Telapak Kaki Terasa Panas: Ini Penyebab Dan Cara Mengatasinya!

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Pernahkah Anda merasakan telapak kaki terasa panas seperti terbakar, terutama di malam hari? Keluhan kaki terasa panas ini rupanya cukup sering dialami banyak orang.

Sensasi panasnya bisa ringan seperti hangat-hangat saja, alias apalagi sangat mengganggu sampai rasanya seperti kaki Anda berdiri di atas bara api.

Biasanya, sensasi terbakar pada kaki ini disertai dengan indikasi lain seperti kesemutan pada kaki, nyeri, alias gatal-gatal.

Meski sering dianggap sepele, kondisi ini bisa jadi pertanda ada indikasi penyakit sistemik nan perlu diperhatikan. Makanya, krusial banget untuk tahu penyebab telapak kaki terasa panas dan gimana langkah mengatasi telapak kaki terasa panas dengan tepat.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Banner Zaskia mobile

Apa Saja Penyebab Telapak Kaki Terasa Panas?

Berikut ini adalah beberapa penyebab telapak kaki terasa panas, yaitu:

1. Gangguan Sistem Saraf Tepi

Penyebab paling umum telapak kaki terasa panas adalah neuropati perifer alias kerusakan pada saraf perifer di kaki.

Bayangkan saraf seperti kabel listrik nan menghantarkan sinyal dari otak ke seluruh tubuh. Kalau kabelnya rusak, sinyalnya jadi kacau dan bisa menimbulkan sensasi panas di telapak kaki nan tidak normal.

Neuropati diabetik adalah jenis gangguan saraf kaki nan paling sering terjadi pada penderita glukosuria melitus.

Gula hipertensi nan tidak terkontrol dalam waktu lama bisa merusak pembuluh darah kaki dan jaringan saraf sensorik, sehingga menimbulkan burning feet syndrome alias sindrom kaki terbakar nan sangat mengganggu.

Kondisi ini menyebabkan telapak kaki terasa panas pada penderita glukosuria dengan intensitas nan bervariasi.

2. Defisiensi Vitamin dan Nutrisi

Tubuh kita butuh vitamin, terutama vitamin B kompleks, untuk menjaga kesehatan saraf.

Kekurangan vitamin B kompleks seperti defisiensi vitamin B12, vitamin B1 (tiamin), vitamin B6, dan masam folat bisa menyebabkan keluhan neurologis pada kaki termasuk telapak kaki terasa panas dan perih.

Kekurangan vitamin ini bisa terjadi karena:

  • Pola makan nan kurang bergizi
  • Gangguan penyerapan makanan di pencernaan
  • Kondisi metabolik dan hormonal tertentu
  • Kekurangan vitamin E nan juga krusial untuk kesehatan saraf

3. Penyakit Diabetes dan Gangguan Hormonal

Penderita glukosuria sangat rentan mengalami kaki terasa terbakar lantaran kadar gula hipertensi merusak saraf dan mengganggu sirkulasi darah pada ekstremitas bawah.

Selain diabetes, hipotiroidisme (hypothyroidism) alias kondisi di mana kelenjar tiroid tidak memproduksi hormon nan cukup juga bisa menyebabkan keluhan serupa.

4. Masalah Peredaran Darah

Kalau sirkulasi darah kaki tidak lancar, jaringan dan saraf di kaki jadi kekurangan oksigen dan nutrisi. Ini bisa memicu kaki terasa panas setelah beraktivitas.

Kondisi seperti penyakit arteri perifer, vaskulitis, alias gangguan lain pada pembuluh darah kaki bisa jadi penyebabnya, menimbulkan kaki panas dan nyeri.

5. Penyakit dan Kondisi Lainnya

Beberapa kondisi medis lain nan bisa menyebabkan kaki terasa panas antara lain:

  • Eritromelalgia: Pembuluh darah membengkak, kaki jadi merah, panas, dan nyeri
  • Tarsal tunnel syndrome (Sindrom terowongan tarsal): Saraf di pergelangan kaki terjepit, menimbulkan sensasi terbakar
  • Gagal ginjal kronis: Limbah dalam darah menumpuk dan mengganggu kegunaan saraf, menyebabkan telapak kaki terasa panas disertai kesemutan
  • Morton’s neuroma: Penebalan jaringan di sekitar saraf kaki
  • Plantar fasciitis: Peradangan pada jaringan telapak kaki (plantar)
  • Infeksi jamur kaki seperti athlete’s foot (tinea pedis)
  • Efek samping pengobatan tertentu nan bisa mempengaruhi peripheral neuropathy
  • Dalam beberapa kasus, keluhan ini juga bisa disertai nyeri dengkul yang perlu pertimbangan lebih lanjut

Kenapa Telapak Kaki Terasa Panas di Malam Hari?

Banyak orang mengeluh telapak kaki terasa panas saat tidur alias telapak kaki terasa panas saat malam hari. Mengapa kaki terasa panas di malam hari ini lebih intens? Ada beberapa argumen ilmiahnya:

  • Suhu tubuh kita secara alami turun menjelang waktu tidur. Penurunan suhu ini justru membikin sensasi panas di kaki terasa lebih menonjol dan mengganggu.
  • Setelah seharian beraktivitas, kaki kita sudah capek dan peredaran darahnya tidak selancar saat beraktivitas. Kelelahan ini bisa memperparah indikasi gangguan saraf nan sudah ada, sehingga kaki panas malam hari terasa lebih kuat.

Akibatnya, kualitas tidur dan gangguan kenyamanan bisa terjadi, membikin rehat malam jadi tidak nyenyak.

Cara Mengobati Telapak Kaki Terasa Panas

1. Perawatan Sendiri di Rumah

Untuk kasus nan tetap ringan, Anda bisa mencoba beberapa langkah sederhana ini sebagai bagian dari kesehatan kaki dan perawatan kaki:

Rendam kaki dengan air sejuk

  • Rendam kaki selama 15-20 menit
  • Gunakan air nan sejuk, bukan air es
  • Air terlalu dingin justru bisa merusak pembuluh darah

Pijat kaki dengan lembut

  • Pijatan ringan bisa melancarkan peredaran darah
  • Gunakan minyak alias lotion agar lebih nyaman
  • Pijat dari ujung jari ke arah tumit

Jaga kebersihan dan kelembapan kaki

  • Cuci kaki secara teratur
  • Gunakan pelembap untuk mencegah kulit kering
  • Pastikan sela-sela jari kaki kering untuk mencegah jamur

Pilih dasar kaki nan nyaman

  • Gunakan sepatu nan tidak terlalu ketat
  • Pilih bahan nan bisa menyerap keringat
  • Hindari sepatu kewenangan tinggi terlalu lama

2. Pengobatan Medis

Kalau langkah di atas tidak membantu, master bisa meresepkan obat telapak kaki terasa panas sesuai penyebabnya:

Untuk gangguan saraf:

  • Gabapentin, pregabalin, alias duloxetine untuk mengatasi nyeri neuropatik
  • Analgesik topikal seperti krim capsaicin nan dioleskan langsung ke kaki

Kondisi kekurangan vitamin:

  • Suplemen vitamin B kompleks
  • Vitamin B12, vitamin B6, vitamin B1 (tiamin)
  • Asam folat dan vitamin E untuk mendukung kesehatan saraf
  • Dosis disesuaikan dengan hasil pemeriksaan vitamin

Untuk penyakit penyerta:

  • Kontrol tes gula darah ketat untuk penderita diabetes
  • Obat pengatur hormon untuk hipotiroid berasas tes kegunaan tiroid
  • Pengobatan sesuai penyakit nan mendasari

3. Pemeriksaan Medis

Dokter mungkin bakal melakukan beberapa pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti:

  • Pemeriksaan neurologis untuk mengevaluasi kegunaan saraf
  • Elektromiografi (EMG) dan tes konduksi saraf untuk mengukur aktivitas listrik saraf
  • Pemeriksaan doppler untuk memeriksa sirkulasi darah
  • Tes kegunaan tiroid untuk mendeteksi gangguan hormonal
  • Pemeriksaan vitamin untuk mengetahui defisiensi nutrisi
  • Tes gula darah untuk mendeteksi diabetes

Cara Mencegah Telapak Kaki Terasa Panas

Mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan? Berikut langkah-langkah pencegahan nan bisa Anda lakukan:

1. Perhatikan Asupan Nutrisi

Konsumsi makanan kaya vitamin B seperti:

  • Daging, ikan, dan telur
  • Sayuran hijau
  • Kacang-kacangan
  • Susu dan produk olahannya

2. Jaga Kesehatan Kaki

  • Periksa kaki secara rutin, terutama jika Anda diabetes
  • Pilih dasar kaki nan memberikan support baik
  • Jaga sirkulasi udara di sekitar kaki
  • Hindari berdiri alias duduk terlalu lama dalam satu posisi
  • Perhatikan kondisi tendon achilles dan area pergelangan kaki

3. Terapkan Gaya Hidup Sehat

  • Batasi konsumsi alkohol untuk mencegah peripheral neuropathy
  • Olahraga teratur untuk melancarkan peredaran darah
  • Jaga berat badan ideal
  • Kontrol gula darah jika Anda penderita diabetes

4. Hindari Paparan Panas Berlebihan

  • Jangan terlalu lama di tempat panas
  • Gunakan dasar kaki saat melangkah di permukaan panas
  • Beri rehat pada kaki setelah aktivitas berat

Telapak Kaki Terasa Panas pada Kelompok Tertentu

Ibu Hamil

Telapak kaki terasa panas pada ibu mengandung adalah perihal nan wajar lantaran perubahan hormon dan peningkatan volume darah. Biasanya bakal membaik setelah melahirkan. nan bisa dilakukan:

  • Istirahat cukup dengan kaki ditinggikan
  • Hindari berdiri terlalu lama
  • Lakukan olahraga ringan nan kondusif untuk ibu hamil

Penderita Diabetes

Penderita glukosuria kudu lebih waspada lantaran telapak kaki terasa panas dan gatal bisa jadi tanda awal neuropati diabetik. Lakukan:

  • Pemeriksaan kaki setiap hari
  • Kontrol gula darah secara ketat
  • Gunakan dasar kaki nan tepat
  • Segera konsultasi jika ada luka nan tidak sembuh-sembuh

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasi ke master jika Anda mengalami:

  • Perubahan warna kulit di kaki (kemerahan, kebiruan, alias kehitaman)
  • Bengkak nan tidak kunjung hilang
  • Luka nan tidak sembuh dalam 2 minggu
  • Nyeri dahsyat nan mengganggu aktivitas sehari-hari
  • Demam nan menyertai keluhan
  • Penurunan berat badan tanpa karena jelas
  • Sensasi panas nan semakin parah
  • Keluhan nan disertai nyeri dengkul alias indikasi sistemik lainnya

Jangan menunda-nunda untuk berkonsultasi, terutama jika Anda mempunyai riwayat diabetes, penyakit ginjal, alias gangguan kesehatan lainnya.

Kesimpulan Tentang Telapak Kaki Terasa Panas

Kaki terasa panas memang bisa sangat mengganggu kenyamanan, terutama saat tidur. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari neuropati perifer, defisiensi vitamin dan nutrisi, glukosuria melitus, hingga masalah sirkulasi darah pada ekstremitas bawah.

Yang krusial diingat, jangan anggap remeh keluhan ini. Dengan memahami langkah mengobati telapak kaki terasa panas nan tepat, melakukan perawatan nan sesuai, dan menerapkan langkah pencegahan, Anda bisa mengatasi masalah ini dan menjaga kesehatan kaki dengan baik.

Jika keluhan bersambung alias disertai indikasi mengkhawatirkan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

Penanganan awal bakal mencegah komplikasi nan lebih serius di kemudian hari. Jaga kesehatan kaki Anda, lantaran kaki nan sehat bakal mendukung aktivitas sehari-hari Anda dengan lebih nyaman!

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Telapak Kaki Terasa Panas

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik kaki terasa panas.

Apa penyebab paling umum telapak kaki terasa panas?

Penyebab paling umum adalah neuropati perifer alias kerusakan saraf di kaki, terutama neuropati diabetik pada penderita diabetes.

Selain itu, kekurangan vitamin B kompleks (terutama B12, B6, dan B1), masalah peredaran darah, dan gangguan hormonal seperti hipotiroid juga bisa menjadi penyebabnya.

Kenapa telapak kaki terasa panas lebih parah di malam hari?

Sensasi panas terasa lebih intens di malam hari lantaran dua alasan: pertama, suhu tubuh secara alami menurun menjelang tidur sehingga membikin sensasi panas lebih terasa.

Kedua, setelah seharian beraktivitas, kaki mengalami kelelahan dan peredaran darahnya tidak seoptimal saat istirahat, sehingga indikasi gangguan saraf nan sudah ada menjadi lebih terasa.

Bagaimana langkah sigap meredakan telapak kaki nan terasa panas?

Cara sederhana nan bisa dilakukan di rumah adalah:

  • Merendam kaki dengan air sejuk (bukan air es) selama 15-20 menit
  • Melakukan pijatan lembut untuk melancarkan sirkulasi darah
  • Mengangkat kaki lebih tinggi saat berbaring
  • Memastikan kaki tidak terlalu tertekan oleh selimut alias dasar kaki nan ketat.

Kapan kudu ke master untuk keluhan telapak kaki panas?

Segera konsultasi ke master jika:

  • Telapak kaki panas disertai dengan perubahan warna kulit
  • Bengkak nan tidak hilang
  • Luka nan tidak sembuh dalam 2 minggu
  • Nyeri dahsyat nan mengganggu aktivitas
  • Demam
  • Penurunan berat badan tanpa sebab
  • Jika Anda mempunyai riwayat glukosuria dan indikasi semakin memburuk.

Selengkapnya