Nah lantaran saya juga merupakan pengguna Linux, mari kita sisipi WinPoin dengan konten seputar Linux mengingat saat ini ada cukup banyak pengguna nan mulai migrasi dari Windows 10 ke LInux lantaran support resminya nan telah diakhiri Microsoft.
Baca Juga : Migrasi ke ElementaryOS 8 – Gantikan Windows 10 Pro di Asus K401UQK
Di Windows, jika kita mau mengetahui kesehatan HDD alias SSD biasanya kita menggunakan tool seperti HDD Sentinel alias CrystalDisk Info nan memang sangat jeli untuk mengetahui gimana performa, health, umur dan perkiraan hidup perangkat tersebut.
Namun gimana jika di Linux? nah di Linux kita bisa menggunakan tool serupa, nan paling powerfull sih tetap HDDSentinel via Command Line, alias kita juga bisa menggunakan Gnome-Disk apalagi menggunakan smartmontools untuk melakaukan self test.
Dan jika Anda penasaran, berikut WinPoin rangkum langkah singkat untuk melakukan pengecekan SSD di Linux.
Menggunakan HDD Sentinel
Langkah 1. Pertama silahkan Anda download HDSentinel for Linux dari laman berikut.

Silahkan Anda sesuaikan dengan arsitektur nan Anda gunakan, disini saya bakal download 64-bit linux executable.
Langkah 2. Selanjutnya setelah file terdownload, silahkan Anda extract file HDSentinel tersebut.

Nah file ini belum bisa kita buka lantaran kudu kita jadikan sebagai executable program terlebih dahulu.
Langkah 3. Selanjutnya silahkan Anda buka Terminal, masuk ke directory dimana HDSentinel tersebut Anda simpan, dan masukan perintah berikut.
chmod +x HDSentinel
jika sudah, silahkan Anda lanjutkan buka HDSentinel dengan perintah :
sudo ./HDSentinel
Nah hasilnya kelak bisa langsung terlihat, dimana kita bisa memandang berapa persen health dari storage nan kita pakai, performance-nya, est. lifetime, dan info krusial lainnya.
Dari tutorial ini rupanya umur SSD nan saya pakai cukup turun drastis, untuk SSD nan saya pakai sebagai sistem ini apalagi hanya mempunyai Est. lifetime 364 hari, ini sebenarnya wajar sih, mengingat dia sudah cukup lama hidup, apalagi Power on time-nya sudah lebih dari 1445 hari.
Fakta nan membikin saya kecewa adalah, SSD ini adalah SSD Half Sata dengan merek Kingspec, dulu tahun 2018 saya beli SSD ini dari Aliexpress dengan nilai 50 USD untuk 256 GB, sayangnya lantaran Aliexpress sejak tahun 2023 Indonesia sudah diblokir pemerintah untuk melindungi produk lokal, saya tidak bisa beli lagi SSD ini darisana, dan meskipun ada di Tokopedia alias Shoppe, harganya naik 2 kali lipat, Rp700 rb hanya untuk 128 GB nya. Tolong dong, jika Anda tahu merek SSD half size SATA, bisa komen dibawah guys, tapi nan harganya masuk logika dikit ya.
Menggunakan Gnome-Disk
Selain menggunakan HD Sentinel, kita juga bisa menggunakan Gnome-Disk nan merupakan aplikasi bawaan di sejumlah distro Linux. Jika belum ada Anda cukup install dengan langkah memasukan perintah berikut :
sudo apt updatesudo apt install gnome-disk-utility
# untuk Ubuntu, Debian dan keluarganya
sudo pacman -S gnome-disk-utility
# untuk Arch Linux dan keluarganya.
sudo dnf install gnome-disk-utility
# untuk Fedora dan keluarganya.
Jika sudah terinstall, cukup buka saja dari daftar aplikasi terinstall alias ketik gnome-disk dari Terminal.

Nah setelah dibuka, silahkan Anda pilih storage nan bakal Anda cek, selanjutnya klik titik tiga diatas dan klik SMART Data & Self Test.

Nanti kita bakal memandang info seperti berapa lama SSD sudah berjalan, suhu, dan nan paling krusial adalah Overall Assesment nan mana bisa dilihat bahwa Disk ini tetap OK meskipun estimated lifetime tinggal 1 tahunan.

Menggunakan smartmontools
Nah nan ketiga langkah ini bisa Anda coba juga meskipun hasilnya kelak bakal mirip seperti gnome-disk. Kita bisa menggunakan smartmontools nan merupakan aplikasi pembaca SMART dari HDD/ SSD.
Cara instalasinya sendiri, Anda cukup masukan perintah berikut :
sudo apt updatesudo apt install smartmontools
Silahkan sesuaikan dengan distro Linux nan Anda gunakan. Dan jika sudah terinstall, silahkan Anda ketik perintah berikut :
sudo smartctl -t short /dev/sd[x]sd[x] ini disesuaikan dengan Disk kamu. disini saya bakal mengecek disk sdb nan merupakan SSD dari kingspec tadi.

Setelah perintah tersebut dimasukan, silahkan tunggu 2 menit untuk memandang hasilnya. Jika sudah silahkan lanjutkan dengan memasukan peirntah ini.
sudo smartctl -a /dev/sd[x]Berikut hasilnya,

Dari hasil test ini, bisa dilihat info berikut :
| Jenis | SSD (Solid State Device) |
| Ukuran | 256 GB |
| Interface | SATA 3.2, 6.0 Gb/s |
| Suhu saat ini | 33 °C |
| Health SMART | PASSED |
| Reallocated Sectors | 2 sektor rusak (sudah direlokasi) |
| Power-On Hours | 34.694 jam (~1445 hari) |
| Power Cycles | 5.492 kali |
| Total LBAs Written | 664.808 (~20.3 TB) |
| Error Log | Tidak ada error tercatat |
| Self-Test Terakhir | Selesai tanpa error |
Hasil self-test selesai tanpa error meskipun ada 2 sektor nan rusak, hasil Health SMART juga passed dan bisa dikatakan bahwa SSD ini tetap baik baik saja meskipun memang kelak mungkin bakal ada degradasi setelah est lifetime tercapai.
Kita juga bisa memandang info lebih perincian dengan menggunakan Extended Self-test di NAND Surface lebih dalam, cukup masukan perintah berikut dan tunggu 30 menitan.
sudo smartctl -t long /dev/sd[x]Yah sebenarnya selain langkah ini ada banyak langkah lain juga, tapi nan paling simpel sih via HDSentinel tadi, semua info bisa ditampilkan dengan betul dan akurat, alias ada langkah lain nan lebih baik? komen dibawah guys.
Semoga tulisan ini bermanfaat, terima kasih.
⚡️ Meracik Home Server Handal dari Laptop / PC Tua
Written by
Gylang Satria
Penulis, Pengguna Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Tag @gylang_satria di Disqus jika ada pertanyaan.
Post navigation
Previous Post
2 bulan yang lalu