih praktis dan ekonomis.
Jika hasil rontgen tidak menunjukkan masalah pada tulang tetapi nyeri tetap berlanjut, baru bakal dipertimbangkan MRI untuk memandang kondisi jaringan lunak seperti ligamen alias meniskus (bantalan lutut).


Kemajuan Teknologi Rontgen Adalah Ini!
Teknologi rontgen terus berkembang. Saat ini, banyak rumah sakit sudah menggunakan rontgen digital nan mempunyai keunggulan:
- Hasil foto lebih jelas dan detail
- Dosis radiasi lebih rendah
- Tidak perlu movie fisik, semua tersimpan di komputer
- Hasil bisa langsung dikirim ke master via internet
- Dokter bisa memperbesar alias menyesuaikan kontras gambar untuk kajian nan lebih baik
- Ramah lingkungan lantaran tidak menggunakan bahan kimia untuk cuci film
Memahami Hasil Rontgen Anda
Meskipun master nan bakal menginterpretasi hasil rontgen Anda, ada baiknya Anda memahami beberapa perihal dasar:
Rontgen Lutut Normal:
- Celah sendi terlihat jelas dan simetris
- Permukaan tulang lembut tanpa benjolan
- Tidak ada garis patah alias retak
- Posisi tulang tempurung dengkul (patella) tepat di tengah
Tanda-Tanda Masalah:
- Celah sendi menyempit (tanda kerusakan tulang rawan)
- Ada tonjolan tulang di tepi sendi (taji tulang)
- Garis patah alias diskontinuitas pada tulang
- Posisi tulang nan tidak normal
- Penumpukan cairan alias kalsium
Jangan ragu untuk bertanya kepada master tentang hasil rontgen Anda. Mintalah penjelasan nan mudah dipahami tentang kondisi dengkul Anda dan apa langkah selanjutnya nan perlu diambil.
Kesimpulan tentang Rontgen adalah Pemeriksaan Medis
Rontgen adalah perangkat pemeriksaan medis nan sangat krusial dan menjadi pilihan pertama untuk mendiagnosis masalah tulang dan sendi, termasuk nyeri lutut. Pemeriksaan ini aman, cepat, tidak menyakitkan, dan tersedia di nyaris semua akomodasi kesehatan.
Jika Anda mengalami nyeri dengkul nan tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.
Pemeriksaan rontgen bisa membantu master memandang apa nan terjadi di dalam sendi Anda, sehingga penanganan nan tepat bisa segera diberikan.
Ingat, penemuan awal melalui pemeriksaan rontgen dapat membantu mencegah kerusakan sendi nan lebih parah dan meningkatkan kesempatan kesembuhan Anda.
Jadi, jika master merekomendasikan rontgen, itu adalah langkah krusial untuk kesehatan dengkul dan sendi Anda!
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!


Pertanyaan seputar Rontgen adalah Pemeriksaan Medis
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan seputar topik rontgen adalah pemeriksaan medis.
Apakah pemeriksaan rontgen sakit?
Tidak, pemeriksaan rontgen sama sekali tidak menyakitkan. Anda hanya perlu tak bersuara beberapa detik saat foto diambil.
Tidak ada jarum, tidak ada sayatan, dan tidak ada rasa sakit. Prosesnya mirip seperti difoto biasa, hanya saja menggunakan perangkat unik untuk memandang bagian dalam tubuh Anda.
Berapa biaya rontgen lutut?
Biaya rontgen dengkul bervariasi tergantung rumah sakit alias klinik radiologi nan Anda kunjungi. Di akomodasi kesehatan pemerintah, biayanya berkisar Rp 100.000 – Rp 300.000, sedangkan di rumah sakit swasta bisa mencapai Rp 300.000 – Rp 800.000.
Jika Anda mempunyai BPJS Kesehatan alias asuransi swasta, biaya pemeriksaan biasanya ditanggung sepenuhnya dengan rujukan dari dokter.
Apakah boleh makan sebelum rontgen lutut?
Ya, Anda boleh makan dan minum seperti biasa sebelum rontgen lutut. Tidak ada larangan unik alias persiapan puasa untuk pemeriksaan rontgen tulang dan sendi.
Anda hanya perlu melepaskan perhiasan alias barang logam di area nan bakal difoto. Berbeda dengan rontgen untuk organ pencernaan nan mungkin memerlukan persiapan khusus.
Seberapa sering boleh melakukan rontgen?
Tidak ada batas pasti, lantaran setiap pemeriksaan rontgen menggunakan dosis radiasi nan sangat rendah dan aman. Dokter bakal mempertimbangkan faedah versus akibat setiap kali merekomendasikan pemeriksaan.
Umumnya, rontgen untuk monitoring kondisi kronis seperti osteoartritis dilakukan setiap 6-12 bulan sekali, alias sesuai kebutuhan medis. nan terpenting adalah pemeriksaan dilakukan atas indikasi nan jelas dan rekomendasi dokter.

