– Pasar mata uang digital mengalami koreksi pada Senin (15/12/2025), dengan Bitcoin (BTC) kembali menguji area US$ 85.000 dan Ether turun ke kisaran US$ 2.900. Sentimen resiko melemah setelah survei terbaru menunjukkan memburuknya kondisi ekonomi Amerika Serikat, sekaligus perubahan ekspektasi penanammodal mengenai kandidat Ketua The Fed berikutnya.
Pergerakan pasar obligasi Amerika ikut memperkuat sikap melindungi investor. Ketahanan obligasi Treasury Amerika tenor lima tahun, nan bangkit setelah menyentuh titik terendah 98,64, mengindikasikan meningkatnya permintaan perlindungan terhadap inflasi, terutama setelah The Fed memangkas suku bunga.

Tekanan fiskal juga bertambah menyusul pengesahan One Big Beautiful Bill Act, nan memperpanjang angsuran pajak dan meningkatkan plafon utang Amerika sebesar US$ 5 triliun, diperumit oleh keputusan The Fed memperluas neraca hingga US$ 40 miliar per bulan.
Kekhawatiran konsumen semakin menekan sentimen. Survei CNBC menunjukkan 41 persen penduduk Amerika berencana mengurangi shopping liburan, naik dari 35 persen tahun lalu, sementara 61 persen responden mengeluhkan masalah keterjangkauan akibat bayaran stagnan dan nilai nan terus naik. Pasar sekarang menanti rilis info penjualan ritel Oktober serta nonfarm payroll November untuk petunjuk arah ekonomi selanjutnya.
Di dalam pasar mata uang digital sendiri, leverage berlebih menjadi sumber tekanan utama. Open interest futures mencapai sekitar US$ 135 miliar dan lebih dari US$ 527 juta posisi long terlikuidasi dalam 24 jam terakhir. Melemahnya sektor kepintaran buatan turut mendorong pelaku pasar menambah posisi kas dan mengurangi eksposur ke aset beresiko, termasuk kripto.
Baca Juga: JPMorgan Chase Luncurkan Dana Pasar Uang Tokenized di Ethereum – laporan
Peringatan juga datang dari bumi hedge fund. Menurut laporan Reuters, Bridgewater Associates menilai ketergantungan perusahaan teknologi pada pasar utang untuk membiayai investasi AI telah memasuki fase berbahaya. Co-CIO Greg Jensen menyebut ada kesempatan masuknya pasar ke dalam kondisi ‘bubble’ dalam waktu dekat.
Tekanan bearish di pasar derivatif kripto. Permintaan leverage untuk posisi short melonjak di Bybit, mendorong funding rate tahunan ke wilayah negatif. Kondisi ini jarang memperkuat lama, namun likuiditas pasca-kejatuhan 10 Oktober dilaporkan lebih ketat, dengan sebagian market maker menanggung kerugian signifikan.
Di sisi makro-politik, pelemahan pasar saham Amerika Serikat sebagian dipicu turunnya kesempatan Kevin Hassett menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed. Laporan CNBC menyebut lingkaran dalam Presiden Donald Trump mendorong kandidat nan dinilai lebih independen. Pernyataan Trump bahwa Kevin Warsh juga kandidat kuat turut meredakan kekhawatiran terhadap stabilitas dolar Amerika.
Indeks Dolar AS (DXY) menemukan injakan di level 98 setelah empat pekan melemah, menandakan kepercayaan terhadap keahlian pemerintah AS menghindari resesi. Stabilitas dolar ini condong mendukung saham, namun menjadi halangan bagi mata uang digital nan kerap diposisikan sebagai pengganti lindung nilai.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
2 minggu yang lalu