Pernahkah Anda mengalami telapak kaki sakit nan membikin aktivitas sehari-hari jadi terganggu? Rasa nyeri telapak kaki alias sakit telapak kaki memang sangat mengganggu, apalagi jika sampai bikin susah berjalan.
Banyak nan bertanya, “kenapa telapak kaki sakit?” Artikel ini bakal membahas secara komplit tentang penyebab telapak kaki sakit dan langkah mengatasinya, plus tips mencegahnya agar tidak kambuh lagi.
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!
Kenapa Telapak Kaki Bisa Sakit?
Sebelum membahas penyebabnya, perlu Anda tahu bahwa anatomi kaki kita itu struktur nan cukup rumit.
Bayangkan saja, di setiap kaki ada 26 tulang, 33 sendi, dan lebih dari 100 otot serta jaringan pengikat nan bekerja sama menopang seluruh berat badan kita.
Kaki mempunyai lengkungan kaki alias arch kaki nan berfaedah seperti per untuk menyerap tumbukan saat berjalan.
Ada juga fascia plantaris, ialah jaringan tebal nan membentang dari kalkaneus (tulang tumit) sampai jari-jari kaki, nan berkedudukan sebagai alas lemak kaki alami.
Ketika postur dan gait (cara berjalan) kita tidak benar, alias biomekanikal tubuh tidak seimbang, bisa terjadi titik tekanan kaki nan berlebihan. Ini nan akhirnya menyebabkan sakit di bagian bawah kaki.
Jadi wajar jika kaki rentan mengalami masalah, terutama bagian sol kaki nan langsung bergesekan dengan tanah.


Penyebab Utama Telapak Kaki Sakit
1. Plantar Fasciitis (Radang Jaringan Telapak Kaki)
Ini adalah penyebab paling umum dari telapak kaki sakit. Plantar fasciitis alias fascitis plantaris terjadi ketika jaringan tebal di bawah telapak kaki mengalami peradangan fascia.
Ciri khasnya adalah telapak kaki sakit di pagi hari alias telapak kaki sakit saat bangun tidur.
Kenapa? Karena setelah rehat seharian, jaringan ikat kaki ini menegang, lampau tiba-tiba kudu meregang saat kita berdiri dan melangkah pertama kali.
Rasa sakitnya biasanya terasa di tumit sakit dan bisa menjalar ke telapak kaki bagian tengah. Kondisi radang telapak kaki ini sering dialami oleh:
- Orang nan banyak berdiri alias melangkah dalam waktu lama
- Pemilik flat foot (kaki datar) alias lengkungan kaki terlalu tinggi
- Orang dengan berat badan berlebih
- Atlet alias orang nan sering melakukan aktivitas bentuk intensif
Dalam beberapa kasus, peradangan kronis bisa memicu terbentuknya taji tulang (bone spur) alias calcaneal spur pada tumit.
2. Metatarsalgia (Nyeri di Bagian Depan Telapak Kaki)
Kalau Anda merasakan telapak kaki sakit seperti ditusuk jarum alias seperti menginjak kerikil, kemungkinan besar itu metatarsalgia.
Ini adalah nyeri kaki bagian bawah nan terasa di area metatarsal, ialah bagian depan telapak kaki, tepat di belakang jari-jari kaki.
Penyebab umum metatarsalgia:
- Memakai sepatu kewenangan tinggi terlalu sering
- Berlari alias melompat berlebihan (telapak kaki sakit setelah olahraga)
- Alas kaki nan tidak pas alias terlalu sempit
- Kelebihan berat badan nan membebani pengedaran berat badan pada kaki
3. Neuroma Morton (Saraf Kaki nan Tertekan)
Ini terjadi ketika saraf di antara jari-jari kaki (biasanya antara jari ketiga dan keempat) mengalami penebalan lantaran tertekan terus-menerus.
Neuroma Morton menyebabkan indikasi seperti ditusuk-tusuk, kesemutan, alias apalagi meninggal rasa di bagian depan kaki—sensasi telapak kaki ngilu alias telapak kaki linu nan sangat mengganggu.
Biasanya dipicu oleh sepatu nan terlalu sempit di bagian depan, sehingga jari-jari kaki terlalu rapat dan menekan saraf.
4. Kaki Datar (Flat Foot) alias Lengkungan Kaki Terlalu Tinggi
Normalnya, kaki kita punya lengkungan di bagian tengah nan disebut busur longitudinal kaki. Lengkungan ini berfaedah seperti per nan menyerap tumbukan saat berjalan.
Kalau lengkungannya terlalu datar (Flat Foot/Pes Planus) alias terlalu tinggi (High Arch/Pes Cavus), beban tubuh tidak terdistribusi dengan baik, sehingga menyebabkan telapak kaki sakit saat berjalan.
Kelainan ini juga bisa menyebabkan pronasi kaki (kaki terlalu miring ke dalam) alias supinasi kaki (kaki terlalu miring ke luar), nan mempengaruhi postur melangkah dan bisa memicu nyeri lutut juga.
5. Tarsal Tunnel Syndrome (Saraf Terjepit)
Mirip seperti “CTS” (carpal tunnel syndrome) di pergelangan tangan, tarsal tunnel syndrome terjadi ketika saraf di pergelangan kaki terjepit.
Akibatnya, kaki terasa panas dan sakit, kesemutan, dan bisa menjalar ke seluruh telapak kaki—sensasi telapak kaki sakit dan panas nan sangat tidak nyaman.
6. Masalah di Tumit nan Menjalar ke Telapak Kaki
Beberapa kondisi di tumit juga bisa bikin telapak kaki ikut sakit, misalnya:
- Tendinitis Achilles: Peradangan pada tendon achilles (urat di belakang tumit) nan bisa bikin telapak kaki sakit sampai ke betis lantaran perubahan langkah berjalan
- Bursitis: Peradangan kantung cairan di sekitar tumit nan menyebabkan kaki pegal
- Taji tulang (bone spur): Pertumbuhan tulang mini di tumit nan menusuk jaringan sekitarnya dan sering mengenai dengan ketegangan otot kaki
7. Penyakit Tertentu
Beberapa penyakit juga bisa menyebabkan telapak kaki sakit:
- Arthritis (radang sendi): Membuat sendi-sendi di kaki kaku dan nyeri, terutama di sendi metatarsophalangel
- Diabetes: Bisa menyebabkan glukosuria neuropati, ialah kerusakan saraf nan membikin telapak kaki sakit dan panas tanpa karena nan jelas—ini adalah komplikasi serius nan memerlukan cedera kaki nan perlu penanganan medis segera


Mengenali Pola Nyeri Telapak Kaki
Untuk membantu mengenali penyebabnya, perhatikan kapan dan gimana rasa sakitnya muncul:
- Sakit di pagi hari saat bangun tidur: Kemungkinan besar plantar fasciitis
- Sakit seperti ditusuk jarum: Bisa jadi neuroma Morton alias masalah saraf
- Sakit setelah olahraga alias aktivitas berat: Biasanya metatarsalgia alias kelelahan otot
- Sakit hanya di satu kaki (telapak kaki sakit sebelah kanan alias telapak kaki sakit sebelah kiri): Mungkin ada masalah postur tubuh alias langkah melangkah nan tidak seimbang
- Sakit disertai rasa panas: Kemungkinan ada peradangan aktif alias neuropati
- Sakit pada ibu hamil (telapak kaki sakit pada ibu hamil): Biasa terjadi lantaran berat badan bertambah dan pusat gravitasi tubuh berubah
Kalau sakitnya sampai telapak kaki sakit tidak bisa berjalan, segera periksakan ke master ya!
Cara Mengatasi Telapak Kaki Sakit
Perawatan di Rumah (Pertolongan Pertama)
Metode RICE alias RICE method sangat efektif untuk manajemen nyeri dan cara mengatasi telapak kaki sakit:
- Rest (Istirahat): Kurangi aktivitas nan membikin kaki sakit bertambah parah
- Ice (Kompres Dingin): Kompres dingin/panas dengan es batu nan dibungkus handuk selama 15-20 menit, 3-4 kali sehari. Ini membantu mengurangi peradangan
- Compression (Perban): Gunakan perban elastis untuk mengurangi pembengkakan
- Elevation (Tinggikan): Angkat kaki lebih tinggi dari jantung saat berebahan untuk mengurangi bengkak
Obat Pereda Nyeri
Untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan, Anda bisa menggunakan obat telapak kaki sakit seperti NSAID (Obat Anti-Inflamasi Non-Steroid) misalnya ibuprofen alias paracetamol. Tapi ingat, jangan digunakan dalam jangka panjang tanpa konsultasi dokter.
Untuk kasus nan lebih parah, master mungkin bakal memberikan injeksi kortikosteroid untuk meredakan peradangan nan hebat.
Latihan Peregangan (Stretching)
Rutin melakukan peregangan alias stretching kaki sangat membantu, terutama untuk plantar fasciitis. Beberapa aktivitas nan bisa dicoba:
Peregangan Telapak Kaki:
- Duduk, letakkan kaki nan sakit di atas paha satunya
- Tarik jari-jari kaki ke arah tulang kering
- Tahan 10 detik, ulangi 10 kali
Peregangan Betis:
- Berdiri menghadap tembok, letakkan tangan di tembok
- Kaki nan sakit di belakang, kaki nan sehat di depan
- Dorong tumit kaki belakang ke lantai sembari badan condong ke depan
- Tahan 30 detik, ulangi 3 kali
Fisioterapi
Kalau nyerinya tidak kunjung membaik, konsultasi dengan fisioterapis bisa sangat membantu.
Fisioterapi kaki bakal memberikan program latihan nan disesuaikan dengan kondisi Anda dan mengajarkan teknik melangkah nan betul untuk memperbaiki postur berjalan.
Gunakan Alas Kaki nan Tepat
Footwear nan tepat alias sepatu nan baik untuk kaki adalah yang:
- Punya alas nan lembek di bagian tumit dan telapak
- Ada penyangga di bagian lengkungan kaki (arch support)
- Ukurannya pas, tidak terlalu sempit alias longgar
- Solnya tidak terlalu keras alias terlalu tipis
Anda juga bisa menggunakan insole alias insole medis (alas kaki khusus/ortotik kaki) nan membantu mendistribusikan berat badan lebih merata.
Ortotik custom nan dibuat sesuai corak kaki Anda biasanya lebih efektif untuk pencegahan cedera.
Terapi Lanjutan (Kalau Cara Biasa Tidak Berhasil)
Jika setelah beberapa bulan pengobatan berdikari tidak ada perbaikan, master mungkin merekomendasikan:
- Shock Wave Therapy: Terapi menggunakan gelombang bunyi untuk merangsang penyembuhan
- Operasi: Biasanya ini pilihan terakhir, misalnya untuk operasi (Plantar Fascia Release) ialah melepaskan jaringan nan terlalu tegang, alias mengangkat taji tulang


Cara Mencegah Telapak Kaki Sakit
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Berikut tips untuk menjaga kesehatan muskuloskeletal dan menerapkan style hidup sehat untuk kaki:
1. Pilih Sepatu nan Tepat
- Hindari sepatu kewenangan tinggi setiap hari. Kalau terpaksa, jangan lebih dari 5 cm dan batasi penggunaannya
- Ganti sepatu olahraga secara berkala (setiap 500-800 km pemakaian)
- Jangan pakai sepatu nan sudah aus alias solnya sudah tidak rata
- Untuk pekerjaan nan mengharuskan berdiri lama, pilih sepatu dengan alas ekstra
2. Lakukan Peregangan Rutin
Luangkan 5-10 menit setiap hari untuk meregangkan kaki, terutama:
- Sebelum dan sesudah olahraga
- Pagi hari setelah bangun tidur
- Setelah duduk alias berdiri lama
3. Jaga Berat Badan Ideal
Setiap kilogram kelebihan berat badan bakal membebani kaki Anda. Dengan menjaga berat badan ideal, Anda mengurangi tekanan pada telapak kaki secara signifikan.
4. Tingkatkan Aktivitas Fisik Secara Bertahap
Jangan langsung melakukan olahraga berat jika tidak terbiasa. Tingkatkan intensitas dan lama secara perlahan agar kaki punya waktu untuk beradaptasi.
5. Perhatikan Permukaan Tempat Berjalan
- Hindari melangkah alias berdiri terlalu lama di lantai nan sangat keras seperti semen alias keramik
- Kalau bekerja di pabrik alias dapur, gunakan keset anti-lelah
- Pilih permukaan nan lebih lunak untuk berolahraga, seperti track alias rumput
6. Jangan Berjalan Tanpa Alas Kaki di Permukaan Keras
Meskipun melangkah tanpa sepatu di rumput alias pasir bisa menyehatkan, hindari melangkah tanpa dasar kaki di lantai keras seperti keramik alias aspal.


Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasi ke master jika:
- Nyeri sangat dahsyat sampai tidak bisa berjalan
- Sudah mencoba perawatan di rumah selama 2-3 minggu tapi tidak ada perbaikan
- Ada pembengkakan, kemerahan, alias terasa panas di area nan sakit
- Disertai demam (bisa jadi ada infeksi)
- Mati rasa alias kesemutan nan tidak hilang-hilang
- Nyeri menjalar sampai ke betis alias bagian tubuh lain
Dokter bakal melakukan pemeriksaan bentuk dan mungkin tes tambahan seperti:
- X-Ray (Rontgen): Untuk memandang kondisi tulang
- USG Muskuloskeletal: Untuk memeriksa jaringan lunak dan tendon
- MRI (Magnetic Resonance Imaging): Memberikan gambaran perincian ligamen plantar dan jaringan ikat
- Gait Analysis: Analisis langkah melangkah untuk mendeteksi masalah postur
Semua ini dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti tapak kaki sakit Anda dan menentukan penanganan nan tepat.
Kesimpulan tentang Telapak Kaki Sakit
Sakit telapak kaki memang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Tapi berita baiknya, sebagian besar kasus bisa diatasi dengan perawatan sederhana di rumah, seperti istirahat, kompres, peregangan, dan menggunakan footwear nan tepat.
Yang krusial adalah mengenali penyebab telapak kaki sakit sejak awal dan tidak mengabaikan indikasi nan muncul.
Dengan memahami beragam kondisi seperti plantar fasciitis, metatarsalgia, neuroma morton, flat foot (kaki datar), high arch (pes cavus), tarsal tunnel syndrome, tendinitis achilles, bursitis, arthritis, hingga glukosuria neuropati, Anda bisa mengambil langkah pencegahan cedera nan tepat.
Kombinasi antara pemilihan dasar kaki nan sesuai, fisioterapi kaki, manajemen nyeri nan baik, serta style hidup sehat untuk kaki bakal membantu Anda terhindar dari masalah ini.
Perhatikan juga postur dan gait (cara berjalan) Anda, lantaran biomekanikal tubuh nan baik sangat krusial untuk kesehatan muskuloskeletal secara keseluruhan.
Kaki nan sehat adalah modal utama untuk tetap aktif dan produktif. Jadi, mulai sekarang lebih perhatikan kesehatan kaki Anda ya!
Kalau nyeri telapak kaki alias sakit di bagian bawah kaki tidak kunjung membaik alias semakin parah, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.
Semakin sigap ditangani dengan langkah mengatasi telapak kaki sakit nan tepat, semakin sigap pula Anda bisa kembali beraktivitas dengan nyaman tanpa kaki pegal alias kaki terasa panas dan sakit.
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!


Pertanyaan Seputar Telapak Kaki Sakit
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik sakit tapak kaki.
Kenapa telapak kaki sakit di pagi hari saat bangun tidur?
Sakit tapak kaki di pagi hari biasanya disebabkan oleh plantar fasciitis. Setelah rehat semalaman, jaringan fascia di bawah telapak kaki mengalami penegangan dan mengencang.
Saat Anda pertama kali berdiri dan melangkah, jaringan ini tiba-tiba meregang sehingga menimbulkan rasa sakit nan tajam, terutama di area tumit dan tengah telapak kaki.
Apa penyebab telapak kaki sakit seperti ditusuk jarum?
Sensasi seperti ditusuk jarum pada telapak kaki biasanya disebabkan oleh neuroma Morton alias metatarsalgia.
Neuroma Morton terjadi ketika saraf di antara jari-jari kaki (biasanya jari ketiga dan keempat) tertekan dan menebal, sementara metatarsalgia adalah nyeri di bagian depan telapak kaki akibat tekanan berlebih.
Kedua kondisi ini sering dipicu oleh penggunaan sepatu nan terlalu sempit alias sepatu kewenangan tinggi.
Bagaimana langkah mengatasi telapak kaki sakit di rumah?
Cara mengatasi sakit tapak kaki di rumah bisa dilakukan dengan metode RICE:
- Rest (istirahatkan kaki)
- Ice (kompres dengan es 15-20 menit)
- Compression (gunakan perban elastis)
- Elevation (tinggikan kaki)
Tambahkan juga peregangan rutin, gunakan dasar kaki nan nyaman dengan arch support, dan konsumsi obat anti-inflamasi seperti ibuprofen untuk mengurangi nyeri dan peradangan.
Kapan kudu ke master untuk telapak kaki sakit?
Anda kudu segera ke master jika sakit tapak kaki sampai tidak bisa berjalan, nyeri tidak membaik setelah 2-3 minggu perawatan mandiri, ada pembengkakan parah alias kemerahan, disertai demam, alias mengalami meninggal rasa dan kesemutan berkepanjangan.
Kondisi ini mungkin memerlukan pemeriksaan lebih lanjut seperti rontgen, USG, alias MRI untuk pemeriksaan nan akurat.

