Pernahkah Anda berpikir tentang gimana tubuh bisa bergerak, berdiri, alias apalagi sekadar mengangkat tangan? Semua itu dimungkinkan oleh sistem muskuloskeletal. Apa itu? Simak terus tulisan ini.
Sistem muskuloskeletal adalah campuran dari tulang, otot, sendi, dan jaringan penghubung lainnya nan bekerja bersama-sama untuk membikin tubuh kita bisa bergerak dan tetap kokoh.
Mari kita pelajari lebih dalam tentang bagian-bagian sistem muskuloskeletal dan beragam masalah kesehatan nan bisa terjadi pada sistem ini.
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!
Apa Itu Sistem Muskuloskeletal?
Muskuloskeletal adalah istilah campuran dari dua kata: “muskular” nan artinya otot, dan “skeletal” nan berfaedah rangka alias tulang.
Jadi, sistem muskuloskeletal adalah sistem tubuh nan melibatkan tulang, otot, sendi, ligamen, tendon, dan jaringan ikat. Semua komponen ini bekerja secara berbarengan untuk membentuk tubuh dan memungkinkan kita bergerak.
Dalam anatomi tubuh manusia, sistem ini terbagi menjadi dua bagian: sistem mobilitas aktif dan pasif. Bagian aktif adalah otot nan bergerak dan berkontraksi, sedangkan bagian pasif adalah tulang, sendi, dan jaringan penghubung nan memberikan struktur dan kestabilan.
Anatomi sistem muskuloskeletal juga membagi kerangka tubuh manusia menjadi dua golongan besar. Pertama adalah rangka aksial dan apendikular.
Rangka aksial mencakup tengkorak, tulang belakang, dan tulang rusuk—bagian nan menjadi poros tengah tubuh.
Rangka apendikular terdiri dari tulang lengan dan kaki, termasuk bahu, pinggul, lutut, dan pergelangan tangan alias kaki.


Bagian-bagian Sistem Muskuloskeletal
1. Tulang: Rangka Tubuh Kita
Peran tulang dalam sistem muskuloskeletal sangat penting. Kerangka tubuh manusia dewasa mempunyai sekitar 206 tulang nan tersusun rapi membentuk struktur tubuh.
Tulang bukan hanya untuk menyangga tubuh, tapi juga melindungi organ-organ krusial kita. Misalnya, tengkorak melindungi otak, tulang rusuk melindungi jantung dan paru-paru.
Selain itu, tulang juga menyimpan mineral seperti kalsium dan fosfor nan dibutuhkan tubuh. Di dalam tulang, tepatnya di sumsum tulang, terjadi proses pembentukan sel darah.
Menariknya, tulang adalah organ hidup nan terus berubah sepanjang hidup kita. Fisiologi otot dan tulang menunjukkan bahwa tulang terus mengalami proses pembentukan dan penyerapan kembali.
2. Otot: Mesin Penggerak Tubuh
Otot adalah bagian nan membikin tubuh kita bisa bergerak. Ketika otot berkontraksi alias mengerut, aktivitas pun terjadi. Kontraksi otot menghasilkan tenaga nan diteruskan melalui tendon (jaringan penghubung) ke tulang, sehingga sendi bergerak.
Yang menarik, otot bekerja secara berpasangan. Dalam biomekanika tubuh, ketika satu otot berkontraksi, otot pasangannya bakal mengendur.
Misalnya, saat Anda menekuk lengan, otot depan lengan berkontraksi sementara otot belakang lengan mengendur. Sistem kerja ini membikin aktivitas tubuh menjadi lembut dan terkontrol.
3. Sendi, Ligamen, dan Jaringan Penghubung
Sendi adalah tempat bertemunya dua tulang alias lebih. Persendian inilah nan memungkinkan kita menggerakkan tubuh ke beragam arah.
Sendi sinovial adalah jenis sendi nan paling umum dan memberikan kebebasan mobilitas paling besar, seperti pada lutut, bahu, dan pinggul.
Di dalam sendi terdapat kartilago, semacam alas nan mencegah tulang bersenggolan langsung satu sama lain.
Kartilago ini sangat krusial untuk kesehatan sendi dan jaringan ikat lantaran mengurangi gesekan dan menyerap guncangan saat kita bergerak.
Ligamen adalah jaringan nan menghubungkan tulang dengan tulang lainnya dan membikin sendi tetap stabil.
Sementara tendon menghubungkan otot ke tulang dan bekerja menyalurkan kekuatan dari otot ke tulang saat terjadi gerakan.


Fungsi Sistem Muskuloskeletal pada Manusia
Fungsi sistem muskuloskeletal pada manusia sangat beragam dan krusial untuk kehidupan sehari-hari:
- Memberikan corak dan penyangga tubuh – Tanpa tulang dan otot, tubuh kita tidak bakal mempunyai corak dan tidak bisa berdiri tegak.
- Memungkinkan gerakan – Dari aktivitas mini seperti mengetik hingga aktivitas besar seperti berlari, semuanya dimungkinkan oleh sistem ini.
- Melindungi organ dalam – Tulang melindungi organ-organ vital dari tumbukan alias cedera.
- Menyimpan mineral – Tulang menyimpan kalsium dan fosfor nan bisa digunakan tubuh saat diperlukan.
- Membuat sel darah – Di dalam sumsum tulang, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit diproduksi.
- Menjaga keseimbangan – Keseimbangan postur tubuh dijaga oleh sistem ini agar kita tidak mudah jatuh.
Hubungan sistem muskuloskeletal dengan sistem saraf sangat erat. Otak mengirim sinyal melalui saraf ke otot untuk menunjukkan kapan kudu berkontraksi.
Sebaliknya, sensor pada otot dan sendi mengirim info kembali ke otak tentang posisi tubuh dan tekanan pada sendi.
Gangguan pada Sistem Muskuloskeletal
Kondisi gangguan muskuloskeletal adalah beragam masalah kesehatan nan menyerang tulang, otot, sendi, alias jaringan penghubung. Gangguan ini bisa terjadi lantaran proses penuaan, cedera, peradangan, alias kelainan bawaan.
1. Penyakit lantaran Penuaan
Penyakit sistem muskuloskeletal nan umum mengenai penuaan antara lain:
- Osteoarthritis – Ini adalah kerusakan pada alas sendi (kartilago) nan menyebabkan nyeri dan sendi terasa kaku. Kondisi ini sering terjadi pada lutut, pinggul, dan tangan.
- Osteoporosis – Kondisi di mana tulang menjadi keropos dan rentan sehingga mudah patah. Ini sering terjadi pada orang lanjut usia, terutama wanita setelah menopause.
- Skoliosis – Kelainan di mana tulang belakang melengkung ke samping secara tidak normal. Hal ini bisa mempengaruhi postur dan apalagi pernapasan.
2. Masalah Peradangan
- Tendinitis – Peradangan pada tendon nan biasanya terjadi lantaran aktivitas berulang alias penggunaan berlebihan. Tendinitis sering terjadi pada bahu, siku, alias pergelangan tangan.
- Bursitis – Peradangan pada bursa (bursitis), ialah kantung mini berisi cairan di sekitar sendi. Bursa berfaedah mengurangi gesekan, dan ketika meradang bakal terasa nyeri.
- Arthritis – Istilah umum untuk beragam jenis peradangan sendi nan menyebabkan nyeri, bengkak, dan kesulitan bergerak.
3. Cedera dan Trauma
Contoh cedera pada sistem muskuloskeletal meliputi:
- Cedera ligamen – Ligamen nan robek alias teregang, sering terjadi pada dengkul alias pergelangan kaki. Ini adalah cedera olahraga nan cukup umum.
- Nyeri lutut – Cedera ligamen, kerusakan kartilago, hingga osteoarthritis, bisa menyebabkan nyeri lutut.
- Cedera olahraga – Berbagai cedera pada otot, tendon, ligamen, alias tulang akibat aktivitas bentuk nan berlebihan alias teknik nan salah.
Proses penuaan pada sistem muskuloskeletal terjadi secara alami. Seiring bertambahnya usia, massa otot berkurang, tulang menjadi kurang padat, dan jaringan ikat kehilangan elastisitasnya.
Itulah kenapa orang lanjut usia lebih rentan terhadap gangguan muskuloskeletal.


Pemeriksaan untuk Mendeteksi Masalah
Ketika mengalami keluhan pada tulang, otot, alias sendi, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya. Beberapa jenis pemeriksaan nan umum dilakukan:
- X-ray (rontgen) – Pemeriksaan paling dasar untuk memandang kondisi tulang. Bisa mendeteksi patah tulang, pergeseran sendi, alias perubahan pada tulang akibat penyakit.
- MRI muskuloskeletal – Pemeriksaan nan lebih perincian untuk memandang jaringan lunak seperti otot, tendon, ligamen, dan kartilago. MRI muskuloskeletal sangat berfaedah untuk mendiagnosis cedera jaringan lunak.
- CT Scan – Memberikan gambar potongan melintang nan detail, berfaedah untuk memandang struktur tulang dan jaringan di sekitarnya dengan lebih jelas.
Dokter ortopedi adalah ahli nan menangani masalah tulang, sendi, dan otot. Fisioterapis membantu proses pemulihan melalui latihan dan terapi.
Ahli anatomi mempelajari struktur tubuh secara perincian untuk memahami gimana sistem muskuloskeletal bekerja.
Terapi dan Rehabilitasi Sistem Muskuloskeletal
Tujuan dari terapi dan rehabilitasi sistem muskuloskeletal adalah mengembalikan kegunaan tubuh, mengurangi rasa sakit, dan mencegah masalah lebih lanjut.
Terapi Tanpa Operasi
- Terapi fisik – Latihan unik nan dirancang untuk memperkuat otot, meningkatkan kelenturan, dan memperbaiki keseimbangan postur tubuh.
- Fisioterapi – Menggunakan beragam teknik seperti pijat, peregangan, dan perangkat terapi untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan keahlian bergerak.
- Injeksi sendi – Suntikan obat anti-peradangan langsung ke dalam sendi untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan.
Operasi
Ketika terapi biasa tidak berhasil, operasi ortopedi mungkin diperlukan. Jenis operasi bisa berupa penggantian sendi (misalnya dengkul alias pinggul), perbaikan ligamen nan robek, alias koreksi tulang nan bengkok.
Setelah operasi, rehabilitasi muskuloskeletal sangat penting. Program rehabilitasi biasanya melibatkan fisioterapi intensif untuk memastikan pemulihan melangkah optimal dan mencegah komplikasi.


Cara Menjaga Kesehatan Sistem Muskuloskeletal
Cara menjaga kesehatan sistem muskuloskeletal sebenarnya tidak susah dan bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari:
1. Perhatikan Asupan Makanan
Peran nutrisi dalam pembentukan tulang dan otot sangat besar. Tubuh memerlukan kalsium untuk tulang nan kuat, vitamin D agar kalsium terserap dengan baik, dan protein untuk membangun otot.
Mineral lain seperti magnesium dan fosfor juga krusial untuk kesehatan sendi dan jaringan ikat.
2. Rutin Berolahraga
Olahraga dan dampaknya terhadap otot dan tulang sangat positif. Olahraga teratur membikin otot lebih kuat, tulang lebih padat, dan sendi lebih lentur.
Latihan beban khususnya sangat baik untuk mencegah osteoporosis. Namun, lakukan dengan teknik nan betul agar terhindar dari cedera olahraga.
3. Jaga Postur Tubuh
Postur tubuh nan baik saat duduk, berdiri, alias mengangkat peralatan berat dapat mencegah masalah pada tulang belakang dan sendi.
Gunakan prinsip ergonomi nan tepat, terutama jika bekerja di instansi alias melakukan pekerjaan nan melibatkan aktivitas berulang.
4. Deteksi Dini
Kondisi klinis seperti osteoporosis, arthritis, cedera ligamen bisa dicegah alias ditangani lebih baik jika terdeteksi sejak dini.
Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama jika sudah memasuki usia lanjut alias mempunyai riwayat family dengan masalah muskuloskeletal.
Kesimpulan tentang Sistem Muskuloskeletal
Sistem muskuloskeletal adalah sistem tubuh nan membikin kita bisa bergerak, beraktivitas, dan menjalani hidup dengan normal.
Memahami bagian-bagian sistem muskuloskeletal—seperti tulang, sendi, otot, ligamen, tendon, dan kartilago—serta mengenal beragam gangguan nan bisa terjadi sangat krusial untuk menjaga kesehatan.
Dengan menerapkan pola hidup sehat, makan makanan bergizi, berolahraga secara teratur, dan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, kita bisa menjaga sistem muskuloskeletal tetap sehat hingga usia lanjut.
Ingat, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.
Jika mau berkonsultasi tentang kondisi kesehatan kaki dan dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!


Pertanyaan Seputar Sistem Muskuloskeletal
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik sistem muskuloskeletal.
Apa itu sistem muskuloskeletal?
Sistem muskuloskeletal adalah campuran dari tulang, otot, sendi, ligamen, tendon, dan jaringan ikat nan bekerja bersama-sama untuk membentuk tubuh, memberikan penyangga, dan memungkinkan kita bergerak.
Apa saja kegunaan utama sistem muskuloskeletal?
Fungsi utamanya meliputi memberikan corak dan penyangga tubuh, memungkinkan gerakan, melindungi organ dalam, menyimpan mineral seperti kalsium, memproduksi sel darah di sumsum tulang, dan menjaga keseimbangan postur tubuh.
Apa saja gangguan nan umum terjadi pada sistem muskuloskeletal?
Gangguan nan umum meliputi osteoarthritis (kerusakan alas sendi), osteoporosis (tulang keropos), skoliosis (tulang belakang melengkung), tendinitis dan bursitis (peradangan), serta beragam cedera ligamen dan cedera olahraga.
Bagaimana langkah menjaga kesehatan sistem muskuloskeletal?
Caranya dengan mengonsumsi makanan bergizi nan kaya kalsium, vitamin D, dan protein, berolahraga secara teratur terutama latihan beban, menjaga postur tubuh nan baik, serta melakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk penemuan dini.

