Smart Money Lagi Kumpulin Bitcoin, Anda Ketinggalan?

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

– Prediksi Bitcoin (BTC) ke US$ 200.000 makin sering terdengar. Kedengarannya gila? mungkin. Tapi terlalu banyak sinyal besar nan muncul untuk diabaikan. Dari pola historis, arus duit institusi, hingga kekacauan global, semuanya sedang berbenturan dalam ‘badai sempurna’ nan bisa melambungkan BTC ke liga nan betul-betul baru.

Ini bukan sekedar hype. Ada argumen nyata dan konkret kenapa satu tahun ke depan bisa menjadi periode paling eksplosif dalam sejarah Bitcoin.

Selama bertahun-tahun, Bitcoin bergerak dalam siklus empat tahunan nan sangat teratur, semua berpusat pada peristiwa halving, saat suplai baru Bitcoin di pangkas setengah. Setiap kali ini terjadi, pasar biasanya mengikuti pola:

1. Bottom – Harga ambruk 80 persen, semua tak bersuara selain penanammodal lama dan whale.

2. Pemulihan – Harga naik perlahan, pasar mulai ‘bangun’.

3. Mania – FOMO merajalela, nilai naik vertikal.

4. Crash – Bubble pecah, lampau siklus mulai ulang.

Tapi kali ini, hanya satu tahun setelah halving terakhir, Bitcoin sudah menyentuh US$ 122.000. Penyebabnya adalah ETF Spot Bitcoin.

Sejak Amerika menyetujui ETF Bitcoin Spot pada Januari 2014, aliran biaya lembaga tak terbendung. Firma besar seperti BlackRock dan Fidelity mulai reli besar-besaran, bukan buat trading cepat, tapi untuk disimpan jangka panjang.

Bursa seperti CME sekarang jadi pusat pergerakan nilai BTC, dengan para trader ahli menggunakan perjanjian derivatif untuk bertaruh pada arah pasar. Inilah nan disebut sebagai smart money, mereka tidak panik seperti penanammodal ritel biasa.

Hasilnya, lonjakan besar nan lebih stabil dan susah dipatahkan oleh buletin jelek sesaat.

Baca Juga: 5 Kripto Bertema Binatang nan Layak Diperhatikan Pekan Ini: Dogecoin, Shiba Inu, WIF, PEPE, PENGU

Bitcoin Bukan Cuma Emas Digital Lagi

Bitcoin perlahan jadi lebih sekedar perangkat lindung inflasi. Inovasi teknologinya membikin Bitcoin sekarang juga punya kegunaan nyata di bumi digital:

  • Lightning Network – Transfer sigap dan murah, cocok untuk pembayaran harian.
  • Ordinals dan BRC-20 – NFT dan token langsung di jaringan Bitcoin.
  • Stacks dan Layer-2 – Bawa DeFi dan smart contract ke ekosistem BTC.

Fungsi baru ini membikin Bitcoin semakin dibutuhkan, bukan hanya diincar lantaran langka.

Dengan ketidakpastian global, Bitcoin jadi aset pelarian nan makin menarik. Di negara-negara dengan mata duit hancur seperti Argentina, BTC jadi penyelamat finansial.

Selain itu, sifatnya nan tidak bisa dikontrol pemerintah menjadikannya perangkat bagi aktivis, apalagi negara untuk menghindari hukuman ekonomi. Dulu hanya MicroStrategy nan menyimpan BTC di neraca. Kini, buahpikiran tersebut jadi pembicaraan serius di level negara.

Namun jangan salah, US$ 200.000 tidak dijamin. Ada sejumlah resiko nan bisa menjegal reli ini:

  • Regulasi ketat dari negara besar seperti Amerika.
  • Skandal internal industri mata uang digital (contohnya FTX).
  • Resesi global, nan bisa bikin penanammodal lari ke aset kondusif seperti dolar.

Secara historis, nilai puncak Bitcoin terjadi 12–18 bulan setelah halving. Jika pola itu bertahan, puncaknya bisa muncul di paruh akhir 2025.

Model seperti Stock-to-Flow boleh saja diabaikan, tapi proyeksi berbasis pertumbuhan jangka panjang tetap menunjukkan bahwa nomor US$ 200.000 bukan ilusi.

Faktor penentunya? Arus biaya besar dari lembaga dan negara. Jika duit dari manajer aset, biaya pensiun dan pemerintah terus mengalir ke pasar Bitcoin, permintaan bakal dengan mudah mengalahkan suplai nan makin langka.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Muhammad Syofri

Trader Forex dan Bitcoin nan sudah bergulat di bagian trading dari tahun 2013. Sering menulis tulisan tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.

Selengkapnya