– Setelah sempat naik pada akhir pekan lalu, nilai Bitcoin (BTC) sekarang tampak mulai melemah lagi. Meski begitu, tanda-tanda teknikal menunjukkan bahwa aset mata uang digital terbesar ini tetap berkesempatan untuk bergerak naik hingga menyentuh US$ 130.000 dalam beberapa minggu ke depan.
Hal ini disampaikan oleh salah satu trader papan atas di media sosial X, dengan nama akun ‘StockMoney Lizards‘, nan menyatakan bahwa lonjakan nilai di hari Minggu terjadi dengan volume perdagangan nan relatif rendah.

“Kenaikan ini direspon sigap oleh pasar dengan tindakan jual, sehingga nilai kembali turun,” ungkap StockMoney Lizards, Selasa (12/8/2025).
Saat ini, titik nilai krusial alias point of control (POC) berada di kisaran US$ 118.000, dan level ini dinilai sedang berkedudukan sebagai support alias penopang nilai jangka pendek.
Menariknya, pada diagram 4 jam, Bitcoin tetap bergerak di atas garis EMA200, parameter teknikal nan sering dianggap sebagai sinyal tren naik. Dalam analisanya, StockMoney Lizards juga menunjukkan area “kotak merah” nan menggambarkan area pergerakan nilai saat ini. Zona ini kemungkinan bakal memperkuat sampai ada lonjakan besar nan memicu breakout ke salah satu arah.
“Dalam jangka menengah, BTC kemungkinan besar bakal breakout menuju US$ 130 ribu dalam beberapa minggu ke depan,” ujarnya.
Selain itu, September dan Oktober dinilai sebagai bulan nan biasanya memberikan sentimen positif bagi Bitcoin.
#Bitcoin
maybe a boring chart, but it has what you need to know if you are trading:
– Sunday pump happened on relatively low volume and comberan sold off.
– POC (118k) = support for now
– Bullish setup with price > EMA200 (4h)
– Red box = current trading range until high volume… pic.twitter.com/OXTKzkN0qr
Baca Juga: Strategy Targetkan US$ 84 Miliar Lagi untuk Belanja Bitcoin
Sementara itu pada pembaruan lainnya, StockMoney Lizards dalam unggahannya menunjukkan diagram makro Bitcoin nan membentang sejak 2012. Dalam diagram tersebut, terlihat pola historis pergerakan nilai nan selalu diikuti lonjakan signifikan.
Meskipun dia menilai komparasi pola historis (fractal) sudah tidak sepenuhnya relevan, mengingat Bitcoin sekarang lebih matang, berkembang dan diadopsi luas, pola tersebut tetap memberikan perspektif menarik.
“Meski sudah naik sekitar 700 persen, gelombang besar nan biasanya membikin semua orang membicarakan Bitcoin belum terjadi,” kata StockMoney Lizards.
Ia menambahkan, ekosistem mata uang digital termasuk instrumen seperti perjanjian berjangka dan ordinals, tetap membuka kesempatan untuk terjadinya reli besar.
Untuk prospek harga, StockMoney Lizards menyebut skenario dasar Bitcoin berada di kisaran US$ 180.000 – US$ 200.000 pada awal 2026. Sementara untuk skenario bullish, nilai bisa menembus di atas US$ 300.000.
“Intinya, saya memandang nilai bakal bergerak lebih tinggi,” pungkas StockMoneyz Lizards.
Bitcoin is appraoching a critical phase – and might be before another impulsive wave up.
I used to post way more real Bitcoin macro charts – so this one is a bit like nostalgia.
Although I believe these historical comparisons are somewhat outdated and comparing fractals is not… pic.twitter.com/PGYYQASZJi

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
4 bulan yang lalu