Sakit Belakang Lutut Jangan Disepelekan: Ini Cara Mengobatinya!

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Nyeri di belakang dengkul adalah keluhan nan sangat umum terjadi pada siapa saja. Sakit belakang dengkul ini bisa muncul tiba-tiba, alias berkembang pelan-pelan seiring waktu.

Kondisi belakang dengkul sakit ini seringkali membikin penderitanya kesulitan untuk melakukan aktivitas sederhana seperti berjalan, berdiri lama, apalagi sekadar menekuk alias meluruskan kaki.

Artikel ini bakal membahas secara komplit tentang penyebab sakit belakang lutut, indikasi apa saja nan muncul, serta beragam langkah mengatasinya—mulai dari perawatan rumahan hingga penanganan medis.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Banner Zaskia mobile

Mengenal Bagian Belakang Lutut

Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya kita mengenal dulu anatomi dengkul bagian posterior alias area belakang lutut.

Bagian ini bukan sekadar ruang kosong, tapi terdiri dari beragam jaringan krusial nan bekerja sama agar dengkul bisa bergerak dengan baik. Di area ini terdapat beberapa komponen utama.

Tendon hamstring

Bagian ini adalah jaringan nan menghubungkan otot paha belakang dengan tulang di sekitar lutut.

Kalau tendon ini cedera alias mengalami peradangan, biasanya bakal terasa nyeri dengkul bagian belakang.

Otot betis (gastrocnemius)

Otot nan mulai dari belakang dengkul dan memanjang ke betis. Ketika otot ini kram alias tegang, rasa sakit bisa sangat terasa di lipatan belakang lutut.

Ligamen Posterior Cruciate Ligament (PCL)

Ada juga ligamen dengkul nan penting, ialah Ligamen Posterior Cruciate Ligament (PCL).

Ligamen ini terletak di bagian dalam dan belakang sendi lutut, berfaedah menjaga agar tulang kering tidak bergeser terlalu jauh ke belakang. Jika PCL cedera, bisa menyebabkan dengkul tidak stabil dan terasa sakit.

Meniskus

Selain itu, ada meniskus (bantalan tulang rawan di dalam sendi lutut) nan jika robek di bagian belakang juga bisa menimbulkan nyeri nan menjalar ke area belakang lutut.

Semua bagian ini—otot, tendon, dan ligamen—saling berasosiasi dan bekerja sama. Hubungan otot, tendon, dan ligamen di belakang dengkul ini memungkinkan kita menekuk dan meluruskan dengkul dengan lancar.

Ketika salah satu bagian terganggu, keseimbangan ini rusak dan muncullah rasa sakit.

Apa Saja Penyebab Sakit Belakang Lutut?

Sakit di belakang dengkul sebenarnya bukan penyakit tersendiri, melainkan tanda dari beragam masalah kesehatan nan mendasarinya. Berikut beberapa penyebab utamanya:

1. Cedera Olahraga dan Overuse Injury

Ini adalah penyebab paling umum, terutama pada orang nan aktif berolahraga. Cedera bisa terjadi lantaran aktivitas bentuk nan berlebihan alias lantaran aktivitas mendadak.

Misalnya, cedera pada hamstring alias gastrocnemius sering terjadi saat seseorang berlari kencang, melompat, alias berakhir mendadak. Kondisi ini menyebabkan nyeri belakang dengkul nan tajam dan menusuk.

Ada juga nan namanya tendinitis, ialah peradangan pada tendon. Ini biasanya terjadi lantaran penggunaan berkali-kali tanpa rehat nan cukup.

Sakit belakang dengkul setelah olahraga seringkali menandakan adanya tendinitis. Nyerinya bakal bertambah saat beraktivitas dan membaik ketika istirahat.

Cedera dengkul pada ligamen PCL juga bisa terjadi, biasanya lantaran tumbukan langsung pada dengkul nan sedang tertekuk—seperti saat kecelakaan motor alias main olahraga nan melibatkan kontak fisik.

2. Masalah pada Sendi dan Jaringan Lunak

Seiring bertambahnya usia, akibat mengalami masalah sendi semakin besar.

Osteoarthritis lutut

Osteoarthritis dengkul alias nan sering disebut “pengapuran sendi” adalah salah satu contohnya. Kondisi ini menyebabkan tulang rawan sendi rusak, sehingga timbul peradangan lutut, pembengkakan lutut, dan kaku lutut.

Nyeri sendi

Nyeri sendi ini bisa terasa di seluruh area lutut, termasuk bagian belakang. Biasanya rasa sakit bertambah parah saat sakit belakang dengkul saat melangkah alias sakit belakang dengkul saat berdiri lama.

Bursitis

Bursitis adalah peradangan pada kantung cairan mini (bursa) nan berfaedah sebagai alas di sekitar sendi lutut. Kalau bursa di belakang dengkul meradang, bakal muncul nyeri dan pembengkakan di area tersebut.

Kista Baker

Kista Baker (Baker’s Cyst) adalah benjolan berisi cairan nan terbentuk di lipatan belakang lutut. Kondisi ini sering muncul sebagai komplikasi dari masalah sendi lain seperti osteoarthritis alias cedera meniskus.

Gejalanya antara lain pembengkakan di belakang lutut, nyeri belakang dengkul saat ditekuk, dan rasa sakit nan bisa menjalar sampai ke betis.

3. Masalah Pembuluh Darah di Sekitar Lutut

Ini adalah kondisi nan serius dan perlu penanganan cepat. Deep Vein Thrombosis (DVT) alias penggumpalan darah di pembuluh darah dalam kaki bisa menyebabkan nyeri nan menjalar ke belakang lutut.

Gejala lainnya termasuk pembengkakan pada salah satu kaki, kulit terasa hangat, dan kemerahan. DVT adalah kondisi darurat medis nan kudu segera ditangani.

4. Saraf Terjepit

Saraf terjepit di punggung bawah bisa menyebabkan nyeri nan menjalar (dikenal dengan istilah sciatica) ke bokong, paha belakang, hingga belakang lutut, apalagi sampai ke kaki.

Gejala nan Perlu Diperhatikan

Gejala sakit di belakang dengkul bisa berbeda-beda tergantung penyebabnya. Namun, ada beberapa tanda umum nan sering muncul:

  • Belakang dengkul sakit saat ditekuk dan diluruskan: Ini biasanya mengenai dengan kista baker, cedera meniskus, alias tendinitis.
  • Lutut belakang sakit saat beraktivitas: Sakit belakang dengkul saat melangkah alias saat berdiri lama sering menandakan adanya osteoarthritis alias ketegangan otot.
  • Nyeri setelah olahraga: Menunjukkan kemungkinan cedera otot alias overuse injury.
  • Nyeri di satu sisi saja: Bisa berupa sakit belakang dengkul kanan alias sakit belakang dengkul kiri, tergantung letak cedera.
  • Pembengkakan dan kaku: Lutut terasa bengkak dan susah digerakkan.
  • Lutut terasa terkunci: Sensasi dengkul tidak bisa digerakkan dengan bebas alias terasa tidak stabil saat berjalan.

Membedakan Lokasi Nyeri Lutut

Mengetahui letak nyeri sangat membantu untuk menebak penyebabnya. Ada perbedaan nyeri lutut depan, samping, dan belakang:

  • Nyeri dengkul depan biasanya mengenai dengan masalah tempurung lutut.
  • Nyeri di samping dengkul sering disebabkan oleh cedera ligamen alias masalah pada jaringan ikat di sisi lutut.
  • Lutut bagian belakang sakit lebih mengarah pada masalah hamstring, gastrocnemius, PCL, kista baker, alias masalah pembuluh darah.

Nyeri Akut alias Kronis?

Ada perbedaan nyeri akut vs kronis nan perlu dipahami:

  • Nyeri akut: Muncul tiba-tiba, biasanya setelah cedera, berjalan kurang dari 3 bulan, dan biasanya membaik dengan perawatan.
  • Nyeri kronis: Bertahan lebih dari 3-6 bulan, berkarakter bertambah parah seiring waktu, dan biasanya menandakan kondisi nan lebih serius seperti osteoarthritis.

Aktivitas nan Bisa Memperparah Nyeri

Ada beberapa aktivitas harian nan memperberat nyeri dan sebaiknya dihindari alias dibatasi:

  • Jongkok alias bertimpuh dalam waktu lama
  • Naik turun tangga terlalu sering
  • Berlari alias melompat
  • Berdiri dalam posisi nan sama untuk waktu lama
  • Mengangkat beban berat

Mengenali dan menghindari aktivitas-aktivitas ini adalah langkah krusial dalam mengelola kondisi dengkul nan sedang sakit.

Cara Mengobati Sakit Belakang Lutut

Pengobatan sakit belakang dengkul dibagi menjadi dua jenis: perawatan berdikari di rumah dan penanganan medis oleh dokter.

Perawatan Mandiri (Pendekatan Konservatif)

Ini adalah langkah pertama nan bisa Anda coba untuk sebagian besar kasus. 

1. Metode RICE

Ada metode RICE nan mudah diingat, yaitu:

  • R – Rest (Istirahat): Kurangi alias hentikan aktivitas nan membikin dengkul sakit. Beri waktu bagi jaringan untuk pulih dengan sendirinya.
  • I – Ice (Kompres Es): Kompres bagian nan sakit dengan es selama 15-20 menit, beberapa kali sehari. Ini membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri.
  • C – Compression (Kompresi): Gunakan perban elastis untuk membungkus lutut. Ini membantu mengurangi pembengkakan.
  • E – Elevation (Elevasi): Angkat kaki Anda lebih tinggi dari posisi jantung saat berbaring. Ini mengurangi aliran darah ke area dengkul sehingga pembengkakan berkurang.

2. Obat Pereda Nyeri

Obat nyeri di lipatan belakang dengkul nan bisa dibeli bebas antara lain ibuprofen, naproxen, alias paracetamol. Obat-obatan ini membantu meredakan nyeri dan peradangan.

3. Fisioterapi

Ini sangat krusial untuk pemulihan jangka panjang. Fisioterapis bakal merancang program latihan unik nan mencakup:

  • Peregangan otot hamstring dan gastrocnemius untuk meningkatkan kelenturan
  • Latihan penguatan otot paha depan dan pinggul untuk membikin sendi dengkul lebih stabil
  • Teknik-teknik lain nan membantu mempercepat pemulihan dan mencegah cedera berulang

Penanganan Medis Sakit Belakang Lutut

Jika perawatan di rumah tidak sukses setelah beberapa minggu, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan master ortopedi. Dokter mungkin bakal menyarankan:

1. Suntikan

Dokter bisa memberikan suntikan kortikosteroid untuk mengurangi peradangan nan parah, alias suntikan masam hialuronat untuk melumasi sendi nan sudah aus.

2. Prosedur Medis

  • Aspirasi untuk mengeluarkan cairan dari kista baker nan besar
  • Endoskopi Richard Wolf, ialah tindakan medis mini dengan kamera untuk memperbaiki cedera meniskus alias ligamen

3. Operasi

Pada kasus nan sangat parah, seperti osteoarthritis stadium lanjut nan tidak membaik dengan langkah lain, operasi penggantian sendi dengkul mungkin diperlukan.

Sakit Belakang Lutut pada Berbagai Usia

Penyebab sakit belakang dengkul pada usia muda biasanya berangkaian dengan cedera olahraga, aktivitas berlebihan, alias trauma seperti terjatuh alias terbentur. Kondisi seperti kista baker juga bisa muncul pada usia muda akibat cedera.

Sementara itu, sakit belakang dengkul pada lansia lebih sering disebabkan oleh proses penuaan dan kerusakan sendi.

Osteoarthritis adalah penyebab paling umum pada golongan usia ini. Kondisi ini berkarakter kronis dan bakal bertambah parah seiring waktu jika tidak dikelola dengan baik.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun sakit belakang dengkul sering tidak berbahaya, ada beberapa situasi di mana Anda perlu segera mencari support medis.

Pertanyaan “sakit belakang dengkul apakah berbahaya” krusial dijawab dengan mengenali tanda-tanda ancaman berikut:

Segera ke master jika Anda mengalami:

  • Nyeri nan sangat dahsyat dan muncul tiba-tiba
  • Pembengkakan nan berkembang dengan cepat
  • Lutut terasa sangat hangat dan kemerahan (tanda jangkitan alias DVT)
  • Demam
  • Tidak bisa menopang berat badan alias berdiri sama sekali
  • Nyeri tidak membaik setelah 2-3 minggu perawatan di rumah
  • Muncul benjolan nan mencurigakan di belakang lutut

Kapan kudu ke master lantaran sakit belakang dengkul pada dasarnya adalah ketika indikasi mengganggu aktivitas sehari-hari alias disertai tanda-tanda ancaman di atas.

Diagnosis Sakit Belakang Lutut

Dokter ortopedi bakal melakukan pemeriksaan bentuk secara menyeluruh. Jika diperlukan, master mungkin bakal menyarankan pemeriksaan lanjutan seperti:

  • MRI Lutut: Untuk memandang perincian jaringan lunak, ligamen, tendon, dan struktur dalam lutut
  • USG Lutut: Untuk memandang pembengkakan, cairan, alias masalah pada jaringan lunak

Pemeriksaan ini membantu master menemukan penyebab pasti dari nyeri dengkul nan Anda alami.

Kesimpulan tentang Sakit Belakang Lutut

Sakit di belakang dengkul adalah kondisi nan bisa disebabkan oleh beragam hal—mulai dari cedera olahraga sederhana hingga penyakit sendi nan lebih serius.

Yang krusial adalah memahami indikasi nan muncul, mengenali tanda bahaya, dan tahu kapan kudu mencari support dokter.

Dengan perawatan nan tepat—baik itu perawatan berdikari di rumah alias penanganan medis oleh master ortopedi—sebagian besar kasus sakit belakang dengkul dapat ditangani dengan baik.

Anda bisa kembali beraktivitas normal dan menjalani hidup tanpa terganggu rasa sakit.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Sakit Belakang Lutut

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik sakit belakang lutut.

Bagaimana langkah mengatasi nyeri di belakang lutut?

Untuk mengatasi nyeri di belakang lutut, Anda dapat melakukan beberapa langkah seperti:

  • Istirahatkan diri dari aktivitas berat, termasuk olahraga berintensitas tinggi.
  • Kompres area belakang dengkul dengan es batu selama 15-20 menit beberapa kali sehari.
  • Hindari memijat alias mengurut area nan nyeri secara sembarangan.
  • Konsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol jika diperlukan. Jika nyeri tidak kunjung membaik, segera konsultasikan ke dokter.

Nyeri di belakang dengkul pertanda apa?

Nyeri di belakang dengkul bisa menjadi pertanda beragam kondisi, seperti kram kaki, cedera tendon, alias masalah pada ligamen.

Kram kaki, misalnya, sering terjadi pada otot betis alias belakang paha dekat lutut, terutama setelah olahraga alias selama kehamilan. Jika nyeri berlanjut, sebaiknya periksakan ke master untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Bisakah nyeri dengkul berasal dari belakang?

Ya, nyeri dengkul bisa berasal dari masalah di area punggung bawah. Saraf nan terhubung ke dengkul berada di tingkat vertebra lumbar kedua, ketiga, dan keempat.

Jika saraf di area ini teriritasi alias rusak, nyeri dapat dirasakan sebagai nyeri rujukan di lutut. Kondisi ini memerlukan pemeriksaan medis untuk penanganan nan tepat.

Kenapa dengkul belakang sakit saat ditekuk?

Lutut belakang sakit saat ditekuk dapat disebabkan oleh beragam faktor, seperti cedera ligamen, robekan tulang rawan, alias peradangan akibat penumpukan kristal masam urat.

Cedera seperti terkilir alias keseleo juga dapat menyebabkan nyeri saat dengkul ditekuk. Jika rasa sakit terus berlanjut, segera konsultasikan ke dokter.

Bagaimana langkah mengobati dengkul sakit saat ditekuk?

Untuk mengobati dengkul sakit saat ditekuk, Anda dapat melakukan:

  • Istirahatkan dengkul dan hindari aktivitas nan membebani sendi.
  • Kompres dengkul dengan es selama 15-20 menit beberapa kali sehari.
  • Gunakan perban elastis untuk mengurangi pembengkakan.
  • Konsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol alias ibuprofen.
  • Jika nyeri tidak membaik, pertimbangkan terapi bentuk alias konsultasi dengan master untuk penanganan lebih lanjut.

Selengkapnya