Siapa Yang Bakal Jadi Pemenang Jika Bitcoin Diadu Dengan Perak?

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

– Menjelang akhir tahun 2025, pasar aset dunia menunjukkan kontras menarik, baik mata uang digital maupun logam mulia sama-sama mencetak keahlian luar biasa, namun hanya satu nan betul-betul keluar sebagai pemenang tahun ini. Data terbaru menunjukkan bahwa perak berhasil mencuri sorotan, dan mengungguli Bitcoin secara meyakinkan di tengah volatilitas besar nan mengguncang pasar digital.

Perubahan besar ini terlihat jelas pada ratio Bitcoin-to-silver, nan sekarang turun ke 1.458 ons per Bitcoin, titik terendah sejak Oktober 2023. Pada awal tahun, satu BTC tetap setara dengan sekitar 3.500 ons perak. Dalam laporang The Kobeissi Letter pada 3 Desember lalu, penurunan lebih dari separuh itu menandakan pergeseran kekuatan nan signifikan antara aset safe-haven tradisional dan aset digital.

Investors are rushing into the silver market:

Physical silver-backed ETF holdings jumped +15.7 million ounces in November.

Year-to-date, silver ETF holdings have increased in 9 out of the last 11 months.

Meanwhile, silver skew, an indicator of call-option volatility, jumped 8… pic.twitter.com/xqs2bM54a0

— The Kobeissi Letter (@KobeissiLetter) December 3, 2025

Rasio ini merosot seiring penurunan nilai Bitcoin sebanyak 27 persen sejak Agustus, dan memperpanjang tren melemah nan telah mengguncang pasar mata uang digital selama beberapa bulan terakhir. Sebaliknya, perak justru melonjak sekitar 53 persen dalam periode nan sama, didorong oleh meningkatnya permintaan investor, arus modal besar-besaran ke ETF berbasis fisik, serta ketidakpastian ekonomi global nan membikin logam mulia kembali diminati.

Baca Juga: Apa Saja nan Perlu Diketahui Soal Upgrade Fusaka Ethereum?

Penurunan ratio tahun ini mencapai 58 persen year-to-date, menjadikannya salah satu kontraksi paling tajam dalam sejarah komparasi BTC-Silver. Meski sekilas terlihat seperti pola penurunan tahun 2022, ketika rasio ambruk 69 persen, konteks 2025 berbeda. Kali ini bukan hanya Bitcoin nan melemah, pasar logam mulia mengalami reli besar nan membikin perak menjadi salah satu komoditas dengan performa terbaik tahun ini.

Perak Catat Tahun Terkuat Sejak 1979

Harga perak sekarang berada di dekat rekor baru di kisaran US$ 58 per ons. Lonjakan tersebut diperkuat oleh arus masuk signifikan ke ETF berbasis fisik, nan menambah 15,7 persen juta ons hanya dalam bulan November. Dalam 11 bulan terakhir, sembilan di antaranya mencatat inflow.

Pasar opsi juga memberi sinyal kuat skew bullish pada perak melonjak ke level tertinggi sejak Maret 2022.

Bitcoin di sisi lain, mengalami perjalanan nan jauh lebih volatil. Setelah mencetak rekor ATH di atas US$ 126.000 pada Oktober, nilai BTC kemudian jatuh di bawah support US$ 100.000 dan apalagi sempat menyentuh US$ 80.000. Ini mencerminkan tekanan jual besar dan ketidakpastian nan tetap membayangi pasar kripto.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya