– Arus stablecoin keluar dari bursa mata uang digital sekarang mencapai level tercepat dalam siklus pasar saat ini, menandakan sikap penanammodal nan semakin defensif. Alih-alih langsung digunakan untuk membeli aset kripto, modal justru diparkir dan ditahan, menunggu kondisi pasar nan lebih jelas.
Fenomena ini terjadi meskipun total suplai Bitcoin terus bertumbuh, sebagian besar didukung oleh obligasi pemerintah Amerika (US Treasuries). Artinya, biaya tetap berada di ekosistem kripto, namun tidak siap dipakai untuk ambil resiko.

Trader Mundur Sementara
Penarikan stablecoin nan sigap dari exchange mencerminkan turunnya selera resiko jangka pendek.
Di saat nan sama:
- Bitcoin sekarang turun sekitar 36 persen dari puncak awal Oktober.
- Leverage pasar berkurang drastis.
- Open Interest (OI) ambruk lebih dari 40 persen, nan menandakan trader menutup posisi dan mengurangi eksposur.
Desember tercatat sebagai penurunan terdalam persediaan stablecoin ERC-20 di exchange sepanjang siklus ini. Biasanya, token-token ini berada di bursa sebagai “amunisi siap pakai”. Kali ini, justru sebaliknya.
Perubahan ini paling jelas terlihat di Binance, di mana tren inflow berbalik menjadi net outflow nyaris 1,9 miliar dalam 30 hari.
Baca Juga: Analis Ungkap Zona Kritis Bitcoin Tahun 2026, Simak Selengkapnya!
Stablecoin Tidak Kabur dari Kripto
Meski keluar dari exchange, stablecoin tidak meninggalkan ekosistem kripto.
Dalam sepekan terakhir:
- Total suplai stablecoin tetap bertambah sekitar US$ 509 juta.
- Arus masuk terbesar terjadi di TON (lebih dari US$ 500 juta).
- Disusul Ethereum dan Polygon.
- Sebaliknya, jaringan nan sangat mengenai dengan aktivitas trading seperti Solana dan Tron justru mencatat arus keluar besar.
Pola ini menunjukkan bahwa penanammodal menahan diri dari trading aktif, bukan menarik biaya sepenuhnya.
Defensif, Bukan Hilang
Saat ini, sebagian besar stablecoin utama didukung oleh U.S. Treasuries dan instrumen pemerintah jangka pendek, menjadikannya mirip money market fund berisiko rendah.
Alasan utama kenapa modal tetap memperkuat dalam corak stablecoin ialah aman, likuid, menghasilkan imbal hasil, tanpa perlu terpapar volatilitas ekstrem.
Investor memilih keamanan dan yield daripada kekacauan pasar.
Selama kepercayaan belum pulih dan arah pasar tetap belum jelas, posisi melindungi ini kemungkinan bakal berlanjut.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
1 minggu yang lalu